Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
468.1K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#2872
Penentuan Masa Depan

Confirmed Friend Request.

Begitulah notifikasi di sosmed ini muncul. Siapa ini? Gue nggak pernah tau siapa anak ini. Tapi yaudah deh biarin aja. Mutual Friend sama ane nggak banyak, ada beberapa teman sekelas ane, tapi ada adik kelas ane juga, tapi kok kebanyakan dari Jurusan ane mutualnya. Mungkin dia anak baru yang lagi ngejalanin ospek jurusan. Oh iya, karena ada beberapa perubahan sistem dan kurikulum di kampus ane, jadi terdapat perbedaan yang cukup besar antara angkatan ane dan adik-adik kelas ane selanjutnya dari segi mata kuliah, jenis praktikum lab, sampai ke praktikum lapang.

Ospek jurusan ane itu diadakan ketika tingkat 2 saat itu, sampai sekarang (kalau masih ada ya ini budaya barbar), berbeda dengan angkatan ane yang ospeknya digeber di tingkat satu semua dari mulai ospek sekampus, sefakultas, sampai akhirnya ospek yang waktu pelaksaannya paling lama, yaitu di jurusan. Ane mengkonfirmasi request-request dari beberapa orang di FB serta menunggu konfirmasi orang-orang yang ane tambahkan untuk menjadi teman dunia maya ane. Saat ini pulalah ane membuat akun Kaskus ane untuk pertama kali, setelah sebelumnya hanya menjadi reader setia tanpa punya akun.

Akhir Oktober adalah hari yang cukup deg-degan, karena saatnya ane menghadapi seminar hasil penelitian ane. Keket nggak banyak bisa bantu ane karena dia udah kerja. Ane mengerti banget, tapi dia selalu support dengan selalu komunikasi dengan ane, kadang ngirim foto-foto cantiknya dari kantor, kadang juga foto-foto yang agak menjurus, yang justru bikin ane makin semangat. Hahaha. Tapi diluar dugaan, ane malah dikunjungi sama orang yang nggak terduga. Dia datang sehabis waktu Isya.

Ara.

“Aku datang buat kamu Ija.”

“Araaaa……..ah aku kangen banget sama kamu.” Kata ane dan seketika memeluk dia didepan kostan ane.

“Aku juga……” katanya kemudian membalas pelukan ane dengan memeluk pinggang ane.

“Kamu nggak kuliah Ra?”

“Aku ijin, bilangnya ada saudara mau nikahan. Hehehe.”

“Haha, bisa aja kamu Ra. Yuk masuk.”

Ane mempersilakannya masuk. Kostan ane kali ini udah nggak di tempat lama, melainkan di kostan yang bisa disewa bulanan dan nggak sekaligus satu tahun. Kalau dikostan ane yang lama di GMRD Regency kan harus bayar sewanya setahun full, karena bentuknya juga kayak rumah tinggal. Kalau ini ya kayak kamar-kamar kecil, tapi kamar mandi didalam. Pastinya, bebas. Hehehe.

“Kok kamu tau aku pindah kesini?” tanya ane.

“Aku nanya sama si Mama.” Kata Ara.

“Oh, haha. Cerdas.”

“Tetap ya, kostan kecil gini rapih banget. Aku selalu suka deh sama penataan ruangan ala kamu Ja.”

“Iya dong, siapa dulu. Hehe.”

“aku nggak ditawarin minum nih?”

“Eh iya, aku lupa. Hehe. maaf ya, aku terlalu senang bisa ketemu kamu diwaktu yang bener-bener nggak diduga ini.”

“Aku numpang ke kamar mandi ya.”

“Yaudah sih, kayak sama orang lain aja kamu Ra. Haha.”

“Iyalah orang lain dong, kamu kan seseorang yang dimiliki Keket…” kata Ara datar.

Ane Cuma bisa diem aja abis dia ngomong gitu.

“Aku nginep disini boleh?” katanya sambil meminum air yang udah ane sediakan.

“Ya nggak apa-apa Ra. Tapi kamu kok bawa bawaan dikit banget?”

“Ya kan sebagian aku simpan dirumah ibu Ja. aku bawa seperlunya aja.”

“Oh aku pikir kamu langsung kesini Ra dari Jogja. Hehehe.”

“Nggak kok Ja.”

Keluar dari kamar mandi, Ara udah membuka kerudungnya. Rambutnya terurai panjang sampai ke punggung. Biasanya Ara nggak pernah sepanjang ini rambutnya dari dulu. Dia lalu main buka aja kaosnya yang dia pakai didepan ane.

“Ra, hei, ada aku disini.”

“Terus? Kan udah biasa juga kamu liat aku polosan. Nggak usah sok kaget lah.” Katanya datar.

“Iya sih. Hehehe.”

Ara membuka kaosnya dan melepaskan branya didepan ane. Aduh, pemandangan indah yang udah lama nggak ane saksikan secara langsung. Nggak ada perubahan yang berarti. Masih tetap seperti Ara yang ane kenal dulu. Yang seluruh tubuhnya udah ane inspeksi dengan detail.

“Pingin ya?” katanya.

“Eh, hmm nggak gitu juga sih Ra. Aku maunya sama Keket aja Ra. Hehe.”

“Iya, nggak apa-apa kok Ja. aku disini tulus mau support kamu, bukan mau ngelayanin hasrat kamu. Walaupun aku sebenernya juga mau. Hehe.”

“Tahan ya Ra. Please?”

Ara hanya mengangguk, sambil tersenyum. Senyum yang sangat manis ini bener-bener bikin mabuk asli. Ane dan Ara kemudian keluar untuk membeli makan malam. Ane ajak Ara ke pecel lele Mas Yanto dan ternyata masih buka. Stok lelenya juga masih ada. Rejeki. Ane dan Ara menikmati hidangan dengan nikmat dan tentunya ane sangat senang dengan keberadaan Ara untuk support ane di seminar ane.

“Kamu kenapa tiba-tiba inisiatif buat kesini nemenin aku sih Ra?”

“Ya aku pingin aja Ja. sekalian kangen-kangenan sama kamu. Dan entah kenapa aku yakin Keket nggak dateng pas seminar itu, soalnya, dia kan belum lama kerja, jadi nggak akan bisa sembarangan cuti. Udah gitu seminar kamu kan pas hari kerja. Jadinya yaudah, pasti kamu sendirian. Jadinya aku yang inisiatif temenin.”

“Maseeee, wah ganti lagi rupanya.” Kata mas Yanto mengagetkan ane dan Ara.

“Hehe iya mas, ini kawanku dari Jogja.” Kata ane.

Lalu Mas Yanto ngajak omong Ara pakai bahasa jawa, dan ane kaget ternyata Ara udah lumayan bisa bahasa jawa, walaupun bahasanya pakai bahasa sehari-hari alias ngoko.

“Hebat kamu baru beberapa bulan udah bisa. Hehehe.”

“Iya dong, kan aku senang belajar, dikasih kesempatan buat nambah ilmu, ya yang ada didepan mataku aku pelajarin, termasuk bahasa dan budaya setempatnya sana.”

“Aku selalu kagum dari dulu sama kamu yang kayak gini Ra. Selalu memperjuangkan apapun, nggak setengah-setengah, totalitas. Totalitas perjuangan banget kayak mahasiswa. Hehe.”

“Ya kan aku emang mahasiswa Ja. hehe.”

“Haha oh iya ya. Bener kamu Ra.”

Setelah selesai makan, kami sempat ngopi-ngopi dulu sampai tengah malam sebelum pulang. Kok nggak belajar buat seminar besok? Ngapain? Ane nggak pernah membiasakan untuk belajar keras menjelang ujian-ujian, karena menurut ane, otak itu kan wadah, kalau ditumpahkan air terus menerus adanya akan tumpah luber keluar lagi. Sama dengan kalau kita belajar terus, adanya malah makin banyak yang lupa. So belajarnya ya nyicil dari sebelum-sebelumnya, jadi pas udah dekat ujian tinggal review aja. Itu gaya ane belajar ya, tapi tiap orang kan berbeda-beda gayanya.

Sesampainya di kostan ane, ane dan Ara berganti baju menjadi baju tidur. Lalu kami tidur dengan hanya berpelukan aja, nggak ada yang macam-macam karena emang ane dan Ara nggak mau ada terjadi yang macam-macam. Kami lulus ujian itu kali ini. Hehe. sampai pagi pun nggak ada yang namanya morning kiss atau apapun, normal-normal aja semuanya.

--

Seminar hasil skripsi ane berjalan dengan sangat lancar. Ara yang menyelinap diantara peserta seminar nggak disadari oleh teman-teman ane dan adik-adik kelas yang ikutan menyimak. Hanya Harmi aja yang sadar ada Ara disitu.

Setelah selesai, Harmi dan Ara sempat mengobrol diluar, entah apa yang diobrolin sama mereka. Ane mendapatkan restu dari dua pembimbing skripsi ane untuk sidang di akhir bulan November. Waktu satu bulan sebenarnya sangatlah sempit, tapi demi bisa bareng sama Keket kerja di ibukota atau kemanapun dia nanti ditempatkan, ane rela muter otak gila-gilaan demi cepet lulus.

Teman-teman ane pada waktu ini baru sedikit udah selesai sidang. Kebanyakan mereka-mereka yang otaknya brilian tapi cari aman, alias tema skripsinya termasuk ecek-ecek dan udah banyak dilakuin sama kakak kelas sebelum angkatan ane, hanya diganti objeknya aja. Jadi literaturnya pun udah bertebaran dimana-mana, plus dibiayai karena merupakan proyek dosen yang merangkap jadi konsultan untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya yang katanya nggak cukup kalau pakai gaji dosen dikampus ane. Beda sama ane yang penelitiannya ditentuin sendiri tempatnya, temanya, dan bahkan sampai budgetnya pun keluar dari dana pribadi.

Ane cuma mau bermanfaat aja penelitian ini bagi orang lain, nggak cuma jadi penghias perpustakaan kampus aja, dan ketika waktunya tiba, skripsi-skripsi ini akan dimusnahkan, dibakar sampai nggak bersisa. Soalnya tempatnya kan nggak akan muat kalau ditaruh di perpustakaan semua dari puluhan angkatan. Satu angkatan aja bisa 7.000 orang.

“Aku udah dipastiin bakal sidang november ini yank.” Kata ane.

“Wah alhamdulillah, bisa nyusul aku dong. Hehe.” kata Keket.

“Hehe mudah-mudahan ya sayang. Syukur-syukur di dalam kota aja ya. nggak harus penempatan sampai keluar kota.”

“Iya mudah-mudahan aja ya sayang.”

Tidak banyak persiapan yang ane lakukan karena udah dicicil dari abis seminar kemarin. Tinggal persiapan mental aja menghadapi 4 dosen yang akan mengajukan beragam pertanyaan. Apalagi ini bukan proyek dosen yang pastinya akan menarik untuk dibahas oleh para dosen, karena kemungkinan banyak sesuatu yang baru yang bisa jadi bahan pertanyaan.

Persiapan ini ane banyak diskusikan sama Keket via telpon atau video call. tapi video call ini cuma bisa pas Keket lagi istirahat makan siang, atau abis pulang kantor. Nggak masalah sih, yang penting komunikasinya kejaga.

Diubah oleh yanagi92055 09-10-2019 01:58
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.