Kaskus

Story

endcodeAvatar border
TS
endcode
Kala Hujan Malam Hari
Kala Hujan Malam Hari

Kala Hujan Malam Hari...

Hujan , hujan itu teman yang sangat asik, dia datang membawa kedamaian dari langit, hujan ga pernah mengkhianati gua, dia lah teman yang sesungguhnya setelah nikotin dan kafein tentunya.

Siapkan Secangkir kafein dan sebatang nikotin, selamat membaca dan teruslah bahagia.

Quote:

Quote:


Quote:

Quote:


Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahterah bagi para penghuni SFTH, saya newbi minta ijin untuk menuliskan sebuah cerita disini, dan mohon bantuannya untuk kelanjutan cerita ini, maaf kalo tulisan gua berantakan, gajelas, atau apalah, karena gua cuma pengen nuangin apa yg ada dikepala gua, dan gua butuh bgt kritik atau saran dari reader di sini, biar gua bisa memperbaiki apa yg harus diperbaiki.

Prolog.
Nama gua? Real, biasanya di panggil Re heheh entahlah apa yang ada difikiran orangtua gua waktu gua lahir dan ngasih nama itu, sampai sekarang pun gua gangerti kenapa mereka ngasih nama sesingkat itu hahah. Gua tinggal di sebuah rumah sederhana di kota yang panas dan macet. Gua punya 1 ayah dan 1 ibu dan 1 kaka perempuan (This my keluarga). udahan yak prolognya, bingung mau nambah apaan lagi, langsung kita mulai saja kisah dari masa lalu gua. Dan jangan lupa BAHAGIA hahaha.



Quote:
Diubah oleh endcode 16-02-2020 11:21
1
21.5K
130
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
endcodeAvatar border
TS
endcode
#128
SESAL
saat hujan malam hari datang
aku selalu merasa tenang
duduk diam di pinggir jalan
menatap kosong ke depan

mengingat betapa bodohnya diri
saat ku tau kamu selamanya pergi
padahal aku ingin akhir bahagia
bersamanya di sepanjang cerita

sulit terasa untuk kembali bangkit
karena tentang kamu selalu terungkit
menjangkit hingga rusuk patah lagi
berkali-kali hingga lelah sapa diri

cerita yang sudah ku rangkai rapih
sekarang hanya tinggal buih-buih
di balik kerasnya kepalan tangan
yang dulu menjaga mu dari para bajingan

dan

sekarang di pinggir jalan aku sendiri
tanpa kamu yang dulu temani hari-hari
senyum tawa mu tergilas rintikan hujan
peluk hangat mu terbias bising kendaraan

tak akan ada lagi wanita seperti kamu
wanita yang berani menutup mata ku
di saat amarah mulai menguasai diri
di saat peluk mu tenangkan emosi

maafkan sejuta kata sesal yang ku ungkap
karena kamu pun tau, aku tak pandai bercakap

dan

cuma kamu, wanita yang ku mau

karena

cuma kamu, wanita yang ku tau.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.