Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#150
Hari ini, ternyata gw masih sama, seperti hari-hari yang telah berlalu. Meski posisi sudah tidak lagi sama, ya! gw sudah lama tinggal di Desa. Sedang berkas-berkas kota sudah banyak yang gw musiumin, kalau nggak gitu sudah gw jual. Ya! inilah gw, manusia yang tak pernah jenak dengan kehidupan yang mungkin di mata orang sudah mapan?.

Gw adalah gw, manusia bebas tanpa surga dan neraka.

Hidup adalah hidup, meski suatu hari kamu nggak megang uang seribu perak PUN, hati dan jiwamu tetaplah santai. Dulu, sekarang, nanti.. bagi gw adalah hari ini. Dan bagi gw, tak banyak kata yang bisa mengejawantahkan segala APA, cukup terima, nikmati dan syukuri.

BACK to kehidupan gw yang.. yang mungkin adalah apa yang gw harapkan selama ini, jauh dari segala konflik dan kebasabasian senama manusia. meski tanpa apa, gw masih bisa berhahahihi dengan tanaman yang beberapa waktu mulai gw pelajari. Mulai dari jenis-jenis tanaman, cara pembiakan, dan harga pasaran. Gw masih newbee untuk urusan tanaman, maklum.. sedari SMP gw sudah nggak lagi dekat dengan apa yang namanya pertanian, meski gw lahir dari rahim seorang Petani, dulu.

Dan apa yang gw lakukan sekarang?

Pagi masih sama, bikin perapian dan ngopi di depan perapian. Siangnya muter-muter lihatin taneman, sorenya juga masih sama, paling keluar buat nyari bahan.. sebut saja Bonsai. Malamnya belajar pertanian, nyari bahan, plus kedinginan.

Hidup gw sesederhana itu sekarang, lalu.. kemana harim-harim kapan hari?!

Masih ada, tapi gw yang malas buat hahahihi.

Yang jelas, teman gw sekarang adalah tanaman, mulai dari Bougenville, Aglonema, Anggrek, dan banyak lagi, tapi ya masih dalam tahap cari-cari. Selebihnya cuma belajar Stek, Okulasi, Sambung. Sedang, untuk mengawinkan masih belum bisa. Semisal, satu batang Bougenville bunganya berwarna dua dalam satu kuntum bunga. Bukan yang main sambung, itu sudah bisa gw hahaha.

Lucu memang, dan gw menikmati itu.. yang jelas, dimana ada kenyamanan! pasti gw selami, jika tidak! ya gw tinggalkan.

SESIMPLE ITU..

Bukankah seharusnya begitu!?

Maklum kawan, otak gw sudah terlalu banyak bau busuk cap sektarian, liberal beserta anak cucunya, so.. untuk beberapa waktu, gw mau menjadi manusia ala manusia hidup, bukan lagi melangit dan menjadi manusia hitam putih di dunia maya, makan ati. TAU!!.

Yo...

Hari ini gw sedang duduk di teras sembari baca berita, tentu.. otak dan kewarasan gw nggak mau cuma baca berita dari satu sumber, belum opini, esai, rehal dan ribuan lagi macamnya, minus Novel. Gw sudah break sama genere itu, entah kenapa.. gw nggak tau.

Hari ini, tepat tanggal lima oktober, dan tanggal sepuluh nanti adalah puncak dari musim panas, atau.. Bangsa kami menyebut, tanggal sepuluh bulan sepuluh adalah TUMBUK day, hari panas-panasnya dalam musim panas, setelah itu.. musim basah segera tiba.

Ilmu macam ini, jika dilihat dari kacamata onta, tentu akan melahirkan lable-label langitan maha jancuk. namun tidak bagi Bangsa kami, karena.. Bangsa kami adalah bangsa yang beradab, Bangsa yang lebih dulu tau namun tak pernah jumawa apalagi bangga dengan kapitalisasi ke-tau-han akan kekosongan.

Kami punya ilmu yang namnya Ilmu Titen, hingga.. ilmu itu masih lestari sampai hari ini. tentu, ilmu itu bersumber dari khasanah keagrarisan negeri ini. negeri yang selalu sejuk dangan budi, adat dan istiadat, namun.. hari ini beraroma anyir darah setelah manusia-manusia goa dan gurun nyasar di garis katulistiwa.

Kerasnya mereka, kolotnya mereka.. menjadi kerikil langitan di Negeri ini. Mau disapu kok bukan debu, mau di buang kok cuma kerikil.. dan sampai titik leleh, mereka menjadi gerombolan pasir kasar, tandus hingga tanpa sadar.. menjadi biangkerok kebusukan Negeri ini.

Atas Nama Langit, Maha Benar Kadrun-Kadrun Ini..

=Apa ini?!=

Sampah day, hehehehe.

Dah ah malah ngelantur, gw mau keluar, mau beli Pot.

phekbie
tikusil
ariid
ariid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.