Kaskus

Story

embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
Kami dan Senyum pucatmu (Lanjutan Short Stories 2 malam dihotel yg mencekam)
Selamat Pagi, siang, sore dan malam agan agan semua, ijinkan saya untuk kembali membagi cerita picisan berdasarkan apa yang sudah saya sekeluarga alami dengan hadirnya sosok “sederek lain” yang menjadi bagian dari keluarga kecil kami.

Cerita ini merupakan lanjutan dari carita saya sebelumnya yaitu “short stories 2 malam di hotel yg mencekam (End)” , dan disarankan membaca cerita saya sebelumnya dikarenakn cerita yang akan saya sampaikan sekarang masih ada sangkut pautnya dengan Cerita sebelumnya

Bissmillahirrohmanirrohim...cerita ini dimulai.

Pagi yang kacau
Konspirasi awal..
Sedikit flash back
Konspirasi lagee 1
Konspirasi lagee 2
Konspirasi lagee 3
Kejutan..
Kedatangan mereka
Antara jalinan pertemanan yg baru & dia yg tumbang ...
Apalagi nehh ras ??
Sebuah rasa penasaran
Sekilas sosok mahluk lain...
Dia dan masa laluku
Entah apa lagi ...
Dewi Arum
Sebuah kepanikan dan kelegaan
Dini hari yang kelam
Setitik keberanian
Tangismu
Terluka
Kenyataan yang memilukan
Bapak bapak penolong
Candamu
A Failed mission
Sebuah ide
Sebuah kebetulan dan kesengajaan
Seklumit masa lalu 1
Seklumit masa lalu 2
Dena Ayuning Tyas 2
Dena Ayuning Tyas 3
Pertemuan yang tidak diharapkan
Keberhasilan yang tertunda
Sebuah pengakuan
permintaan tolong
Cubit cubitan
Diantara teman temanmu
Gilanya aku
Dipertengahan malam
Mr or mrs Poch ?
Mereka datang
Negotiations that failed
Bluff each other
Pertempuran dengan jasadku




Lanjut Lagi Dab
dia
Tanda itu
Minggu Pagi
Taman Kota
Ronda
In Memoriam
The first step
Looking for clues
First clue
The next first clue
Next step
Uncontrolled
Escape
In your arms
End of the story of this chapter I
End of the story of this chapter II

Update maneh
A Story about me in the past
Diubah oleh embillbelle 04-11-2020 22:47
d0ditttAvatar border
adriansatrioAvatar border
MFriza85Avatar border
MFriza85 dan 31 lainnya memberi reputasi
30
372.6K
2.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
embillbelleAvatar border
TS
embillbelle
#2091
Masih di Akhir September
MINGGU PAGI
09.40 am


Aku berdiri sambil menyisir rambut yang masih terlihat basah didepan cermin ukuran 120 cm x 60 cm
yang menempel di dinding sebelah meja rias milik ibu negara untuk melihat bagaimana penampilanku
pagi ini,

kaos oblong putih dan celana berbahan catun sebatas lutut udah aku pake,
Mandi, udah...
Sarapan, Udah juga…

tadi saat sekalian jogging pagi, aku mampir di nasi rames mbok jah diujung jalan komplek sebagai menu sarapan pagiku.
Wlaupun menu yang dijual merupakan menu yang sederhana, nasi dengan pecel, atau nasi sayur dengan lauk sederhana, tapi rasanya jangan tanya deh .....wuihhh sedep bener dan manthab benerr, itu dibuktiin dengan antrean yang lumayan banyak jumlahnya saat tadi aku juga ikut menunggu antrean untuk di layani.

dengan tersenyum aku kembali mengingat apa yang terjadi pagi tadi saat aku sedang berdiri diantara
kerumunan antrean yang rata rata para ibu ibu komplek yang aku kenal dan beberapa wajah asing yang tidak aku kenal.

“Hlo mas adit, mbak xxxxxx kemana ?”
“koq mas adit sendiri yang beli, khan biasanya mbak xxxxxx yang beli” tanya ibu heri tetangga komplek yang rumahnya tidak jauh dari rumah dimana aku tinggal, yang udah dahulu mengantre sebelumnya.

“ehh, nggih....iya buk heri, kebetulan xxxxxxx lagi ke tempat ibuk & bapak”
“jadi ini saya sendiri yang kesini” jawabku dengan sedikit membungkukkan badanku karena aku berusaha
hormat kepada ibu heri yang usianya jauh diatasku

“wahh ga ono yang masikin too mas”
“aku mau masakin hlo mas adit” kata salah satu dari ibu muda yang biasa aku panggil mbak mala yang
tau tau menyambung obrolanku dengan ibu heri, dia merupakan salah satu tetangga komplek yang
rumahnya berada dua blok arah belakang rumahku, dengan sebentuk senyuman dari bibirnya yang
merekah dan kerlingan mata yang digenit genitin

“huss..jeng mala ini malah menggoda mas adit” serobot ibu heri kepada mbak mala yang pagi tadi
berdaster ketat dengan panjang sepaha yang memperlihatkan pahanya yang putih dan lekukan tubuh yang proporsional mencoba mencari perhatianku

“ya kalau mas aditnya mau ya ga apa apa too bu”
“khn cuma masakin aja too”
“iya khn mas adit” jawabnya dengan masih menatapku dengan bibirnya yang merekah sedikit dibuka,
sehingga ga tau kenapa dengan secara spontan syaraf dan otot bawahku sedikit terusik juga.

“hehehehe” jawabku dengan tertawa kepada mbak mala
“cekuuttttt.......”
“addduhhhh duhhhh” teriakku pelan sambil meringis karena tiba tiba aku merasakan seperti ada sebuah
cubitan sambil memelintir di pinggang kananku

“rasain....., itu mata sama otak ngeres saja.. sukanya” sebuah bisikan yang aku dengar bebarengan dengan
rasa nyeri yang aku rasakan

“cekitttt....” sebuah cubitan sekali lagi aku rasakan

“udah udah ras, sakittt ini” kataku sambil mengelus elus pinggang kananku yang terasa nyeri

“kamu main cubit aja” protesku dengan suara yang aku pelankan supaya orang orang yang masih pada
antre didepanku ga menganggap aku gila karena ngomong sendiri

“biarinn... makanya jangan ganjen” jawab laras ketus
“iya engga ngga ras” jawabku pelan sambil tanganku masih mengusap usap pinggang yang kena cubitan laras.

“Mari mas adit, saya duluan” sapa mbak mala saat sudah selesai dilayani oleh mbok jah dan berjalan
membawa beberapa bungkusan nasi yang ditenteng di sebuah kantoing plastik tanggung berwarna bening

“nggih….. iya mbak mala, monggo” jawabku sambil tersenyum

Dan baru berlalu dalam bebera langkah dari tempat aku berdiri tiba tiba mbak mala membalikkan badannya lagi dan berjalan mendekat kepadaku

“itu tawaran beneran hlo, kalau mas adit kalau memang pengen dimasakin, nanti aku masakin yang special untuk mas adit, mumpung mbak xxxxxxx ga dirumah, ya mas adit beneran nanti aku anter ya” bisiknya di kuping sebelah kananku, sambil menempelkan dada sebelah kirinya ke lenganku

“kenyal dan empuk....ehhhh” jawabku dalam hati sambil tertawa kecil

“duh, makasih mbak mala, ga usah”
“nanti malah merepotkan” jawabku menanggapi apa yang disampaiin oleh mbak mala kepadaku, karena
tepat didepanku sudah terlihat jelas sosok laras yang berdiri dengan tatapan mata yang tajam kearahku dan dengan muka yang terlihat teramat jutek

“gak koq mas adit”
“saya pulang dulu ya, nanti kalau mau, mas adit tinggal telpon aja ya...bye mas adit” tatapan genit mbak
mala dan rematan lembut tangannya di jari jari tanganku sama sekali gak aku gubris, karena aku fokus
menatap laras yang semakin terlihat jengkel kepadaku.

“ga ga ras...” kataku pelan kepada laras setelah mbak mala berlalu

“ga ga opooo, itu kenapa yang bawah sampai menyembul gitu hehhhh..” jawab laras dengan mata melotot

“Ngoahahahahahahahaha” dengan ga sadar aku tertawa terbahak atas apa yang laras sampaikan barusan

“ehhh....” aku langsung mendekap mulutku dengan kedua tanganku setelah sadar apa yang aku lakukan
barusan, terlihat sebagian orang orang yang antri menoleh dan melihat ke arahku dengan mimik tanda tanya, sedangkan yang aku bisa lakukan cuma cengar cengir aja menahan malu

“hasyem tenannn...” umpatku dalam hati

......................................

Menjelang siang,


Aku melajukan mobil dengan kecepatan pelan kearah pusat kota, karena pada pagi menjelang siang di hari libur seperti ini jalan terlihat padat dengan berbagai aktivitas penduduk di kota kecil ini yang sepertinya tidak mau melewatkan hari libur bersama dengan keluarga mereka masing masing entah hanya sekedar nongkrong bersama, makan atau sekedar jalan jalan saja menikmati suasana kota yang sejuk.

Berbagai kuliner ada kupat tahu, soto kluwih, sup senerek, dan banyak lagi tersaji dan terlihat berjejer dari kios yang terlihat sederhana sampai kios yang terlihat bagus di pinggir pinggir hampr sepanjang jalan di tengah kota yang terlihat begitu rindang karena pohon pohon besar yang sudah berusia puluhan tahun tegak berdiri di kiri kanan sepanjang jalan kota.

“Afuuuuu....”
umpatku sembari dengan cepat aku menginjak rem mobilku dengan mendadak saat sebuah motor yang
dikendarai dua orang remaja tanggung tiba tiba keluar dari gang dan nyelonong memotong jalan
didepanku

“brughhh........”
suara benturan dan benturan itu sendiri aku rasakan pada mobilku dibagian belakang sehingga aku
langsung menengok kebelakang secara refleks.

“kena tabrak nih mobil” kataku dalam hati dan terlihat dari dalam mobil beberapa pengendara turun dari
kendaraan yang sebelumnya mereka kendarai dan berjalan dengan tergesa menuju bagian belakang
mobilku,

aku pun segera mematikan mobil dan berjalan keluar untuk mengetahui ada apa sebenernya yang terjadi dengan mobilku,

terlihat ada dua remaja cowo dan cewe dalam posisi terjatuh meringkuk dengan motornya yang tergeletak tepat dibelakang mobilku yang sepertinya dugaanku tepat bahwa aku baru saja ditabrak dari belakang.

setelah kedua korban beserta motornya diangkat dan dipinggirkan di trotoar, akupun berjalan mendekati
korban yang sudah duduk diatas trotoar jalan yang sebelumnya aku juga ikut membantu mengangkat
motor dan menggesernya di tepi jalan.

orang orang pun semakin banyak berkerumun mengelilingiku dan kedua remaja yang sekarang terlihat
duduk di trotoar sambil meluruskan kedua kaki bersama rintihan yang keluar dari mulut mereka, dan dari kening pengendara cewe telihat sedikit sobek dan mengeluarkan darah yang tidak seberapa, sedangkan yang cowo terlihat pada siku dan lengan tangannya terlihat luka baret karena goresan aspal,

sedangkan motor yang dikendarai aku lihat slebor depan pecah, spion pun juga terlihat lepas, sedangkan untuk bagian lain terlihat baret baret disebelah body kanan

“tadi gimana kejadiannya”
“yang salah siapa”
“mase ngantuk mesti, koq sampai ngerem mendadak”
“iya mase itu ngerem ndadak”
dan entah omongan omongan yang asal disampaikan tanpa tau kejadian yang faktual oleh orang orang
mengerumuni aku,

dan aku juga sepertinyamalas dan ga perlu menjelaskan apa yang telah terjadi karena aku pikir
mending sekalian aja aku jelasin dengan petugas supaya segera beres masalahnya.

“mas, mbak saya antar ke rumah sakit ya, biar diperiksa sama dokter untuk diobati luka lukanya dan
Diperiksa secara menyeluruh seandainya ada organ tubuh lain yang sakit” kataku kepada mereka

“iya mas sebentar, ini aku nunggu keluargaku dulu”
“baru aja udah aku telp”
“gak jauh koq mas rumahku, cuma beberapa ratus meter saja dari sini” jawab remaja cowo sambil
memeriksa luka baret yang ada di siku dan lengan kanannya.

“owh gitu, maaf tadi saya ngerem ndadak, karena ada kendaraan yang keluar dari gang itu dan main
nylonong begitu aja, sehingga saya harus ngerem ndadak, kalau gak aku rem, mereka pasti udah ketabrak
saya mas” kataku

“iya mas, namanya juga musibah” jawabnya dengan senyum yang dipaksakan

Dan Setelah beberapa saat berselang....

“baik, siapa yang nabrak adikku...!!!???”

tanya seorang pria dari dua orang pria yang baru saja tiba dengan suara keras, sambil dengan terburu buru turun dari motor yang mereka kendarai, dan setelah mereka tiba disini, dengan wajah terlihat beringas,

dari salah satu orang yang memaki barusan yang sepertinya memang saudara dari si cowo yang baru aja menabrak mobilku, terlihat sok jago banget, karena dari gerak gerik dan makian yang baru aja keluar dari mulutnya aku udah bisa menebak bagaimana atitude orang tersebut,
dan sepertinya dia alah satu anggota ormas, karena terlihat dari kaos loreng yang dia kenakan, terlihat motif loreng dari salah satu ormas yang ada di Indonesia.

“ehh saya mas, bukan nabra...” jawabku dengan berdiri, dan sebelum aku selesai menyelesaikan apa kalimat terakhirku.....

“bough, boughh”
dua buah pukulan tepat aku rasakan mendarat di wajahku sehingga aku merasa limbung kemudian terhuyung kebelakang dan jatuh diatas trotoar jalan, aku meringis menahan sakit akibat pukulan barusan dan aku rasakan ada yang mengalir keluar dari kedua hidungku yang aku pastikan itu merupakan darah.

“mas, mas jangan.....” teriak cowo yang baru aja menabrak mobilku, tetapi teriakan cowo tersebut sepetinya ga digubris

“cele*g kamu.....” kembali orang yang baru aja memukulku kembali mengumpat

“dougggggghhh…..arggghhh” teriakku sambil memegangi perutku yang baru saja jadi sasaran tendangannya,

rasa sakit yang aku rasakan akibat tendangan barusan seperti menjalar hingga ulu hati sehingga aku langsung mendekap bagian perutku dengan menekuk tubuhku masih terbaring diatas trotoar

“wusssssss” tiba tiba aku merasakan seperti hembusan angin yang tidak begitu kencang dengan dibarengi aroma melati yang tercium olehku

Dan tidak lama berselang,
“aaaaaaaaaaaaaa......aduhhhhhhhhhhhhh”
sulkhan1981
belajararif
MFriza85
MFriza85 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.