- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan Kisah Mistis
...
TS
sinsin2806
Kumpulan Kisah Mistis

Hai Gansist, selamat datang di thread kumpulan kisah mistis. Jadi disini nanti akan rutin diposting kisah-kisah mistis nyata pengalaman sy pribadi, keluarga, dan teman-teman.
Saya memang penakut tapi sangat tertarik dengan hal-hal seperti ini. Saya hidup dikampung dimana dilingkungan saya ini masih sangat kental dengan hal-hal ghoib diluar nalar manusia. Tidak bisa dipungkiri kita hidup berdampingan dengan "mereka", jadi jagalah sikap dimanapun kita berada.
Saya memang penakut tapi sangat tertarik dengan hal-hal seperti ini. Saya hidup dikampung dimana dilingkungan saya ini masih sangat kental dengan hal-hal ghoib diluar nalar manusia. Tidak bisa dipungkiri kita hidup berdampingan dengan "mereka", jadi jagalah sikap dimanapun kita berada.
Spoiler for Spoiler Index:
Kisah 1
"Abang Somay Yang Terus Mengikuti Ku"
"Abang Somay Yang Terus Mengikuti Ku"
Kisah ini menimpa adik sepupu sy namanya Tiara, dia adalah anak perempuan dari Lik Kiroh (adik ibu saya). Kami hanya terpaut usia satu tahun saja, dia lebih muda dari saya. Kami bersekolah di SMA yang berbeda, dia memilih sekolah yang lebih dekat jaraknya hanya sekitar 6 km dari rumah yaitu MA Cokroaminoto Wanadadi. Kisah ini menjadi awal dia ketempelan "sesuatu" yang membuatnya tidak bisa bersekolah selama 2 bulan lebih. Saya akan menceritakan kisah ini dari perspektif Tiara.
"Weh,, wehhh,, kabar gembira, kabar gembira" teriak Mirna teman kelasku
"Kabar apa si? heboh" balasku
"Kita jadi kemah dong nanti tgl 12 hari Jumat, tadi pak Nur ngabarin" terangnya
Aku, Mirna dan Dewi memang menjadi anggota pramuka Saka Bhayangkara tingkat Kabupaten sebagai perwakilan dari sekolah kami. Dan memang telah diwacanakan akan diadakan perkemahan tahun ini di Desa Gumelem, Kec Susukan, Kab.Banjarnegara. Tapi kemaren tanggalnya belum dipastikan.
"Akhirnya bisa piknik juga, walaupun acara kemah wkwk" cetusku.
Sampailah di hari-H Jumat pagi semua anggota berkumpul di Alun-alun kota Banjarnegara, kita menaiki truk besar sampai di desa Gumelem, tempat perkemahan tepatnya ada di bukit Ilangan. Bukit ini dianggap tempat suci oleh warga sekitar. Karena bukit ini berada di tengah-tengah Desa Gumelem, dipuncak bukit apa petilasan makam Ki Ageng Giring (Girilangan). Banyak warga dari berbagai daerah melakukan ziarah ke sini. Ki Ageng Giring ini adalah seorang penyebar agama Islam dari Kerajaan Mataram yang berkelana sampai ke Desa Gumelem dan wafat di desa ini. Dibukit ini selain terdapat makam Ki Ageng Giring, ada juga masjid kuno peninggalan wali, bangunan peninggalan keraton dan pemandian air hangat (Pemandian Pingit). Pemandian ini dianggap sakral oleh beberapa kalangan, karena dipercaya airnya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.
Dalam perjalanan menuju puncak bukit, terdapat jalan setapak batu dan dikanan kiri jalan setapak ini merupakan makam desa Gumelem, makam warga sekitar. Dan dikomplek pertama sebelum puncak Ilangan terdapat makam Ki Ageng Gumelem. Ki Ageng Gumelem ini adalah panglima perang yang diutus oleh panembahan senopati dari Kerajaan Mataram untuk merawat makam ki Ageng Giring.

Gambar : Jalan setapak menuju puncak bukit (yang dikanan kirinya adalah makam warga)
sumber : disini
Disana anggota kami tidak mendirikan tenda, kami menempati sebuah bangunan yang ada ditengah-tengah kuburan. sebuah bangunan tua yang beratap tapi tidak berdinding, bangunanya seperti pendopo yang hanya ada atap dan tiang. Komandan pramuka kami namanya mas Awan (sekarang sudah almarhum) mewanti-wanti kami para anggotanya untuk menjaga tutur kata dan perilaku selama berkemah disini, dan untuk para gadis yang sedang berhalangan dilarang keras untuk masuk ke wilayah pemakaman yang ada dipuncak. Kebanyakan anggota laki-laki adalah mereka yang bisa melihat "sesuatu" begitu juga denganku, dari kecil aku memang peka terhadap masalah satu ini, setiap ada makhluk yang tidak kasat mata, aku bisa merasakan kehadiranya. entah dari bau maupun penglihatan.
Anggota kami sampai di tengah bukit kira-kira pagi menjelang siang, sangat sejuk udaranya, walaupun tempat ini dikelilingi dengan kuburan, sepanjang mata melihat hanya pohon-pohon dan petilasan, tidak mengurangi keindahan tempat ini. di dekat pendopo tempat kami tidur ada satu pohon beringin yang sangat besar, siang hari sama sekali tidak terlihat menyeramkan. Ketika kegiatan belum dimulai aku, Mirna, Dewi dan beberapa teman lain setuju untuk berjalan-jalan ke puncak bukit. Disana kami menemukan petilasan Ki Ageng Giring dan memasuki gerbangnya, gerbangnya tidak dikunci jadi siapapun bisa masuk. Pintunya cukup rendah jadi kami harus membungkukan badan untuk masuk ke dalam. Di belakang gerbang terdapat semacam cawan-cawan yang terbuat dari batu, kata senior kami itu sengaja disiapkan oleh warga setempat untuk orang-orang yang ingin berkomunikasi supranatural. entah fungsi cawannya untuk apa.
Anggota kami sampai di tengah bukit kira-kira pagi menjelang siang, sangat sejuk udaranya, walaupun tempat ini dikelilingi dengan kuburan, sepanjang mata melihat hanya pohon-pohon dan petilasan, tidak mengurangi keindahan tempat ini. di dekat pendopo tempat kami tidur ada satu pohon beringin yang sangat besar, siang hari sama sekali tidak terlihat menyeramkan. Ketika kegiatan belum dimulai aku, Mirna, Dewi dan beberapa teman lain setuju untuk berjalan-jalan ke puncak bukit. Disana kami menemukan petilasan Ki Ageng Giring dan memasuki gerbangnya, gerbangnya tidak dikunci jadi siapapun bisa masuk. Pintunya cukup rendah jadi kami harus membungkukan badan untuk masuk ke dalam. Di belakang gerbang terdapat semacam cawan-cawan yang terbuat dari batu, kata senior kami itu sengaja disiapkan oleh warga setempat untuk orang-orang yang ingin berkomunikasi supranatural. entah fungsi cawannya untuk apa.
Semua kegiatan hari pertama berjalan dengan lancar, sampai pada sore hari menjelang waktu maghrib. Ada salah satu anggota wanita dari SMA Bawang yang kerasukan, dia terus menangis histeris. Suaranya sangat melengking, saat itu aku yang biasanya peka terhadap hal-hal seperti ini tidak melihat makhluk apa yang merasuki temanku ini, hanya saja aku melihat ada tukang somay pikul dibawah pohon beringin besar itu. Saat itu aku tidak berprasangka buruk karena aku mengira tukang somay itu hanyalah tukang somay biasa yang menjajakan makanan kesini karena tau disini sedang diadakan perkemahan.
Sampai malam tiba, jejak tilas dilakukan malam hari pukul 12 lewat. aku memilih untuk tidak mengikuti jejak tilas tersebut selain karena malas melihat tingkah konyol senior-senior yang berpura-pura menjadi hantu untuk menakut-nakuti kami juniornya, udara malam itu juga sangat dingin, jadi sejak pukul 11 malam aku sudah berbaring di pendopo bersama Mirna dan Dewi teman sekelasku. Aku tidak bisa tidur malam itu, sekilas ketika menengok kesebelah kanan, aku seperti melihat kain putih ditengah-tengah temanku yg sedang tidur. Aku mencoba untuk menengok kembali dan benar saja ada pocong yang berbaring disela-sela barisan. ow owww.
Aku hanya mencoba memejamkan mata dan memiringkan badan ke kiri agar tidak melihat pocong itu lagi, tapi tetap saja tidak bisa tidur. Aku memandang kearah depan, kebetulan aku tidur disebelah paling kiri jadi di depanku adalah jalan setapak untuk menaiki/menuruni bukit. Dari kejauhan terlihat bayang-bayang orang sedang memikul sesuatu, aku terus memperhatikan bayang-bayang itu semakin lama bayang-bayang itu semakin jelas dan ternyata itu adalah penjual somay yang tadi sore aku lihat di bawah pohon beringin.
Daaaaarrrrrrr aku baru sadar, kenapa ada org jual somay larut malam begini, dan dia juga tidak membunyikan sesuatu seperti layaknya orang berjualan normal, aku merinding ketika mulai menyadari kalau itu bukanlah manusia. aku mencoba menutupi pandangan dengan selimut, lama-lama penasaran juga apa tukang somaynya masih disana, kuintip pelan-pelan ternyata dia masih disana dalam posisi yang sama. Kututup selimutku dengan tangan gemetar, aku tidak pernah menceritakan kejadian ini pd teman-temanku.
Paginya badan serasa lemas sekali, mungkin karena kurang tidur , pikirku. Tapi nyatanya hari itu aku pingsan 3 kali, bahkan akhirnya aku harus pulang terlebih dahulu dan tidak bisa melanjutkan perkemahan karena kondisi badanku yang terus-terusan pingsan. Aku tidak merasakan sesuatu yang lain selain lemas dan pundak berat. Sesampainya dirumah ibu membawaku berobat ke puskesmas 1 Wanadadi, dekat rumah. Dokter hanya memberiku beberapa obat dan langsung diperbolehkan pulang.
Tiga hari pasca pulang dari perkemahan aku masih belum bisa berangkat ke sekolah, badanku masih lemas, ketika sore hari hendak mandi pundakku terasa sangat berat dan ketika terbangun aku sudah tidur diranjang puskesmas, ya aku pingsan lagi.
kali ini aku dirawat 3 hari dirumah sakit. Ketika aku diperbolehkan pulang, dokter hanya berpesan untuk banyak minum supaya aku tidak dehidrasi dan tidak mudah pingsan. Sebulan sudah aku seperti ini, sempat 3 kali aku mencoba berangkat sekolah tapi jarak baru beberapa puluh meter dari rumah aku pingsan lagi. Aku seperti tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, aku tidak pernah berpikir negatif.
Sampai suatu sore ketika bangun tidur q merasa kakiku tidak bisa digerakan, dan ketika aku arahkan pandanganku kebawah aku melihat seseorang dengan rambut panjang menutupi muka, sedang duduk diatas kakiku, aku berteriak histeris tapi tidak ada yg mendengar. aku menangis sekencang-kencangnya tp tetap tidak ada yang datang kekamarku, aku terus menangis dan berteriak memanggil ibu entah sampai berapa lama, tapi aku baru sadar ketika ibu datang membangunkanku. Aku sangat yakin tadi itu bukan mimpi, asumsiku aku pingsan karena terlalu histeris.
Akhirnya aku menceritakan kejadian td pada ibuku. "Ibu ga dengar apa2 dek, emang ga ada suara apa" kata ibu.
"Bu coba panggilin uwa Tanto (bapak TS), aku mau cerita ke uwa" kataku.
Lalu datanglah uwa ke kamarku, dan aku menceritakan semua kejadian tentang kakiku yg diduduki entah siapa, sampai semua kejadian selama di perkemahan. uwa mulai memegang kepalaku, dan membacakan doa. Lalu uwa berkata, sepertinya ada yg ngikutin km, nanti malam uwa mau sholat, memohon petunjuk bagaimana ngebuang yang ngikutin kamu ini.
Besokanya uwa ngabarin ke ibu, katanya yang ngikutin aku ini bapak2 jualan bawa pikulan depan belakang, makanya selama ini yg dirasain berat dan lemas karna mikul dagangan depan belakang kata uwa. kata uwa ini dingajiin aja tiap abis maghrib, aku jg disuruh ikut ngaji, nanti uwa tetep bantu dg kirim doa di sepertiga malam. Alhamdulilah kadang rasa berat dipundak hilang, wlwpun kadang muncul lagi, tapi sebulan kemudian aku benar2 sudah sembuh dari ketempelan dan bisa bersekolah seperti dulu lagi, berkat izin alloh dan bantuan uwa yg telah membantu doa setiap sepertiga malam, serta keluarga yg telah bersedia membacakan ayat2 alquran setiap hari.
Diubah oleh sinsin2806 18-10-2019 14:31
erinomonogatari dan 8 lainnya memberi reputasi
9
6.4K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sinsin2806
#7
Kisah 3 "Korban Tumbal"
Agan sista disini ada yang percaya tumbal-menumbal?? Kejadian ini nyata dialami oleh teman saya, dia menjadi salah satu korban yang akan ditumbalkan, tapi alhamdulilah Alloh masih berkehendak lain menyelamatkan teman saya ini. Rumornya praktek tumbal kalau korban yang ditumbalkan tidak mati maka akan berbalik kepada si penumbal jadi si penumbal ini lah yang menggantikan posisi korbanya.
Saya baru benar-benar percaya kisah teman saya ini nyata, setelah dia menunjukan berita kematian seseorang yang di rilis di beberapa media baik televisi maupun cetak.
Penyebab kematian orang tsb masih menyimpan banyak misteri, karena ada yang menyebutnya terpeleset, ada yang menyebut di dorong orang, ada yang menyebut sengaja melompat bunuh diri (Tapi pihak keluarga menepis kabar bunuh diri, karena menganggap tidak ada faktor yang memicu, keluarga harmonis, karir bagus, keuangan juga bagus).
Kembali lagi ke cerita teman sy ini panggilanya Adi, awalnya pada bulan November 2012 dia mendapatkan tawaran kerja untuk menjadi buruh bangunan di Jakarta dibawah naungan PT XXXX (PT ini merupakan salah satu BUMN di Jakarta yang bergerak di bidang infrasturktur, pembangunan gedung, jembatan dll). Adi tertarik dan ikut berangkat ke Jakarta bersama 6 orang lainnya yang masih satu daerah. Mereka dipekerjakan untuk membangun gedung baru berlantai 4 di kawasan Cawang. Proses pembangunan ternyata tidak hanya dilakukan oleh seangkatan teman sy saja, karna sesampainya disana gedung sedang on process, sdh dibangun bagian luarnya. Jadi tinggal menggarap bagian dalam dan interiornya. Dan disana banyak kelompok-kelompok pekerja dari daerah lain, ada dari tasikmalaya, bumiayu dll.
Sebelum memulai pekerjaan, mandor disana sempat memberikan pengarahan dan bercerita bahwa beberapa hari yang lalu ada pekerja yang jatuh dari lantai 4 dan meninggal. Oleh karena itu sang mandor mewanti-wanti bahwa keselamatan adalah yang utama, harus selalu memaki perlengkapan kerja sesuai dengan standarnya.
9 hari berlalu, pekerjaan lancar dan normal jam kerja mulai dari pukul 7 pagi sampai 4 sore, dan jika ingin lembur dipersilahkan asal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Disana biasa dilakukan pekerjaan lembur sampai pagi, Adi ini memilih lembur max hanya sampai pukul 7 malam, dia malas lembur sampai tengah malam. Di hari ke-10 ini ke naas-an nya terjadi. Selepas maghrib Adi mengerjakan sesuatu dilantai 2, ketinggian nya sekitar 9 meter dari bawah. Posisinya dia sedang berdiri diatas sapolding, karena niatnya mau membongkar silang yang ada dibawahnya. Tiba-tiba dia merasa seperti ada seseorang disampingnya, ditengok ternyata benar ada anak kecil. anak kecil itu tersenyum, lalu mendorong si Adi.
Yang Adi rasakan dia seperti terbang, dan ketika bangun dia sedang diminumi air putih dan dikerubungi teman-temannya, dia merasakan sakit yang luar biasa di lengan kanan atas, dan tanganya tidak bisa digerakkan, Adi sdh berfirasat pasti tanganya patah. Malam itu atas perintah mandor, Adi dilarikan ke salah satu pengobatan alternatif patah tulang AL-Fatah di daerah Basmol Jakarta Barat. Pihak Perusahaan tidak membawanya ke RS karena kata mandor, pihak perusahaan hanya akan menanggung biaya pengobatan di pengobatan2 alternatif seperti ini saja. Kalau dibawa ke RS harus biaya pribadi.
Karena posisi Adi baru bekerja 10 hari, pegangan uang pun tidak ada, dan dia juga tidak ingin merepotkan keluarga dikampung, dia menurut saja diobati di Basmol.
Sebulan Adi menjalani pengobatan di Basmol, belum ada perkembangan yang signifikan, lengan masih di Gip. Tapi pihak perusahaan sudah tidak mau menanggung biaya pengobatan, karena toleransi dari perusahaan hanya biaya berobat untuk sebulan, selebihnya sudah menjadi tanggungan pekerja. Adi pun memilih untuk pulang, dan melanjutkan pengobatan dikampung. Desember Adi melanjutkan ke ahli urut di daerah Sawangan, tempatnya seperti klinik jadi para pasien bisa memesan kamar dan menginap disana supaya lebih terkontrol asupannya dan jadi lebih sering diperiksa kondisi lenganya. Sebulan sudah Adi berobat di Sawangan, gip sudah dilepas bagian bawahnya, hanya tinggal lengan atas yang di gip. Tapi Adi merasa tidak ada perubahan sejak pulang di Jakarta sampai sekarang, karena tanganya sama sekali blm bisa digerakkan. Jangankan untuk menekuk, untuk bergerak sendiri maju/mundur blm bisa. Adi hanya bisa menggerakan jari saja.
Dalam jangka 12 bulan Adi sdh berpindah tempat pengobatan alternatif sebanyak 4 kali, sempat juga rontgen beberapa kali. Ada berbagai saran agar bisa sembuh seperti meminum air rebusan bunga matahari, mengambil 4 air sumur yang mengarah ke selatan, mandi di 7 pancuran yang berbeda, mandi kembang 7 rupa sampai memakan daging bebek jantan warna hitam. Itu semua sudah dijalani, tapi tidak ada perubahan. karena terakhir rontgen posisi nya masih patah.
Saya sendiri agak gemas ya, kenapa ga coba operasi aja? kan itu retak beneran kan? Jadi pasti bisa dioperasi.
Tapi alasanya sebenarnya dia tdk melakukan operasi, karena dia mendengar dari salah satu kiai yang ada di Purbalingga, dia adalah kiai yang bisa melihat hal-hal ghoib, katanya si Adi ini dijadikan target tumbal oleh seseorang yang berkuasa di tempat kerjanya yang dulu, dan ditargetkan harus mati. Tumbalnya ini sdh beberapa orang bukan cuma si Adi aja, dan tujuan tumbalnya itu untuk melancarkan pembangunan dan menaikkan karier Orang yang berkuasa ini. Dan kalau dari penglihatan kiai, dada sebelah kanan Adi sudah bolong, pertanda kalau dia target tumbal. Pak Kiai bilang kalau Adi baru akan sembuh setelah pelaku tumbal ini berhenti, tapi tidak mungkin pelaku tumbal berhenti sebelum dirinya sendiri yang ditumbalkan. Jadi dia menyuruh Adi untuk terus mendekatkan diri ke Alloh swt, sholat, ngaji, dzikir pkoknya mintalah perlindungan dan keselamatan hanya kepada Alloh swt.
Dan tidak sampai sebulan, dia melihat kabar ditelevisi awalnya bahwa direktur operasional perusahaan tersebut meninggal dunia karena jatuh dari jembatan. Ini si percaya ga percaya ya, tapi setelah itu Adi dan keluarga langsung memutuskan untuk operasi di salah satu RS didaerah Banyumas. Dan alhamdulilah dalam jangka waktu 2 bulan Adi sudah mulai bisa menggerakan tangan, selayaknya tangan normal. hanya saja blm bisa mengangkat beban berat, dan kondisinya sehat wal afiat sampai saat ini.
Agan sista disini ada yang percaya tumbal-menumbal?? Kejadian ini nyata dialami oleh teman saya, dia menjadi salah satu korban yang akan ditumbalkan, tapi alhamdulilah Alloh masih berkehendak lain menyelamatkan teman saya ini. Rumornya praktek tumbal kalau korban yang ditumbalkan tidak mati maka akan berbalik kepada si penumbal jadi si penumbal ini lah yang menggantikan posisi korbanya.
Saya baru benar-benar percaya kisah teman saya ini nyata, setelah dia menunjukan berita kematian seseorang yang di rilis di beberapa media baik televisi maupun cetak.
Penyebab kematian orang tsb masih menyimpan banyak misteri, karena ada yang menyebutnya terpeleset, ada yang menyebut di dorong orang, ada yang menyebut sengaja melompat bunuh diri (Tapi pihak keluarga menepis kabar bunuh diri, karena menganggap tidak ada faktor yang memicu, keluarga harmonis, karir bagus, keuangan juga bagus).
Kembali lagi ke cerita teman sy ini panggilanya Adi, awalnya pada bulan November 2012 dia mendapatkan tawaran kerja untuk menjadi buruh bangunan di Jakarta dibawah naungan PT XXXX (PT ini merupakan salah satu BUMN di Jakarta yang bergerak di bidang infrasturktur, pembangunan gedung, jembatan dll). Adi tertarik dan ikut berangkat ke Jakarta bersama 6 orang lainnya yang masih satu daerah. Mereka dipekerjakan untuk membangun gedung baru berlantai 4 di kawasan Cawang. Proses pembangunan ternyata tidak hanya dilakukan oleh seangkatan teman sy saja, karna sesampainya disana gedung sedang on process, sdh dibangun bagian luarnya. Jadi tinggal menggarap bagian dalam dan interiornya. Dan disana banyak kelompok-kelompok pekerja dari daerah lain, ada dari tasikmalaya, bumiayu dll.
Sebelum memulai pekerjaan, mandor disana sempat memberikan pengarahan dan bercerita bahwa beberapa hari yang lalu ada pekerja yang jatuh dari lantai 4 dan meninggal. Oleh karena itu sang mandor mewanti-wanti bahwa keselamatan adalah yang utama, harus selalu memaki perlengkapan kerja sesuai dengan standarnya.
9 hari berlalu, pekerjaan lancar dan normal jam kerja mulai dari pukul 7 pagi sampai 4 sore, dan jika ingin lembur dipersilahkan asal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Disana biasa dilakukan pekerjaan lembur sampai pagi, Adi ini memilih lembur max hanya sampai pukul 7 malam, dia malas lembur sampai tengah malam. Di hari ke-10 ini ke naas-an nya terjadi. Selepas maghrib Adi mengerjakan sesuatu dilantai 2, ketinggian nya sekitar 9 meter dari bawah. Posisinya dia sedang berdiri diatas sapolding, karena niatnya mau membongkar silang yang ada dibawahnya. Tiba-tiba dia merasa seperti ada seseorang disampingnya, ditengok ternyata benar ada anak kecil. anak kecil itu tersenyum, lalu mendorong si Adi.
Yang Adi rasakan dia seperti terbang, dan ketika bangun dia sedang diminumi air putih dan dikerubungi teman-temannya, dia merasakan sakit yang luar biasa di lengan kanan atas, dan tanganya tidak bisa digerakkan, Adi sdh berfirasat pasti tanganya patah. Malam itu atas perintah mandor, Adi dilarikan ke salah satu pengobatan alternatif patah tulang AL-Fatah di daerah Basmol Jakarta Barat. Pihak Perusahaan tidak membawanya ke RS karena kata mandor, pihak perusahaan hanya akan menanggung biaya pengobatan di pengobatan2 alternatif seperti ini saja. Kalau dibawa ke RS harus biaya pribadi.
Karena posisi Adi baru bekerja 10 hari, pegangan uang pun tidak ada, dan dia juga tidak ingin merepotkan keluarga dikampung, dia menurut saja diobati di Basmol.
Sebulan Adi menjalani pengobatan di Basmol, belum ada perkembangan yang signifikan, lengan masih di Gip. Tapi pihak perusahaan sudah tidak mau menanggung biaya pengobatan, karena toleransi dari perusahaan hanya biaya berobat untuk sebulan, selebihnya sudah menjadi tanggungan pekerja. Adi pun memilih untuk pulang, dan melanjutkan pengobatan dikampung. Desember Adi melanjutkan ke ahli urut di daerah Sawangan, tempatnya seperti klinik jadi para pasien bisa memesan kamar dan menginap disana supaya lebih terkontrol asupannya dan jadi lebih sering diperiksa kondisi lenganya. Sebulan sudah Adi berobat di Sawangan, gip sudah dilepas bagian bawahnya, hanya tinggal lengan atas yang di gip. Tapi Adi merasa tidak ada perubahan sejak pulang di Jakarta sampai sekarang, karena tanganya sama sekali blm bisa digerakkan. Jangankan untuk menekuk, untuk bergerak sendiri maju/mundur blm bisa. Adi hanya bisa menggerakan jari saja.
Dalam jangka 12 bulan Adi sdh berpindah tempat pengobatan alternatif sebanyak 4 kali, sempat juga rontgen beberapa kali. Ada berbagai saran agar bisa sembuh seperti meminum air rebusan bunga matahari, mengambil 4 air sumur yang mengarah ke selatan, mandi di 7 pancuran yang berbeda, mandi kembang 7 rupa sampai memakan daging bebek jantan warna hitam. Itu semua sudah dijalani, tapi tidak ada perubahan. karena terakhir rontgen posisi nya masih patah.
Saya sendiri agak gemas ya, kenapa ga coba operasi aja? kan itu retak beneran kan? Jadi pasti bisa dioperasi.
Tapi alasanya sebenarnya dia tdk melakukan operasi, karena dia mendengar dari salah satu kiai yang ada di Purbalingga, dia adalah kiai yang bisa melihat hal-hal ghoib, katanya si Adi ini dijadikan target tumbal oleh seseorang yang berkuasa di tempat kerjanya yang dulu, dan ditargetkan harus mati. Tumbalnya ini sdh beberapa orang bukan cuma si Adi aja, dan tujuan tumbalnya itu untuk melancarkan pembangunan dan menaikkan karier Orang yang berkuasa ini. Dan kalau dari penglihatan kiai, dada sebelah kanan Adi sudah bolong, pertanda kalau dia target tumbal. Pak Kiai bilang kalau Adi baru akan sembuh setelah pelaku tumbal ini berhenti, tapi tidak mungkin pelaku tumbal berhenti sebelum dirinya sendiri yang ditumbalkan. Jadi dia menyuruh Adi untuk terus mendekatkan diri ke Alloh swt, sholat, ngaji, dzikir pkoknya mintalah perlindungan dan keselamatan hanya kepada Alloh swt.
Dan tidak sampai sebulan, dia melihat kabar ditelevisi awalnya bahwa direktur operasional perusahaan tersebut meninggal dunia karena jatuh dari jembatan. Ini si percaya ga percaya ya, tapi setelah itu Adi dan keluarga langsung memutuskan untuk operasi di salah satu RS didaerah Banyumas. Dan alhamdulilah dalam jangka waktu 2 bulan Adi sudah mulai bisa menggerakan tangan, selayaknya tangan normal. hanya saja blm bisa mengangkat beban berat, dan kondisinya sehat wal afiat sampai saat ini.
Diubah oleh sinsin2806 27-09-2019 11:52
gargantuar89 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
