- Beranda
- Stories from the Heart
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
...
TS
bayubiruuuu
HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]
![HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2019/10/31/10713784_20191031094608.jpg)
![HANTU 1 TRILIUN [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2019/11/20/10713784_20191120024219.png)
HAI GAN/SIS, MASIH DENGAN KISAH HOROR. KISAH SATU INI GUA TULIS DENGAN SEDIKIT BERHATI-HATI KARENA MENYANGKUT ORANG, PERUSAHAAN DAN KELOMPOK YANG TAK ASING DITELINGA KITA DI NEGERI INI DAN LUAR NEGERI, GUA TIDAK ADA BERMAKSUD APAPUN HANYA SEKEDAR BERBAGI SESUAI YANG DIALAMI NARASUMBER GUA. AMBIL SISI BAIKNYA (HIKMAHNYA) SAJA DARI THREAD INI, BUANG SISI BURUKNYA…
Quote:
* CERITA INI FAKTA APA ADANYA SESUAI DENGAN INGATAN NARSUM, PERCAYA BOLEH TIDAK PERCAYA SILAHKAN, TIDAK APA-APA LEBIH BAGUS.
* SESUAI PERATURAN YANG DIAMBIL DARI KISAH NYATA SEMUA TOKOH, WAKTU DAN TEMPAT KAMI SAMARKAN DEMI KEHIDUPAN, KENYAMANAN DAN PRIVASI NARASUMBER SERTA PARA TOKOH.
* DILARANG SARA, IKUTI ATURAN H2H, MOMOD DAN ADAT ISTIADAT YANG ADA DI FORUM TERCINTA KITA INI.
* SILAHKAN DIBACA KALAU BERMINAT SAJA, KARENA TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK MEMBACA CERITA INI.
* KALAU DIRASA PENTING SILAHKAN LANGSUNG PM SAJA GAN/SIS
*JIKA INGIN SHARE SILAHKAN, DAN MOHON JANGAN COPAS HARGAI KAMI, KASIAN PENULIS UDAH CAPEK - CAPEK NULISNYA. LAGIAN KALO COPAS BAHAYA JADI MUSUH UUD NO 28 Th. 2014 [UUHC]
*KALAU ADA SALAH KETIK/TYPO MOHON MASUKANNYA , APRESIASINYA DAN 
SEBAGAI SEMANGAT NGONDEK

SEBAGAI SEMANGAT NGONDEK *BUKAN BASA BASI*
JIKA HARTA SUDAH TIDAK BISA MEMBELI DUNIA
JIKA TAHTA TIDAK BISA MEMBELI SINGGASANA
JIKA WANITA SUDAH KEHILANGAN RUPA
HANYA PADANYALAH KITA MEMINTA
SEMUA MANUSIA SADAR UMUR ADA BATASNYA
MAKA SIAP-SIAPLAH KITA SEWAKTU-WAKTU UNTUK MENGHADAPNYA
MAKA SEBARKANLAH BENIH-BENIH KEBAJIKAN KITA
SEBAGAI BEKAL MENGHADAPNYA
-Happy Reading-
----------------------------------------------------------------------***---------------------------------------------------------------------------
DAFTAR ISI
1. KEHIDUPANKU
2. PRIVATE NUMBER
3. GADIS BULE
4. PENGABDIAN SANG AJUDAN
5. SAYEMBARA USANG
6. PERCOBAAN PERTAMA
7. KORBAN YANG TAK KUINGINKAN
8. SANG PETUNJUK
9. PENCERAHAN
10. MASALAH BARU
11. TERSESAT
12. PERCOBAAN KEDUA - A
13. PERCOBAAN KEDUA - B
14. HCU [HIGH CARE UNIT]
15. SUKMA YANG TERIKAT
16. VERY VERY IMPORTANT PERSON [VVIP]
17. DARK SIDE VVIP
18. DARK SIDE [VVIP] 2
19. DARK SIDE [VVIP] 3
20. TANAH DAN DEDAUNAN
21. UZLAH
22. JAWABAN
23. MALAM YANG KELAM - A
24. MALAM YANG KELAM - B
25. PERENCANAAN - A
26. PERENCANAAN - B
27. LOST CONTACT
28. END
29. BEHIND THE STORY [HIT]
Diubah oleh bayubiruuuu 30-12-2019 09:59
sampeuk dan 41 lainnya memberi reputasi
42
67.8K
991
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bayubiruuuu
#67
Quote:
9. PENCERAHAN [H.I.T, Based On True Story]
Aku masih ingat waktu itu sudah memasuki waktu shalat jum’at, aku langsung mempercepat langkah roda motorku menuju ke masjid itu untuk menunaikan ibadah sesuai keyakinanku. Sesampainya dimasjid itu ada hal yang ganjil dimasjid ini menurutku, karena pengikut ibadah itu hanya kurang dari sepuluh orang itupun sudah termasuk aku dan imron.
Menurut mazhab keyakinanku shalat jum’at itu kalau kurang dari 40 jamaah dikatakan shalat tidak sepurna alias tidak sah. Padahal jumlah rumah disekitar masjid cukup banyak, sejak memasuki jalan kekampung ini. Dikanan dan kiri rumah penduduk lumayan padat rumahnya meski desa terpencil. Tapi apa dayaku jarak antara masjid satu dengan yang lain sangat jauh dan membutuhkan beberapa jam untuk sampai ke masjid lain, jadi kuputuskan untuk shalat dimasjid itu. Masalah diterima, sah atau tidak diterimanya ibadah ini hanya sang penciptalah yang tau. Anggap saja ini darurat dalam pikir singkatku, Akhirnya kuselesaikan acara ibadah jum’at itu dengan imron beserta jamaah yang lain.
Selepas shalat jum’at itu aku yang ditemani imron duduk diteras masjid untuk istirahat santai dan mengamati pentunjuk apa yang kudapat disini, meski ditemani suasana aura aneh di masjid ini. Perasaan bahagia rasa hati ini sudah menemukan apa yang aku cari, lama aku duduk di teras aku mengamati seorang kakek tua yang sedang tiduran sendirian di ujung teras masjid, ya kakek ini tadi yang menjadi imam waktu shalat jum’at. Berpakain baju koko putih, bersarung hitam dan kopyah[songkok] khas hitamnya dikepala. Wajah keriput menghiasi wajah kakek ini, kulit khas coklat keriput yang menempel dibadannya, berkumis tipis dan tinggi kira-kira 162 cm.
Aku dan imron saling berpandangan untuk memulai pencarian informasi tentang daerah ini, perlahan kami mendekati kakek itu mencoba berbasa basi dengan sopan. Kami mencoba memulai obrolan ringan sebelum tujuan utamaku untuk mencari informasi kusampaikan kepada sang kakek ini.
Aku sendiri heran, kenal saja belum satu jam udah ngajak kerumahnya, apa dia sudah percaya juga yang aku ceritakan barusan. Ah masa bodo juga saat itu, aku dan imron ngikut saja dan berfikir mungkin beliaulah petunjuk kami. Saat itu aku dan mbah salman berjalan menuju kerumahnya, sedang imron menuntun motor bututku untuk mengikutiku dibelakang.
Terlihat rumah mbah salman terbuat dari kayu dan masih beralaskan tanah, rumah sederhana berdinding papan kayu dengan beberapa jendela di depan dan samping kirinya. Menandakan rumah desa yang sangat sederhana, diterasnya tersedia satu kursi kayu panjang terbuat dari bambu. Rumah yang nampak alaminya tanpa adanya pewarna yang menghiasinya.
Saat masuk kedalam rumahnya, diruang tamu hanya ada beberapa kursi dan meja tua yang melengkapinya, serta dua almari dari kayu berpintu kaca dipenuhi kitab-kitab kuning, meja-meja pun penuh dengan tumpukan kitab tua dan beberapa al-qur’an, banyak juga kitab itu sampai yang selipkan ke beberapa lubang kecil dibagian dinding kayu, meja depan kami dan sandaran kursi.
Suasana rumah mbah salman sangat nyaman sekali, hawa dan auranya sangat menenangkan jiwa beda sama dengan aura dimasjid tadi. Padahal jarak rumah mbah salman dan masjidnya tidak terlalu jauh juga. Kondisi dinding kayu ruang tamu mbah salman banyak dipajang beberapa foto mbah salman dengan para pemuka agama terkenal di negeri ini seperti [sensor], yang ada di dalam ruang tamu itu. Aku sendiri tidak tahu siapa mbah salman ini sebenarnya dan apa maskud dari semua ini, tapi aku berpikir orang ini jelas kelihatan orang berilmu [ahli kitab] dan alim karena foto itu jelas tidak sembarangan.
Mbah salman langsung masuk ke ruang tengah rumahnya sedang aku dan imron langsung duduk di ruang tamu, untuk menunggu beliau.
Setelah 5 menitan mbah salman keluar dengan membawa nampan berisi kendi air putih [teko berbahan tanah liat yang dibakar] dilengkapi tiga buah gelas terbuat dari bambu. Mbah salman langsung menuangkan air putih ke tiga gelas dihadapan kami. Dan memulai membuka obrolan dengan kami berdua.
Suasana menjelang penjelasan mbah salman, semua hening dan waktu serasa berhenti untuk mendengarkan penjelasan kakek tua itu. Aku mengambil rokok lintingan tangan sendiri dan menyulut api sebagai Pereda ketegangan ini, hal ini diikuti imron yang ikut terbawa suasana kala itu.
Ibadah atau ritualnya untuk golongan ini, mereka lakukan dibulan – bulan tertentu. Mereka melakukan ritual dengan berpesta diatas makam anggota keluarganya yang terakhir meninggal, mereka menari dengan tarian khas mereka yaitu dengan bertelanjang bulat semua dengan mengitari makam tersebut. Mereka wajib melakukan hubungan badan, bebas untuk semua anggota yang ikut dalam ibadahnya. Laki perempuan minum bebas, minum darah, Arak dan makanannya daging manusia. Mereka memakadan daging manusia yang segar dengan cara langsung digigit dan mencabik-cabik jasad manusia itu, sebuah kenikmatan luar biasa bagi mereka hal semacam itu.
[Aku dan imron rasanya miris, mual dan enek ngebayangin sebegitunya, aliran kepercayaan mereka.]
Mbah salman diam dan masih berfikir, suasana kami saat itu hening akan ucapku barusan. Dan mbah salman kelihatannya tak mau ambil pusing soal kejadian yang menimpa desaku, “untung masih satu desa nak, coba satu kecamatan atau satu kabupaten. Bisa jadi heboh kamu nak, Dulu saja waktu raja airlangga seluruh kerajaannya yang terkena wabahnya.” Timpal mbah salman. Setelah itu beliau mulai kembali memandang kitab tuanya itu.
Dulu saja saat menempuh ilmu agama sama tono saja tidak sampai lulus, karena sudah tidak ada biaya. Gimana mau belajar secara lengkap, hatiku hanya bisa merasa miskin ilmu saat mendengar cerita dari kakek tua ini.
Setelah itu Mbah salman berdiri dan berjalan mengambil salah satu kitab yang sangat usang warnanya kuning kehitaman, serta sedikit berdebu dan kelihatan kertasnya sudah rapuh. Mbah salman kembali ketempat duduknya, dan membuka pelan-pelan kitab itu. Mbah salman terlihat membaca dalam hati, suasana tampak hening sedang aku dan imron hanya memperhatikan wajahnya dari depan mbah salman.
“Ini lo nak kalau tak percaya,” kata mbah salman sambil menunjukkan isi kitab itu kepada kami. Dan mulai menjelaskan kembali tentang isi kitab tua tersebut.
Di awal abad ke 14 kesultanan turki yang mulai berkespansi ke wilayah timur jauh ke daratan asia , dengan mengirimkan da’i dan para ulama’nya untuk menyebarkan agama sang ilahi. Akan tetapi semua itu mengalami kegagalan saat memasuki asia tenggara khususnya tanah jawa. Dikisahkan mereka para dai sebagian hanya sampai dilaut jawa saja, sebagian baru memasuki pesisir utara pulau jawa! saat kedatangan mereka diketahui para pengikut dan para murid calonarang ini, mereka akan dengan segera membinasahkan dilaut jika ketahuan dilaut. Dan membunuh dipesisir utara pulau jawa sebelum masuk lebih dalam ke pulau jawa.
Korban dari timur tengah saat itu sudah banyak nak. Akhir cerita sang sultan Muhammad I atau [Mehmed 1 dalam Bahasa turki] seperti dalam kitab ini, mengirim seorang ulama pilihan yang alim dari Persia [sekarang Iran], dikisahakan dalam kitab ini kehidupan syekh al baqir ini dari kecil di didik khusus ilmu agama,meteorology,ekologi dan geofisika, Khusunya ilmu kebatinan dan ahli ru’yah. Dikitab ini nak syekh al baqir termasuk salah satu keturunan nabi kita, kalau dilihat dari nasabnya.
Barulah sejak itu, golongan ini bisa dikalahkan oleh syekh subakir. Dan proses islamisasi di asia tenggara khususnya islamisasi dijawa mulai pelan-pelan merasuk dan menyebar ke nusantara sampai sekarang. [persepsi mbah salman]
“Jadi yang garis besarnya nak yang disebut dan dibahas dalam kitab-kitab yang mbah kaji selama ini, yang bisa mengalahkan Leak sakti dari calonarang ini hanya beberapa orang sseperti mpu baradah, syekh Subakir, beberapa sunan dan beberapa keturunan syaikh al Baqir.” Jelas mbah salman.
‘Dalam diamku aku menjerit seakan mau menyerah dengan keadaan…..Aduhhh, sampai sebegitu hebatnya yang melawan golongan pengikut calonarang ini, orang-orang hebat dan terkenal dizamannya. Apa aku sanggup, sedang aku hanya orang biasa teramat sederhana tak punya apa-apa dan sedikit ilmu ini. Dulu saja lawannya saja sekelas mpu dan syekh, sekarang hanya seorang yang tidak ada apa-apanya! tambah makin kacau pikiranku, iya kalau menang kalau kalah bukan hanya keluargaku saja yang binasa, bisa-bisa satu kota bakal terkena imbasnya……[pening juga lama-lama kepalaku memikirkan penjelasan mbah salman]!’
Menurut mazhab keyakinanku shalat jum’at itu kalau kurang dari 40 jamaah dikatakan shalat tidak sepurna alias tidak sah. Padahal jumlah rumah disekitar masjid cukup banyak, sejak memasuki jalan kekampung ini. Dikanan dan kiri rumah penduduk lumayan padat rumahnya meski desa terpencil. Tapi apa dayaku jarak antara masjid satu dengan yang lain sangat jauh dan membutuhkan beberapa jam untuk sampai ke masjid lain, jadi kuputuskan untuk shalat dimasjid itu. Masalah diterima, sah atau tidak diterimanya ibadah ini hanya sang penciptalah yang tau. Anggap saja ini darurat dalam pikir singkatku, Akhirnya kuselesaikan acara ibadah jum’at itu dengan imron beserta jamaah yang lain.
Selepas shalat jum’at itu aku yang ditemani imron duduk diteras masjid untuk istirahat santai dan mengamati pentunjuk apa yang kudapat disini, meski ditemani suasana aura aneh di masjid ini. Perasaan bahagia rasa hati ini sudah menemukan apa yang aku cari, lama aku duduk di teras aku mengamati seorang kakek tua yang sedang tiduran sendirian di ujung teras masjid, ya kakek ini tadi yang menjadi imam waktu shalat jum’at. Berpakain baju koko putih, bersarung hitam dan kopyah[songkok] khas hitamnya dikepala. Wajah keriput menghiasi wajah kakek ini, kulit khas coklat keriput yang menempel dibadannya, berkumis tipis dan tinggi kira-kira 162 cm.
Aku dan imron saling berpandangan untuk memulai pencarian informasi tentang daerah ini, perlahan kami mendekati kakek itu mencoba berbasa basi dengan sopan. Kami mencoba memulai obrolan ringan sebelum tujuan utamaku untuk mencari informasi kusampaikan kepada sang kakek ini.
Quote:
Aku sendiri heran, kenal saja belum satu jam udah ngajak kerumahnya, apa dia sudah percaya juga yang aku ceritakan barusan. Ah masa bodo juga saat itu, aku dan imron ngikut saja dan berfikir mungkin beliaulah petunjuk kami. Saat itu aku dan mbah salman berjalan menuju kerumahnya, sedang imron menuntun motor bututku untuk mengikutiku dibelakang.
Terlihat rumah mbah salman terbuat dari kayu dan masih beralaskan tanah, rumah sederhana berdinding papan kayu dengan beberapa jendela di depan dan samping kirinya. Menandakan rumah desa yang sangat sederhana, diterasnya tersedia satu kursi kayu panjang terbuat dari bambu. Rumah yang nampak alaminya tanpa adanya pewarna yang menghiasinya.
Saat masuk kedalam rumahnya, diruang tamu hanya ada beberapa kursi dan meja tua yang melengkapinya, serta dua almari dari kayu berpintu kaca dipenuhi kitab-kitab kuning, meja-meja pun penuh dengan tumpukan kitab tua dan beberapa al-qur’an, banyak juga kitab itu sampai yang selipkan ke beberapa lubang kecil dibagian dinding kayu, meja depan kami dan sandaran kursi.
Suasana rumah mbah salman sangat nyaman sekali, hawa dan auranya sangat menenangkan jiwa beda sama dengan aura dimasjid tadi. Padahal jarak rumah mbah salman dan masjidnya tidak terlalu jauh juga. Kondisi dinding kayu ruang tamu mbah salman banyak dipajang beberapa foto mbah salman dengan para pemuka agama terkenal di negeri ini seperti [sensor], yang ada di dalam ruang tamu itu. Aku sendiri tidak tahu siapa mbah salman ini sebenarnya dan apa maskud dari semua ini, tapi aku berpikir orang ini jelas kelihatan orang berilmu [ahli kitab] dan alim karena foto itu jelas tidak sembarangan.
Quote:
Mbah salman langsung masuk ke ruang tengah rumahnya sedang aku dan imron langsung duduk di ruang tamu, untuk menunggu beliau.
Setelah 5 menitan mbah salman keluar dengan membawa nampan berisi kendi air putih [teko berbahan tanah liat yang dibakar] dilengkapi tiga buah gelas terbuat dari bambu. Mbah salman langsung menuangkan air putih ke tiga gelas dihadapan kami. Dan memulai membuka obrolan dengan kami berdua.
Quote:
Suasana menjelang penjelasan mbah salman, semua hening dan waktu serasa berhenti untuk mendengarkan penjelasan kakek tua itu. Aku mengambil rokok lintingan tangan sendiri dan menyulut api sebagai Pereda ketegangan ini, hal ini diikuti imron yang ikut terbawa suasana kala itu.
Quote:
Ibadah atau ritualnya untuk golongan ini, mereka lakukan dibulan – bulan tertentu. Mereka melakukan ritual dengan berpesta diatas makam anggota keluarganya yang terakhir meninggal, mereka menari dengan tarian khas mereka yaitu dengan bertelanjang bulat semua dengan mengitari makam tersebut. Mereka wajib melakukan hubungan badan, bebas untuk semua anggota yang ikut dalam ibadahnya. Laki perempuan minum bebas, minum darah, Arak dan makanannya daging manusia. Mereka memakadan daging manusia yang segar dengan cara langsung digigit dan mencabik-cabik jasad manusia itu, sebuah kenikmatan luar biasa bagi mereka hal semacam itu.
[Aku dan imron rasanya miris, mual dan enek ngebayangin sebegitunya, aliran kepercayaan mereka.]
Quote:
Mbah salman diam dan masih berfikir, suasana kami saat itu hening akan ucapku barusan. Dan mbah salman kelihatannya tak mau ambil pusing soal kejadian yang menimpa desaku, “untung masih satu desa nak, coba satu kecamatan atau satu kabupaten. Bisa jadi heboh kamu nak, Dulu saja waktu raja airlangga seluruh kerajaannya yang terkena wabahnya.” Timpal mbah salman. Setelah itu beliau mulai kembali memandang kitab tuanya itu.
Quote:
Dulu saja saat menempuh ilmu agama sama tono saja tidak sampai lulus, karena sudah tidak ada biaya. Gimana mau belajar secara lengkap, hatiku hanya bisa merasa miskin ilmu saat mendengar cerita dari kakek tua ini.
Setelah itu Mbah salman berdiri dan berjalan mengambil salah satu kitab yang sangat usang warnanya kuning kehitaman, serta sedikit berdebu dan kelihatan kertasnya sudah rapuh. Mbah salman kembali ketempat duduknya, dan membuka pelan-pelan kitab itu. Mbah salman terlihat membaca dalam hati, suasana tampak hening sedang aku dan imron hanya memperhatikan wajahnya dari depan mbah salman.
“Ini lo nak kalau tak percaya,” kata mbah salman sambil menunjukkan isi kitab itu kepada kami. Dan mulai menjelaskan kembali tentang isi kitab tua tersebut.
Di awal abad ke 14 kesultanan turki yang mulai berkespansi ke wilayah timur jauh ke daratan asia , dengan mengirimkan da’i dan para ulama’nya untuk menyebarkan agama sang ilahi. Akan tetapi semua itu mengalami kegagalan saat memasuki asia tenggara khususnya tanah jawa. Dikisahkan mereka para dai sebagian hanya sampai dilaut jawa saja, sebagian baru memasuki pesisir utara pulau jawa! saat kedatangan mereka diketahui para pengikut dan para murid calonarang ini, mereka akan dengan segera membinasahkan dilaut jika ketahuan dilaut. Dan membunuh dipesisir utara pulau jawa sebelum masuk lebih dalam ke pulau jawa.
Korban dari timur tengah saat itu sudah banyak nak. Akhir cerita sang sultan Muhammad I atau [Mehmed 1 dalam Bahasa turki] seperti dalam kitab ini, mengirim seorang ulama pilihan yang alim dari Persia [sekarang Iran], dikisahakan dalam kitab ini kehidupan syekh al baqir ini dari kecil di didik khusus ilmu agama,meteorology,ekologi dan geofisika, Khusunya ilmu kebatinan dan ahli ru’yah. Dikitab ini nak syekh al baqir termasuk salah satu keturunan nabi kita, kalau dilihat dari nasabnya.
Barulah sejak itu, golongan ini bisa dikalahkan oleh syekh subakir. Dan proses islamisasi di asia tenggara khususnya islamisasi dijawa mulai pelan-pelan merasuk dan menyebar ke nusantara sampai sekarang. [persepsi mbah salman]
“Jadi yang garis besarnya nak yang disebut dan dibahas dalam kitab-kitab yang mbah kaji selama ini, yang bisa mengalahkan Leak sakti dari calonarang ini hanya beberapa orang sseperti mpu baradah, syekh Subakir, beberapa sunan dan beberapa keturunan syaikh al Baqir.” Jelas mbah salman.
‘Dalam diamku aku menjerit seakan mau menyerah dengan keadaan…..Aduhhh, sampai sebegitu hebatnya yang melawan golongan pengikut calonarang ini, orang-orang hebat dan terkenal dizamannya. Apa aku sanggup, sedang aku hanya orang biasa teramat sederhana tak punya apa-apa dan sedikit ilmu ini. Dulu saja lawannya saja sekelas mpu dan syekh, sekarang hanya seorang yang tidak ada apa-apanya! tambah makin kacau pikiranku, iya kalau menang kalau kalah bukan hanya keluargaku saja yang binasa, bisa-bisa satu kota bakal terkena imbasnya……[pening juga lama-lama kepalaku memikirkan penjelasan mbah salman]!’
Quote:
Quote:
Diubah oleh bayubiruuuu 20-11-2019 13:31
sampeuk dan 36 lainnya memberi reputasi
37
kami tunggu pemirsah