- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Matahari Bertemu Bulan
...
TS
vallerydc
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Hallo agan-sista sekalian. Ini adalah thread pertama gw. Disini gw hanya ingin ngeshare sedikit rangkaian kata bisa berupa opini atau ide yang tiba-tiba keluar JRengg terlintas dikepala gw. Awalnya ini hanya sebatas cerita pribadi gw sendiri, yang gw bikin dari hari kehari di buku harian untuk mengisi waktu luang. Yang akhir nya gw ngerasa tertantang untuk membuat suatu thread juga. Kalau orang bisa kenapa gw ngga.
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.

Part 1
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.

Part 1
1. Opening
Aku mematikan musik yang sedari tadi aku hidupkan. Dengan setengah berlari ku turuni tangga sembari melihat jam di dinding. Pukul 06:15 ku hampiri bunda di dapur. Segelas air putih dan sesendok nasi goreng yang sekarang sudah masuk kedalam perutku. Memberi kecupan kecil sambil memeluk nya adalah rutinitasku sebelum pergi sekolah. Kulambaikan tangan pada bunda yang sedang berdiri di samping mobil dan pergi sekolah.
--oOo--
Aku..
Apa kamu tau namaku ? jika tidak
Akan ku beri tau, aku wilona...
Wilona sang artis itu ?
Tentu saja bukan.
Aku tidak seterkenal itu, aku hanya wanita biasa. Wanita biasa juga sederhana yang memiliki segala yang aku mau. Yang memiliki kehidupan sederhana namun bahagia. Tak peduli walau seberapa banyak orang membenciku, ini hidupku bukan hidup mereka. Karena nilailah aku, dan bencilah aku, tapi mereka belum tentu lebih baik dari semua keburukan yang aku miliki. Mungkin bahkan terlihat lebih rendah dari itu. Aku Stevia Wilona atau biasa di panggil via atau ana. Ana adalah nama kesayangan yang diberikan kedua pahlawanku lebih tepat nya.
Aku baru selesai makan.
Bukan nya aku sombong, aku memiliki keluarga yang sempurna. Aku memiliki dua pahlawan yang selalu bersedia membantu dimanapun aku berada. pahlawan yang tak pernah mengeluh untuk menasehati dan memarahiku (Tapi terkadang aku sendiri yang mengeluh karena dimarahi oleh nya). Kamu tau siapa pahlawan aku itu? spiderman, batman, ironman, atau hulk ? No! ngga sehebat itu.
Mereka hanya pahlawan yang selalu ada untukku saja bukan untuk mu, sorry. Kedua pahlawan itu aku panggil ayah dan bunda.
--oOo--
Selain mempunyai pahlawan aku juga mempunyai 2 rival. Hidupku kacau ya? keep calm. 2 rival itu siapa lagi kalau bukan kedua adik perempuanku. Dirumah selain ada ayah dan bunda aku juga memiliki dua adik perempuan yang sama nakal dan cerewet nya. Setiap hari ada saja tingkah nya yang minta dibelikan boneka, makanan, coklat, permen, jus, mie, sashimi, bakwan, tahu, tempe, siomay, batagor, gado-gado, mari-mari... semua komplit disini... Jadi mamang goreng cerita nya.
Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
--oOo--
Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.
Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.
Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
--oOo--
Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.
Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.
Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".
Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan. Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.
Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.
Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.
Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.
Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".
Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan. Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.
Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.
Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
--oOo--
2. Siapa ?
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.
Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.
Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.
Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak
, aku berteriak.
" Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "
Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "
Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "
Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.
Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.
Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... " krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.
Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.
" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.
" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.
" Masalah?! "
" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? "
Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.
" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan dia
.
" Maka nya sana! "
" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "
" Trus kamu mau apa, berani sama aku!"
" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.
" Ngomong yang jelas, berani?! "
" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.
" Sana jauh "
" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "
" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.
" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "
Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.
Next..
All Part KMBB Series👇Cek
- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.
Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.
Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.
Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak
, aku berteriak. " Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "
Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "
Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "
Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.
Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.
Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... " krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.
Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.
" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.
" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.
" Masalah?! "
" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? "
Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.
" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan dia
." Maka nya sana! "
" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "
" Trus kamu mau apa, berani sama aku!"
" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.
" Ngomong yang jelas, berani?! "
" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.
" Sana jauh "
" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "
" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.
" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "
Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.
Next..
--oOo--
All Part KMBB Series👇Cek

- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.
Diubah oleh vallerydc 08-12-2020 11:08
nona212 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
18
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vallerydc
#18
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 7
6. Nomor tak di kenal
Aku ceritakan tentang keadaan aku malam ini. Malam ini aku sedang duduk di sofa, tepat di depan tv sambil menemani adik ku citra belajar. Aku udah wangi karena udah mandi. Aku lagi minum, hanya air putih dan makan cemilan yang tadi siang di beliin bunda. Sedangkan bunda sama fifa lagi mau bikin kue kata nya. Jangan heran kalau aku sering makan. Maklumi aja.
“ Citra bikin apa “ Tanya ku
“ Lagi bikin kak ana “
“ Sini kaka lihat “
Citra adalah adik ku yang nomor dua, dia masih TK. Citra senang sekali menggambar, apa saja yang terlintas di fikiran nya pasti dia gambar. Pernah dulu sekali dia menggambar aku jadi seorang ninja. Bukan ninja nya yang aku permasalahkan, tapi gambar nya. Itu kaka ninja apa kaka vampir ya? batin ku. Dia membuat gambar aku yang lebih mirip vampir dari pada ninja. Ya memang begitulah adik ku citra.
Dan satu lagi gambar favorit aku sewaktu citra lagi menghayal aku jadi marmaid, yang bahkan lebih mirip ikan cupang
.
“ Ini bagus ngga kak? “ Kata nya sambil menunjukkan gambar yang dia buat.
Kaka Ana
Begitulah tulisan di gambar nya. Terlihat sosok tak jelas entah manusia entah makhluk astral, aku sulit membedakan nya.
Mau ketawa takut dosa, mau diam tapi ngga bisa.
Tahan aja, tahan terus..
Dengan ekspresi menahan tawa, citra jadi bingung melihat ku.
" Kaka ketawa, gambar nya jelek ya? " Tanya citra dengan wajah murung.
" Eh engga kok dek, bagus gambar nya. Liat deh muka nya cantik, muka nya mirip bola basket, tangan nya kaya indomie kriting, badan nya kaya lidi. Mulut nya killer. Eh Tapi.. Tapi.. kreatif itu dek " Jawab ku.
Asli aku bingung mau ngomong apa. Ngomong aja sambil cengengesan.
“ Tapi tangan nya kok gitu dek? “
“ Iya, kan kakak jadi model “ Jawab citra polos.
Aku istigfar !
Sungguh besar imajinasi adik ku yang satu ini. Tapi Kenapa sih citra sekalipun membuat gambar aku yang kurus kaya ini, padahal ngga ada mirip nya sama sekali. Kalau asli sudah pasti cantik tentu nya hehe..
Aku alihkan perhatian pada pesan yang baru saja masuk di handphone ku, aku lihat pesan itu dari nomor yang tidak aku kenal.
“ Assalamualikum “ Kata nya
“ Waalaikumsalam “ Aku balas
“ Ana.. “ Lanjut nya
“ Siapa? “
“ Aku.. “
Ya kali (aku) itu cuma satu orang. Banyak kali. Lagian nomor nya juga ngga aku kenal. Siapa sih? Tanyaku tidak tau.
“ Ada perlu apa sama ana “ Aku balas lagi.
“ Aku melihat sesuatu akan terjadi lagi “
Spontan aku tutup mata ku, seolah-olah teringat sesuatu. Sesuatu akan terjadi lagi, kata kata yang sudah familiar dan tidak asing di kepala ku. Tapi apa, siapa dan dimana?. Aku lupa. Dengan terus mengingat aku pejamkan kedua mata ku. Dan jreng jreng..
“ Pasti dia “ Kata ku.
Kata-kata yang sama dengan seseorang yang meramal aku beberapa waktu lalu. Laki laki aneh waktu itu.
Aku yakin, pasti.
Ada perlu apa dia sampai menghubungi aku segala. Dan dari mana dia tau
nomor ku? aku ngga pernah ngasih tau apa-apa, dan itu menjadi pertanyaan saat itu.
Aku coba untuk mengerjai dia, ngga apa apa bukan?. Bukan cuma dia yang boleh ngeselin. Setidak nya dengan begitu dia bisa merasakan hal yang sama.
“ Ana lagi keluar “ Balas ku setelah beberapa saat.
“ Lantas dengan siapa saya chating sekarang ? “
Gaya Bahasa apa ini, ini anak ngomong nya formal banget. Pikir ku.
“ Ini om ana“ Aku balas
“ Malam om "
" Malam "
" Om udah makan.. “ Tanya nya.
“ Belum “ Jawabku
" Saya belum juga om "
" Ngga nanya "
" Memberitahu aja om "
“ Kamu siapa? “ Tanya ku kemudian.
“ Aku teman sekolah ana “
“ Yang nakal dan suka cari masalah itu? “
“ Oh itu parjo om, bukan saya “ Jawab dia seenak nya.
–_– Ngawur oi. Jujur aja gitu, pake bilang parjo.Teruntuk parjo, jika merasa terjadi pencemaran nama baik. Atau mau ngeluarin uneg-uneg Silahkan hubungi dia
.
" Oo kirain kamu “ Aku balas lagi.
“ Saya anak baik om, satu sekolahan saya yang paling baik “
Pengen muntah aku baca nya. Suka - suka elu aja dah..
“ Aku punya banyak penggemar om “ masih lanjut aja halu nya.
“ Bagus dong, ada berapa emang? “ tanyaku pura-pura polos.
“ Bentar aku hitung “
“ Bisa di hitung? “
“ Iya, soal nya ini mereka lagi ngantri. Bentar aku hitung, ada 1 2 4 5 6 20 50 60 100 200 “
Dia terus menghitung seperti benar-benar sedang menghitung. Entah angka berapa lagi yang dia tulis aku ngga ingat. Kemudian dia bilang..
“ Kira-kira semuanya ada….
Ada banyak om “ Aku tersenyum membaca nya.
Astagfirullah.. Ana bangun. Ana sadar. Entah apa yang merasuki aku sampai tersenyum. Bangun na bangun. Okay!
“ Wow banyak ya penggemar nya “ Balas ku.
“ Iya dong om.. Om boleh minta tolong “
“ Apa ? “
“ Bilang sama ana, aku anak indigo“
“ Ngga kamu bilang udah tau kali, masih aja ngebahas itu. Bilang yang lain gitu " Lanjut ku.
“ Hahaha “ balas nya.
Dan permirsa sebelum ngelanjutin cerita, hari ini jumat malam sabtu tanggal 27, sekitar pukul 8:45 malam. Sejarah baru terbentuk. Untuk pertama dan utama dia tertawa. Apa yang merasuki dia?.
Oke next..
“ Om udah dulu ya, aku mau ngasih tanda tangan, penggemar nya udah penuh “
“ Iya, titip salam buat penggemar nya “
“ Kok penggemar kok ngga aku “ Tanya nya.
“ Penasaran sama penggemar nya “
" Aku ngga? "
" Ngga " Jawab ku.
“ Yaudah, jangan tidur malam-malam om “ Kata nya lagi.
“ Iya “
“ Mimpiin aku “
“ Loh kok mimpiin kamu “
“ Biar besok sekolah nya semangat "
“ Akukan om, jadi ngga sekolah “
“ Eh iya, biar aku yang mimpiin om “
“ Eh kok gitu “
“ Biar besok semangat sekolah nya “
“ Ada-ada aja “
“
“
“ Ngga jadi nemuin penggemar nya “ tanyaku lagi.
“ Iya, udah dulu ya.. Malam om tampan
“
Kira-kira begitulah percakapan singkat waktu itu. Selain nakal dia juga bakat jadi pelawak kaya nya. Tapi apa dia tau kalo ini aku?. Seperti nya tidak perlu bagiku untuk memikirkan nya. Dia seseorang yang bisa melihat masa depan. Untuk mengetahui siapa aku tentu adalah hal yang mudah bagi nya. Aku telentangkan tubuh ku di atas sofa sambil menatap salah satu lukisan yang ada di depan ku.
Oh tuhan kenapa jadi begini, perasaan apa ini, perasaan aneh yang sulit di jelakaskan. Pikiran ku hanyut dalam lamunan, tentu saja bukan dia, ya meskipun sesekali kepikiran dia juga. Aku jadi senyum senyum seperti orang gila. Tolong ruqyah akuuu.
Siapa sih dia itu? Untuk kesekian kali nya aku bertanya.
Perasaan campur aduk menyelimuti malam ini. Aku tutup mata berharap bisa mengusir dia dari imajinasi hayalan ini.
“ Susah ! “
Kata ku sambil membuka mata kembali. Berhenti memikirkan dia adalah suatu hal yang sulit, rasa penasaran sudah terlalu merasuk kedalam fikiran ku.
Malam ini dia seolah berjalan kesana kemari di fikiran ku. Maaf buat kamu yang jauh disana, tapi tenang, nama mu masih ada tepat jauh di dalam hati ku. Tidak ada yang bisa menggantikan tempat yang sudah aku siap kan khusus untuk mu…..
“ Deni “
7. Aku Tau Kamu
Minggu siang pada saat kegiatan ektra club. Aku dan rina sedang duduk memperhatikan seseorang yang sedang berdiri di depan kami. Dia adalah bu ratna, seorang guru pembimbing club karya. Bu ratna sedang menjelaskan bagaimana cara membuat cerita singkat yang menarik. Hari ini kami mencoba membuat cerpen.
Selain sekolah aku dan rina juga aktif mengikuti club ini, yang dilaksanakan setiap minggu siang, lumayan bisa menambah wawasan sewaktu libur sekolah.
Sesaat mataku berpaling pada seseorang yang sedang mengetuk pintu.
“ Silahkan masuk “ kata bu ratna.
Seorang laki-laki berajalan masuk kemudian menyalami bu ratna.
“ Silahkan duduk pada club kamu “
Aku lihat laki-laki itu menghampiri teman nya. Dia adalah laki-laki yang sekarang masih tidak aku ketahui nama nya. Tidak aku sangka bisa bertemu dia disini. Tapi ternyata dia tidak satu club dengan ku. Dia duduk pada club lukis. Club karya terbagi menjadi 2 yaitu club tulis dan lukis. Karena club tulis dan lukis dari satu guru yang sama, tentu aku akan semakin sering bertemu dengan nya.
“ Dasar dia, selalu saja telat “ Sahut rina.
Seperti nya rina tau sesuatu tentang dia, aku coba sedikit menanyakan siap dia sebenar nya.
“ Telat, emang kamu kenal? “ Tanya ku.
“ Kenal, semua anak club juga kenal sama dia “
“ Siapa? “
“ Dia itu terkenal di club lukis “
“ Kok bisa? “ Tanya ku penasaran.
“ Loh kamu ngga tau? “ Rina malah balik bertanya.
Aku menggeleng
“ Ya ampun ana, selama ini kemana aja “
“ Kan aku baru masuk rin “
Sebenar nya siang itu adalah hari pertama ku. Aku baru saja masuk club tulis karena di ajak oleh rina.
“ Dia pernah juara 1 lomba lukis perwakilan sekolah “
“ Ha, beneran ? “ Tanyaku tidak percaya.
Mendengar apa yang rina katakan membuat aku sedikit tidak percaya, yang aku tahu dia hanyalah laki-laki aneh yang suka mencari masalah dan sok jagoan.
“ Iya “ Rina mengangguk.
“ Trus, danish juga terpilih jadi perwakilan sekolah untuk lomba lukis tingkat provinsi “ Lanjut rina.
Danish? Jadi nama dia Danish?
...........
Itulah hari dimana aku bisa tahu siapa dia. Dan itu berkat informasi dari rina. Hari itu aku mengetahui banyak informasi tentang danish. Ternyata danish adalah anak kelas 12- A, yang kelas nya tidak bersebelahan dengan kelas ku, yaitu kelas 12-B. Danish di tunjuk menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba lukis, pada bulan desember nanti.
Tidak aku sangka, ternyata danish yang terkenal suka mencari masalah, juga mempunya bakat melukis yang menurut aku cukup bagus. Siang itu rina juga menceritakan sesuatu pada ku, rina bilang danish mempunyai banyak penggemar. Anak cewek di club tulis banyak yang diam-diam suka pada nya. Apa lagi di sekolah, jangan di hitung. Kenapa? Ngga bakal bisa. Cerita rina padaku.
Seketika aku teringat pada perkataan danish. Danish pernah cerita kalu dia punya banyak penggemar. Ternyata apa yang di katakan danish benar, dia tidak berbohong aku jadi terdiam mengingat nya.
Rina juga cerita tentang kelakuan danish di sekolah, rina tau dari teman nya bela. Bela adalah teman sekelas Danish.
“ Ketika sedang belajar agama. Bu ermida menjelaskan di dalam al- qur’an ada surat al-anaml yang berarti semut, dan surat al-anhl yang berarti lebah. terus tiba-tiba danish angkat tangan. Kamu tau apa yang dia Tanya? “
“ Apa memang nya ? “
“ Kalo surat capung bu ? “ Tanya danish,
satu kelas tertawa mendengar nya.
“ Beneran ? “
“ hahaha iya “
“ Trus bela juga pernah cerita “
“ Apa?, apa rina ? “ Tanya ku penasaran.
“ Ih, kok semangat banget “
“ Eh, bukan semangat. Cuma penasaran aja gitu " Kata ku sedikit mengelak.
Rasa nya hari itu aku ingin mendengar cerita tentang danish, cerita tentang kehidupan atau kepribadian nya. Terserah! Yang penting semua tentang danish... itu menurut ku, agar rasa penasaran yang selama ini bersarang di kepala ku bisa hilang secepat mungkin.
“ Kamu tau apa pelajaraan ke sukaan danish ? “
“ Ngga, apa emang ? “
“ Agama “
“ Oh ya? “
Rina menganguk..
Pengetahuan ku tentang Danish tidak seberapa di bandingkan rina. Rina mengetahui banyak informasi yang bahkan aku saja tidak tau. Mungkin rina mengetahui itu dari teman nya bela, yang tidak lain adalah teman sekelas danish.
“ Dulu juga sewaktu pelajaran matematika, kamu tau siapa guru nya? “
“ Pak Endarto “ Jawab ku
“ Iya “
“ Saat itu di kelas sedang melakukan sesi Tanya jawab, semua siswa berusaha untuk menjawab pertanyaan dari pak endarto. Sewaktu serius-serius nya, siapa yang bisa menjawab soal yg ada di papan tulis akan mendapatkan hadiah. Semua siswa sibuk mencari, tapi dengan berani dan berwibawah nya danish angkat tangan “
“ Wah, dia bisa ngerjain matematik “
“ hahaha “ Rina malah ketawa.
“ Loh kok ketawa “
Rina terus tertawa..
“ Lanjutin rina “
“ Ok lanjut cerita “ Jawab rina dengan suara sisa ketawa
“ Pak endarto menyuruh danish ke depan. Dengan berwibawah dan ekspresi sombong danish melirik kanan dan kiri, bahkan dengan sedikit angkuh dia melambaikan tangan. Semua orang melirik ke arah nya “
“ Sampe segitu nya “
“ hahaha iya “
“ trus, trus ? “
“ Sampe di depan, kamu tau apa yang dia bilang ? “
Aku menggeleng..
Dia bilang.
“ Pak ini pelajaran mtk ya? “
“ Haha subhanallah “ aku dan rina ketawa.
" Auto di jitak dia sama pak endarto "
.......
Aneh rasa nya melihat aku bisa betah mendengar cerita tentang danish, walau masih ngga tau apa yang membuat aku betah. Tapi tidak apa-apa lah, hidup harus di bawah happy, enjoy, harus bahagia.
Harus itu.
6. Nomor tak di kenal
--oOo--
Aku ceritakan tentang keadaan aku malam ini. Malam ini aku sedang duduk di sofa, tepat di depan tv sambil menemani adik ku citra belajar. Aku udah wangi karena udah mandi. Aku lagi minum, hanya air putih dan makan cemilan yang tadi siang di beliin bunda. Sedangkan bunda sama fifa lagi mau bikin kue kata nya. Jangan heran kalau aku sering makan. Maklumi aja.
“ Citra bikin apa “ Tanya ku
“ Lagi bikin kak ana “
“ Sini kaka lihat “
Citra adalah adik ku yang nomor dua, dia masih TK. Citra senang sekali menggambar, apa saja yang terlintas di fikiran nya pasti dia gambar. Pernah dulu sekali dia menggambar aku jadi seorang ninja. Bukan ninja nya yang aku permasalahkan, tapi gambar nya. Itu kaka ninja apa kaka vampir ya? batin ku. Dia membuat gambar aku yang lebih mirip vampir dari pada ninja. Ya memang begitulah adik ku citra.
Dan satu lagi gambar favorit aku sewaktu citra lagi menghayal aku jadi marmaid, yang bahkan lebih mirip ikan cupang
. “ Ini bagus ngga kak? “ Kata nya sambil menunjukkan gambar yang dia buat.
Kaka Ana
Begitulah tulisan di gambar nya. Terlihat sosok tak jelas entah manusia entah makhluk astral, aku sulit membedakan nya.
Mau ketawa takut dosa, mau diam tapi ngga bisa.
Tahan aja, tahan terus..
Dengan ekspresi menahan tawa, citra jadi bingung melihat ku.
" Kaka ketawa, gambar nya jelek ya? " Tanya citra dengan wajah murung.
" Eh engga kok dek, bagus gambar nya. Liat deh muka nya cantik, muka nya mirip bola basket, tangan nya kaya indomie kriting, badan nya kaya lidi. Mulut nya killer. Eh Tapi.. Tapi.. kreatif itu dek " Jawab ku.
Asli aku bingung mau ngomong apa. Ngomong aja sambil cengengesan.
“ Tapi tangan nya kok gitu dek? “
“ Iya, kan kakak jadi model “ Jawab citra polos.
Aku istigfar !
Sungguh besar imajinasi adik ku yang satu ini. Tapi Kenapa sih citra sekalipun membuat gambar aku yang kurus kaya ini, padahal ngga ada mirip nya sama sekali. Kalau asli sudah pasti cantik tentu nya hehe..
Aku alihkan perhatian pada pesan yang baru saja masuk di handphone ku, aku lihat pesan itu dari nomor yang tidak aku kenal.
“ Assalamualikum “ Kata nya
“ Waalaikumsalam “ Aku balas
“ Ana.. “ Lanjut nya
“ Siapa? “
“ Aku.. “
Ya kali (aku) itu cuma satu orang. Banyak kali. Lagian nomor nya juga ngga aku kenal. Siapa sih? Tanyaku tidak tau.
“ Ada perlu apa sama ana “ Aku balas lagi.
“ Aku melihat sesuatu akan terjadi lagi “
Spontan aku tutup mata ku, seolah-olah teringat sesuatu. Sesuatu akan terjadi lagi, kata kata yang sudah familiar dan tidak asing di kepala ku. Tapi apa, siapa dan dimana?. Aku lupa. Dengan terus mengingat aku pejamkan kedua mata ku. Dan jreng jreng..
“ Pasti dia “ Kata ku.
Kata-kata yang sama dengan seseorang yang meramal aku beberapa waktu lalu. Laki laki aneh waktu itu.
Aku yakin, pasti.
Ada perlu apa dia sampai menghubungi aku segala. Dan dari mana dia tau
nomor ku? aku ngga pernah ngasih tau apa-apa, dan itu menjadi pertanyaan saat itu.
Aku coba untuk mengerjai dia, ngga apa apa bukan?. Bukan cuma dia yang boleh ngeselin. Setidak nya dengan begitu dia bisa merasakan hal yang sama.
“ Ana lagi keluar “ Balas ku setelah beberapa saat.
“ Lantas dengan siapa saya chating sekarang ? “
Gaya Bahasa apa ini, ini anak ngomong nya formal banget. Pikir ku.
“ Ini om ana“ Aku balas
“ Malam om "
" Malam "
" Om udah makan.. “ Tanya nya.
“ Belum “ Jawabku
" Saya belum juga om "
" Ngga nanya "
" Memberitahu aja om "
“ Kamu siapa? “ Tanya ku kemudian.
“ Aku teman sekolah ana “
“ Yang nakal dan suka cari masalah itu? “
“ Oh itu parjo om, bukan saya “ Jawab dia seenak nya.
–_– Ngawur oi. Jujur aja gitu, pake bilang parjo.Teruntuk parjo, jika merasa terjadi pencemaran nama baik. Atau mau ngeluarin uneg-uneg Silahkan hubungi dia
. " Oo kirain kamu “ Aku balas lagi.
“ Saya anak baik om, satu sekolahan saya yang paling baik “
Pengen muntah aku baca nya. Suka - suka elu aja dah..
“ Aku punya banyak penggemar om “ masih lanjut aja halu nya.
“ Bagus dong, ada berapa emang? “ tanyaku pura-pura polos.
“ Bentar aku hitung “
“ Bisa di hitung? “
“ Iya, soal nya ini mereka lagi ngantri. Bentar aku hitung, ada 1 2 4 5 6 20 50 60 100 200 “
Dia terus menghitung seperti benar-benar sedang menghitung. Entah angka berapa lagi yang dia tulis aku ngga ingat. Kemudian dia bilang..
“ Kira-kira semuanya ada….
Ada banyak om “ Aku tersenyum membaca nya.
Astagfirullah.. Ana bangun. Ana sadar. Entah apa yang merasuki aku sampai tersenyum. Bangun na bangun. Okay!
“ Wow banyak ya penggemar nya “ Balas ku.
“ Iya dong om.. Om boleh minta tolong “
“ Apa ? “
“ Bilang sama ana, aku anak indigo“
“ Ngga kamu bilang udah tau kali, masih aja ngebahas itu. Bilang yang lain gitu " Lanjut ku.
“ Hahaha “ balas nya.
Dan permirsa sebelum ngelanjutin cerita, hari ini jumat malam sabtu tanggal 27, sekitar pukul 8:45 malam. Sejarah baru terbentuk. Untuk pertama dan utama dia tertawa. Apa yang merasuki dia?.
Oke next..
“ Om udah dulu ya, aku mau ngasih tanda tangan, penggemar nya udah penuh “
“ Iya, titip salam buat penggemar nya “
“ Kok penggemar kok ngga aku “ Tanya nya.
“ Penasaran sama penggemar nya “
" Aku ngga? "
" Ngga " Jawab ku.
“ Yaudah, jangan tidur malam-malam om “ Kata nya lagi.
“ Iya “
“ Mimpiin aku “
“ Loh kok mimpiin kamu “
“ Biar besok sekolah nya semangat "
“ Akukan om, jadi ngga sekolah “
“ Eh iya, biar aku yang mimpiin om “
“ Eh kok gitu “
“ Biar besok semangat sekolah nya “
“ Ada-ada aja “
“
““ Ngga jadi nemuin penggemar nya “ tanyaku lagi.
“ Iya, udah dulu ya.. Malam om tampan
“Kira-kira begitulah percakapan singkat waktu itu. Selain nakal dia juga bakat jadi pelawak kaya nya. Tapi apa dia tau kalo ini aku?. Seperti nya tidak perlu bagiku untuk memikirkan nya. Dia seseorang yang bisa melihat masa depan. Untuk mengetahui siapa aku tentu adalah hal yang mudah bagi nya. Aku telentangkan tubuh ku di atas sofa sambil menatap salah satu lukisan yang ada di depan ku.
Oh tuhan kenapa jadi begini, perasaan apa ini, perasaan aneh yang sulit di jelakaskan. Pikiran ku hanyut dalam lamunan, tentu saja bukan dia, ya meskipun sesekali kepikiran dia juga. Aku jadi senyum senyum seperti orang gila. Tolong ruqyah akuuu.
Siapa sih dia itu? Untuk kesekian kali nya aku bertanya.
Perasaan campur aduk menyelimuti malam ini. Aku tutup mata berharap bisa mengusir dia dari imajinasi hayalan ini.
“ Susah ! “
Kata ku sambil membuka mata kembali. Berhenti memikirkan dia adalah suatu hal yang sulit, rasa penasaran sudah terlalu merasuk kedalam fikiran ku.
Malam ini dia seolah berjalan kesana kemari di fikiran ku. Maaf buat kamu yang jauh disana, tapi tenang, nama mu masih ada tepat jauh di dalam hati ku. Tidak ada yang bisa menggantikan tempat yang sudah aku siap kan khusus untuk mu…..
“ Deni “
--oOo--
7. Aku Tau Kamu
Minggu siang pada saat kegiatan ektra club. Aku dan rina sedang duduk memperhatikan seseorang yang sedang berdiri di depan kami. Dia adalah bu ratna, seorang guru pembimbing club karya. Bu ratna sedang menjelaskan bagaimana cara membuat cerita singkat yang menarik. Hari ini kami mencoba membuat cerpen.
Selain sekolah aku dan rina juga aktif mengikuti club ini, yang dilaksanakan setiap minggu siang, lumayan bisa menambah wawasan sewaktu libur sekolah.
Sesaat mataku berpaling pada seseorang yang sedang mengetuk pintu.
“ Silahkan masuk “ kata bu ratna.
Seorang laki-laki berajalan masuk kemudian menyalami bu ratna.
“ Silahkan duduk pada club kamu “
Aku lihat laki-laki itu menghampiri teman nya. Dia adalah laki-laki yang sekarang masih tidak aku ketahui nama nya. Tidak aku sangka bisa bertemu dia disini. Tapi ternyata dia tidak satu club dengan ku. Dia duduk pada club lukis. Club karya terbagi menjadi 2 yaitu club tulis dan lukis. Karena club tulis dan lukis dari satu guru yang sama, tentu aku akan semakin sering bertemu dengan nya.
“ Dasar dia, selalu saja telat “ Sahut rina.
Seperti nya rina tau sesuatu tentang dia, aku coba sedikit menanyakan siap dia sebenar nya.
“ Telat, emang kamu kenal? “ Tanya ku.
“ Kenal, semua anak club juga kenal sama dia “
“ Siapa? “
“ Dia itu terkenal di club lukis “
“ Kok bisa? “ Tanya ku penasaran.
“ Loh kamu ngga tau? “ Rina malah balik bertanya.
Aku menggeleng
“ Ya ampun ana, selama ini kemana aja “
“ Kan aku baru masuk rin “
Sebenar nya siang itu adalah hari pertama ku. Aku baru saja masuk club tulis karena di ajak oleh rina.
“ Dia pernah juara 1 lomba lukis perwakilan sekolah “
“ Ha, beneran ? “ Tanyaku tidak percaya.
Mendengar apa yang rina katakan membuat aku sedikit tidak percaya, yang aku tahu dia hanyalah laki-laki aneh yang suka mencari masalah dan sok jagoan.
“ Iya “ Rina mengangguk.
“ Trus, danish juga terpilih jadi perwakilan sekolah untuk lomba lukis tingkat provinsi “ Lanjut rina.
Danish? Jadi nama dia Danish?
...........
Itulah hari dimana aku bisa tahu siapa dia. Dan itu berkat informasi dari rina. Hari itu aku mengetahui banyak informasi tentang danish. Ternyata danish adalah anak kelas 12- A, yang kelas nya tidak bersebelahan dengan kelas ku, yaitu kelas 12-B. Danish di tunjuk menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba lukis, pada bulan desember nanti.
Tidak aku sangka, ternyata danish yang terkenal suka mencari masalah, juga mempunya bakat melukis yang menurut aku cukup bagus. Siang itu rina juga menceritakan sesuatu pada ku, rina bilang danish mempunyai banyak penggemar. Anak cewek di club tulis banyak yang diam-diam suka pada nya. Apa lagi di sekolah, jangan di hitung. Kenapa? Ngga bakal bisa. Cerita rina padaku.
Seketika aku teringat pada perkataan danish. Danish pernah cerita kalu dia punya banyak penggemar. Ternyata apa yang di katakan danish benar, dia tidak berbohong aku jadi terdiam mengingat nya.
--oOo--
Rina juga cerita tentang kelakuan danish di sekolah, rina tau dari teman nya bela. Bela adalah teman sekelas Danish.
“ Ketika sedang belajar agama. Bu ermida menjelaskan di dalam al- qur’an ada surat al-anaml yang berarti semut, dan surat al-anhl yang berarti lebah. terus tiba-tiba danish angkat tangan. Kamu tau apa yang dia Tanya? “
“ Apa memang nya ? “
“ Kalo surat capung bu ? “ Tanya danish,
satu kelas tertawa mendengar nya.
“ Beneran ? “
“ hahaha iya “
“ Trus bela juga pernah cerita “
“ Apa?, apa rina ? “ Tanya ku penasaran.
“ Ih, kok semangat banget “
“ Eh, bukan semangat. Cuma penasaran aja gitu " Kata ku sedikit mengelak.
Rasa nya hari itu aku ingin mendengar cerita tentang danish, cerita tentang kehidupan atau kepribadian nya. Terserah! Yang penting semua tentang danish... itu menurut ku, agar rasa penasaran yang selama ini bersarang di kepala ku bisa hilang secepat mungkin.
“ Kamu tau apa pelajaraan ke sukaan danish ? “
“ Ngga, apa emang ? “
“ Agama “
“ Oh ya? “
Rina menganguk..
Pengetahuan ku tentang Danish tidak seberapa di bandingkan rina. Rina mengetahui banyak informasi yang bahkan aku saja tidak tau. Mungkin rina mengetahui itu dari teman nya bela, yang tidak lain adalah teman sekelas danish.
“ Dulu juga sewaktu pelajaran matematika, kamu tau siapa guru nya? “
“ Pak Endarto “ Jawab ku
“ Iya “
“ Saat itu di kelas sedang melakukan sesi Tanya jawab, semua siswa berusaha untuk menjawab pertanyaan dari pak endarto. Sewaktu serius-serius nya, siapa yang bisa menjawab soal yg ada di papan tulis akan mendapatkan hadiah. Semua siswa sibuk mencari, tapi dengan berani dan berwibawah nya danish angkat tangan “
“ Wah, dia bisa ngerjain matematik “
“ hahaha “ Rina malah ketawa.
“ Loh kok ketawa “
Rina terus tertawa..
“ Lanjutin rina “
“ Ok lanjut cerita “ Jawab rina dengan suara sisa ketawa
“ Pak endarto menyuruh danish ke depan. Dengan berwibawah dan ekspresi sombong danish melirik kanan dan kiri, bahkan dengan sedikit angkuh dia melambaikan tangan. Semua orang melirik ke arah nya “
“ Sampe segitu nya “
“ hahaha iya “
“ trus, trus ? “
“ Sampe di depan, kamu tau apa yang dia bilang ? “
Aku menggeleng..
Dia bilang.
“ Pak ini pelajaran mtk ya? “
“ Haha subhanallah “ aku dan rina ketawa.
" Auto di jitak dia sama pak endarto "
.......
Aneh rasa nya melihat aku bisa betah mendengar cerita tentang danish, walau masih ngga tau apa yang membuat aku betah. Tapi tidak apa-apa lah, hidup harus di bawah happy, enjoy, harus bahagia.
Harus itu.
-oOo--
Diubah oleh vallerydc 28-09-2019 15:39
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2