- Beranda
- Stories from the Heart
Sinetron Republik Distopia
...
TS
endokrin
Sinetron Republik Distopia
Saya suka nonton film, saya suka nonton sinetron, saya suka gorengan, saya suka marimas rasa jeruk pontianak, saya suka ngelamun, saya suka ngelantur. maka dari komposisi semua itu jadilah Thread ini.

Cerita saya sebelumnya bisa dibaca dibawah ini, tinggal diklik saja
Quote:
WARNING!!
Quote:
Saya mohon dengan sangat untuk tidak mengcopy paste cerita ini. semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, Terima kasih
Quote:

Diubah oleh endokrin 28-09-2019 05:21
anasabila dan Desry08 memberi reputasi
2
5.7K
Kutip
30
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
endokrin
#29
Quote:
GUNDALA : Negri ini butuh piknik
Sancaka kecil pada awalnya hidup sederhana dan bahagia. Bapaknya bekerja sebagai buruh pabrik dan ibunya adalah ibu-ibu pada umunya. Namun kebahagian sederhana itu hancur seketika setelah ayam milik sancaka mengobrak ngabrik tanaman cabe milik tetangganya. Konon di negri sancaka pemerintahnya sangat ketat terhadap peraturan, bahkan ada undang-undang khusus yang mengatur tingkah laku binatang. Sialnya ayam sancaka rebel betul, bedebah dan sulit diatur. Imbasnya bapak sancaka kena denda setelah kalah dipersidangan karena membiarkan ternak peliharaannya merusak tanaman tetangga.
Habislah uang tabungan bapak sancaka, karena gajihnya sebagai buruh yang tak seberapa. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah tabungan habis dipecat pula itulah yang terjadi pada bapak sancaka. Menurut supervisor pabrik orang macam apa yang tidak bisa mengatur hewan ternaknya sendiri, pasti adalah orang yang tidak bermoral. Dan pabrik tidak bisa memperkerjakan orang-orang yang tidak bermoral.
Bapak sancaka yang tidak terima dipecat secara sepihak, lalu mengumpulkan para alumni buruh pabrik yang pernah dipecat juga gara-gara ayam. Mereka demo didepan pabrik dengan santuy sambil membawa tulisan-tulisan lucu nan sarkastik. Namun demo yang santuy itu tiba-tiba menjadi ricuh setelah diduga ditunggangi beberapa penyusup yang diduga sebagai orang partai.
……………..
Sementara itu dirumah ibu sancaka yang sedang umbah-umbah gelas dan piring kotor tiba-tiba saja tak sengaja menjatuhkan gelas yang kemudian pecah.
“Oh.. tidak.”
“Kenapa bu ?” Tanya sancaka
“Ini seperti dejavu sancaka, tiba-tiba saja ibu punya firasat bapakmu dalam bahaya.”
“halah, klasik.” Kata sancaka
“Kamu cepet susul bapakmu ke pabrik, bilang cepet pulang. Gelas ini benar-benar pertanda.” Lanjut ibu sancaka.
“Kenapa ga ibu saja sih, tanggung nih sancaka lagi benerin radio.”
“Yaudah ibu yang ke pabrik, kamu yang lanjut umbah-umbah.”
Melihat tumpukan piring kotor yang berlemak bekas gulai semalam, sancaka mengernyitkan dahi. Apalagi setelah dia melihat ke tangan ibunya yang sedang memegang sabun colek ekonomi. Tanpa sunlight pasti lemak dipiring itu sulit dihilangkan, pikir sancaka. Diapun langsung pergi, karena menurutnya lari ke pabrik tugas yang lebih ringan daripada menghilangkan noda dipiring.
Benar saja firasat ibunya, ketika sampai dipabrik sancaka melihat bapaknya sudah terkapar ditanah dengan bersimbah darah.
“Bapakkkk!!!” teriak sancaka yang kemudian disertai hujan tiba-tiba.
Mendengar teriakan sancaka semua orang tiba-tiba berhenti berkelahi. Mereka baru sadar bahwa ternyata ada orang yang terkapar. Pasukan satpam pabrik mundur karena tidak mau disalahkan.
“Kami tidak ada yang membawa pisau, kami hanya membawa pentungan, peluru karet, water canon, gas air mata, dan kawat berduri. Kami tidak ada maksud untuk mengancam, kami hanya ingin bernegoisasi.” Ucap sang komandan satpam pabrik.
“baik!!.” Ucap sancaka yang kemudian disertai petir yang menggelegar keluar dari telinganya dan menyambar beberapa orang.
Semua orang kaget melihat sancaka kecil, bukan karena bisa mengeluarkan kekuatan petir, tapi bagaimana bisa bocah sekecil itu mengeluarkan kata-kata tidak pantas. Orang-orang berpikir pasti sancaka menirunya dari televisi,
“Puja KPI yang telah hadir untuk menjaga moral bangsa” ucap sang komandan satpam sambil mengelus dada.
…………………..
Seminggu setelah bapaknya meninggal, sancaka yang awalnya hidup sederhana kini lebih sederhana lagi. Rumah sudah dijual, pendapatan tidak ada, beraspun tak punya. Satu-satunya harapan hidup sancaka dan ibunya agar membaik ada ditangan produser uang kaget dan bedah rumah, sayangnya untuk menunggu giliran itu tiba mungkin butuh beratus ratus purnama.
“Sancaka, ibu ada kerjaan ke luar kota, kamu tidak apa-apakan ibu tinggal sendiri dikontrakan ?”
Hanya itu kalimat yang didengar sancaka terakhir kali dari ibunya, karena nyatanya setelah berhari-hari ibunya tak kunjung pulang. Sancaka kecil sendirian dan kelaparan, juga ketakutan setiap kali hujan turun disertai petir. FYI aja nih, sancaka takut sama petir karena dulu pernah disambar.
Kemana ibu pergi ? apa dia sengaja meninggalkanku sendiri ? apa ibu disana bertemu duren dan kimpoi lagi ? apa ibu pergi ke luar negri jadi TKW ? pertanyaan pertanyaan itu terus memenuhi kepala sancaka setiap hari.
Hingga akhirnya saat sancaka kelaparan dan mengobrak ngabrik isi lemari, dibalik tumpukan baju ibunya dia menemukan sebuah foto. Foto ibunya saat muda yang sedang berpelukan mesra dengan seorang pria tidak berkaki tapi berekor ikan, kepala botak dan tangannya memegang trisula.
“ini kan ?”
Sanacaka terasa familiar dengan pria itu, ia sering melihatnya di televisi.
“ini kan dewa Neptunus.”
“Jangan-jangan aku ini ? tidakkk!!” teriak sancaka yang kemudian petir menggelegar lagi keluar dari tubuhnya.
………………………….
Sancaka yang marah pada ibunya lalu pergi dari kontrakan, dia hidup menggelandang dijalanan. Ngamen di angkot kadang juga di bus untuk mencari uang buat makan. Semua itu dilakukan sancaka bukannya tanpa resiko. Karena konon lagi di negri sancaka gelandangan itu terlarang dan bisa dipidana.
Saat sancaka mengamen dan ketahuan satpol pp, adegan kejar-kejaranpun terjadi. Saat hampir ditangkap, sancaka kecil berhasil diselamatkan oleh bocah bernama awang.
“Kenapa kamu menggelandang ?”
“Karena ga punya uang.”
“Jangan ikut campur urusan Negara.”
“Apaan sih baik, ga nyambung.”
“Pokonya jangan ikut campur urusan Negara, kalau hiduplu ga mau ribet.”
Kata-kata ajaib awang itu telah merubah sancaka menjadi orang yang skeptis dan apatis dengan kehidupan. Awang dan Sancaka berteman singkat, karena khawatir sancaka ditangkap oleh satpol pp awang mengajarinya beberapa gerakan silat sebelum akhirnya awang pergi meninggalkan sancaka untuk pergi naik kereta ke negri jiran.
…………………………
Sancaka besar tinggal disebuah kontrakan kecil, dia juga sudah bekerja sebagai satpam disebuah percetakan. Sementara kehidupan sancaka yang mulai membaik tapi tidak dengan lingkungannya, negri tempat sancaka tinggal menjadi kacau, korupsi merajalela, kerusuhan dimana-mana, keadilan dan kedamaian terasa begitu asing bagi orang-orang yang hidup di negri gundala, semuanya terjadi setelah RKUHP disahkan dewan perwakilan rakyat.
……………………
Sementara ditempat lain, seorang pria bernama pengkor berambisi untuk menguasai negri dengan mencoba merongrong kebijakan politik dengan modal yang dimilikinya yaitu sumber daya uang yang melimpah dan juga orang-orang kepercayaannya.
Pengkor ada dibalik penderitaan-penderitaan rakjat misqueen di negeri gundala. Beras raskin yang ditaburi butiran batu biar rakjat miskin sakit gigi, membakar hutan biar bisa membuka lahan perkebunan sawit. Dan semua kebijakan-kebijakan ngawur yang dikeluarkan pemerintah. semuanya karena sebagian besar anggota dpr yang duduk diparlemen adalah anak buah pengkor.
Konok pengkor merekrut para politikus itu dari komunitas “deadwood: kerja ogah mati tak mau” maka tak heran mereka lebih memilih tidur siang saat jam kerja, sekalinya kerja ngawurnya kemana-mana. Sangat menyebalkan memang, dan rakyat sangat membencinya tapi tak bisa apa-apa, mau gimana lagi nasib mereka memang benar-benar mujur. Mau menyalahkan tuhanpun takut kualat, maka rakyat lebih memilih berhusnudon, mungkin ini ujian dari tuhan.
Misi pengkor adalah ingin menyebarkan serum amoral kepada masyarakat khusunya ibu-ibu hamil, agar kelak generasi selanjutnya menjadi amoral sehingga tidak bisa membedakan mana acara televisi yang asik dan mana yang buruk.
virus itu disebarkan melalui gelombang siaran televisi, tiba-tiba saja acara-acara favorit rakyat bagian yang asik-asiknya hilang. Sedangkan acara pergibahan semakin merajalela. Akibatnya rakyat larut dalam dunia pergibahan, tenggelam dalam kisah para pesohor negri, lupa untuk mengurus hidupnya sendiri, dampaknya kehidupan sosial menjadi kacau balau.
Pengkor tersenyum, misinya sebentar lagi akan paripurna.
………………………..
Sancaka yang awalnya tidak terlalu peduli dengan kehidupan dilingkungannya tiba-tiba saja memiliki rasa empati. Semuanya didorong oleh alasan personal sebenarnya, karena tiba-tiba episode spongebob favoritnya ada yang hilang pas bagian yang asik-asiknya.
“baik!” pekik sancaka saat melihat adegan sandy berbikini kena blur.
“Badjingan “ Pekik sancaka lagi ketika adegan kuku kaki squidward terinjak sofa hilang ujug-ujug loncat ke adegan spongebob memasak kraby patty.
Dan lebih yang mengesalkan lagi, ternyata episode spongebob yang hilang tidak benar-benar hilang, tapi disimpan oleh si pengkor.
Semakin hari keadaan di negri gundala semakin kacau, rakyat terbagi dua. Si kaya dan si miskin saling bertikai, saling cemburu, saling menghina dan saling menghakimi. Rakyat miskin meminta pemerintah untuk mengembalikan masa kejayaan televisi tahun 2000 an awal. Terutama acara kartun pagi. Si miskin cemburu kepada si kaya karena mereka medapatkan previlege bisa menyaksikan acara-acara tv berkualitas dengan uangnya karena berlangganan tv kabel. Sedangkan si kaya merasa bahwa memang sepantasnya orang-orang berduit bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan kalau si miskin bisa juga menikmati apa yang mereka bisa nikmati, lalu apa gunanya kelas sosial. Miskin dan kaya harus berbeda dan harus tetap ada seperti halnya surga dan neraka.
Jiwa pahlawan sancaka semakin berkobar setelah bertemu dengan wulan, wanita cantik tetangga kosan yang memiliki kios seprai kasur dipasar. Curhat wulan kepada sancaka, dia bilang penjualan seprai motif spongebob berkurang, setelah banyaknya sensor disana sini membuat anak-anak tidak mengidolakan lagi sosok kartun fenomenal itu.
“Sekarang yang lagi ngehits seprai dengan motif supreme.” Kata wulan dengan mimik muka sedih.
“ini tidak bisa dibiarkan, kita harus mulai sebuah pergerakan.” Kata sancaka.
Maka dimulai lah kampanye sancaka dan wulan secara diam-diam, yaitu mereka melakukan aksi vandalisme dengan menuliskan kata kata “ Eat at the krusty krab” disetiap sudut kota. Aksi ini terdengar hingga ke telinga pengkor dan Ridwan bahri seorang ketua DPR.
Ridwan bahri tertarik dengan sosok sancaka karena berani memulai sebuah pergeran setelah berdekade-dekade ini tidak ada lagi orang yang pemberani. Dia butuh sosok sancaka untuk mendamaikan rayat. Sedangkan pengkor mulai khawatir pergerakan sancaka bisa menggagalkan rencananya.
Akhirnya pengkor yang ketakutan mengumpulkan para youtuber didikannya untuk menggerebek pabrik tempat sancaka kerja. Maka dimulai lah pertarungan adu vloging antara youtuber anak buah pengkor versus sancaka dan wulan.
Video video vloging yang menampilkan kekayaan dan kemewahaan gaya hidup sultan hampir saja membuat gundala kalah. Kekuatan riya dari para youtuber membuat sifat cemburu dan iri dengki sancaka muncul dan menggerogoti akhlaknya.
“Tidakkk!!!!” teriak sancaka.
“Jangan menyerah sancaka.” Teriak wulan
Tubuh sancaka mulai mengeluarkan percik percik petir. Melihat kondisi sancaka, wulan lalu bergerak mengabil smartphone dari celananya, seperti dia memang tau apa yang harus dilakukan.
Jurus terakhir sancakan. Dia menari dengan gerakan sederhana dan santuy sambil diiringi lagu :
Entah apa yang merasukimu, hingga kau tega menghianatiku versi remix.
Sementara wulan memvideokannya, kemudian menguploadnya
Dengan kekuatan viral dan like sancaka berhasil mengalahkan pengkor.
Pengkor kalah telak dengan kekuatan bully dari para nitizen di dunia maya.
TAMAT
Sampe ketemu di episode 5
Jangan lupa like, comen, share and subcribe
Diubah oleh endokrin 28-09-2019 05:25
0
Kutip
Balas