Kaskus

News

ridhoilham787Avatar border
TS
ridhoilham787
Busuknya 20 Ribu Ton Beras Bulog Jadi Bukti Egoisnya Penguasa
Busuknya 20 Ribu Ton Beras Bulog Jadi Bukti Egoisnya Penguasa
20 ribu ton beras senilai Rp 160 miliar yang disimpan di gudang Bulog akan segera dimusnahkan.

Membusuknya 20 ribu ton beras itu diduga kuat akibat kebijakan impor beras yang dilakukan oleh mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dan ekonomi dari Universitas Airlangga, Ichsanuddin Noorsy menilai dampak impor tersebut merupakan bentuk kegoisan penguasa.

"Membuktikan buruknya kebijakan dan egoisnya kekuasaan," kata Ichsan, Senin (2/12).

Selain itu, Ichsan juga menilai bahwa pemusnahan ribuan ton beras adalah bukti ketahanan pangan dalam negeri gagal.

Ia membeberkan hukum besi ekspor impor dalam sudut pandang makro ekonomi. Poin pertama yang harus diperhatikan adalah informasi asimetris di dalam pemerintahan.

Sehingga, kata Ichsan, hal ini menguntungkan negara pengimpor mendapatkan laba yang cukup besar

"Negara importir adalah objek keuntungan dan surplus produksi," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Ichsan, hal ini berdampak pada meningkatnya ketimpangan karena rakyat adalah objek eksploitasi transaksi.

"Buktinya pengangguran meningkat karena pekerja untuk menghasilkan barang sudah diganti dengan impor. Terbukti jumlah tenaga kerja pertanian menurun," sesalnya.[]


SUMBER BERITA
SUMBER GAMBAR
sebelahblogAvatar border
4iinchAvatar border
4iinch dan sebelahblog memberi reputasi
2
2.2K
53
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
693.3KThread57.9KAnggota
Tampilkan semua post
mayuyu2014Avatar border
mayuyu2014
#15
Quote:


kalo mau melawak jangan disini ya gue cuma mau baca komen yg serius dan waras

sarkas lu gk mutu level tai lah

bangga gitu ngatain umat islam dengan onta , mungkin ente mirip anjing
Diubah oleh mayuyu2014 04-12-2019 03:57
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.