- Beranda
- Berita dan Politik
PolitisiGerindra Diancam 'Tembak' oleh PolitisiPKS Gara-gara Kritik Gubernur Sumbar
...
TS
kabar.kabur
PolitisiGerindra Diancam 'Tembak' oleh PolitisiPKS Gara-gara Kritik Gubernur Sumbar

Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade , mendapat ’ancaman’ tembak mati dari istri Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nevi Zuairina, terkait rencana Fraksi Gerindra DPRD Sumbar menggunakan hak interpelasi kepada Gubernur Sumbar , Irwan Prayitno, yang kerap bertandang ke luar negeri.
Andre beberapa kali mengkritik Gubernur Irwan Prayitno karena sering menggunakan APBD atau uang rakyat untuk jalan-jalan ke luar negeri.
"Setiap bulan Gubernur Sumbar ke luar negeri. Bahkan sebulan bisa dua kali. Dia lebih mementingkan pergi ke Columbia daripada mengurus warganya yang jadi korban bencana di Solok Selatan," ujar Andre dalam wawancara khusus di Kompas Tv, Minggu (15/12/2019) malam.
Melalui akun twitter, Andre Rosiade juga mencuitkan kelakuan Gubernur Sumbar yang habiskan angggaran puluhan miliar untuk jalan-jalan ke luar negeri.
@andre_rosiade: Kami menanyakan Puluhan Milyar APBD Sumbar yg dipakai utk kunjungan ke Luar Negeri oleh Gub Sumbar yg hampir tiap bulan sang Gubenur pergi ke luar negeri dan tidak ada hasil.
Karena kelakuan itulah, Andre Rosiade akan laporkan Irwan Prayitno ke Mendagri Tito Karnavian.
Selain itu, Andre juga telah menginstruksikan anggota Fraksi Partai Gerindra Gubernur Sumbar untuk memperjuangkan hak interpelasi untuk menyelidiki Irwan Prayitno.
Melalui akun twitternya, Andre menuliskan perintah interpelasi tersebut.
@andre_rosiade: Ketua DPD Gerindra Sumbar menginstruksikan rencana Interpelasi:
1. Interpelasi Fraksi Gerindra Sumbar ke GUB Sumbar mengenai Perjalanan Gubernur ke Luar Negeri.
2. Interpelasi Fraksi Gerindra Bukittinggi ke Walikota Bukittinggi mengenai Kenaikan 600% Retribusi Pasar Aur Kuning.
Istri Gubernur Sumbar Ancam Tembak Andre Rosiade
Dalam wawancara di Kompas Tv itu juga terungkap bahwa istri Gubernur Sumbar ancam tembak Andre Rosiade.
Ancaman itu disampaikan Nevi Zuarina dalam grup whatsapp yang di dalamnya juga ada Andre Rosiade dan sejumlah tokoh masyarakat Sumbar .
Screenshot percakapan di grup WA itu beredar ke ranah publik dan ditampilkan oleh Kompas Tv dalam acara tersebut.
Isi WA ancaman Nevi Zuarina kepada Andre Rosiade itu adalah: "Maunya apa sich andre itu laporan pak guspardi gaus krn datang tidak dilayani pemda sdg sibuk jangan ikut ikut kalau nggak ngerti masalah kelakuan andre ini buat jelek nama gerindra di sumbar kalau ada yang tembak mati andre di sumbar ibu nggak mau tanggung jawab banyak pendukung bapak di sumbar kasihan keluarga kalau andre kelakuan spt LSM begini. Padahal ang dewan terhormat."
Nevi Zuarina menuliskan ancaman itu di grup WA bernama TF Politik Hukum Hankam A.
Andre Rosiade menganggap WA tersebut sebagai sebuah ancaman.
Tetapi, Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengatakan, hal itu adalah biasa karena hanya percakapan dalam grup WA yang di dalamnya juga ada Andre Rosiade dan dirinya.
"Itu biasa saja, hanya di grup WA aja," katanya.
Terkait seringnya Gubernur Irwan Prayitno jalan-jalan ke luar negeri, Jasman mengatakan bahwa Irwan Prayitno menjalankan tugas pemerintahan.
Kalau pun Gubernur Sumbar ke luar negeri, pemerintahan tetap jalan karena ada Wakil Gubernur Nasrul Abit.
Nevi Zuarina dan Andre Rosiade kini sama-sama menjadi anggota DPR RI.
Andre Rosiade anggota DPR dari Sumbar mewakili Partai Gerindra.
Nevi Zuarina anggota DPR dari Sumbar mewakili Partai Keadilan Sejahtera.
Sampai saat ini Wartakotalive.com belum bisa menghubungi Nevi Zuarina.
https://m.tribunnews.com/nasional/20...barat?page=all
4iinch dan 3 lainnya memberi reputasi
4
2K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.1KThread•57.2KAnggota
Tampilkan semua post
CumiGorengManis
#8
kalau dilihat di detik sih masih sebatas wajar, kunjungan dan biayanya.
Jakarta - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja 12 kali selama 2019. Semua perjalanan itu untuk memenuhi undangan.
Informasi yang diterima detikcom, Senin (16/12/2019), tercatat ada 12 perjalanan luar negeri ke 13 negara yang dilakukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Berikut ini detailnya:
1. Jepang
Waktu: 24-30 Maret 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Kishi Group, Perfectur Tokushima, Jepang, membahas rencana kerja sama dalam pengolahan limbah industri dan rumah tangga sekaligus mempromosikan beberapa potensi dan peluang investasi kepada investor.
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 347 juta dari APBD Sumbar
2. Belanda
Waktu: 23-29 Mei 2019
Keperluan: Memenuhi undangan KBRI Den Haag-Kerajaan Belanda untuk berpartisipasi dalam kegiatan Tong-Tong Fair (TTF) ke-61 sekaligus penjajakan investasi melalui temu bisnis dengan pelaku usaha.
Rombongan: 7 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 179 juta dari APBD Sumbar
3. Inggris dan Skotlandia
Waktu: 16-22 Juni 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Global Disaster Resilience Center (GDRC) University of Huddersfield, UK, dalam rangka memberikan kuliah umum sekaligus penjajakan kerja sama di bidang pengelolaan sumber daya hutan.
Rombongan: 6 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 174 juta dari APBD Sumbar
4. Azerbaijan
Waktu: 1-7 Juli 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dalam rangka mengikuti Sidang Komite Warisan Dunia ke-43.
Rombongan: 3 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 395 juta dari APBD Sumbar
5. Malaysia
Waktu: 9-11 Juli 2019
Keperluan: Memenuhi undangan panitia Simposium Internasional Pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ke-11 dalam rangka menjadi Pembicara Panel dalam acara Simposium Internasional ke-11.
Rombongan: 3 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 19 juta dari APBD Sumbar
6. Rusia
Waktu: 29 Juli-4 Agustus 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dubes Indonesia di Moskow dan berpartisipasi pada festival Indonesia ke-4 di Moskow.
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 79 juta dari APBD Sumbar
7. Yordania
Waktu: 1-4 September 2019
Keperluan: memenuhi undangan Indonesia Jordan Business Council dalam rangka menghadiri resepsi diplomatik, dan berpartisipasi pada kegiatan Business meeting serta penjajakan kerjasama dengan para pengusaha, investor, dan pemerintah daerah.
Rombongan: 4 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 90 juta dari APBD Sumbar
8. Thailand
Waktu: 9-14 September 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Menko Perekonomian RI dalam rangka melakukan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke 25
Rombongan: Sekda dan 11 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 48 juta dari APBD Sumbar
9. Myanmar
Waktu: 22-28 Oktober 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dubes RI Yangon Nomor dalam rangka mempromosikan dan memasarkan Produk Unggulan daerah pariwisata, seni dan dudaya Sumatera Barat
Rombongan: Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar
Biaya: Rp 94,5 juta dari APBD Sumbar
10. Amerika Serikat
Waktu: 31 Oktober-6 November 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Indonesia American Chamber of Commerce Southeatern Central USA (IACC-SCU) dan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Houston dalam rangka mengiukuti kegiatan 2nd Annual Indonesian Festival 2019
Rombongan: 1 anggota DPRD Sumbar, Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar, dan 14 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 334 juta dari APBD Sumbar
11. Singapura
Waktu: 18-21 November 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Kemendagri dalam rangka mengikuti kegiatan Rising Fellowship Programme
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 42 juta dari APBD Sumar
12. Kolombia
Waktu: 10-16 Desember 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Kementerian Pendidikan untuk menghadiri kegiatan Fourteenth Seassion of the Intergovernmental Committee for the Safe Guarding of The Intangible Cutural Heritage
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 112 juta dari APBD Sumbar
Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik yang dikonfirmasi soal data kunjungan kerja luar negeri Gubernur Sumbar mengatakan masih akan mengecek terlebih dulu. Namun dia tak membantah data yang disodorkan.
"Nanti saya coba konfirmasi ke Kepala Pusat Fasilitas Kerjasama Kemendagri ya," ujar Akmal saat ditanya benarkah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kunjungan ke luar negeri sebanyak 12 kali selama 2019. Akmal ditanya pada Senin (16/12) pagi tadi.
sumber https://news.detik.com/berita/d-4824...no-selama-2019
dilihat dari biaya masih sebatas wajar. tapi ini orang kayak penting bgt di undang kemana-mana. lalu kelakuan bininya kayak kebakaran jenggot
Jakarta - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno melakukan kunjungan kerja 12 kali selama 2019. Semua perjalanan itu untuk memenuhi undangan.
Informasi yang diterima detikcom, Senin (16/12/2019), tercatat ada 12 perjalanan luar negeri ke 13 negara yang dilakukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Berikut ini detailnya:
1. Jepang
Waktu: 24-30 Maret 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Kishi Group, Perfectur Tokushima, Jepang, membahas rencana kerja sama dalam pengolahan limbah industri dan rumah tangga sekaligus mempromosikan beberapa potensi dan peluang investasi kepada investor.
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 347 juta dari APBD Sumbar
2. Belanda
Waktu: 23-29 Mei 2019
Keperluan: Memenuhi undangan KBRI Den Haag-Kerajaan Belanda untuk berpartisipasi dalam kegiatan Tong-Tong Fair (TTF) ke-61 sekaligus penjajakan investasi melalui temu bisnis dengan pelaku usaha.
Rombongan: 7 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 179 juta dari APBD Sumbar
3. Inggris dan Skotlandia
Waktu: 16-22 Juni 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Global Disaster Resilience Center (GDRC) University of Huddersfield, UK, dalam rangka memberikan kuliah umum sekaligus penjajakan kerja sama di bidang pengelolaan sumber daya hutan.
Rombongan: 6 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 174 juta dari APBD Sumbar
4. Azerbaijan
Waktu: 1-7 Juli 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dalam rangka mengikuti Sidang Komite Warisan Dunia ke-43.
Rombongan: 3 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 395 juta dari APBD Sumbar
5. Malaysia
Waktu: 9-11 Juli 2019
Keperluan: Memenuhi undangan panitia Simposium Internasional Pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ke-11 dalam rangka menjadi Pembicara Panel dalam acara Simposium Internasional ke-11.
Rombongan: 3 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 19 juta dari APBD Sumbar
6. Rusia
Waktu: 29 Juli-4 Agustus 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dubes Indonesia di Moskow dan berpartisipasi pada festival Indonesia ke-4 di Moskow.
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 79 juta dari APBD Sumbar
7. Yordania
Waktu: 1-4 September 2019
Keperluan: memenuhi undangan Indonesia Jordan Business Council dalam rangka menghadiri resepsi diplomatik, dan berpartisipasi pada kegiatan Business meeting serta penjajakan kerjasama dengan para pengusaha, investor, dan pemerintah daerah.
Rombongan: 4 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 90 juta dari APBD Sumbar
8. Thailand
Waktu: 9-14 September 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Menko Perekonomian RI dalam rangka melakukan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke 25
Rombongan: Sekda dan 11 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 48 juta dari APBD Sumbar
9. Myanmar
Waktu: 22-28 Oktober 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Dubes RI Yangon Nomor dalam rangka mempromosikan dan memasarkan Produk Unggulan daerah pariwisata, seni dan dudaya Sumatera Barat
Rombongan: Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar
Biaya: Rp 94,5 juta dari APBD Sumbar
10. Amerika Serikat
Waktu: 31 Oktober-6 November 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Indonesia American Chamber of Commerce Southeatern Central USA (IACC-SCU) dan surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Houston dalam rangka mengiukuti kegiatan 2nd Annual Indonesian Festival 2019
Rombongan: 1 anggota DPRD Sumbar, Ketua Dekranasda Provinsi Sumbar, dan 14 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 334 juta dari APBD Sumbar
11. Singapura
Waktu: 18-21 November 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Kemendagri dalam rangka mengikuti kegiatan Rising Fellowship Programme
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 42 juta dari APBD Sumar
12. Kolombia
Waktu: 10-16 Desember 2019
Keperluan: Memenuhi undangan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Kementerian Pendidikan untuk menghadiri kegiatan Fourteenth Seassion of the Intergovernmental Committee for the Safe Guarding of The Intangible Cutural Heritage
Rombongan: 5 ASN Pemprov Sumbar
Biaya: Rp 112 juta dari APBD Sumbar
Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik yang dikonfirmasi soal data kunjungan kerja luar negeri Gubernur Sumbar mengatakan masih akan mengecek terlebih dulu. Namun dia tak membantah data yang disodorkan.
"Nanti saya coba konfirmasi ke Kepala Pusat Fasilitas Kerjasama Kemendagri ya," ujar Akmal saat ditanya benarkah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kunjungan ke luar negeri sebanyak 12 kali selama 2019. Akmal ditanya pada Senin (16/12) pagi tadi.
sumber https://news.detik.com/berita/d-4824...no-selama-2019
dilihat dari biaya masih sebatas wajar. tapi ini orang kayak penting bgt di undang kemana-mana. lalu kelakuan bininya kayak kebakaran jenggot
Proloque dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup