- Beranda
- Berita dan Politik
Sebelum Angkat Ahok, Baiknya Erick Thohir Konsultasi Kasus Sumber Waras Ke KPK
...
TS
DRUNKTOD888
Sebelum Angkat Ahok, Baiknya Erick Thohir Konsultasi Kasus Sumber Waras Ke KPK

Komisi VI DPR RI tidak masalah dengan kabar mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal jadi pimpinan Badan Usaha Milik Negara. Sebab penunjukan itu adalah hak dari Menteri BUMN, Erick Thohir.
"Saya hormati rencana menteri BUMN untuk mengangkat beliau," ujar Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (13/11).
Andre hanya mengingatkan kepada Erick Thohir untuk bisa berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keuangan (BPK).
Bukan tanpa alasan, Ahok memiliki rekam jejak dua kasus yang belum jelas penyelesaiannya, yaitu kasus Sumber Waras dan pembelian tanah di Cengkareng, Jakarta Barat.

"Menteri BUMN bisa berkoordinasi dengan BPK dan juga dengan KPK untuk kasus Sumber Waras maupun pembelian tanah Cengkareng di mana yang dibeli itu adalah tanah DKI itu sendiri," jelasnya.
Sambung Wakil Sekjen Partai Gerindra itu, pengangkatan pimpinan BUMN bukan karena ada kedekatan khusus. Dalam hal ini, Ahok pernah menjadi Wakil Gubernur saat Presiden Joko Widodo menjabat Gubernur DKI Jakarta.
"Jangan sampai ada yang mentang-mentang gitu loh, menjadi Pimpinan BUMN karena dekat dengan Presiden," pungkasnya.
https://politik.rmol.id/read/2019/11...r-waras-ke-kpk
ane setuju dgn anggota dpr ini, sebaiknya koordinasi dahulu dgn kpk atas kasus2 korupsi ahok yg belum terungkap, jangan sampai koruptor jadi pimpinan BUMN, bisa tambah bangkrut nanti


Diubah oleh DRUNKTOD888 13-11-2019 14:44
4iinch dan 22 lainnya memberi reputasi
7
4.3K
69
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.6KThread•57.6KAnggota
Tampilkan semua post
donal.duck.
#6
Heran gw padahal kasus Sumber Waras itu jelas angkanya bisa dicari lewat google. Hanya karena sudah di blowup dan yg mengangkat adalah instansi pemerintahan yg juga gak bersih-bersih amat, maka dianggap sesuatu banget.
Kasus Cengkareng itu juga sudah menang, tinggal nagihnya saja. Salahnya Ahok dia yg menyetujui sedangkan yg mengurus adalah org lain. Ibarat kek Anies sekarang masalah anggaran kl sampe ada yg lolos itu semua krn gubernurnya, tau ataupun tidak tau tetap dia yg tanggung jawab.
Mengenai kasus sumber waras itu kan gini, kita ambil dulu variabel angkanya, dan tinggal hitung harga terkaitnya :
Luas lahan : 36.441 meter persegi
Harga beli Ahok 2014 (SESUAI NJOP) = Rp 20,755 juta per meter persegi
Harga beli Ciputra 2013 (DI ATAS NJOP) = Rp 15,500 juta per meter persegi (Harga NJOP 2013 = Rp 12,195 juta)
Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/...v.DKI?page=all
Sekarang kl dihitung nilainya ,
- harga beli Ahok = 36441 * 20755000 = 756.332.955.000
- harga beli Cptr = 36441 * 15500000 = 564.835.500.000
SELISIH NILAI DI ATAS ADALAH INI = 191.497.455.000
Nah liat kan, kerugian 191 m itu KARENA BEDA HARGA dari 2014 dan 2013. Lha wong emang harganya naik.
Trus kenapa naik ??? Ini jg lucu. Karena sebelumnya ada kenaikan, yg naikin siapa ??? BPN Badan Pertanahan Nasional. Karena memang aturannya gitu sesuai Zonasi memang dihitung oleh ahli ada kenaikan harga, dikiranya malah Ahok itu yg naik2in
Trus masih dilanjut DAN MASIH LUCU. Kerugian diupdate dari yg semula 191m jadi 173m. Mungkin karena angkanya gampang dihitung dan jadi lelucon karena beda harga kan wajar , lu beli dolar jaman tahun 2013 dan 2014 juga pasti beda khan, tanah, emas dll dlsb semua kan ngikut pasar. Masa mau enaknya doang. Lucunya itu gini itu tanah lokasi jalannya menghadap 2 jalan, Tomang utara dan Kyai Tapa. Pembayaran pajaknya ngikut Kyai Tapa ada surat2nya terbukti, tapi pas jual disuruh pake Tomang Utara yg lebih murah. Sampe disini harusnya Ahok udah 2-0 itu
https://news.detik.com/berita/d-3191...-jadi-rp-173-m
Dan sampe hari ini TIDAK ADA KELANJUTANNYA bahkan 173m itu gw gak nemu cara perhitungan dan angkanya didapat darimana
itulah salahnya Ahok, dia tidak mengejar sampe finish, harusnya dia minta ke pengadilan biar diputus di sana. gw yakin pasti menang kl apa yg gw dapat dari hasil googling di atas bener. gw yg org awam aja bisa cari dan hitung dgn modal google doang masa sekelas BPK ato kl ke pengadilan gak bisa memutuskan kasusnya.
Kasus Cengkareng itu juga sudah menang, tinggal nagihnya saja. Salahnya Ahok dia yg menyetujui sedangkan yg mengurus adalah org lain. Ibarat kek Anies sekarang masalah anggaran kl sampe ada yg lolos itu semua krn gubernurnya, tau ataupun tidak tau tetap dia yg tanggung jawab.
Mengenai kasus sumber waras itu kan gini, kita ambil dulu variabel angkanya, dan tinggal hitung harga terkaitnya :
Luas lahan : 36.441 meter persegi
Harga beli Ahok 2014 (SESUAI NJOP) = Rp 20,755 juta per meter persegi
Harga beli Ciputra 2013 (DI ATAS NJOP) = Rp 15,500 juta per meter persegi (Harga NJOP 2013 = Rp 12,195 juta)
Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/...v.DKI?page=all
Sekarang kl dihitung nilainya ,
- harga beli Ahok = 36441 * 20755000 = 756.332.955.000
- harga beli Cptr = 36441 * 15500000 = 564.835.500.000
SELISIH NILAI DI ATAS ADALAH INI = 191.497.455.000
Nah liat kan, kerugian 191 m itu KARENA BEDA HARGA dari 2014 dan 2013. Lha wong emang harganya naik.
Trus kenapa naik ??? Ini jg lucu. Karena sebelumnya ada kenaikan, yg naikin siapa ??? BPN Badan Pertanahan Nasional. Karena memang aturannya gitu sesuai Zonasi memang dihitung oleh ahli ada kenaikan harga, dikiranya malah Ahok itu yg naik2in
Trus masih dilanjut DAN MASIH LUCU. Kerugian diupdate dari yg semula 191m jadi 173m. Mungkin karena angkanya gampang dihitung dan jadi lelucon karena beda harga kan wajar , lu beli dolar jaman tahun 2013 dan 2014 juga pasti beda khan, tanah, emas dll dlsb semua kan ngikut pasar. Masa mau enaknya doang. Lucunya itu gini itu tanah lokasi jalannya menghadap 2 jalan, Tomang utara dan Kyai Tapa. Pembayaran pajaknya ngikut Kyai Tapa ada surat2nya terbukti, tapi pas jual disuruh pake Tomang Utara yg lebih murah. Sampe disini harusnya Ahok udah 2-0 itu
https://news.detik.com/berita/d-3191...-jadi-rp-173-m
Dan sampe hari ini TIDAK ADA KELANJUTANNYA bahkan 173m itu gw gak nemu cara perhitungan dan angkanya didapat darimana
itulah salahnya Ahok, dia tidak mengejar sampe finish, harusnya dia minta ke pengadilan biar diputus di sana. gw yakin pasti menang kl apa yg gw dapat dari hasil googling di atas bener. gw yg org awam aja bisa cari dan hitung dgn modal google doang masa sekelas BPK ato kl ke pengadilan gak bisa memutuskan kasusnya.
Diubah oleh donal.duck. 13-11-2019 15:42
zeledi dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tutup