- Beranda
- Stories from the Heart
LIMA BELAS MENIT
...
TS
gitartua24
LIMA BELAS MENIT


PROLOG
"Masa SMA adalah masa-masa yang paling ga bisa dilupakan." menurut sebagian orang. Atau paling engga gue anggepnya begitu. Di masa-masa itu gue belajar banyak tentang kehidupan mulai dari persahabatan, bandel-bandel ala remaja, cita-cita, masa depan, sampai menemukan pacar pertama dan terakhir?. Drama? mungkin. pake banget? bisa jadi.
Masa Sma bagi gue adalah tempat dimana gue membentuk jati diri. Terkadang gue bantuin temen yang lagi kena masalah dengan petuah-petuah sok bijak anak umur tujuh belas tahun. Gak jarang juga gue ngerasa labil sama sikap gue sendiri. mau gimana lagi, namanya juga anak muda. Kadang gue suka ketawa-ketawa sendiri dan mengamini betapa bodohnya gue saat itu.
Gue SMA di jaman yang namnya hp B*ackberry lagi booming-boomingnya. Di jaman itu juga yang namanya joget sapel-sapelan lagi hits. Mungkin kalo lo inget pernah masuk atau bahkan bikin squd sendiri terus launching jaket sambil jalan-jalan di mall mungkin lo bakal malu sendiri saat ada temen lo yang ngungkit-ngungkit masa itu. Gue sendiri paling kesel kalo adan orang petantang-petenteng dengan bangganya bilang kalu dia anggota salah satu squad sapel terkenal di ibu kota dan sekitarnya. Secara saat itu gue lebih suka nonton acara metal di Rossi Fatmawati. Playlist lagi gue juga ga jauh-jauh dari aliran metal, punk, hardcore. Mungkin itu yang ngebuat gue ga terlalu suka lagu EDM atau rap yang mumble. Atau bahkan lagu RnB yang sering ada di top 100 Joox dan Spotify. Yaaa meskipun gue sekarang lebih kompromi dengan dengerin lagu apa aja yang gue suka, ga mandang genre.
Oiya, nama gue Atreya xxxxx. Biasa dipanggil Treya, dengan tinggi 182 cm dan berat 75 kg (naik turun tergantung musim). Ganteng dan menawan? relatif. Nama gue mungkin aneh ntuk orang Indonesia. Tapi gue suka dengan nama ini. karena pada dasarnya gue emang gasuka segala sesuatu yang banyak orang lain suka. Gue anak kedua dari dua bersaudara. Gue lahir dan besar di Jakarta, lebih tepatnya Jakarta selatan. Ga tau kenapa ada pride lebih aja Jakarta selatan dibanding bagian Jakarta lainnya, meskipun gue tinggal di Bintaro, hehe. Bokap gue kerja di suatu kantor yang ngurusin seluruh bank yang ada di Indonesia. Meski kerja kantoran tapi bokap gue suka banget yang namanya musik. mungkin darah itu menurun ke gue. Nyokap gue seorang ibu rumah tangga yang ngerangkap jadi pebisnis kecil-kecilah dimana orderan paling ramenya dateng pas bulan puasa. mulai dari makanan kering sampe baju-baju. Kakak gue cewek beda empat tahun. Waktu gue masuk SMA berarti doi baru masuk kuliah. Kakak gue ini orangnya cantik pake banget gan. kembang sekolah gitu dah. Gue bahkan sampe empet kalo ada temen cowoknya yang sok-sok baikin gue.
Lo percaya dengan dunia pararel? Dunia dimana ada diri kita yang lain ngelakuin sesuatu yang beda sama apa yang kita lakuin sekarang. Misalnya lo ada di dua pilihan, dan lo milih pilihan pertama. Untuk beberapa lama setelah lo ngejalanan pilihan lo mungkin lo bakal mukir ""Gue lagi ngapain yaa sekarang kalo milih pilihan yang kedua. mungkin gue lebih bahagi. Atau mungkin lebih sedih." Hal itulah yang ngebuat gue bikin cerita ini.
Ditahun itu gue baru masuk salah satu SMA di Jakarta selatan. Disaat itu juga cerita gue dimulai
INDEX
Part 1 - MOS day
Part 2 - Perkenalan
Part 3 - Peraturan Sekolah
Part 4 - Balik Bareng
Part 5 - Masih MOS Day
part 6 - Terakhir MOS Day
Part 7 - Hujan
Part 8 - Pertemuan
Part 9 - Debat Penting Ga Penting
Part 10 - Atas Nama solidaritas
Part 11 - Rutinitas
Part 12 - Om Galih & Jombang
Part 13 - Gara Gara Cukur Rambut
Part 14 - Rossi Bukan Pembalap
Part 15 - Bertemu Masa Lalu
Part 16 - Menghibur Hati
Part 17 - Ga Makan Ga Minum
Part 18 - SOTR
Part 19 - Tubirmania
Part 20 - Bukber
Part 21 - Masih Bukber
Part 22 - Wakil Ketua Kelas & Wacana
Part 23 - Latihan
Part 24 - The Rock Show
Part 25 - After Show
Part 26 - Anak Kuliahan
Part 27 - Malam Minggu Hacep
Part 28 - Aneh
Part 29 - Kejutan
Part 30 - Dibawah Sinar Warna Warni
Part 31 - Perasaan
Part 32 - Sela & Ramon
Part 33 - HUT
Part 34 - Masuk Angin
part 35 - Kunjungan
Part 36 - Wacana Rico
Part 37 - Atletik
Part 38 - Pengganggu
Part 39 - Nasib jadi Adek
Part 40 - Boys Talk
Part 41 - Taurus
Part 42 - Klise
Part 43 - Eksistensi
Part 44 - Utas VS Aud
Part 45 - Naik Kelas
Part 46 - XI IPA 1
Part 47 - Yang Baru
Part 48 - Lo Pacaran Sama Putri?
Part 49 - Sok Dewasa
Part 50 - Masih Sok Dewasa
Part 51 - Salah Langkah
Part 52 - Penyesalan
Part 53 - Bubur
Part 54 - Bikin Drama
Part 55 - Latihan Drama
Part 56 - Pertunjukan Drama
Part 57 - Coba-Coba
Part 58 - Greet
Part 59 - Sparing
Part 60 - Sedikit Lebih Mengenal
Part 61 - Hal Tidak Terduga
Part 62 - Hal Tidak Terduga Lainnya
Part 63 - Ngedate
Part 64 - Berita Dari Kawan
Part 65 : Second Chance
Part 66 - Maaf Antiklimaks
Part 67 - Bikin Film
Part 68 - Sudden Date
Part 69 - Masih Sudden Date (Lanjut Gak?)
Part 70 - Kok Jadi Gini
Part 71 - Sedikit Penjelasan
Part 72 - Sehari Bersama Manda
Part 73 - Masak Bersama Manda
Part 74 - Malam Bersama Manda
Part 75 - Otw Puncak
Part 76 - Villa & Kebun Teh
Part 77 - Malam Di Puncak
Part 78 - Hari Kedua & Obrolan Malam
Part 79 - Malam Tahun Baru
Part 80 - Shifting
Part 81 - Unclick
Part 82 - Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
Part 83 - 17
Part 84 - Hari Yang Aneh
Part 85 - Pertanda Apa
Part 86 - Ups
Part 87 - Menjelang Perpisahan
Part 88 - Cerita Di Bandung
Part 89 - Obrolan Pagi Hari & Pulang
Part 90 - Awal Baru
Part 91 - Agit
Part 92 - Tentang Sahabat
Part 93 - Keberuntungan Atau Kesialan
Part 94 - Memulai Kembali
Part 95 - Belum Ingin Berakhir
Part 96 - Makan Malam
Part 97 - Rutinitas Lama
Part 98 - Sekedar Teman
Part 99 - Bukan Siapa-Siapa
Part 100 - Seperti Dulu
Part 101 - Kue Kering
Part 102 - Perusak Suasana
Part 103 - Cerita Di Warung Pecel
Part 104 - Konfrontasi
Part 105 - Tragedi Puisi
Part 106 - Gak Sengaja Jadian
Part 107 - Day 1
Part 108 - Mengerti
Part 109 - Sisi Lain
Part 110 - Cemburu
Part 111- Cemburu Lagi
Part 112 - Cerita Akhir Tahun
Part 113 - Ketemu Lagi
Part 114 - Malam Panjang
Part 115 - Malam Masih Panjang
Part 116 - Malam Berakhir
Part 117 - Mereka Bertemu
Part 118 - rekonsiliasi
Part 119 - Bicara Masa Depan
Part 120 - Langkah
Part 121 - UN
Part 122 - Pilox & Spidol
Part 123 - Menjelang Prom
Part 124 - Malam Perpisahan
Part 125 - Sebuah Akhir Untuk Awal Baru (TAMAT)
Epilog - Untuk Perempuan Yang Sempat Singgah Di Hati
Terima Kasih, Maaf, & Pengumuman
Special Part : Gadis Manis & Bocah Laki-Laki Di Kursi Depan
MULUSTRASI
Diubah oleh gitartua24 25-04-2022 01:17
JabLai cOY dan 122 lainnya memberi reputasi
119
198.3K
1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gitartua24
#497
Part 54 - Bikin Drama
beberapa hari udah berlalu sejak kejadian yang sangat ga bisa gue bayangkan dan sangat ga gue harapkan. pada akhirnya, apapun yang gue katakan dan gue lakukan cuman sekedar ngehibur gue sendiri. move on? kayanya masih terlalu cepet. buat gue (yang gue sadari lama setelahnya) yang namanya move on itu harus ada tujuannya. entah itu orang lain, hobi, karir ataupun pendidikan. kalau ga punya tujuan yaaa akhirnya cuman muter-muter aja tanpa tujuan dan ga menutup kemungkinan kita bakal balik lagi ke tempat yang sama.
oiya, masih pada inget sama anak kelasan gue juga yang biasa dipanggil kiwas? (kayanya sih dah pada lupa karena ane jarng update, hehe, sorry gan.) itu loh, anak kelasan gue juga yang suka sama Putri. sebenernya sih kalau gue tanyain cowo-cowo satu angkatan gue yakin banyak yang suka sama Putri. karena emang dia orangnya kalem, ga banyak neko-neko kaya cewek-cewek cakep yang mencoba ngehits. istilahnya lovable lah, hahaha. tapi kayanya yang sukanya pake perasaan ga terlalu banyak.
nah si kiwas ini kan juga suka sama putr, tapi ga ada satupun anak kelasan gue yang ngecakin dia. mungkin karena kita kurang deket. setau gue temen deket kiwas ada di kelas ipa yang lain dan ga ada yg sekelas sama dia. tapi masalah yang dia suka sama putri gue juga ga tau perasaan atau tanggapan kiwas waktu putri jadian sama andra. yang gue perhatiin dari keseharian dia, kayanya dia nothing to lose aja deh orangnya. apalagi beberapa temen deket dia ada yg sekelas sama putri juga. jadi bisa nyolong-nyolong dikit lah buat dia bisa temenan dulu atau sekedar kenal sama putri.
kembali lagi ke keseharian gue disekolah. gue masih ga bisa jalan biasa aja ketika lewat depan kelasnya Putri. dan gue masih jadi bahan cakan sama anak-anak kelas kalau Putri lewat depan kelas kita. tapi yaudah lah yaa, anggep aja itu terapi buat menghibur diri gue sendiri dengan cara menertawakan diri.
hari ini, waktu pelajaran bahasa indonesia, guru di kelas gue nugasin anak-anak kelas gue (dan kelas lain juga pastinya karena gurunya sama) buat bikin tesk drama dan nantinya bakalan di tampilin di depan kelas sesuai dengan kelompok yang udah di bagi.
ga hari itu juga sih ngumpulin teks drama dan nampilinnya. tapi tetap aja buat anak-anak setak-setuk. yaaah pasti pada ngerasain sendiri lah yang namanya tugas buat tampil di depan kelas reaksinya pada kanya gimana. bukannya apa-apa, malunya itu loh. kalo kita anak teater atau emang suka tampil di depan umum mah pasti kaga ada masalah, tapi berapa banyak sih anak sekolahan yang berani tampil di depan umum yekan.
setelah anak-anak kelas ngedumel sana-sini tapi tetep ga bisa berbuat apa-apa, akhirnya dibagilah kelompok dengan jumlah lima orang perkelompok. total ada delapan kelompok dare total empat puluh siswa di kelas gue. dan karena cowok di kelas gue cuman ada sepuluh, jadilah kelompok dengan kebanyakan satu cowok empat cewek. cuman ada dua kelompok yang ada dua anak cowok (ini bener ga sih itungannya, takut salah, wkwkwk.)
anak cowok kelasan banyak yang minta tukeran tuh bisa punya temen cowok di kelompoknya. gimana sih namanya anak sekolah, cowok sendirian di kelompok. ga ada temen ngobrol dan ga ada tektokannya buat bercanda. gue sih cuman bisa pasrah, lagian keputusan dari gurunya juga ga bisa di ganggu gugat.
akhirnya kita disuruh duduk bareng-bareng sama kelompok masing-masing buat ngerancang teks dramanya. itungannya sih ini jadi jam kosong karena gurunya ga ngajar, tapi ini bukan jam kosong yang diharapkan, hahaha.
di kelompok ini gue sekelompok sama cindy (semoga pada inget, hehe) cewek berambut pendek yang pertama kali gue kenal waktu makrab angkatan waktu jadi utas dulu. dan sekarang dia duduk di depan gue. tiga anak cewek lainnya sebenernya males sih gue ngenalinnya, karena perannya ga terlalu signifikan di cerita gue ini, tapi mau ga mau harus gue kasih nama juga kan yaa biar ga ribet nyebutinnya. (btw harusnya udah pada paham kan yah kalo nama yang gue tulis disini bukan nama asli/panggilan mereka. kebanyakan sih gue kasih nama pake anagram nama mereka, hehe, sorry yaa gan kalo telat ngasih tau.)
nama tiga anggota lain di kelompok gue adalah yuli, ayu, dan rida. satu anak cewek yang pengen gue kasih kredit disini adalah si yuli, dia ini anak cewek paling pinter seangkatan, saingannya rian di kelas maupun di angkatan. setahu gue sekarang dia udah jadi guru sekolah.
selama beberapa saat kita diskusi tentang cerita seperti apa yang akan kita buat. cukup alot diskusi yang kita lakukan buat nentuin genre drama yang mau kita buat. salah satu kendalanya adalah karena jumlah cast (maksudnya orang di kelompok, haha) yang kurang. semuanya mikir gimana caranya ngakalin bikin cerita dengan cast lima orang. sempet kepikiran buat ada yang berperan ganda tapi kayanya terlalu ribet.
"udah deh, bikin cerita romance aja." usul rida karena idenya udah mentok kemana-mana.
ini nih, ini adalah genre yang paling amat sangat amit-amit pengen gue hindarin. bukan apa-apa cuy, malunya itu bray, hahaha. kebayang sendiri lah rasanya anak sma yang di ciye-ciyein.
"Terserah dah, ngikut aja gue." kata gue pasrah, dan yang lainnya pun mengiyakan. "tapi gue ga terlalu bisa bantuin bikin alur sama percakapannya loh yeee."
"kalem tremm nanti lo tingga bilang setuju apa engga sama bagian-bagiannya yang kita buat." kata rida.. "tapi kalo lo doang yang ga setuju yaa terpaksa lo ikutin, hahaha."
"yeeh kampret lo!" gerutu gue. "Terus siapa nih yang jadi tokoh utamanya."
"elo lah tre, lo kan cowo" timpal yuli rada ngegas. sumpah yee kalo waktu itu isu kesetaraan gender udah kaya sekarang bisa gue balikin tuh orang, wkwkkw.
"lah, kok gue, kan gue bisa temen gitu, atau bokapnya."
"lo kira cowonya siapa lagi cowonya di kelompok kita? lo doang." kata ayu.
"Iya juga sih, terserah lo pada dah. terus yg jadi partner gue di cerita siapa nih entar."
nah lo, pada diem kan lo pada. tuh cewek berempat pada liat-liatan waktu milih pemeran utama buat ceweknya alias pasangan buat gue di dalem drama yang mau kita buat.
"lo aja den cin...." kata rida tiba-tiba.
"iya cin, kamu aja." timpal yuli dan ayu.
"iiiihh, kok gue sih. engga ah..."
rada sakit hati sih waktu cindy bilang gitu, berasa kaya gue orangnya gimana gitu, wkwkwk. tapi kalo gue yang ada di posisi cindy, secantik apapun cewek yang jadi pemeran utamanya buat pentas drama, pasti gue tolah dulu secara refleks. rasa malu gue kayanya lebih gede ketimbang cuman jadi partner cewek cantik di dalem pentas drama. kecuali kalo putri, hahaha. ngarep.
"lo doang cin kayanya yang cocok. nanti ceritanya lo jadi cewek kalem gitu, terus si treya jadi cowo yang brandalan." bangke nih rida. dia emang rada tomboy sih orangnya, ngomongnya juga nyablak. "lo gimana tre kalo cindy jadi pasangan lo di drama."
"terserah lo pada dah." kata gue pura-pura cuek. padahal mah rada seneng juga kalo cindy jadi partner gue di drama, hahaha.
bukannya mau ngerendahin yang lainnya, gue juga ga tau sih ini namanya apa, takut salah ngomong aja. tapi seenggaknya secara fisik cindy lebih cantik dibandingin yang lain, wkwkwk. ini prespektif gue loh yaaa.
katanya lo gamau tre dipasangin sama cewek cantik juga. yaaa kalo terpaksa dan dipaksa bisa apa, wkkwwk. toh cuman jadi tugas sekolah.
akhirnya kita berlima ngerancang teks drama yang buat dipentasin meskipun kebanyakan anak cewek yang mikir.
beberapa hari udah berlalu sejak kejadian yang sangat ga bisa gue bayangkan dan sangat ga gue harapkan. pada akhirnya, apapun yang gue katakan dan gue lakukan cuman sekedar ngehibur gue sendiri. move on? kayanya masih terlalu cepet. buat gue (yang gue sadari lama setelahnya) yang namanya move on itu harus ada tujuannya. entah itu orang lain, hobi, karir ataupun pendidikan. kalau ga punya tujuan yaaa akhirnya cuman muter-muter aja tanpa tujuan dan ga menutup kemungkinan kita bakal balik lagi ke tempat yang sama.
oiya, masih pada inget sama anak kelasan gue juga yang biasa dipanggil kiwas? (kayanya sih dah pada lupa karena ane jarng update, hehe, sorry gan.) itu loh, anak kelasan gue juga yang suka sama Putri. sebenernya sih kalau gue tanyain cowo-cowo satu angkatan gue yakin banyak yang suka sama Putri. karena emang dia orangnya kalem, ga banyak neko-neko kaya cewek-cewek cakep yang mencoba ngehits. istilahnya lovable lah, hahaha. tapi kayanya yang sukanya pake perasaan ga terlalu banyak.
nah si kiwas ini kan juga suka sama putr, tapi ga ada satupun anak kelasan gue yang ngecakin dia. mungkin karena kita kurang deket. setau gue temen deket kiwas ada di kelas ipa yang lain dan ga ada yg sekelas sama dia. tapi masalah yang dia suka sama putri gue juga ga tau perasaan atau tanggapan kiwas waktu putri jadian sama andra. yang gue perhatiin dari keseharian dia, kayanya dia nothing to lose aja deh orangnya. apalagi beberapa temen deket dia ada yg sekelas sama putri juga. jadi bisa nyolong-nyolong dikit lah buat dia bisa temenan dulu atau sekedar kenal sama putri.
kembali lagi ke keseharian gue disekolah. gue masih ga bisa jalan biasa aja ketika lewat depan kelasnya Putri. dan gue masih jadi bahan cakan sama anak-anak kelas kalau Putri lewat depan kelas kita. tapi yaudah lah yaa, anggep aja itu terapi buat menghibur diri gue sendiri dengan cara menertawakan diri.
hari ini, waktu pelajaran bahasa indonesia, guru di kelas gue nugasin anak-anak kelas gue (dan kelas lain juga pastinya karena gurunya sama) buat bikin tesk drama dan nantinya bakalan di tampilin di depan kelas sesuai dengan kelompok yang udah di bagi.
ga hari itu juga sih ngumpulin teks drama dan nampilinnya. tapi tetap aja buat anak-anak setak-setuk. yaaah pasti pada ngerasain sendiri lah yang namanya tugas buat tampil di depan kelas reaksinya pada kanya gimana. bukannya apa-apa, malunya itu loh. kalo kita anak teater atau emang suka tampil di depan umum mah pasti kaga ada masalah, tapi berapa banyak sih anak sekolahan yang berani tampil di depan umum yekan.
setelah anak-anak kelas ngedumel sana-sini tapi tetep ga bisa berbuat apa-apa, akhirnya dibagilah kelompok dengan jumlah lima orang perkelompok. total ada delapan kelompok dare total empat puluh siswa di kelas gue. dan karena cowok di kelas gue cuman ada sepuluh, jadilah kelompok dengan kebanyakan satu cowok empat cewek. cuman ada dua kelompok yang ada dua anak cowok (ini bener ga sih itungannya, takut salah, wkwkwk.)
anak cowok kelasan banyak yang minta tukeran tuh bisa punya temen cowok di kelompoknya. gimana sih namanya anak sekolah, cowok sendirian di kelompok. ga ada temen ngobrol dan ga ada tektokannya buat bercanda. gue sih cuman bisa pasrah, lagian keputusan dari gurunya juga ga bisa di ganggu gugat.
akhirnya kita disuruh duduk bareng-bareng sama kelompok masing-masing buat ngerancang teks dramanya. itungannya sih ini jadi jam kosong karena gurunya ga ngajar, tapi ini bukan jam kosong yang diharapkan, hahaha.
di kelompok ini gue sekelompok sama cindy (semoga pada inget, hehe) cewek berambut pendek yang pertama kali gue kenal waktu makrab angkatan waktu jadi utas dulu. dan sekarang dia duduk di depan gue. tiga anak cewek lainnya sebenernya males sih gue ngenalinnya, karena perannya ga terlalu signifikan di cerita gue ini, tapi mau ga mau harus gue kasih nama juga kan yaa biar ga ribet nyebutinnya. (btw harusnya udah pada paham kan yah kalo nama yang gue tulis disini bukan nama asli/panggilan mereka. kebanyakan sih gue kasih nama pake anagram nama mereka, hehe, sorry yaa gan kalo telat ngasih tau.)
nama tiga anggota lain di kelompok gue adalah yuli, ayu, dan rida. satu anak cewek yang pengen gue kasih kredit disini adalah si yuli, dia ini anak cewek paling pinter seangkatan, saingannya rian di kelas maupun di angkatan. setahu gue sekarang dia udah jadi guru sekolah.
selama beberapa saat kita diskusi tentang cerita seperti apa yang akan kita buat. cukup alot diskusi yang kita lakukan buat nentuin genre drama yang mau kita buat. salah satu kendalanya adalah karena jumlah cast (maksudnya orang di kelompok, haha) yang kurang. semuanya mikir gimana caranya ngakalin bikin cerita dengan cast lima orang. sempet kepikiran buat ada yang berperan ganda tapi kayanya terlalu ribet.
"udah deh, bikin cerita romance aja." usul rida karena idenya udah mentok kemana-mana.
ini nih, ini adalah genre yang paling amat sangat amit-amit pengen gue hindarin. bukan apa-apa cuy, malunya itu bray, hahaha. kebayang sendiri lah rasanya anak sma yang di ciye-ciyein.
"Terserah dah, ngikut aja gue." kata gue pasrah, dan yang lainnya pun mengiyakan. "tapi gue ga terlalu bisa bantuin bikin alur sama percakapannya loh yeee."
"kalem tremm nanti lo tingga bilang setuju apa engga sama bagian-bagiannya yang kita buat." kata rida.. "tapi kalo lo doang yang ga setuju yaa terpaksa lo ikutin, hahaha."
"yeeh kampret lo!" gerutu gue. "Terus siapa nih yang jadi tokoh utamanya."
"elo lah tre, lo kan cowo" timpal yuli rada ngegas. sumpah yee kalo waktu itu isu kesetaraan gender udah kaya sekarang bisa gue balikin tuh orang, wkwkkw.
"lah, kok gue, kan gue bisa temen gitu, atau bokapnya."
"lo kira cowonya siapa lagi cowonya di kelompok kita? lo doang." kata ayu.
"Iya juga sih, terserah lo pada dah. terus yg jadi partner gue di cerita siapa nih entar."
nah lo, pada diem kan lo pada. tuh cewek berempat pada liat-liatan waktu milih pemeran utama buat ceweknya alias pasangan buat gue di dalem drama yang mau kita buat.
"lo aja den cin...." kata rida tiba-tiba.
"iya cin, kamu aja." timpal yuli dan ayu.
"iiiihh, kok gue sih. engga ah..."
rada sakit hati sih waktu cindy bilang gitu, berasa kaya gue orangnya gimana gitu, wkwkwk. tapi kalo gue yang ada di posisi cindy, secantik apapun cewek yang jadi pemeran utamanya buat pentas drama, pasti gue tolah dulu secara refleks. rasa malu gue kayanya lebih gede ketimbang cuman jadi partner cewek cantik di dalem pentas drama. kecuali kalo putri, hahaha. ngarep.
"lo doang cin kayanya yang cocok. nanti ceritanya lo jadi cewek kalem gitu, terus si treya jadi cowo yang brandalan." bangke nih rida. dia emang rada tomboy sih orangnya, ngomongnya juga nyablak. "lo gimana tre kalo cindy jadi pasangan lo di drama."
"terserah lo pada dah." kata gue pura-pura cuek. padahal mah rada seneng juga kalo cindy jadi partner gue di drama, hahaha.
bukannya mau ngerendahin yang lainnya, gue juga ga tau sih ini namanya apa, takut salah ngomong aja. tapi seenggaknya secara fisik cindy lebih cantik dibandingin yang lain, wkwkwk. ini prespektif gue loh yaaa.
katanya lo gamau tre dipasangin sama cewek cantik juga. yaaa kalo terpaksa dan dipaksa bisa apa, wkkwwk. toh cuman jadi tugas sekolah.
akhirnya kita berlima ngerancang teks drama yang buat dipentasin meskipun kebanyakan anak cewek yang mikir.
japraha47 dan 16 lainnya memberi reputasi
17