Kaskus

Story

kingmaestro1Avatar border
TS
kingmaestro1
Kacamata Si Anak Indigo (E. Praktek Lapangan)
Mungkin kita tak menyadari bahwa di sekeliling kita ada makhluk yang hidup berdampingan dengan kita. Dan kadang mungkin juga kita tak menyadari bahwa kita dan mereka hanya terpisah oleh batas yang tipis, setipis benang.
Bisakah kita berinteraksi dengan mereka? Bisakkah kita berteman dengan mereka?. Di thread ini ane akan menceritakan bagaimana seorang anak manusia berinterkasi dengan mereka.
Cerita ini berdasarkan pengalaman ane pribadi, di dalam penulisan thread ini tidak ada unsur paksaan untuk percaya atau tidak, thread ini ane tulis hanya untuk berbagi pengalaman semata.

INDEX
Prolog
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28Part 29
30
Diubah oleh kingmaestro1 27-09-2021 10:31
hallohaAvatar border
sam.muellAvatar border
bebyzhaAvatar border
bebyzha dan 51 lainnya memberi reputasi
50
60.8K
630
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
kingmaestro1Avatar border
TS
kingmaestro1
#56
Part 5
Tu cewek masih mandangin gue sambil tersenyum, gue sendiri bingung harus bersikap bagaimana, gue lirik jam tangan gue waktu udah semakin merangkak siang, akhirnya gue bersuara sekedar untuk tau siapa tu cewek.
"Elu siapa, gimana caranya elu bisa masuk kamar gue?"
"Aku yang udah kamu bebasin dari kurungan"
"Kurungan? Kurungan apa? Kurungan ayam atau burung?"
Tu cewek ketawa pelan, suaranya emang enak di dengar gue akui itu.
"Kamu ini, aku di kurung di belati yang kemarin kamu cabut dari sarungnya"
"Eh? Di kurung di belati? Wah keren juga ya penjara elu, trus lu ke kamar gue ngapain?"
"Aku ke sini mau bilang terima kasih karna kamu sudah bebasin aku"
"Oo gitu ya, kalo gitu sekarang lu bisa pergi donk? Bukannya mau ngusir sih tapi gue mau ganti baju"
"Oh silahkan saja kalau kamu mau ganti baju"
"Terus elu masih di sini gitu?"
"Iya" katanya sambil tersenyum polos.
"Ya kali gue mau ganti baju elu intipin"
Kembali tu cewek ketawa pelan.
"Kamu ini lucu sekali ya, aku ini kan jin masa aku mau ngintip manusia"
"Kali aja elu mau ngintip gue" kata gue sambil berjalan ke lemari baju.
Di rumah itu semua perabotan dan furniture memang lengkap dan masih bagus banget. Akhirnya gue ganti baju dengan risih karna masih ada tu cewek jin belati, eh jin cewek yang di kurung di dalam belati maksud gue hehehe.
"Lu pulang gih, di cariin emak lu entar" kata gue begitu selesai makai pakaian dan sedikit menata wajah dan rambut.
"Kamu mau kemana? Rapi sekali"
"Gue mau belanja bareng teman dan pacar gue"
"Aku boleh ikut?"
"Ya kali gue bonceng tiga, bisa di tilang polisi gue"
"Kamu lucu sekali ya, aku kan bisa berubah jadi belati lagi"
"Oh iya gue lupa, sorry"
"Tidak apa-apa, itu sudah jadi sifat manusia kan? Meski kamu itu lain dari yang lain tapi kamu tetap manusia kan"
"Iya sih hehehe"
Tak lama kemudian terdengar suara Clara memanggil gue untuk segera berangkat karna hari bakal semakin siang. Beberapa waktu kemudian kami berangkat untuk belanja keperluan. Gue yang emang statusnya adalah pacar Clara tentu harus berboncengan ama dia, kami pun berangkat dengan sebuah belati di dompet gue.
Tiga jam kemudian kami selesai berbelanja, setelah makan siang dam shalat dzuhur yang dilanjutkan dengan leyeh-leyeh sebentar. Di saat asyik leyeh-leyeh itu tetiba ekor mata gue nangkep seseorang melintas di dekat kami, segera gue bangkit dan mokusin pandangan ke tu orang, sepertinya gue ngenalin tu orang.
Setelah memori otak gue ngebaca hasil scan wajah tu orang, gue langsung nemuin sebuah nama dalam berkas ingatan gue, gue kejar orang tadi sambil meneriakin sebuah nama.
"Bas.. Bastian"
Orang itu berhenti dan balik badan menatap gue, kami saling tatap sebentar, gue ngeyakini diri gue kalo mata gue emang kaga salah nyecan wajah dia. Setelah beberapa saat bertatapan kami saling tersenyum dan berpelukan lalu bertos bahu.
"Oy jang kawan kiro e, ku sangko siapo yang cumik manggil namo aku" (oy bro, lu ternyata gue pikir siapa yang teriak manggil-manggil gue).
"Itu salahnyo kawan dak lagi tekena suaro ku" (nah itulah elu kaga lagi inget ama suara gue)
"Yo macam mano lagi jang, suaro kau yang dulu lah dak lagi samo dengan kini" (ya gimanna ya bro, suara elu yang dulu ama yang sekarang itu beda).
"Ntah dimano pulo beda nyo" (entah dimanalah bedanya)
"Suaro kau dulu tu seksi, kini lah maskulin pulo"
"Hahaha biso nian kau ni jang (hahaha bisa aja lu bro)
Kami berbincang sebentar dan saling bertukar nomor telepon dan pin BBM, setelah iu kami berpisah karna masih ada urusan lain. Dia dan teman gue yang ketemu di mini market waktu itu (lihat part 3) adalah temen gue yang paling temen, bisa di bilang best friend lah, kami dikenal dengan sebutan tiga serangkai JA2MIN a.k.a tiga serangkai Jawa, Jambi, Minang.
Sebutan itu karena kami yang berbeda latar belakang budaya dan bahasa bisa menyatu dalam ikatan persahabatan yang terasa seperti saudara. Mencari gue semasa SMA itu sangat mudah cukup cari mereka berdua pasti bakal ketemu gue. Tapi nasib memisahkan jarak antara kami meskipun tali persahabatan terus gue jaga meski gue lost contact ama mereka.
Setelah itu gue kembali ke rombongan dan kemudian pulang ke kontrakan, begitu sampai di rumah, kami bersiap untuk masak dengan kendali dapur ada di gue.
MFriza85
bebyzha
hendra024
hendra024 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.