Kaskus

Story

sinsin2806Avatar border
TS
sinsin2806
Matahari Tak Seindah Senja
PROLOG

Aku tidak pernah mengira aku akan menjalani kehidupan rumah tangga sepelik ini. Pernikahanku adalah pernikahan yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam, aku dan suamiku, kami sama-sama membuat keputusan besar dan dengan sadar menerima proses Ta'aruf ini. Kami hanya bertemu 3 kali selama proses ta'aruf itupun dengan dampingan dari masing-masing keluarga kami.

Matahari Tak Seindah Senja

Aku berasal dari keluarga yang taat beragama, namun aku bukanlah wanita solehah, aku masih belum bisa sepenuhnya menutup auratku. Bahkan aku sudah berkali-kali pacaran dengan beberapa pria sebelum aku memutuskan untuk menerima Ta'aruf ini. Umurku sudah menginjak 28 tahun saat itu, umur yang sudah sangat matang untuk membina rumah tangga.

Omongan-omongan tidak enak dari tetangga perihal kondisiku yang masih single sering aku dengar, maklum aku hidup di desa. Bukan hanya ini faktor yang membuatku menyetujui Ta'aruf, dulu aku sebenarnya belum memahami apa itu Ta'aruf ? Bagaimana prosesnya? , Dan apa inti dari menjalani Ta'aruf ?
Saat itu aku hanya terbawa nafsu, karena seiring dengan bertambahnya usiaku, ada kekhawatiran dalam hati.
Umurku sudah matang, tapi belum ada yang melamarku, sedangkan teman-temanku yang lain sudah menggendong anak, bagaimana denganku? Akupun ingin seperti orang lain, membina rumah tangga dan menjalani kehidupan umum seperti mereka.

Dengan pemikiran seperti ini, aku menyetujui ketika salah seorang kerabatku berniat mengenalkanku dengan seseorang. Kami bertemu untuk pertama kalinya dirumah kerabatku, kesan pertamaku kepada suamiku, dia adalah pria yang baik, tutur katanya lembut, pendidikanya bagus, dan yang pasti dia tidak terlihat seperti "pria hidung belang". Setelah pertemuan pertama tanpa ragu aku menyetujui untuk melakukan pengenalan lebih lanjut melalui Ta'aruf. 3 bulan kemudian aku dan suamiku resmi menjadi sepasang suami-istri

Awal kehidupan pernikahan, kami benar-benar dimabuk asmara. Namun kebahagiaan ini tidak berlangsung lama, semua berawal dari suamiku yang mengetahui kelamnya masa laluku. Dan seiring berjalannya waktu aku mengetahui masa lalu suamiku yang jauh lebih fatal, dan sangat sulit aku terima.


INDEX
1. Anita
2. Pertemuanku
3. Lamaranku
4. Pernikahan Impianku
Diubah oleh sinsin2806 22-10-2019 12:16
rykenpbAvatar border
someshitnessAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
4.1K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
sinsin2806Avatar border
TS
sinsin2806
#15
4. Pernikahan Impianku

Dulu aku sering memimpikan betapa indahnya pernikahan dengan seorang yang aku cintai. Dan sekarang percaya atau tidak percaya, hari yang aku impi-impikan sudah ada di depan mata. Ya hari ini adalah hari pernikahanku dengan mas Candra. Aku masih belum mengerti apakah ini cinta? Apakah dalam waktu sesingkat ini aku sudah mencintai mas Candra? Atau ini hanyalah kesenangan sesaat karna paras tampannya. Entahlah yang jelas aku merasa bahagia di hari pernikahanku.

Dengan balutan gaun putih tulang, aku memasuki area Akad. Disana aku melihat mas Candra calon suamiku, memakai setelan Jas warna putih dan lilitan kain batik di pinggangnya sungguh untuk kesekian kalinya aku kembali terpana melihat sosoknya. Dengan hati berdebar aku duduk disamping mas Candra. Aku jelas mendengar deru degup jantung mas Candra, tunggu atau ini adalah deru detak jantungku, aku sampai bingung membedakannya.

"Saya terima nikahnya Anita Wulandari dengan mas kimpoi 50 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."

Terdengar suara "Sah" "Sah" dari samping kanan dan kiriku. Aku mengucap hamdalah karena aku sudah menjadi istri sah dari seseorang, dengan malu-malu aku memandang ke arah mas Candra, Suamiku. Aku llihat dia menyodorkan tangan kanannya, dan akupun menerima dan menyalaminya. Aku bisa merasakan gemetar dari tangan mas Candra, ini adalah kali pertama kami bersentuhan, selama proses Ta'aruf kami belum pernah sekalipun bersalaman atau bersentuhan kulit.

Setelah acara resepsi selesai, aku memasuki kamarku yang telah dihias layaknya kamar pengantin pada umunya, aroma khas melati jelas tercium ketika aku pertama kali membuka pintu, Wah seperti inikah pernikahan, sungguh sangat indah batinku. Seketika aku membayangkan bahwa aku akan menghabiskan malamku dengan mas Candra, dan tiba-tiba saja aku merasa malu telah membayangkan hal sejauh itu.

Aku mendekati meja riasku, dan duduk didepan kaca. Aku mulai melepas pernak-pernik yang menempel dikepalaku. "Wah riasan ini benar-benar menggangu kepalaku". Aku membuka satu-persatu lapisan kain-kain yang melilit dikepalaku dan mulai membersihkan riasan wajahku. Sampai aku tidak menyadari seseorang telah masuk ke dalam kamar.

Mas Candra : "Pegel juga ya seharian berdiri"

Seketika aku menoleh kebelakang dan mendapati mas Candra sudah duduk di atas kasur dan tersenyum kepadaku.

Aku : "Iya mas, hampir 5 jam kita berdiri. Oiya mas mau diambilkan minum apa?" tawarku sambil berdiri, tentu saja aku berusaha menjadi Istri yang baik walaupun suasana masih canggung.

Mas Candra : "Kamu mau ambilin minum sekarang, itu muka kamu?" tanya mas Candra sambil menunjuk mukaku.

Aku balik badan , dan mendapati mukaku sangat berantakan setengah muka sudah bersih, tapi setengahnya lagi masih full makeup bahkan bulu mata palsu sebelah kiri belum sempat aku lepas.

Mas Candra : 'Kamu bersihin dulu muka kamu, baru nanti ambilin minum ya, dari pada kamu keluar begitu, nanti pada lari orang-orang" ledek mas Candra.

Aku :"Is bisa aja" malu juga sebenernya aku sama mas Candra.

Suasana kembali hening, ku tengok kebelakang dan mendapati mas Candra sedang berganti pakaian, ups seketika aku menutupp mataku, ya walaupun mas Candra sudah resmi menjadi suamiku, tapi kami masih merasa canggung.

Pukul 20.00 aku sudah merasakan kantuk yang hebat, mungkin efek kelelahan. Aku menunggu mas Candra namun seperitinya dia masih asik berbincang dengan keluarga dan beberapa kerabat di ruang tengah. Jadi aku memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Tiba-tiba aku merasakan ada yang meyentuh keningku, ketika aku membuka mata, aku melihat muka mas Candra benar-benar ada di depanku, hanya berjarak beberapa centi saja. Jantungku berdegup kencang, aku merasa canggung dan bingung harus merespon seperti apa. Akhirnya aku memilih untuk menarik wajahku untuk menjauh.

Aku : "Udah selese mas, ngobrol-ngobrolnya" jawabku sambil mengucek-ucek mata karna masih sangat mengantuk.

Mas Candra : "Iya, kamu uda tidur tadi?"

Aku : "Iya mas udah, maaf ya aku tadi tidur duluan, udah ngantuk banget soalnya"

Mas Candra :"Iya gpp ta"

Suasana terasa canggung sekali, aku dan mas Candra berbaring di satu tempat tidur yang sama, tapi aku bingung harus bersikap apa dan bagaimana. Bayangkan saja, kamu seranjang dengan seseorang yang belum akrab denganmu . Iya memang dia adalah sosok yang aku kagumi. Tapi ini benar-benar sangat canggung. "Seseorang tolong runtuhkan suasana canggung ini" Teriaku dalam hati.
abdulrazakr80
bayubiruuuu
berodin
berodin dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.