- Beranda
- Stories from the Heart
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
...
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/20/10668384_20200520011303.jpg)
Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.
Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.
Spoiler for INDEX:
Spoiler for MULUSTRASI:
Spoiler for Peraturan:
Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.
Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh yanagi92055 17-05-2026 02:21
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
473.7K
4.4K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yanagi92055
#2186
Malam Yang Akrab_Part 2
Angkatan Rama disambut ramah oleh para panitia. Beberapa panitia masih ada yang mengenali angkatan Rama ini, terutama yang angkatan Harmi. Sedangkan angkatannya Diani udah nggak kenal banyakan, walaupun ada beberapa yang mengenali dari waktu ospek dulu. Ane hanya memantau dari sisi villa yang agak jauh aja. Sofi belum sadar ada ane juga didalam situ. Tapi ane melihat si Sofi intens banget sama Rama nih. Wah ada apaan ini?
Suasana selepas isya lebih cair dan pusat perhatian lebih banyak ke angkatan Rama. Mereka nggak terlalu banyak yang datang, tapi kebetulan yang datang yang kelakuannya kayak anj*ng, apalagi dulu waktu mereka masih pada jadi asisten dosen, yang belagak sengak dan tengil, nggak cowok nggak cewek, nah mereka-mereka ini yang datang. Angkatan ane dan Keket emang udah nggak terlalu senang dari awal. Kenapa yang baik-baik malah pada nggak ada, giliran yang kayak t*i gini malah dateng. Kan bisa ngerusak suasana.
Cerita-cerita membosankan tentang dunia kerja yang disampaikan secara sok keren dan terlihat gila hormat itu cukup lama juga selesainya. Angkatan ane dan Keket pilih menyingkir aja dari sana, kami malah membuat diskusi sendiri dan lebih seru karena isinya ketawa-ketawa doang dengan obrolan ringan serta lawakan receh yang hits waktu itu. Nggak kerasa waktu udah jam 21.00 aja, dan panitia ngajakin kami semua berkumpul karena ada semacam game gitu. Seru gamenya, kreatif dan kami menikmatinya.
Ane sengaja nyamperin gantian Keket dan Harmi. Sekalian aja biar keliatan kayak don juan raja minyak. Rama sesekali curi pandang ke Keket, sementara Keket malah manas-manasin keadaan dengan gelendotan ke ane terus. Nggak cuma Rama dan Sofi yang panas, tapi Harmi juga. Hahaha. Beberapa anak dari angkatan ane, Harmi dan Keket mulai mencium gelagat yang agak aneh dari gimmick yang kami tunjukin.
"Aku tau kamu sengaja manas-manasin kan yank?" Kata ane
"Iya. Hehehe."
Ane cuma senyum aja ke Keket.
"Tapi kamu jangan ribut lagi sama Rama ya yank." Kata Keket.
"Ya kalau dia nggak bikin perkara ya selaw aja. Tapi aku mau ngomong sama Sofi maksudnya apaan dia kayak gitu."
"Ngomong pelan-pelan, kalau mau pas dirumah aja, jangan disini. Nanti kacau. Apalagi kamu kan mantan ketua himpunan."
"Iya, pokoknya selama Rama nggak cari perkara, aku santai yank. Dan kalau Sofi bisa diajak ngomong baik-baik dan mau jelasin, aku nggak santai."
Ane dan Keket melihat panitia dari angkatan Diani banyak yang nanya-nanya ke Rama. Seperti yang udah ane jelaskan, si Rama ini kan bentukan luarnya kayak Adipati Dolken dengan muka lokal, pinter, berprestasi. Tapi ane nggak tau dia kerja apa sekarang. Soalnya pas angkatan dia bangga-banggain soal kerjaan, si Rama ini bungkam. Orang ganteng dan populer macem ini ya pastilah disenangi adik-adik kelas yang cewek.
Selagi Rama dan kawan-kawan sampahnya itu sibuk, ane langsung menarik keluar Sofi.
"Aku mau ngomong." Kata ane.
"Ngomong aja." Kata Sofi datar.
"Oke, ngapain kamu disini?"
"Aku kan alumni sini juga kali. Terus kenapa nggak boleh dateng?"
"Kamu nggak pernah berbaur di organisasi ini even dikampus aja kamu jarang bergaul, sekarang tiba-tiba ada disini. Buat aku itu aneh."
"Nggak aneh lah, aku kan udah kerja, jadi ya latian lah buat bersosialisasi."
"Oh jadi karena kerja kamu udah bisa kayak gini, sok gaul? Aku udah hafal kamu Sof. Nggak usah sok begini lah. Jujur aja, kenapa kamu kesini?”
"Aku...nemenin Rama."
"Nemenin Bang Rama? Apa urusannya?"
"Aku belum cerita ke kamu."
"Emang belum."
"Iya aku kan kerja dikantor yang sekarang, dan kebetulan satu tim sama dia Ja."
"Hah? Bener-bener ya kamu. Kenapa nggak cerita?"
"Kalau aku cerita pun sebenarnya juga nggak ngaruh kan? Kan nggak ada hubungannya kamu sama dia."
Ane cuma diam aja. Iya, Sofi nggak tau permasalahan antara ane, Keket dan Rama.
"Terusin cerita lagi."
"Dia nyambung banget sama aku. Dan aku juga senang kok sama interaksi dia. Anaknya supel, pinter lagi."
"Terus emang aku nggak begitu juga? Kurang supel apa aku?"
"Dia ngasih kenyamanan."
"Terus aku nggak gitu?”
"Dia ngehargain aku dan permintaan-permintaanku. Dia ngehargain aku dengan nggak macem-macem sama aku, seolah aku budak seks. Nggak kayak kamu. Setiap ketemu aku pasti bawaannya mau begitu mulu." Perlahan matanya mulai berair.
"Iya...aku minta maaf soal itu. Terus?”
"Aku nggak bisa ngejalanin hubungan kayak gitu Ja. Aku berulang kali bilang sama kamu kan. Aku nggak nyaman, risih."
"Maaf...."
"Tapi kamu terus aja mau minta..." Sekarang dia udah fix nangis sesenggukan.
"Iya, kan aku berpikir kalau pacaran ya wajarlah kayak gitu."
"Wajar? Aku ngerasa itu nggak wajar sama sekali. Kamu sama aja kayak cuma pingin fisik aku doang, tapi nggak cinta beneran sama aku."
"Kamu ngerasa aku cuma mau fisik doang? Terus kesabaran aku ngadepin ngambek-ngambek kamu yang berkelanjutan itu gimana? Kurang sabar apa aku? Kurang sayang apa aku?”
"........"
"Kenapa diem? Bohong kalo kamu nggak ngerasain sayang yang aku kasih ke kamu..”
"Tapi aku kayaknya udah nggak bisa sayang lebih lama lagi sama kamu. Aku udah capek kayak gini."
"Harusnya aku yang bilang gitu. Aku yang capek sama kelakuan kamu yang kayak bocah, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit bawa perasaan. Apa-apa diselesaiinnya harus aku yang minta maaf. Apaan tuh begitu."
Tiba-tiba dari belakang Sofi muncul sosok yang nggak asing.
"Apaan nih, kenapa kamu nangis sayang?" Rama muncul dan merangkul Sofi. Ane aja susah banget buat megang dia dulu awal-awal jadian, lah ini dia siapa main rangkul-rangkul dan bilang sayang.
"Heh, lo lagi. Apa-apaan lo ngomong sayang-sayang aja ke cewek gue." Kata ane masih sabar.
"Cewek lo? Lah. Sofi itu jadian sama gue, dari akhir taun kemaren. Lo ngapain ngaku-ngaku? Keket nggak cukup? Sekarang mau ngembat temen sekelasnya juga? Jangan jadi bangs*t terus lo Ja." Kata Rama santai.
Ane kaget bukan kepalang. Sofi jadian? Jadi gue ditikung gitu? Ditikung sama si anj*ng ini pulak? Bangs*t asli ini. Gue berjuang susah-susah ngehadapin egonya Sofi yang nggak karuan itu, sekarang dia malah berpaling dari gue ke Rama? Bangs*t.
"Mending kamu jelasin ke Rama deh Sof."
Lalu Sofi sambil menangis menjelaskan apa yang terjadi antara ane dan Sofi. Rama kaget, tapi malah merasa senang dan menang.
"Haha. Sekarang kan tinggal Sofinya aja, mau milih siapa? Orang kayak gue, apa bajingan kayak lo Ja."
"Kita liat aja. Oke Sof, kamu jadinya nentuin yang mana?”
Sofi malah melangkah ke arah Rama. Sejurus kemudian Rama berbisik ke Sofi, lalu Sofi melangkah ke ane dan menampar ane cukup keras. Nggak lama terdengar suara istigfar dari sekitaran ane. Ternyata adegan sinetron ini udah di tontonin sama sebagian anak-anak, ada juga alumni. Ane nggak sadar karena gelap.
Rama nyamperin kearah ane dan main pukul aja di pipi sebelah kiri ane. Ane limbung dan langsung jatuh. Disana keributan nggak bisa dihindarkan. ane bangkit dan memukul balik. Anak-anak langsung melerai ane. Tapi ane masih bisa lepas dari pegangan anak-anak. Ane memukul Rama lagi bertubi-tubi, dan kali ini nggak menyia-nyiakan kesempatan. Ane mengambil botol f*nta kaca bekas yang ada didekat situ. Langsung aja ane pukulkan sekeras-kerasnya ke kepala si Rama berulang kali. Pecah tu botol. Darah ngucur banyak banget dari kepala Rama. Ane baru berhenti setelah dia jatuh kesungkur dan keliatan babak belur. Cewek-cewek banyak yang nangis. Dan disitu pulalah hubungan ane dan Sofi resmi berakhir.
Ane dan Rama telah ngajarin contoh buruk buat adik kelas. Kekompakan jurusan yang ane gaungkan menguap gitu aja pas malam itu dengan sebuah sajian reallife gulat bebas. Konyolnya ini cuma urusan sepele, cewek. Walaupun puas bisa mecahin botol di kepalanya, ane tetap ngerasa bersalah banget sama panitia yang udah capek-capek bikin acara ini, malah jadi rusak semua gara-gara kelakuan nggak dewasa senior-seniornya.
Skip.
Ane udah ada di sofa panjang dan diobatin sama Keket dan Harmi. Sementara Diani, Tahir dan panitia lainnya mondar mandir nggak jelas gitu karena acaranya mereka berantakan semua. Setelah udah rada mendingan, ane langsung ke Tahir dan memohon maaf banyak-banyak, juga ke Harmi dan semua panitia. Ane udah nggak punya muka lagi di depan mereka. Ane mau pulang malam itu juga tapi ditahan oleh Harmi dan Keket.
"Kak lo jangan nekat. Lo masih kliyengan gitu. Besok yah?" Kata Harmi.
"Iya yank, besok aja ya." Kata Keket.
"Aku nggak apa-apa. Maafin udah ngacauin semuanya ya Mi." Kata ane.
"Udah nggak usah mikirin itu." Kata Harmi.
Teman-teman angkatan ane lalu menghampiri dan ngajak ngobrol-ngobrol, dan mengejutkannya, mereka senang dengan tindakan ane. Karena menurut mereka senior-senior konyol dan sok itu mesti dilawan. Haha. Aneh.
Paginya ada kegiatan senam bersama. Ane nggak melihat ada angkatan Rama. Ternyata setelah ditanya. Mereka pulang dan membawa Rama ke RS. Kepala Rama di jahit beberapa bagian. Baguslah, nggak usah sok-sokan jadi orang makanya. Tuaan boleh, tapi kalo kelakuannya konyol ya harus digaprak dulu baru anteng.
"Udara segar gini enak banget ya Ja buat mesra-mesraan." Kata kekete menggoda ane.
"Haha iya, make out aja dibelakang yuk. Quickie aja quickie.. hehe." Ane goda balik Keket.
Kami malah melarikan diri keluar dari barisan senam dan kebelakang. Make out beneran. Karena keburu nafsu eh malahan bablas, quickie beneran sambil berdiri menghadap tembok. Keringat yang dihasilkan dari senam sesaat itu bercampur dan beraroma aneh, tapi ya kami bodo amat. Namanya juga nanggung. Aduh itu seru banget. Didepan lagi rame, eh dibelakang ane malah mesum sama Keket dengan kondisi badan yang masih agak sakit dan muka bentuknya nggak jelas karena biru-biru abis dipukul. Haha.
Siangnya kami pulang dan ane langsung mengantar Keket ke kostannya. Ane memeluknya lama banget. Ane makin sayang sama dia. Dia juga.
"Aku mau jadi pacar kamu beneran Ja."
itkgid dan 28 lainnya memberi reputasi
29
Tutup
Zalina, 95% mirip Tala Ashe
Anin, 85% mirip Beby Cesara
Keket, 95% mirip, ane nggak kenal siapa ini, nemu di google
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043503.jpg)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043009.jpg)
Mulustrasi Ara, waktu masih SMA, 96% mirip![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/12/10668384_201909120424500824.png)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/13/10668384_201909130223080915.png)
serta apresiasi cendol