- Beranda
- Stories from the Heart
PACARKU HIDUP KEMBALI
...
TS
Martincorp
PACARKU HIDUP KEMBALI

Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:
KARAKTER
Spoiler for Karakter Utama:
Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:
Spoiler for Karakter Pendukung:
Quote:
Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....


Spoiler for Opening Song:
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1
ALAM BAKA
part 1
Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.
Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.
Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.
“mas...sinar ini?”
“maksudnya apa Hayati?”
“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”
“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”
“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”
“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”
“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”
Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.
“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”
“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”
“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”
“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”
Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.
“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”
“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”
“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”
Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.
“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”
“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”
“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”
“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”
“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”
“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”
Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.
“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”
“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”
Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.
Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.
“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.
Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.
Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.
Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.
Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.
................................................................
Spoiler for Closing Song:
Polling
0 suara
Siapakah yang akan menjadi pendamping hidup Asnawi ?
Diubah oleh Martincorp 06-12-2019 08:04
gembogspeed dan 207 lainnya memberi reputasi
196
690K
6.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Martincorp
#1209
BAGIAN 22
MIRAMAREU
part 1
MIRAMAREU
part 1
Matahari tengah berkuasa dilangit Jakarta. Dia memancarkan cahayanya yang sangat terang sehingga memanaskan semua permukaan bumi. Udara yang menyelimuti kota terbesar di Indonesia itu tampak terkena radiasi dari teriknya siang. Orang-orang sangat tersiksa terkena suhu panas yang terasa seperti membakar. Banyak diantara mereka yang berteduh di bawah pohon-pohon rindang yang masih sedikit tersisa diantara jajaran gedung-gedung pencakar langit yang berdiri angkuh.
Hayati telah kembali mendapat kehidupannya sebagai manusia. Setelah kembali bertemu dengan keluarganya, Hayati kini mulai menjalani kesehariannya seperti ketika dia muda dulu. Siang itu, Hayati tengah berjalan mengitari taman yang berada di kawasan Senayan. Ketika masa SMA, Hayati sering menghabiskan waktu sore ketika pulang sekolah disana bersama Yadi. Mereka selalu membeli makanan yang dijajakan para pedagang kaki lima yang mangkal di sepanjang jalan Senayan.
Hayati sangat kagum dan tidak percaya dengan perubahan kota yang sangat drastis. Dia pun merasa kehilangan banyak momen ketika harus menghilang dari kehidupan dan berubah menjadi kuntilanak selama tiga puluh tahun. Dia pun melihat ada sebuah bangku taman yang menghadap ke jalanan yang kosong. Orang-orang seakan tidak memperdulikan keberdaannya disana karena sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.
Hayati membersihkan terlebih dahulu bangku taman itu dengan beberapa helai tissue yang dibawanya dalam tas kecil untuk membersihkan kotoran. Setelah itu, diapun duduk diatas bangku taman untuk menikmati suasana Jakarta yang tampak sangat baru baginya.
Setelah menjadi manusia kembali, Hayati menjalankan semua kebiasaan-kebiasaan yang sering dia lakukan semasa sebelum manjadi kuntilanak. Salah satunya adalah menulis di buku memoar. Hayati sering menulis semua kejadian-kejadian yang dinilainya menarik untuk dikenang didalam sebuah buku kecil.
Hayati mulai menggoreskan ujung tinta pulpen yang dibawanya keatas permukaan kertas. Dia menuliskan semua kejadian yang dia alami pada hari itu. Dia juga menuliskan suasanya hatinya ketika berada ditaman yang dinaungi oleh pohon-pohon besar. Tiba-tiba seorang pemuda yang membawa ransel mendatangi kursi yang tengah diduduki oleh Hayati.
“maaf mbak, boleh saya ikut duduk di kursi ini?” sapa pemuda itu.
“boleh...” Hayati menoleh kearah pemuda itu. Tiba-tiba Hayati sangat kaget ketika melihatnya. Ternyata pemuda itu adalah Asnawi.
“ka..ka....ha...ha...ha..Hayati!!!!” tanya Asnawi terbata-bata.
“Mas Nawi.....!!” jawab Hayati
Mereka akhirnya saling berpelukan erat. Asnawi tampak menangis terharu ketika sang belahan jiwa kembali hadir diahadapannya. Begitupun dengan Hayati tang terisak di dada Asnawi sampai air matanya membasahi baju kemeja Asnawi. Asnawi dan Hayati pun kembali duduk diatas bangku taman. Kedua tangan mereka tatap saling menggenggam satu sama lain.
“kamu kok hidup lagi Hayati?”
“iya mas ku....aku selama ini masih hidup”
Asnawi tiba tiba memegang kepala Hayati, kemudaian merabanya dan melihat bagian ubun-ubun kepalanya.
“apa yang kamu lakuin mas ku? Pegang pegang kepalaku” tanya Hayati bingung.
“aku mau nyari paku Hayati.....kamu pake paku kuntilanak kan?” jawab Asnawi.
“ya enggak lah masku...aku gak pake paku kuntilanak....aku ini manusia tulen sekarang”
“wah....bener itu sayang?...kamu jadi hidup kembali?....aku...aku...gak ngerti Hayati...gimana kamu bisa hidup.....aku kira kamu pake ritual paku kuntilanak?”
“hahaha...mas ku...mas ku...enggak lah mas....aku ini ternyata selama ini adalah manusia mas...cuman berubah wujud jadi kuntilanak...aku dijadiin kunti sama Bendoro.....makanya pas Bendoro mati...aku jadi terbebas dan kembali berubah jadi manusia”
“tunggu-tunggu...jadi kamu itu dijadiin kunti hidup-hidup sama Bendoro..terus kamu terlahir kembali gitu?”
“iya mas ku sayang....aku terlahir lagi ke dunia”
“tapi..tapi...kenapa kamu malah pergi ke alam baka?”
“hmmm..betul mas ku...aku pergi kesana dan ketemu malaikat....tapi aku masih belum waktunya mati...dan akhirnya aku terlahir kembali mas ku”
“oohh.....sayang...aku berasa mimpi bisa ketemu lagi sama kamu disini...”
“iya mas ku......aku juga gak nyangka”
Mereka pun terdiam sesaat, Asnawi merangkul pundak Hayati. Untuk sesaat, mereka terbuai dalam suasana yang sangat mengaharukan ketika kembali mengingat momen-momen indah saat mereka pertama kali bertemu.
“Hayati......”
“iya mas.....”
“kenapa kamu bisa ada di Jakarta?...kenapa gak ke Bandung?”
“mmmm...anu mas ku...aku kan orang Jakarta mas....jadi aku kembali kesini buat nyari keluargaku”
“kamu ketemu gak sama keluarga?”
“alhamdulillah mas....aku ketemu sama adekku...kalo ibu sama bapak ku udah gak ada”
“Hayati....aku kangen banget sama kamu”
“aku juga mas ku.........aku kangen dipeluk sama kamu...aku juga kangen disayang sama kamu”
“iya Hayati...hari ini kita akan melampiaskannya....aku mau ngenalin kamu sama kakakku, Hayati....kebetulan dia kerja di Jakarta dan aku sekarang mau ke rumahnya”
“aku jadi deg-degan nih mas...”
“kenapa deg degan....heheheh...kan ada aku sekarang mah”
“iya mas ku hehehehe.........aku pengen melukin kamu sekarang”
“ah jangan disini atuh Hayati...bahaya, banyak orang “
“tapi aku gak kuat mas ku....pliiiiissss”
“hmmmm...yaudah kita jalan aja yuk, nonton film, kebetulan ada film horor terbaru...judulnya Keluarga Tak Kasat Mata..kamu pasti suka deh hehehe”
“iihhhh..mas ku...aku kan takut liat film setan”
“yaelah...kamu kan mantan setan atuh, masa takut ah”
“ihhh...tetep aja ah...hmmm...aku pengen sayang sayangan mas ku”
“yaudah, nanti kita udah jalan-jalan terus nginep di hotel”
“asiiiikkkk...makasih mas ku.. tapi kenapa mesti di hotel sih mas?”
“ya mau dimana atuh...di rumah kamu?”
“ihh ya enggak dong mas..hehehe....di kostan gitu”
“hadeeuuh..kostan aku kan di Bandung sayang”
“eh iya lupa hehehehehe”
Asnawi dan Hayati larut dalam suasan riang gembira. Mereka saling melintarkan candaan yang diiringi suara tawa Hayati yang terdengar masih seperti suara kuntilanak. Setelah puas ngobrol ditaman, mereka memutuskan pergi jalan jalan keliling kawasan Senayan. Mereka memasuki sebuah mall besar yang berada disana. Asnawi mengajak Hayati makan siang di restoran yang ada didalam mall. Mereka duduk di sudut restoran yang dihiasi oleh lampu-lampu gemerlip.
“kamu masih suka makan daging Hayati?”
“mmmm...suka sih mas ku...tapi aku sebenernya vegetarian”
“yaelah.....ngapain jadi vegetarian, udah lah makan daging lagi yah, aku udah pesen 5 porsi buat kamu”
“apaaaahh!!..banyak amat mas?....aku gak akan kuat...aku pengen diet...pengen langsing lagi kayak dulu”
“hadeeeuuuhh...ngapain diet sih...aku suka tubuh kamu kayak gini, apalagi dadamu yang super montok hehehehe”
“ih..kamu genit ah...awas lo...!!”
“ngancem nih?..hehehehe”
“ihhh apaan sih....”
Pelayan pun datang membawa nampan yang berisi 5 porsi daging steak yang besar. AHayati tecengang dengan apa yang ada dihadapnnya. Matanya tampak berbinar dan lidahnya pun berkelit.
“nah...sekarang udah ada...kita berdoa dulu yah”
“gak usah mas.....aku udah gak kuat!!”
Tanpa banyak basa-basi, Hayati langsung melahap daging-daging itu dengan cepat. Dia memotong daging itu dengan pisau yang ada dihadapannya. Dengan cepat pula, dia memasukannya kedalm mulut sampai penuh. Asnawi tertaw terpingkal-pingkal melihat kelakuan Hayati yang tidak berubah ketika makan.
“ngapain kamu ketawa?” tanya Hayati dengan mulut yang penuh dengan daging.
“ah enggak..kamu lucu aja sayang...katanya gak mau makan daging, tapi ini malahan lahap”
“hmmm...dasar yah..aku jadi gagal diet gara-gara kamu”
“kok nyalahin aku sih hahahaha...yaudah abisin aja semuanya”
“makasih mas ku...daging ini enak banget mas ku.....aku udah lama gak makan daging”
“nah itu baru sayangku hahahaha”
Hayati menghabiskan semua daging steak yang dipesan sampai tak bersisa. Asnawi sangat takjub dengan skill memakan daging milik Hayati yang tidak hilang. Setelah itu mereka pergi ke bioskop untuk menonton film.
Disepanjang pemutaran film, Hayati teriak-teriak ketika ada adegan horor. Banyak penonton yang terganggu dengan tingkah Hayati yang sangat berlebihan. Hingga akhirnya Asnawi mengajak keluar Hayati di tengah-tengah film karena tidak kuat menahan malu atas perilaku Hayati.
“kamu kenapa sih teriak-teriak mulu?...malu maluin tauu!!” Asnawi kesal.
“takut banget mas ku....ihh..mas sih pake nonton film horor....”
“hadeuuhh..kamu mah ane, kunti kok takut sih”
“aku udah bukan kunti lagi mas.....”
“yaudah atuh sekarang kita kemana sekarang?”
“mmmmm.....gak tau yah...mas ku punya ide gak?”
“aduh...bingung aku juga euy...kemana yah?”
“kita ke hotel aja yuk mas....aku kangen nih mas....pengen peluk pelukan hehehe”
“yaudah kita cari hotel yang terdekat dari sini”
Asnawi membuka smartphonenya untuk mencari hotel terdekat dari mall itu melalui aplikasi pencari hotel. Tak lama berselang, dia langsung mendapatkan hotel yang sesuai dengan keinginannya. Asnawi kemudian mengajak Hayati pergi dari mall itu menuju hotel.
Akhirnya Asnawi dan Hayati tiba di hotel, mereka langsung menuju ke kamar yang sudah dipesan setelah mendapatkan kunci dari respsionis. Asnawi langsung membopong Hayati ketika pintu kamar terbuka. Hayati tampak sangat senang ketika dibopong oleh Asnawi dan dibaringkan diatas ranjang.
“mas....ku...sini dong!” ajak Hayati dengan tatapan menggodanya.
“iya kunti cantikku....” Asnawi langsung menghampirinya dan berbaring diatas Hayati.
“ihhh...mas, aku udah bukan kunti lagi...aku udah jadi orang tauuuu!!”
“haha...tapi bagiku kamu akan selalu menjadi kunti ku yang paling cantik sedunia dan akhirat”
“gombal deh mas ku hehehehe...aku malu ah mas”
Mereka pun berpelukan diatas ranjang, kemudian saling bercumbu. Lidah mereka seakan akan menari dan saling terkait ketika aliran asmara dan rindu yang sudah lama tidak tersalurkan. Asnawi mulai melakukan aksinya dengan membuka secara perlahan baju Hayati berupa kemeja kotak kotak. Satu demi satu kancing dibuka sehingga tampaklah buah dada yang berukuran jumbo dari balik kemeja yang disangga oleh bra berwana merah.
“waaaaww....tubuh kamu tetep gak berubah Hayati....indah banget”
“aww...masa sih mas...emang kamu takut aku berubah jadi apa?”
“ya aku takut kamu berubah jadi wanita tua....secara kan kamu itu seumuran bapakku”
“ihh ya enggak lah mas...meskipun umurku tua tapi tubuhku masih muda”
“hehehe....iya iya....”
Asnawi yang berada diatas tubuh Hayati pun mulai membuka bajunya hingga bertelanjang dada. Hayati kaget dengan perubahan tubuh Asnawi yang terlihat lebih kurus dan mengering.
“mas ku...kenapa badanmu kurus banget...sampe keliatan tulang?”
“hmmm...selama ini aku stres Hayati...aku mikirin kamu...aku sedih banget ketika kamu tiba-tiba ninggalin aku”
“duh!....maafin aku mas...gara-gara aku, kamu jadi kurus”
“gak apa apa sayangku..yang penting sekarang, kita udah bersatu lagi...aku janji akan menikahimu setelah aku beres kuliah”
Asnawi kembali mencium Hayati dengan mesra dan penuh gairah. Hayati memeluk tubuh Asnawi dengan erat. Kedua tubuh itu saling bersentuhan, tangan Asnawi mulai bermain menggerayangi tubuh indah Hayati yang kini hanya bersisa pakaian dalam.
“mas.....aku sayang banget sama kamu” bisik Hayati ditengan erangan dan desahan ketika Asnawi memberikan rangsangan birahi di bagian tubuh yang sensitif.
“aku juga sayang banget Hayati......”
“ahhh...ahh...mas ku.....cepet lakuin mas ku...aku udah gak kuat”
Ketika Asnawi dan Hayati semakin memuncak, tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Asnawi tidak menghiraukannya dan tetap membuat Hayati melayang layang dalam lautan asmara. Akan tetapi, suara bel itu lama lama menjadi kencang dan terus berbunya. Akhirnya Hayati pun menghentikan Asnawi dalam peraduan cinta.
“mas...mas ku...stop dulu mas ku...!!!”
“duh kenapa di setop Hayati...aku baru mulai nih!”
“itu bel teru terusan bunyi...bukain sana gih, siapa tau ada hal yang penting”
“males ah...paling pegawai hotel yang meu balikin uang kembalian”
“enggak mas...ku, bukan itu...ayo mas..cepetan bukain...aku disini aja nungguin kamu”
“hadeuhhh dasar kampret!!...gangguin orang lagi enak-enak aja nih...maafin aku yah Hayati”
“gak apa apa mas ku”
Asnawi pun turun dari ranjang, dia kemudian memakai kembali celana dan baju yang terserak di lantai, sementara Hayati tetap berada diatas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh indahnya. Asnawi pun membuka pintu kamar.
“KALIAAAAAN!!........KENAPA KALIAN BISA BERADA DISINI ?” Asnawi sangat kaget bukan kepalang.
“hi honey.....i missed you so much” sapa Cascade dengan senyumnya.
“hai den Nawi.....aku juga kangen sama kamu...hehehe....maafin aku yah” sapa Bi Asih yang kemudian menodongkan sebuah teaser gun dan menembakan sangatan listrik kepada Asnawi.
Asnawi pun terkapar tak berdaya setelah tesengat listrik yang cukup besar. Hayati yang melihat kejadian itu, langsung berteriak dan segera bangun dari ranjang dengan hanya memakai selimut yang menutupi tubuhnya. Cascade dan Bi Asih masuk kedalam kamar, mereka langsung berhadapan dengan Hayatin yang masih panik dan kebingungan.
“mau apa kalian???.....apa yang kalian lakuin sama mas Nawi?” teriak Hayati.
“I’m so sorry Hayati....I have to do this to Asnawi...because he’s mine precious...” jawab Cascade yang menodongkan sebuah pistol kepada Hayati.
“maafin aku neng....Bibi juga sama seperti non Cascade....Bibi gak mau ngasih den Nawi buat eneng..karena den Nawi itu juga milikku” kata Bi Asih dengan tetap berusaha ramah kepada Hayati.
“terus apa kalian udah membunuh mas Nawi ku?” tanya Hayati.
“ enggak neng...aku Cuma bikin den Nawi pingsan aja” jawab Bi Asih santai.
“but we are coming to here.........its just for kill you!!” jawab Cascade dengan penuh amarah.
“wait..wait..kenapa kalian pengen membunuhku?...apa salahku?....lagian mas Nawi itu miliku satu satunya aku gak akan sudi membagi dia dengan kalian” teriak Hayati.
“itulah kesalahanmu Hayati...kamu ingin merebut kembali Asnawi dari pangkuanku setelah kamu mencampakkan dia....did you know Hayati?...he almost mad because of you!...and now...you come back to here for take him from me” balas Cascade.
“baiklah..kalian jangan lakuin itu....aku gak mau menyakiti kalian...aku peringatkan kalian untuk tidak melawanku” Hayati berusaha memeperingati sambil memasang kuda kuda untuk siap bertempur.
“anjiirr...sombong banget sih lu!!”
Tiba tiba Cascade menembakkan pistolnya kearah Hayati, namun berkat kepiawaiannya dalam bertarung sangat tinggi, Hayati bisa menghindari tembakan itu dan dengan cepat menyerang balik Cascade dan Bi Asih hingga mereka terjatuh ke lantai. Setelah itu Hayati berlari ke arah Asnawi yang masih terkapar di pintu kamar.
“kamu gak apa apa mas ku?” tanya Hayati.
“pergilah Hayati....selamatkan dirimu...mereka ingin membunuhmu”jawab Asnawi dengan terbata bata.
“tapi aku gak mau pergi tanpamu!”
Tembakan peluru kembali melintas diatas kepala Hayati yang tengah berjongkok. Cascade dan Bi Asih kembali bangkit dan berusaha mengejar Hayati yang dengan spontan berlari keluar kamar. dia berlari sepanjang lorong panjang hotel yang sangta panjang dan bercahayat redup.
Hayati akhirnya tiba diujung lorong dimana terdapat sebuah pintu yeng terkunci. Hayati berusaha membuka pintu itu, namun segala usahanya sia sia. “duh!..seandainya aku bisa nembus tembok kayak dulu” gumamnya dalam hati. Ketika Hayati berbalik badan, tiba tiba Cascade dan Bi Asih sudah berada dihadapannya.
“Casey.....Bi Asih..tolong...tolong...kita bisa selesaikan ini baik baik”
“hmmm baik baik neng?....kalo begitu eneng pegang nih pistolnya non Cascade, terus tembakin ke kepala sendiri...baru itu baik baik” jawab Bi Asih.
“you should be dead Hayati...aku gak akan melepas Asnawi padamu” tambah Cascade yang kembali menodongkan pistolnya lagi.
Ketika Hayati, Cascade dan Bi Asih sedang dalam keadaan tegang, tiba tiba secara perlahan pintu yang berada di belakang Hayati terbuka dan masuklah Merry yang membawa sebilah pedang secara perlahan hingga tidak diketahui oleh Hayati. Merry dengan cepat dan brutal, dia menusukkan pedang itu di punggung Hayati sampai menembus ke perut. Hayati berteriak kesakitan ketika pedang itu kembali dicabut oleh Merry sehingga meninggalkan lubang menganga di perut Hayati.
“Merry...apa yang kamu lakukan??” tanya Hayati sambil memegang perutnya yang berlumuran darah.
“hmmm...aku pengen bunuh kamu Hayati...kamu udah ngerebut Asnawi dariku, dia adalah milikku” jawab Merry dengan penuh dendam.
“tapi aku udah nolongin kamu Merr....aku udah nyelametin kamu dari kehidupan pramuria..”kata Hayati.
“ya aku sangat berterimakasih untuk itu buat kamu...aku sekarang udah tobat...tapi tetap, aku gak mau berbagi Asnawi dengan mu” balas Merry.
“KALIAN SEMUA GILAAAA!!!!” teriak Hayati yang kemudian berlari memasuki pintu yang berada dibelakangya yang ternyata menghubungkan menuju ruangan pertemuan.
Hayati dengan bersimbah darah, berlari menyusuri deretan kursi yang berdert rapi di aula itu. Setelah cukup jauh, dia tiba tiba melihat seorang gadis berambut sebahu yang berselimut handuk tengah duduk di sebuah kursi di deretan depan. Hayati langsung mengenal sosok itu yang merupakan Utami. Dia pun berteriak memanggilnya.
“TAMI!!....TOLONG AKU!!”
“mbak kunti?.....apa yang terjadi?” tanya Utami yang kaget melihat Hayati terkapar dihadapannya dengan berlumuran darah.
“aku mau dibunuh Tami....aku mau dibunuh sama mereka”
“mereka?....siapa mereka?”
“Cascade.....Bi Asih dan Merry”
“kenapa mereka ingin membunuhmu?”
“mereka gak mau mengiklaskan mas Nawi buatku”
“apaaaahhh!!...kurang ajar mereka!...biar aku bunuh mereka duluan mbak....mbak berbaring aja disini”
“makasih Tami....”
Cascade, Bi Asih dan Merry akhirnya tiba di ruangan itu dan langsung berhadapan dengan Utami uang sudah memegang sebuah belati.
“oww...ternyata kamu memihak sama kunti itu yah” tanya Merry.
“iya...aku mau membunuh kalian...karena kalian udah menyakiti kakakku” teriak Utami.
“whoa..whoa...chill out girl...tenang...kita Cuma penen keadilan” kata Cascade mencoba menenangkan Utami.
“keadilan apa?”
“keadilan untuk memiliki Asnawi........Hayati ingin merenggut Asnawi dari kita” jawab Cascade penuh emosi.
Utami mulai gentar, dia menunduk dan tubuhnya bergetar. Hayati sangat panik melihat perubahan tingkah Utami. Terdengar sayup-sayup suara isakan tangis Utami. Air matanya pun menetes membasahi lantai.
“ayolah Tami....bunuh mereka...kamu udah dilatih membunuh cepat sama aku...pake belati itu untuk menggorok leher mereka....jangan biarkan mereka merebut kembali mas Nawi dariku....cepetan Tamiiiii!!!”
“maksud mbak seperti ini?.....” Utami tiba tiba melesat kearah Hayati dan menebas leher Hayati yang tengah berbaring di atas lantai. Hayait kembali beretriak kesakitan ketika lehernya tersayat dan memancarkan darah yang sangat banyak.
“ke..ke..kena..kena..kenapa...kamu malah menggorokku?...aakhh..aakkhhh..aakkhhh” tanya Hayati yang sekarat.
“maafin aku mbak kunti...tapi aku juga ga mau memberikan Asnawi kepadamu” jawab Utami yang berlinang air mata.
“tapi kenapa?”
“kamu tahu mbak, selama mbak ninggalin Asnawi, akulah yang mengurus dia...tiap hari aku menggantikan posisimu....aku berusaha menguatkan dia agar ga larut dalam kesedihan....hingga akhirnya akupun mulai membutuhkannya....mbak kunti sekali lagi maafin aku...aku tetep sayang kok sama mbak”
Utami mendekati Hayati yang tengah sekarat. Kulitnya tampak mulai pucat karena Hayati kehilangan banyak darah yang mengalir deras membanjiri lantai. Kemudian Utami pun mencium kening Hayati dan memperlihatkan belatinya kepada Hayati.
“maafin aku mbak...aku akan mengakhiri penderitaan mbak sekarang”
“TIDAAAAAAAAAAAAAAK!!!!!!!!!” teriak Hayati ketika Utami mengayunkan tangan ke lehernya.
.....
APAKAH SANG SEMANGKA BENAR-BENAR DIHABISI OLEH SANG JERUK SANTANG MADU?
MARI KITA MENIKMATI KENTANG KUALITAS IMPOR INI DENGAN BAHAGIA


Diubah oleh Martincorp 18-10-2019 15:42
symoel08 dan 29 lainnya memberi reputasi
30
Tutup























