Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
suryosAvatar border
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
DayatMadridista dan 113 lainnya memberi reputasi
106
465.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#3082
Decision
Sekitar semingguan setelah pertemuan dengan Dee, Keket mengajak ane menginap di Hotel. Dia semua yang bayar. Salah satu hotel bintang 5 terkenal di ibukota. Tumbenan nih weekend ngajaknya nginep, biasanya jalan. Toh kalau misalnya mau ngejatah tinggal pergi aja kekostan dia, atau dikostan ane. kami tiba sekitar jam 14.00 hari sabtu. Keket keliatan ceria banget waktu itu. Ane sih asyik-asyik aja kan, ane berpikir jangan-jangan bocah ini abis dapat bonus gede nih dari perjalanannya keluar kota kemarin, makanya bisa nraktir ane kesini. Hehe.

“Mandi dulu yuk.” Katanya.

“Ayo deh.” Kata ane sambil tersenyum ke dia.

Ane kemudian mandi bareng sama dia. Dan ya taulah ya. Keket hari itu sangat-sangat agresif. Bibir ane sampe agak pedih karena dia nyiumnya nggak kira-kira banget. Sampai malam hari setelah mandi itu kami melakukan pertempuran sekitar 7 atau 8 kali. Sampe gemetaran kaki ane. keketnya nagih terus nggak kira-kira. Mandi sore masih sekitar jam 16.00, habis itu sampai sekitar jam 21.00 malam terus-terusan. Kami sampai lupa belum makan malam.

Kami turun kebawah, ternyata masih bisa pesan makanan direstoran hotel. Makananya juga enak banget, dan suasananya fine dining banget. Keket malam itu makai parfum D&G Light Blue Woman Intense yang aromanya menyejukkan banget buat ane. tumben amat lagi ini anak pakai nyemprot parfum padahal cuma makan doang.

Setelah makan ternyata baru berasa capek si Keket. Tadinya mau lanjut pertempuran lagi tapi kami udah kecapekan. Akhirnya malah nonton biasa sambil chit chat ringan, terus malah ketiduran sampai pagi. Keket udah bangun duluan dan tumbennya lagi, dia udah mandi. Biasanya urusan mandi selalu ane yang ingetin buat mandi, ini tumben banget sebelum ane bangun dia udah mandi. hehe.

Dia pakai kaos putih tipis dan nggak pakai bra, jadinya nyembul nggak karuan itu gunung kembar. Biar kata udah biasa liat, tapi tetep aja kegoda kalau dia pakai baju kayak gitu. Hehe.

“Kamu tau, aku itu sayangnya Cuma sama kamu Ja.” tiba-tiba Keket meluk ane yang masih rebahan dikasur.

“Iya dong sayang. Aku tau kok. Hehe. kenapa sih tumben ngomong gini?” katanya.

Dia cuma diam aja, dan tersenyum. Kemudian nggak lama malah menangis.

“Loh kamu kenapa? Kok nangis? Ada yang salah sayang?”

Keket menggeleng, tapi dia terus-terusan menangis. Ane jadi bingung ngeliatnya.

“Sayang, kamu mandi dulu biar seger gih. Terus sarapan yuk. Itu udah dianter kekamar sarapannya, ada sandwich tuh demenan kamu.”

“Cerita dulu Ket, kamu kenapa tiba-tiba nangis.”

“Iya nanti aku cerita, kamu mandi dulu terus sarapan ya sayang.”

Ane mandi pagi dan terasa segar banget apalagi pakai air hangat. Kemudian ane makan sandwich yang rasanya luar biasa enak itu. Sandwich udah berasa kayak B*g M*c, tebel banget. Haha. Keket lalu beranjak dari kasur, dia berdiri didepan kasur, lalu membuka semua pakaiannya, dari mulai kaos tipisnya yang langsung tersembul gunung kembar yang putih, kencang dan padat berukuran 36 C, celana hotpants beserta celana dalamnya yang kemudian terlihat gerbang surga yang sangat bersih tanpa sehelai rambut pun. Keket langsung menyerang ane yang duduk dikasur hanya dengan handuk dan baru ngehabisin makanan.

Serangan tiba-tibanya ini sangat liar, tapi ane bisa merasakan dia mengerahkan tenaganya dengan hati. Hati yang sangat besar hanya buat ane. dia menciumi ane dari atas sampai bawah. Kemudian terhenti dibawah karena bermain dengan rocky. Rocky dimainkan sangat lama, lebih lama dari biasanya. Luar biasa banget dapet serangan fajar kayak gini. Hehe.

“Telen ya Ket, kayak biasa, biar sehat.” Kata ane sambil tersenyum ke dia.

“Udah nih semua aku telen.” Katanya dari bawah, tersenyum sambil mengeluarkan lidah dan ditunjukkan ke ane.

Lalu setelahnya dia merebahkan ane lagi dan mengarahkan si rocky ke lubang surganya. Dia bergerak turun naik dengan sangat luar biasa. Sangat bersemangat, bahkan tangan ane diarahkan untuk memegang gunung kembarnya. Keket nggak pernah kayak gini sebelumnya. Lalu kami berganti posisi, ane yang mengendalikan permainan. Kalau ane yang pegang kendali, dijamin semua berantakan karena nggak akan diam disatu tempat.

Kami bermain entah 4 apa 5 ronde tanpa jeda pagi itu. Gila banget. Sampai perut ane sakit kayak orang habis lari tapi nggak pemanasan dulu. Ketika ronde terakhir dan ane bilang mau keluar, dia bilang, “biarin aja disana, jangan dikeluarin rockynya”. Ane yang cukup takut awalnya, akhirnya tetep nurut aja apa kata dia.

“Ket, yakin kamu nggak kenapa-kenapa ini nanti?” kata ane.

“Udah nggak apa-apa sayang. Kamu enak kan?” katanya.

“Ehmm. Iya sayang.”

Lalu kami benar-benar menyudahi permainan kami. Suhu ruangan yang dingin jadi berasa panas karena kami tetap berkeringat. Ane tersenyum ke Keket yang rebahan disebelah ane. Dia pun tersenyum manis sekali ke ane. Lalu dia memeluk ane. Dalam keadaan tubuhnya diatas ane dan kepalanya menghadap ke bantal diposisi sebelah kepala ane, ane dengar dia menangis dengan kencang. Bukan sesenggukan, tapi nangis beneran. Ane biarin dulu dia selesai nangisnya. Guncangan badannya pun sangat terasa. Anak ini bener-bener nangis maksimal. Ane nggak tau ada apa dan kenapa ini.

Keket bangkit dari badan ane, dia duduk dan ane juga duduk disebelahnya. Kemudian dia menatap ane lama banget, dan sangat penuh arti. Ane aja sampai grogi diliatin sebegitunya sama dia. Nggak pernah dia menatap ane lama banget tanpa berkata-kata. Tapi matanya seolah bicara “Please, stay with me forever.”

“Maafin aku sayang.” Dia membuka percakapan.

“Hah? Maaf kenapa sayang?” tanya ane.

Dia lalu mengambil sesuatu dari dalam tas ranselnya. Sebuah kotak kecil berwarna biru dongker. Entah kenapa, benda itu juga beraroma wangi. Dia memberikan ke ane. ternyata sebuah undangan pernikahan. Begitu ane membuka kotak tersebut, terdapat nama yang sangat nggak asing buat ane.

Shega & Kathy.

Ane setengah nggak percaya dengan pemandangan yang ane liat ini. Tiba-tiba seluruh badan ane terasa sangat panas. Ane berusaha untuk mengendalikan diri supaya nggak meledak ledak. Ane berusaha untuk kalem, tenang setenang mungkin.

“Ini maksudnya apa Ket?”

Keket hanya bisa menangis lagi. Ane kemudian meneliti lebih dalam, membaca banyak keterangan yang ada disana. Ya benar. Itu sebuah undangan pernikahan. Pernikahan Keket dan Mas Shega. Ane tau persis nama ibunya Keket dan Bapaknya, dan itu terpampang jelas di benda tersebut. Waktunya itu akhir Februari ini, ditempat yang dulu pernah kami bilang bakal jadi tempat resepsi kami.

“Ket, ini gimana maksudnya?”

“………………”

“JAWAB AKU!” aku membentak dia.

“I..Iya Ja. Aku akan ceritain semuanya.”

“Yaudah lanjut..” ane beranjak dari kasur ngambil pakaian ane dan pakaiannya. Setelah selesai berpakaian dia mulai bercerita.

“Kamu inget waktu aku menghilang dulu karena urusan kamu dengan Harmi?”

“Iya, aku inget. Terus?”

“Iya, momen itu entah kenapa aku malah makin intens sama Mas Shega, yang notabene pacar resmi aku kan. Dan akhirnya, kala itu, Mas Shega memutuskan untuk perkenalan keluarganya ke keluarga aku. Aku udah nolak banget waktu itu. Tapi dia malah langsung ngedatengin Ibuku didesa. Tanpa aku. Dan akhirnya entah ngomongnya gimana, aku jadi dipaksa sama ibuku buat mau ngelaksanain acara ini. Terjadilah itu Ja. Kenalan keluarga. Aku sempet mikir jangan-jangan ibuku disogok pakai uang, tapi katanya nggak ada sogok-sogokan kayak gitu. Setelahnya kan aku juga bilang tuh, nanya-nanya soal nikah muda, ya karena awalnya ini. Ibuku bilang nggak mau nunda-nunda mumpung ada yang mau, udah mapan, dan pastinya punya masa depan yang jelas.”

“Kenalan keluarga? Wah hebat banget akting kamu setelahnya ya? segala malah mau balik sama aku, malah segala mau jadi pacar aku pas abis makrab itu, maksudnya apaan coba?”

“Maafin semua keegoisan aku sayang. Kamu tau cinta aku nggak pernah luntur dan padam sama kamu. Ini semua aku lakuin dengan terpaksa karena ibuku memaksa aku. Tapi aku nggak mau kehilangan kamu. So, di momen-momen sebelum aku benar-benar harus pisah sama kamu selamanya, aku kayak gitu ke kamu. Ingat sayang, hanya kamu yang aku cintai. Bukan Mas Shega.”

“Tapi bukti undangan ini apa???”

“Kamu tau, kenapa aku nggak bisa datang di momen kamu sidang skripsi? Itu karena aku lamaran yank. Ya, lamaranku di hari kerja. Di Sumedang sana. Makanya seminggu terakhir sebelum hari H kamu sidang aku selalu sibuk kan? Ya karena aku mempersiapkan ini. Tapi kebanyakan semua udah dipersiapkan sama Mas Shega. Seserahan atau hantaran, dekorasi dan semua-semuanya Mas Shega yang urus karena emang waktunya dia kan banyak. Dia seorang pengusaha yang bisa kapan aja cabut dari kantor, sementara aku kan nggak.”

“Ya ampun Ket………” nggak kerasa air mata ane menetes dari mata ane.

“Maafin aku sekali lagi Ja. Aku memang jahat. Aku egois banget. Aku kayak mempermainkan kamu. Cuma demi kepuasan aku sendiri. Aku udah ngehancurin semua impian kita selama ini. Aku udah jadi orang paling jahat yang mungkin pernah hadir dalam hidup kamu selama ini ya. aku bodoh banget Ja.” katanya sambil memeluk ane dari samping kiri.

“………dan kamu tetap akan melangsungkan mimpi buruk bagi aku ini?”

“………………”

“Jawab Ket.”

“Aku…aku nggak bisa mundur lagi sayang. Semua udah diurus, semua udah dipersiapkan. Semuanya udah tinggal eksekusi aja di hari H.”

“Itu berarti tandanya kamu nggak akan milih aku kan?”

Keket Cuma menangis, ane pun meneteskan air mata.

“Ket, kamu tau nggak sih aku tuh udah bener-bener mau serius sama kamu. Aku perjuangin kamu. Aku tahan segala godaan demi kamu. Aku mau berubah lebih baik buat kamu. Buat masa depan kita. Kurang apa aku Ket? Kalau uang, semua rejeki bisa dicari, kita bisa sama-sama buka pintu rejeki kita sendiri seperti yang udah kita cita-citakan dulu. Tapi kamu hancurkan itu semua dalam waktu kurang dari semalam. Hebat banget kamu Ket. Terima kasih banyak buat kenang-kenangan paling indah dalam hidup aku ini Ket.”

“…..Ibuku kena kanker Ja. Itulah sebabnya aku nggak bisa nolak, aku terpaksa. Aku nggak mau liat ibuku sedih Ja. Amih itu segalanya buat aku. Kamu tau dia berjuang sendirian demi aku Ja, dari mulai aku kecil sampai detik ini. Apa yang bisa aku balas selain memenuhi keinginan dia. Umur orang nggak ada yang tau Ja. dan aku nggak mau kalau terjadi apa-apa sama Amih, Amih itu dalam keadaan sedih karena anaknya nggak bisa ngebahagiain dia.”

“Haa? Kena kanker? Kok kamu nggak pernah cerita?”

“Kalau aku cerita sama kamu, semua bisa kacau rencananya Ja.”

“Kamu mikir aku serendah itu ya?”

“Nggak gitu sayang. Tapi aku dari awal nggak mau ngecewain kamu. Makanya diwaktu-waktu terakhir aku nggak mau ribut-ribut sama kamu, nggak mau bikin kamu sedih, nggak mau bikin kamu marah. Pokoknya aku mau ngasih yang terbaik untuk kamu Ja.”

“Untuk kemudian kamu banting aku sekencang-kencangnya dengan akhir kayak gini, ya kan Ket?”

“Bukan gitu Ja….”

“Udah Ket. Semuanya udah terjadi, dan waktu nggak akan bisa diputar kembali. Aku tanya sekali lagi sama kamu. Mau ngelanjutin ini semua, atau sama aku? Kita menjauh dari kota ini dan kita pindah ke kota kecil. Mungkin bisa ke rumah kakekku.”

“Hmmm…Maaf sayang, aku harus menjalani hubungan dengan Mas Shega.”

Fine. Berarti hubungan kita berakhir sampai disini ya Ket. Please kamu pergi jauh-jauh dari aku dan kehidupanku, jangan pernah hubungin aku lagi. Jangan pernah menampakkan batang hidung kamu lagi didepanku. Dan kita nggak pernah saling mengenal satu sama lain lagi setelah ini. Deal?”

“Aku nggak mau mutus silaturahmi kayak gitu Ja. kamu jangan gitu dong Ja.”

“Loh, kalau misalnya aku tetap menjaga silaturahmi sama kamu, aku hanya bisa kesakitan terus-terusan, dan aku bisa gagal move on terus. Sementara kamu, enak-enakan disana dengan suami dan mungkin anak-anak kamu, dirumah yang megah dengan fasilitas lengkap, nggak perlu kerja lagi. Jadi full time mom dengan segala kegiatan rumah tangganya.”

“Kok kamu gitu sih Ja ngomongnya? Jangan pikir aku terima Mas Shega karena uang semata. Aku terpaksa melakukan ini semua Ja. Lagian dengan apa yang kamu punya, kalau aku orangnya materialistis, aku mending nikahin kamu yang udah dari sananya ada.”

“Percuma, sekarang udah terlambat semuanya. Waktu udah nggak bisa diulangin lagi kan Ket? Sekali lagi aku ngucapin terima kasih banyak banget Ket buat semua yang kamu kasih selama ini. Terima kasih juga buat luka dalam yang udah kamu buat ini buat aku. Yang nggak tau kapan bisa aku sembuhin dan aku juga nggak tau bisa minta tolong ke siapa buat nyembuhinnya.”

“Maaf….” Kata Keket, dia udah menangis kencang banget dan memeluk ane erat banget.

Ane nggak tega melihat Keket kayak gini. Nggak pernah tega ngeliat dia nangis kayak gini.

“Maafin aku juga Ket. Aku banyak salah sama kamu Ket.”

Ane dan dia terlarut dalam suasana yang super haru. Suasana yang melow. Suasana yang menyedihkan. Suasana terendah dalam hati ane setelah kepergian Papa. Ane dan Keket saling berpelukan sambil berdiri lama banget.

Ada hampir 20 menitan ane dan dia berpelukan, pelukan terpanjang yang pernah ane lakukan. Kami berpelukan sambil menangis. Ane nggak pernah menangis lagi sejak kepergian Papa dulu. Baru kali ini lagi ane meneteskan air mata.

Please Ja, untuk terakhir kali ya.”

“Iya.”

Kami melakukannya buat yang terakhir kali. Bener-bener cuma satu kali tapi durasinya sangat panjang. Seluruh kamar hotel super berantakan. Ane juga nggak tau kenapa bisa tahan segitu lama dalam satu ronde. Kami mengakhiri dengan sebuah senyuman diantara tangisan. Waktu sudah menunjukkan check out sudah dekat.

Ane dan dia membereskan barang masing-masing, kemudian bersih-bersih sendiri sendiri di kamar mandi. setelahnya kami berpakaian lengkap kemudian meninggalkan hotel dengan keadaan super berantakan. Kami berpegangan tangan sepanjang dari kamar sampai lobi.

“Aku bakal kangen kamu terus Ja.” kata Keket.

“Aku sih jangan ditanya lagi. Tapi mungkin kesakitan hatiku bisa mengalahkan rasa kangen aku Ket.”

Keket menangis lagi.

“Maafin aku Ija.”

“Udah Ket. Jangan siksa diri kamu lagi. Aku akan datang ke pernikahan kamu. Aku janji.”

“FIRZY WIDZVIANTRA ANDREANO. Kamu adalah yang lelaki terbaik yang pernah kukenal dalam hidupku sayang. Makasih buat semuanya. Makasih buat merelakan aku. Makasih udah ngasih aku pengalaman dan pembelajaran berharga tentang arti mencintai yang sesungguhnya. Aku nggak akan pernah bisa ngelupain kamu sampai kapanpun, sampai aku mati sekalipun. Makasih banyak ya Kasep.” Kata Keket sambil menangis, tapi tersenyum getir.

“Iya Ket. Sama-sama. jangan lupa setelah ini jangan pernah nengok kebelakang.” ane membalas singkat, ane juga tersenyum getir.

Saat itu akhirnya ane harus berpisah untuk selamanya dengan Keket.

Kathy Wilysa Permata. Perempuan dengan segudang talenta dan ambisi. Perempuan dengan keadaan fisik nyaris sempurna. Perempuan yang menurutku hampir bisa memenuhi semua keinginanku. Maafkan aku tidak bisa menjadi yang terbaik untukmu, tidak bisa mendampingimu sampai akhir, tapi aku akan selalu kenang kamu sebagai salah satu perjalanan cinta terbaikku.

--

Hari H pernikahan Keket sudah tiba. Ane juga udah sampai dilokasi. Lokasi yang kami gadang-gadang bakal menjadi tempat resepsi kami kelak. Tapi malah sebelah doang yang resepsinya disini, yang sebelah lagi ada juga disini, tapi bukan jadi yang ada dipanggung utama.

Keket terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih, Mas Shega pun terlihat sangat tampan dengan Jas putihnya. Ada yang mencuri perhatian ane. Ya, Keket memakai bros bunga yang ane hadiahkan untuknya. Aduh jadi terhura ane. haha.

Momen salaman dengan mempelai itu adalah momen terberat hari itu. Ane udah pingin bisikin ke Mas Shega waktu itu, “Keket puasnya Cuma sama gue mas” tapi nggak jadi dan nggak mungkin juga dilakuin disitu. Ketika tiba giliran ane menyalami Mas Shega, Keket udah salah tingkah duluan. Mas Shega tampak sangat sumringah dengan kemenangannya ini. Walaupun dia nggak tau ane pernah pacaran dengannya, karena Keket nggak pernah cerita selama ini ternyata.

Ketika ane menyalami Keket, rasa canggung antara kami berdua sangat terasa dan Mas Shega pun curiga. Lalu buru-buru ane selesaikan.

“Ket, selamat ya. Ingat, aku belum akan menghapus rasa sayangku ke kamu” kata ane berbisik.

Keket hanya tersenyum pahit aja, nggak bisa berkata-kata selain memandangi ane dengan penuh arti.

Pencarianku ternyata belum bermuara. Masih harus dicari dan ditelusuri lagi. Tenang, aku masih muda. Aku masih bisa untuk terus berjalan menelusuri jalan menuju muara itu.

“Ayo Kiara. Kita pulang.”

FIN SEASON 1


Diubah oleh yanagi92055 12-10-2019 23:54
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 31 lainnya memberi reputasi
32
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.