Kaskus

Story

neopoAvatar border
TS
neopo
Riding to Jannah


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)



Diubah oleh neopo 16-09-2022 12:17
junti27Avatar border
sukhhoiAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
43K
308
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
neopoAvatar border
TS
neopo
#223
Part 33 - Keluarga
Kami berjalan mengelilingi tempat wisata itu sambil mengambil beberapa foto. Kak Afifah tau aja cara bikin aku lupa dengan semua masalah yang lagi aku hadapi. Udah lama juga aku ga jalan bareng kak Afifah. Kak Afifah kemarin terlalu sibuk dengan skripsinya, sampai ga ada waktu buat nemenin ade adenya. Apalagi sebentar lagi kami bakal pisah. Dan kemungkinan aku bakal tinggal berdua aja sama Nuri. Sebelum kami pulang, kami makan di tempat sekitaran wisata tersebut. Kak Afifah mengajakku selfie dan kemudian mengirim foto itu di grup keluarga. Kemudian ada balasan dari Nuri
Nuri: Ihh kalian mah jalan-jalan ga ngajak
Afifah: Kamu kan lagi pergi sama ibu, dek
Nuri: Tunggu aku pulang atuh kaaak
Aku: Lama atuh dek nunggunya
Nuri: Pokonya sebagai gantinya kalian harus bawain aku oleh-oleh.
Afifah: Iya iya deh, mau dibawain apa
Nuri: Apa aja yang ada disitu. Pokonya awas kalau kakak ga bawa oleh-oleh, tidur di sofa
Afifah: Enak aja, itu kan kamar kakak
Nuri: Biarin, bawa oleh-oleh
Aku: Iya iya ade bawel

Kami menikmati hidangan kami. Setelah ini, kak Afifah memintaku untuk menemaninya ke toko buku. Katanya ada novel yang ingin dia beli. Aku menurutinya saja. Kak Afifah memang suka baca-baca novel gitu. Singkat cerita tibalah kami di tujuan, dan kak Afifah langsung mencari buku yang ia inginkan itu. Aku duduk di kursi dekat situ sambil menunggu kak Afifah. Setelah beberapa saat, aku dan kak Afifah kembali ke parkiran untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah, aku langsung diomelin sama Nuri karena ga ngajak dia jalan-jalan sambil memberikan oleh-oleh pada Nuri
Nuri: Jahat ih ga ngajak aku
Aku: Biarin
Nuri: Ish gitu kakak mah
Afifah: Kamu kan pergi dek. Itu juga ngedadak perginya
Ibu: Haduuh anak-anak ibu pada ribut
Nuri: Kakak nih ga ngajak-ngajak kalau mau jalan-jalan
Ibu: Yaudah nanti sebelum pindahan, kita jalan-jalan semua gimana?
Nuri: Ke pantai lagi ya bu. Kaya waktu kecil
Ibu: Nanti ibu coba bilang sama ayah
Nuri: Iya, eh tapi kalau ga bisa jangan maksain juga buu
Ibu: Ya semoga ada rejekinya kan kita gatau hehe

Sore hari setelah ayah pulang, Nuri begitu bersemangat untuk minta jalan-jalan sekeluarga ke pantai Pangandaran. Tapi sepertinya ada rasa kecewa di hati Nuri karena bakal sedikit menyulitkan karena harus bulak-balik. Pastinya bakal lebih banyak pengeluaran.
Ayah: Sebenarnya bisa aja sih, pas pindah kita ke Pangandaran dulu, tapi kalau bisa kamu sama Nuri pulang kesini, ayah ke Jogja
Aku: Ya kalau Nuri mau gapapa, Yah.
Nuri: Gapapa, kak nanti bawa motor aja hehe
Aku: Buset, dikira ga cape bawa motor
Ayah: Mencar dong kalau gitu
Nuri: Biar irit ongkos pulang, Yah
Ayah: Hemm, gimana Ardi aja kalau itu
Aku: Kuat emang pake motor?
Nuri: Kuat dong. Kan di bonceng hehehe
Aku: Dasar...
Afifah: Pake bis aja biar lebih aman
Aku: Nah itu mendingan
Nuri: Yaudah, asal kita jadi liburan hehe
Ayah: Huuh, kamu ini manja
Nuri: Biarin..

Pada akhirnya, kami sepakat untuk liburan kembali mengenang masa-masa kecil kami. Karena untuk beberapa saat kami akan tinggal berpisah. Nantinya aku sama Nuri ikut pake mobil ayah dan pulangnya kami akan pake bis ke Bandung. Setelah diskusi kecil ini, aku balik ke kamar untuk istirahat. Aku lihat Hpku yang sedari tadi pagi tersimpan di meja belajarku dengan kondisi mati. Aku coba nyalain Hpku sambil merebahkan badan ini di ranjang. Dan saat itu juga banyak chat yang masuk dengan cepat. Dan aku tertuju pada chat dari seseorang. Dia ngimim chat sampe ngeflood disitu
Aku: Iya kenapa?
Alyssa: Maafin aku, Di
Aku: Maaf untuk apa?
Alyssa: Maaf atas sikap aku
Aku: Kamu ga salah. Aku yang salah, aku yang harusnya tau batasan
Alyssa: Engga, aku yang berlebihan. Aku harusnya bisa ngerti keadaan kamu. Aku percaya sama kamu, kalau kamu emang berusaha jaga hati kamu
Aku: Udah Lis, ga usah dibahas
Alyssa: Kamu marah ya
Aku: Aku ga marah
Alyssa: Kita baikan lagi ya
Aku: Azril gimana?
Alyssa: Kamu ga usah pikirin dia. Aku udah bilang sama dia, kalau aku ga bisa sama dia. Aku juga ga ada rasa sama dia, Di.
Aku: Terus?
Alyssa: Aku ga mungkin ninggalin kamu gitu aja cuma karena orang lain. Kamu selalu ada buat aku, apapun kondisi aku
Aku: Kamu maunya gimana sekarang?
Alyssa: Kita baikan lagi ya. Aku janji, ga akan kaya kemaren lagi. Mungkin itu karena aku terlalu kangen aja sama kamu
Aku: Gombal
Alyssa: Iihh, serius. Kita baikan lagi ya
Aku: Iya deh. Tapi beberapa hari kedepan, kita ga bisa ketemu dulu
Alyssa: Kenapa? Kamu masih ada rasa marah?
Aku: Engga kok. Aku pengen habisin waktu sama keluarga dulu. Dan maaf, tadi aku pergi sama kak Afifah ga bawa HP jadi chat dari kamu ketunda semua.
Alyssa: Iya gapapa kok sayang. Aku percaya kamu ga akan macem-macem.
Aku: Sekarang kamu juga tau gimana Dina ke aku
Alyssa: Iya, aku udah ngobrol sama dia kok. Dia minta maaf, dan hubungan aku sama dia ya tetep temen baik kaya dulu.
Aku: Kamu ga perlu khawatir, aku ke dia ga lebih dari temen.
Alyssa: Iya iya. Kamu kenapa belum tidur?
Aku: Abis kumpul aja tadi. Kamu sendiri?
Alyssa: Aku nunggu chat kamu tauuu.
Aku: Iya iya maaf. Yaudah, sekarang kamu tidur.

Aku menyimpan handphoneku dan langsung tidur di malam itu. Oke, kita lewatkan beberapa hal, dan hari ini aku membantu keluargaku untuk pindahan. Berat sih kalau nanti aku harus ikut pindah juga, tapi inilah hidup yang harus aku jalani. Setelah selesai, aku juga mempersiapkan perlengkapanku untuk liburan juga. Yang nantinya aku akan pulang berpisah dengan keluargaku. Ya pisah sementara maksudnya.
Ayah: Udah disiapin? Nanti malem kita berangkat
Aku: Udah, Yah
Ayah: Temenin ayah ngopi didepan yu
Aku: Iya, Yah.

Aku dan ayah pergi dan duduk di teras depan. Kulihat ayah menyeruput kopi yang ia genggam.
Ayah: Kamu yakin sama keputusan kamu?
Aku: Keputusan?
Ayah: Tinggal disini sementara waktu
Aku: Iya, Yah.
Ayah: Janji sama ayah
Aku: Apa itu
Ayah: Kalau perlu apa-apa bilang sama ayah. Dan jaga adikmu
Aku: Iya, Yah. Ardi janji
Ayah: Sesekali nanti kamu pulang kesana
Aku: Iya ayah, pasti.
Ayah: Ini, buat kamu. Kamu simpen baik-baik. Jangan boros. *sambil ngasih sejumlah uang
Aku: Ardi masih ada simpenan kok
Ayah: Gapapa, buat tambah-tambah kamu sama Nuri
Aku: Iya, Yah. Makasih banyak

Aku kembali kedalam. Aku keinget Alyssa. Yaa, aku senang kita udah baikan. Aku hanya berharap ga ada salah paham lagi. Apa aku harus kasih tau soal kepindahan keluargaku asma dia? Mengingat dia tinggal disini juga hanya sama bibi. Mungkin bakal sama seperti dia, cepat atau lambat, aku bakal ninggalin tempat ini. Dan semua akan diuji saat kami menjalani LDR.

Malam hari, kami sekeluarga bersiap untuk berangkat. Waktu menunjukkan jam 11 malam. Setelah memasukkan semua barang ke mobil, aku, kak Afifah dan Nuri berdiri didepan rumah memandangai rumah ini. Sudah banyak hal yang terjadi dirumah ini. Kami semua masuk ke mobil. Sementara kak Afifah dan Nuri duduk di bagian tengah, aku duduk di belakang kembali melanjutkan tidurku. Aku terbangun sekitar jam 3 pagi. Posisi kami sekarang sedang berada di rest area yang be4rada di jalan tol ini. Saat kak Afifah dengan Nuri masuk kedalam bersama ibu, aku tetap duduk di mobil sambil menikmati Pop Mie di kursi belakang dengan pintu bagasi terbuka.
Aku: Masih jauh, Yah?
Ayah: Yaa setengah jalan lagi. Kemungkinan kita sampai jam 5.
Aku: Kalau gitu abis ini Ardi aja yang nyetir
Ayah: Emang kamu kuat?
Aku: InsyaAllah.

Setelah istirahat yang dirasa cukup, aku pindah ke kursi kemudi. Ibu pindah ke kursi tengah atas permintaannya bersama Nuri. Ayah duduk di paling belakang sementara kak Afifah didepan bersamaku. Perjalanan terus berlanjut sampai akhirnya kami tiba di penginapan yang sudah ayahku pesan. Aroma pantai tercium di hidungku. Semalaman aku mengemudi membuatku sedikit ngantuk. Aku menarik jok mobil dan merebahkan tubuhku disana, sementara yang lain berpindah ke penginapan. Aku juga dapet chat dari Alyssa yang nanyain kabar dan keberadaanku. Aku cuma bisa jawab lagi ada urusan keluarga. Alyssa juga ga terlalu curiga atau apalah. Yang penting ia mengerti dengan ucapanku tentang aku ingin menghabiskan waktuku bersama keluarga.

Next Part by Special Person
Diubah oleh neopo 18-11-2019 20:40
telahmemblok
cos44rm
nasihiber
nasihiber dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.