- Beranda
- Stories from the Heart
Aku Mulai Dapat Melihat Mereka
...
TS
awakdhewe
Aku Mulai Dapat Melihat Mereka
~WELCOME TO MY THREAD~

Halo agan sista, Kali ini ane kembali menulis thread honor dengan judul "Aku Mulai Dapat Melihat Mereka"
Mohon maaf sebelumnya untuk thread yang kemarin ane edit sedikit, Ini ane coba rapiin semoga memberikan tampilan dan kemasan yang lebih baik untuk agan2 sista2 pembaca semuanya.
Quote:
Sebelumnya bagi agan dan sista yang ingin baca tulisan ane lainnya, silakan diklik di link dibawah ini :
Spoiler for Daftar Thread Ane:
Quote:
Cerita ini bermula dikala sore hari itu winda yang tidak ada kegiatan kampus, pulang kosnya lebih awal dan memilih untuk beristirahat sejenak. Namun hal tidak disangka terjadi, Winda merasa tubuhnya tergoncang hebat dan tegang sore itu dan dengan seketika Winda bangun dan berdiri, betapa kagetnya ia melihat tubuhnya masih terbaring tidur sedangkan ia bangun dengan kondisi roh diluar tubuhnya dan melihat dengan matanya sendiri seakan dia sudah meninggal dengan seketika ia langsung menanggis sejadi-jadinya . Tiba-tiba tangisan seketika terhenti dengan bunyi decitan pintu kamarnya terbuka dengan sendirinya dan kemudian tampak sesosok wanita berambut panjang sedang masuk dan mendekat kearahnya dengan cara mengesot dilantai. Sontak bukan main Winda ketakutan, histeris dan berteriak, segera dilantunkan doa-doa didalam hati sambil memejamkan mata sepersekian detik. Secara spontan tiba-tiba ketika membuka matanya kembali Winda terbangun dengan tubuh asli dan duduk diatas kasurnya dengan keadaan napas terengah-engah dan keringatan bercucuran membasahi wajahnya. "Syukur lah itu cuman mimpi"ucap Winda dalam benaknya, sambil beristifar.
Tepat disebelah bantalnya terdapat beberapa helai rambut panjang dan dipastikan bukan rambutnya. Winda tidak terkejut lagi karena itu sudah hal biasa dia temukan ketika bangun tidur. Namun ketika Winda menoleh kearah pintu kamarnya betapa terkejutnya ia ketika pintunya dalam kondisi terbuka, seinggatnya tadi sebelum beristirahat yang telah ia tutup rapat dan masih teringat jelas dalam benaknya, sesosok wanita ngesot dengan rambut panjang yang masuk ke kamarnya dalam mimpi itu. Pikiran Winda sontak kacau dan perasaan takut mulai menyelimuti, Winda memilih bergegas menuju kamar mandi untuk ambil wudhu dan segera sholat. Ketika berjalan menyelusuri jalan kecil menuju kamar mandi. Betapa terkejutnya ia melihat sesosok hitam berdiri disamping pojok lemari dekat dengan kamar mandinya dengan perawakan tinggi, besar, hitam dan berbulu dengan kondisi penampakan tembus pandang. Winda berusaha untuk terus berjalan tanpa menghiraukan apa yang barusan ia lihat. Winda merasa shock dengan beberapa kejadian aneh sore itu, yang membuatnya sulit berpikiran jernih dari apa yang baru ia lihat barusan apakah itu nyata atau hanya pembiasaan cahaya.
Malam harinya ketika tidur, Winda merasa sangat terusik seperti mendengar suara bising ditelingganya padahal tidak ada orang ketika itu. Dengan kondisi yang sudah mengantuk dan kesal, ia kemudian berkata "berisik amat...TOLONG DIAM DONK...gw gak bisa tidur tau". Sontak suara bising tersebut hilang dan tak lama Winda terlelap dalam tidurnya. Namun malam itu Winda bermimpi dikamarnya bertemu dengan seorang bapak-bapak berpakaian lusuh dan berperawakan garang, memaki kepadanya"ITU ANAK-ANAK KU, AKU LEBIH DULU DITEMPAT INI"
Pagi itu Winda terbangun dengan masih teringat jelas mimpi yang semalam ia alami. Ia merasa bahwa dikamar ini, ia tidak sendiri dan kebisingan semalam sepertinya suara anak kecil yang sedang bermain yang mungkin anak bapak yang semalam memakinya dalam mimpi ,pikirnya dalam hati. Ketika Winda membangun diri dengan telapak tangan menumpuh pada bantal ia merasakan lagi ada beberapa helai rambut panjang, yang sekali lagi dipastikan bukan rambut miliknya. Segera ia buang ke keranjang sampah.
Bersambung
Diubah oleh awakdhewe 08-11-2019 17:02
NadarNadz dan 17 lainnya memberi reputasi
18
7.6K
56
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
awakdhewe
#37

Part 2 : Pengelihatan Samar
Pagi ini tidak terasa lagi seperti pagi-pagi sebelumnya. Segera ia beranjak dari tempat tidurnya sambil menenteng peralatan mandi yang tertata rapi didalam ember kecil, sempat terbesit "Ada perkuliahan pagi ini" dalam benaknya. Sesaat setelah membuka pintu kamar melihat kearah kamar mandi tampak sekerabatan bayangan hitam yang melesat cepat keluar dari kamar mandinya.
"Mungkin cuma perasaanku saja"dalam batin. Bergegas ia mandi dan bersiap menuju kampusnya. Perjalanan ke kampus tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menit dari kos-kosannya.
Di perjalanannya pagi ini winda memilih untuk jalan kaki berhubung masih pagi yang biasanya ia naik ojek pangkalan "Lumayan bisa hemat ongkos" ujarnya dalam batin. jalanan masih terasa sepi hanya ada beberapa sepeda motor yang lewat sesekali. Sesampainya di persimpangan jalan tiba-tiba suasana menjadi sepi dan cukup mencekam dengan diikuti suara geledek dan langit mulai gelap, petanda akan segera turun hujan. Persimpangan tersebut terdapat sebuah pohon beringin besar yang masih berdiri kokoh dipingir persimpangan yang konon katanya ada penunggunya dan sering menganggu abang ojek ketika melintas dimalam hari. Saat berjalan melewati daerah dekat pohon dipersimpangan tersebut sempat terdengar suara geraman dan cekikikan samar. Namun widan berusaha tidak mengubris suara tersebut dan pura-pura tidak mendengarnya.
Dari arah kejauhan tampak seorang perempuan berbaju putih samar dan tembus pandang tepat lewat didepannya, bukan berjalan namun tampak melayang dengan kaki mengambang diatas aspal seketika menghilang tanpa jejak di belakang pepohonan. Winda tampak tercengang dengan apa yang dia lihat barusan. Belum selesai dengan pengelihatannya tadi, winda sudah dikejutkan dengan merasa disebelahnya terdapat sesosok bayangan putih disertai bau bunga kantil yang mulai menyengat hidungnya, berusaha ia abaikan sosok tersebut sembari dengan perasaan takut dan tidak karuan dan ingin saja ia berlari secepat mungkin ketika itu, Namun ia teringat besikatan kata difilm horor yang pernah ditonton "bahwa semakin kita takut, maka mereka akan semakin mendekat". Winda berusaha mempercepat langkahnya tanpa sekalipun berani ia melirik kearah kiri-kanan maupun belakang.
Sesampai didaerah kampus, tepat disebelah pos satpam, winda merasa cukup lega dan memberanikan diri melihat kearah belakang memastikan sosok tersebut telah pergi.
winda kemudian segera menuju kelasnya pagi itu dan winda duduk dibangkunya sendiri serasa heran seketika karena kelas akan segera dimulai namun belum ada satupun temannya yang datang. Ia memilih mengecek ponselnya yang rupanya belum ia hidupkan sedari pagi tadi. "Titt...tittt" bunyi pesan masuk seketika ponsel dihidupkan. Segera dibukanya pesan itu, ternyata kelas pagi ini dibatalkan "Anjirr...pantesan aja sepi" ujarnya dalam hati dengan nada sedikit kesal karena telat membaca pesan tersebut.
Perjalanan pulang tidak serasa mencekam seperti pagi tadi. Tampak beberapa ojek pangkalan mulai berkumpul menunggu penumpang didekat persimpangan. Namun suara riuh dan kebisingan samar masih terdengar jelas ditelinganya sambil sesekali, ia menoleh kearah suara tersebut namun tidak tampak dari mana sumber suara tersebut berasal. "Mungkin perasaan ku saja" pikirnya dalam benak.
Sesampainya didepan kosan winda terhenti dengan mata memandang kearah sudut ruangan, yang sepertinya ia melihat sesosok bayangan berbaju merah berdiri dan menatap kearahnya. Perlahan ia menarik napas panjang sambil menutup matanya sekejap "mungkin hanya halusinasi"pikirnya dalam hati. Seketika dalam benaknya timbul pengelihatan seorang perempuan dengan kulit wajah terkelupas,
rambut panjang menutupi wajahnya dan berpakaian merah yang sedang menatap kearahnya dengan senyum semeringan yang cukup seram dan dapat membuat bulu kuduknya berdiri. Spontan ia terkejut dan seketika membuka matanya kembali dan bayangan itu telah hilang. Perasaan takut masih menyelimuti. Bergegas winda menuju kamarnya sembari terus melantunkan doa dalam hati.
Bersambung
jokopenceng dan 4 lainnya memberi reputasi
5