Kaskus

Story

kingmaestro1Avatar border
TS
kingmaestro1
Kacamata Si Anak Indigo (E. Praktek Lapangan)
Mungkin kita tak menyadari bahwa di sekeliling kita ada makhluk yang hidup berdampingan dengan kita. Dan kadang mungkin juga kita tak menyadari bahwa kita dan mereka hanya terpisah oleh batas yang tipis, setipis benang.
Bisakah kita berinteraksi dengan mereka? Bisakkah kita berteman dengan mereka?. Di thread ini ane akan menceritakan bagaimana seorang anak manusia berinterkasi dengan mereka.
Cerita ini berdasarkan pengalaman ane pribadi, di dalam penulisan thread ini tidak ada unsur paksaan untuk percaya atau tidak, thread ini ane tulis hanya untuk berbagi pengalaman semata.

INDEX
Prolog
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28Part 29
30
Diubah oleh kingmaestro1 27-09-2021 10:31
hallohaAvatar border
sam.muellAvatar border
bebyzhaAvatar border
bebyzha dan 51 lainnya memberi reputasi
50
60.9K
630
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
kingmaestro1Avatar border
TS
kingmaestro1
#73
Part 6
Usai makan gue ke kamar untuk istirahat sebentar sambil ngabsen kesiapan buat besok menjalani hari pertama praktek lapangan. Begitu pintu kamar gue tutup si jin wanita itu kembali muncul di hadapan gue.
"Eh lu kok muncul lagi?"
"Mau lihat kamu sebelum pergi"
"Oo kamu mau pulang?"
"Iya aku harus pulang ke alam ku, lama-lama di samping kamu bisa bikin aku jatuh cinta hehehe"
"Eleh.. Katanya tadi kaga mungkin"
"Bercanda kok, nanti kalau kamu butuh aku kamu tinggal panggil aja ya"
"Manggilnya kek gimana?, masa gue harus manggil belati...belati sini donk aku butuh kamu nih"
"Hehehehe"
"Atau gue manggil lu Bela aja ya, lu kan di kurung di dalam belati tu, jadi pas kalo gue panggil Bela gimana?"
"Hahaha aku punya nama kok, nama ku Nawa Rendani kamu boleh panggil aku Nawa"
"Kalo gue manggil Bela boleh gak?"
Tu cewek tersenyum sambil menggelengkan kepala. Tak lama setelah itu dia perlahan hilang dari hadapan gue, setelah dia pergi gue ngerebahin diri di kasur. Pikiran gue menerawang ke sana kemari dalam hati gue membatin.
"Ada-ada aja yang terjadi dalam kehidupan gue, entah ini azab atau nikmat tapi gue bersyukur atas semuanya".
Tak lama kemudian gue terlelap dalam tidur. Suara adzan ashar ngebangunin gue dari tidur, segera gue bangkit ke kamar mandi, berwudhu lalu shalat. Sore itu gue isi dengan lari keliling komplek tempat gue tinggal di kota ini.
*****
Hari ini adalah hari pertama kami ngelajani praktek lapangan di tempat masing-masing. Usai penyambutan dan penjelasan tugas, gue dan Radith mulai bekerja di ruangan masing-masing. Lima jam berkutat ama kerja pertama sebagai mahasiswa praktek lapangan jam istirahat pun tiba. Gue segera menuju kantin, pagi ini gue lupa sarapan sehingga siangnya gue kelaperan banget. Sampai di kantin keadaan yang rame itu ngebuat gue harus antri. Sambil antri gue perhatikan sekeliling gue.
Mata gue menangkap seorang laki-laki yang kaga ikutan antri, awalnya gue berpikir kalo dia lagi nunggu temennya yang ngantri, tapi anehnya orang di sekeliling dia kek kaga peduli ama dia, semua yang ada di situ asyik dengan dunia mereka, laki-laki itu cuma diem sambil duduk tanpa menoleh, gue berniat habis antri gue bakal duduk dekat dia. Begitu selesai antri gue langsung menuju meja tempat laki-laki itu. Tapi begitu sampai di dekat meja itu gue langsung lemes, di kursi tempat laki-laki tadi duduk ada seorang cewek duduk di sana dan laki-laki tadi juga masih di tempat yang sama, seakan-akan cewek itu ngejadiin laki-laki tadi sebagai kursi.
MFriza85
bebyzha
hendra024
hendra024 dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.