- Beranda
- Stories from the Heart
SEPARUH AKU
...
TS
reta1985
SEPARUH AKU
Heloo agan sista.. Trit baru nih ..
Semoga betah yaa nenda di mari..
Yuuk cuz
**Trit yang lama berjudul Hi
https://www.kaskus.co.id/thread/5a8a...&style=compact
Enjoy !!
Semoga betah yaa nenda di mari..
Yuuk cuz
**Trit yang lama berjudul Hi
https://www.kaskus.co.id/thread/5a8a...&style=compact
Enjoy !!
anasabila dan 4 lainnya memberi reputasi
5
1.2K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
reta1985
#3
ICE CUBE
Quote:
-- Liar, nakal, brutal and whatever!! --
Pas untuk menggambarkan diriku. Namaku Sarah, usia ku saat ini 27 tahun. Aku lahir dan besar di Semarang. To the point, sex for life adalah motto hidupku. Sex bisa bikin aku rileks. Selelah apapun , aku tetep on kalo urusan sex. It is in my blood. sudah mendarah daging.
Perawanku hilang di usia 15 tahun. Dan aku ga menyesal sama sekali. Pertama kali aku melakukannya dengan mas sepupuku, Andre. Dia orang pertama yang mengajari ku bercinta.
--
Saat itu Andre sudah kuliah semester 2. Usianya saat itu 19 tahun. Sedangkan aku masih SMP kelas 3. Kami sama sama mau melakukannya karena kami saling tertarik. Aku melayang saat suatu sore dia bilang sayang padaku lebih dari saudara. Tapi karena kami masih saudara sepupuan, dia memendam perasaannya. Gayung bersambut. Aku menyambut perasaannya. Tapi kami tidak saling jatuh cinta. Dia bukan cinta pertamaku begitu sebaliknya. Kami memutuskan have fun saja. Melakukan karena sama sama suka.
Kami jadi makin dekat. Semua anggota keluarga tidak keberatan dengan kedekatan kami. Mereka berpikir kedekatan kami sebatas antar saudara sepupu belaka. Padahal kami dekat lebih dari saudara sepupu. Kami sering nonton bokep bersama dan tak jarang praktek langsung setelah menontonnya.
Kami sering melakukan di rumah Andre. Karena kondisi rumahnya selalu sepi. Andre anak tunggal . Ortu Andre juga selalu sibuk dengan urusannya masing masing . Pakde War , kakak ibuku, selalu sibuk bekerja di kantor , malam baru di rumah . Sedangkan bude Narti sibuk berdagang di pasar dari pagi sampai sore . Menjelang maghrib baru sampai rumah.
Kondisi rumah yang sepi membuat kami los. Bebas berekspresi. Semua hal kami lakukan untuk kesenangan sex kami berdua. Mulai gaya yang normal sampai yang aneh aneh. Mulai di dapur, kamar mandi, kamar ortu Andre sampai di area terbuka seperti jemuran belakang rumah. Banyak benda yang kami pakai sebagai pelengkap . Mulai makanan seperti es krim dan kopi hingga benda benda ajaib disekitar kami seperti semir sepatu untuk merangsang bagian sensitif kami. Dari semua itu, kami suka bermain dengan es batu. Inilah awal mula aku suka melakukan sex dengan alat bantu es batu .
Semua yang kami lakukan itu bikin kami ketagihan. Kami sama sama merasa kehilangan kalo sehari saja tidak bertemu dan melakukan sex bersama.
Untuk pertama kalinya juga, aku mengenal hubungan bebas dan terbuka dari Andre. Saat aku sudah SMA. Lingkungan sekolah baru membuatku mengenal banyak teman. Cewek dan cowok. Aku mulai bebas bergaul . Dan Andre memberiku kebebasan melakukannya dengan siapapun semauku . Begitu juga dia yang juga boleh bebas melakukan dengan siapapun. Sebetulnya aku ragu untuk bisa bebas begituan dengan org lain selain Andre. Karena perlahan aku mulai nyaman dengan Andre dan menganggap Andre adalah pacarku.
Tapi Andre berbeda. Dia tidak pernah melibatkan perasaan cinta ketika bersamaku. Dia benar benar just having fun with me. Dan ini membuatku sedikit kecewa. Andre mulai sering bawa pulang cewek lain ketika ada aku di rumahnya. Tapi dia tetap memperlakukanku seperti biasanya. Dia selalu bisa bikin aku tinggi sehingga aku lupa bahwa ada cewek lain di rumah Andre ketika kami melakukannya.
Perempuan yang dibawa Andre selalu berbeda . Andre seperti selalu haus sex dan belaian . Apa kulakukan untuknya sepertinya tidak pernah membuatnya puas. Kelakuan Andre yang semakin ngawur kadang membuatku jijik. Tapi aku tak bisa mundur. Karena aku juga menikmatinya. Termasuk saat Andre mengajak kami melakukannya bersama sama. Gila !! Begitu pikirku. Tapi sekali lagi, aku kalah dengan kenikmatan ice cube sex yang disuguhkan Andre.
Lama lama, aku pun lebih terbuka. Aku pun mulai melirik cowo lain . Teman sekelasku, Gunawan. Kesan ketika melihat Gunawan pertama kali adalah cowok culun yang kutu buku. Ternyata dia lebih hot ketimbang Andre. Permainannya lebih greng dan membuatku lambat laun meninggalkan Andre. Tapi kenyataan kalo Gunawan adalah gigolo membuatku syok. Aku pun meninggalkan Gunawan .
Kelas 3 SMA aku vakum dari segala kegiatan sex. Aku fokus belajar untuk masuk PTN. Aku ingin kuliah di jurusan ekonomi dan bekerja di bidang perbankan. Menurutku, wanita yang bekerja di bank itu seksi dan sensasional . Aku mati matian belajar. Bukan hanya belajar terkait akademis, akupun belajar cara membawa diri. Ayahku tidak keberatan untuk menyekolahkan ku di sekolah kepribadian. Ayah juga berharap aku menjadi wanita sukses di masa mendatang.
Aku lolos diterima di universitas negeri tersohor di Semarang. Seperti harapanku. Aku pun sanggup dan berhasil untuk tidak melakukan sex hingga semester 2 kuliah . Awal semester 3 aku bertemu dengan Farukh. Aku mulai goyah. Kecanduanku tehadap sex mulai muncul kembali . Farukh adalah cowo paket komplit keturunan Arab. Dari segi materi dan wik wik cukup memuaskan. Ini adalah awal mula aku jadi cewek pemilih. Aku hanya memilih cowok yang dari segi materi cukup dan punya body bagus. Aku tidak mau susah payah keluarkan uang . Dan Farukh menyangupi semua materi yang kuminta. Dari sini aku mulai hobby shoping dan jajan yang mahal mahal .
Tentu saja aku juga menjalin hubungan selain dengan Farukh. Dia tidak keberatan. Karena Farukh juga hanya bersenang senang saja dengan tubuhku yang menurut dia sempurna untuk ukurannya. Aku dan Farukh masih bersama hingga kini. Saat ini dia sudah menikah dan memliki seorang anak laki laki. Farukh tidak pernah bisa melepaskan ku. Baginya aku seperti oase di tengah gersang rumah tangganya yang dibangun dari perjodohan orang tua.
Banyak nama laki laki yang ga bisa kusebutkan setelah Farukh karena saking banyaknya pria yang menjalin hubungan terbuka denganku. Dari semua pria itu, aku sama sekali belum merasa mencintai. Mereka seperti boneka yang bisa kumainkan kapanpun. Tanpa rasa bersalah dan menyesal aku terus saja bermain dengan mereka.
Sekalipun aku liar , nakal dan brutal, nilai akademisku bagus dan aku lulus tepat waktu. Setelah lulus kuliah, aku melamar kerja di bank BUMN dan ternyata bisa ketrima bekerja disana. Selain bekerja, aku lanjut kuliah S2. Bagiku pendidikan adalah segalanya. Biar nakal yang penting smart, begitu pikirku.
Ada seorang supervisor dan manager tempat ku bekerja mulai tertarik padaku. Tapi aku pegang teguh prinsip. Tak baik berhubungan dengan pria teman kerja . Bahaya. Aku berpikir bahwa mereka kalo sudah ga suka atau bosan, bisa membuang ku kapan saja dengan cara curang.
Keteguhanku untuk tidak bersama dengan pria sekantor hingga sekarang tak pudar. Aku bebas menjalin hubungan terbuka dengan pria di luar kantor. Pekerja di kantor lain lebih menarik menurutku .
"Sarah, ga baik seperti itu"
"Cobalah berkomitmen dengan satu pria saja"
Cindy , sahabatku, mencoba mengingatkanku. Dia mulai jengah dengan perilaku ku yang begitu gampang ganti laki laki. Tapi aku tetap cuek. Cindy bahkan tidak tau kalo pacarnya, Bram, sering menghabiskan malam bersamaku. Aku sama sekali tidak merasa bersalah pada Cindy karena pacarnya pun mencumbuku. Aku juga tidak merasa bangga karena aku sudah berkencan dengan banyak pria. Aku merasa biasa saja. Ada hasrat yang harus kupenuhi. Begitu saja pemikiranku.
Ice cube sex membuat ku benar benar berada di surga dunia . Semua beban pekerjaan, masalah, penat dan lelahku sirna ketika ice cube menyentuhku. Inilah caraku menikmati hidup. Tentu aku belum berpikir ke arah komitmen dengan 1 pria saja. Berat sekali rasanya. Aku belum siap untuk jatuh cinta dan melabuhkan hati pada seorang pria. Mungkin aku takut sakit hati. Aku takut menderita dan bodooh sumur hidup seperti ayahku yang hanya mencintai 1 wanita yang sudah meninggalkannya, Arumi, ibuku.
Aku masih belum genap 1 bulan ketika ibuku meninggalkanku. Jadi hingga kini aku tak tau seperti apa wajah ibuku. Ayah dan keluarga besar tidak pernah menunjukkan foto ibuku. Ayah tidak mau aku mencari ibuku. Ayah tidak mau aku menaruh dendam pada org yang sdh melahirkan aku. Ayah juga tidak cerita alasan ibu meninggalkan kami. Aku dengar dari mbah Santi, ibunya ibuku, bahwa ibuku minggat degnan laki laki lain yang merupakan pacaranya sebelum dinikahkan dengan ayahku. Ibuku anak kedua dari 3 bersaudara. Menurut keterangan mbah Santi, ibu satu satunya anak yang luput sembur. Yang paling tidak bisa diatur dan bandel . Nenek juga ragu, aku ini anak ayahku atau anak pacar ibuku. Karena menurut mbah, pernikahan ayah dan ibu baru enam bulan aku sudah lahir.
Mbah tau benar siapa ayahku. Pemuda gereja yang taat yang tidak mungkin neko neko menghamili anak org. Mbah kecewa dengan ibuku. Dia sudah ikhlas kemanapun ibu pergi . Dia mendokan yang terbaik untuk ibuku. Mbah tidak mau aku seperti ibuku yang main pergi gitu aja meninggalkan anak dan suaminya. Mbah menjodohkan ayah dan ibuku agar ibu menjadi org yang baik. Tapi yang terjadi malah lebih parah. Ibu makin tak terkendali. Entah bagaimana sekarang keadaan ibuku.
Dari kelakuan ibuku, aku berkaca bahwa manusia pasti punya pilihan . Dia tau mana yang baik ,mana yang tidak baik. Aku memilih menjadi baik menurut versiku. Aku tidak ingin terikat dengan pernikahan dulu hingga aku sanggup berkomitmen dengan baik dengan 1 pria. Karena menikah itu berat. Tidak mudah. Harus siap fisik dan mental. Aku tidak mau tidak bertanggung jawab seperti ibu apapun alasannya.
Ice cube sex menjadi jalan bagiku menikmati hidup . Lebih enak begini. Aku merasa mampu bertanggung jawab. Karena aku tak terikat pada siapapun dan apapun.

Demikian ceritaku, aku berharap pembaca tidak menghakimiku ttg cara ku menikmati hidup. Tentang cerita orang tuaku , aku tidak peduli. Yang penting sekarang aku menjadi anak yang baik dimata ayahku yang sdh pensiun. Aku menggantikannya mencari nafkah. Aku ingin ayah yang sudah kerja keras mendidik dan menyekolahkanku, menjadi bangga padaku. Entah dia benar ayahku atau bukan, aku tetap menyayanginya sebagaimana dia ayah kandungku. Aku tidak ingin mengecewakannya seperti yang ibuku lakukan.
Mungkin bagi ayahku, ibuku adalah cinta sejatinya. Aku menghormati keputusannya untuk tetap mencintai ibuku hingga akhir hayatnya.
"Ayah jatuh cinta pertama kali dengan Arum"
"Ayahpun jika kelak mati akan tetap membawa cinta ini"
"Ibumu tetap yang tercantik buat ayah"
"Dan kamu, Sarah, anakku tersayang, matahariku.. "
"Selamanya akan tetap begitu.."
Ayah selalu berkata seperti itu jika aku membahas kejahatan ibu. Ayah tidak mau aku marah atau dendam.
"Hati Sarah baik, jangan dendam pada ibumu"
"Dia sedang tersesat. Entah kapan akan kembali"
"Kita berdoa terus, agar kita selalu bersama dan kuat yaaa"
"....."
Aku cuma bisa terdiam jika ayah sudah bicara begitu. Hatiku selalu luluh . Ayah tau bagaimana m
eredam emosiku. "Makasih ayah, uda jadi sosok yang baik buat Sarah"
Kami selalu berpelukan, saling menguatkan jika kmi berdua merasa rapuh.
Quote:
g.gowang memberi reputasi
1