- Beranda
- Berita dan Politik
Target Ribuan, Aksi Dukung Jokowi Baru Dihadiri Puluhan Orang
...
TS
fawwaz14
Target Ribuan, Aksi Dukung Jokowi Baru Dihadiri Puluhan Orang

Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Peduli Bangsa menggelar aksi untuk memberikan dukungan kepada pasangan pemenang Pilpres 2019 Joko Widodo-Ma'ruf Amin hingga dilantik pada 20 Oktober mendatang. Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang mengganggu hingga menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.
Serempak mengenakan baju berwarna putih, peserta aksi mulai mendatangi Taman Aspirasi, tepat di seberang Istana Merdeka sejak pukul 12.04 WIB.
Terlihat peserta aksi membawa spanduk bertuliskan 'Kawal Konstitusi Kawal NKRI'. Ada pula spanduk yang bertuliskan 'Apapun Yang Terjadi Kami bersamamu Pakde'.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, jumlah peserta tergolong sedikit. Hanya puluhan, tidak sampai ratusan orang yang ada di lokasi. Berbeda dengan pernyataan penanggung jawab Gerakan Peduli Bangsa Oscar Pendong yang mengatakan aksi akan diikuti oleh dua hingga tiga ribu orang.
"Estimasi Kurang Lebih 2 ribu sampai dengan 3 ribu orang. Bisa lebih bisa kurang, kata Oscar kepada CNNIndonesia.com, Sabtu, (5/10).
Peserta aksi meminta agar Jokowi-Ma'ruf tetap dilantik pada 20 Oktober mendatang. Orator menyebut aksi yang dilakukan sejak pekan lalu dan ingin menggagalkan pelantikan adalah hasil dari hasutan sejumlah pihak.
Lihat juga: Jokowi Ganjar Kesejahteraan Prajurit TNI Rp131 Triliun
"Tidak boleh ada upaya-upaya penggagalan pelantikan presiden karena pemilihan terpilih adalah hasil konstitusi. Jangan sampai ada hasutan kepada masyarakat," tutur seseorang menggunakan pengeras suara.
Orator lalu meminta semua pihak mengawal pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada 20 Oktober mendatang. Dia menegaskan bahwa pelantikan merupakan amanat konstitusi. Karenanya, semua pihak harus menghormati dan perlu mengawal agar terlaksana dengan baik.
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Peduli Bangsa menggelar aksi untuk memberikan dukungan kepada pasangan pemenang Pilpres 2019 Joko Widodo-Ma'ruf Amin hingga dilantik pada 20 Oktober mendatang. Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang mengganggu hingga menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.
Serempak mengenakan baju berwarna putih, peserta aksi mulai mendatangi Taman Aspirasi, tepat di seberang Istana Merdeka sejak pukul 12.04 WIB.
Terlihat peserta aksi membawa spanduk bertuliskan 'Kawal Konstitusi Kawal NKRI'. Ada pula spanduk yang bertuliskan 'Apapun Yang Terjadi Kami bersamamu Pakde'.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, jumlah peserta tergolong sedikit. Hanya puluhan, tidak sampai ratusan orang yang ada di lokasi. Berbeda dengan pernyataan penanggung jawab Gerakan Peduli Bangsa Oscar Pendong yang mengatakan aksi akan diikuti oleh dua hingga tiga ribu orang.
"Estimasi Kurang Lebih 2 ribu sampai dengan 3 ribu orang. Bisa lebih bisa kurang, kata Oscar kepada CNNIndonesia.com, Sabtu, (5/10).
Peserta aksi meminta agar Jokowi-Ma'ruf tetap dilantik pada 20 Oktober mendatang. Orator menyebut aksi yang dilakukan sejak pekan lalu dan ingin menggagalkan pelantikan adalah hasil dari hasutan sejumlah pihak.

"Tidak boleh ada upaya-upaya penggagalan pelantikan presiden karena pemilihan terpilih adalah hasil konstitusi. Jangan sampai ada hasutan kepada masyarakat," tutur seseorang menggunakan pengeras suara.
Orator lalu meminta semua pihak mengawal pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada 20 Oktober mendatang. Dia menegaskan bahwa pelantikan merupakan amanat konstitusi. Karenanya, semua pihak harus menghormati dan perlu mengawal agar terlaksana dengan baik.
Quote:
Anggaran Nastak udah abis buat bayar Buzzer

User telah dihapus dan 11 lainnya memberi reputasi
12
5K
83
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.2KThread•58.3KAnggota
Tampilkan semua post
filusufkacang
#9
Quote:
Ya demo itu kan ibarat warning dari dalam tubuh negara ini..
Sama kaya ente, kalo badan ente capek.. Maka tubuh ente meresponnya dengan cara ngantuk...
Kalo badan ente kurang sehat, tubuh ente meresponnya dengan cara demam, batuk atau muntah.. Supaya ente tau kalo ente sedang sakit...
Begitu juga demo.. Supaya pemerintah tau kalo rakyat ga suka dengan tindakan mereka, terjadilah demo...
Lah kalo sudah suka, buat apa lagi demo? Ibarat orang ga capek, tau2 ngantuk2.. Kan ga cocok...

Jerry Maguire dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
