- Beranda
- The Lounge
Ketemu Sosok Misterius Saat Naik Gunung, Siapakah Dia?
...
TS
cicitegu
Ketemu Sosok Misterius Saat Naik Gunung, Siapakah Dia?
Belakangan ini banyak banget yang share soal kisah misterius yang dialami pada saat mendaki gunung. Ane jadi ingat pengalaman yang ane alami pada saat masih menjadi pendaki yang newbie alias pemula banget.
Tepatnya saat zaman awal kuliah dan status ane masih mahasiswa baru, saat itu ane masih aktif-aktifnya ikut organisasi. Rasanya semua organisasi pengen banget diikuti, termasuk menjadi Mapala alias mahasiswa pecinta alam. Meskipun sebenarnya kegiatan kayak gini bukan ane banget, tapi yang namanya penasaran ya gimana ya.
Oke lanjut.
Salah satu kegiatan wajib untuk menjadi mapala adalah mengikuti latihan dasar. Setelah mempersiapkan diri dengan latihan fisik yang dibina oleh kakak tingkat, diajaklah kami semua naik ke salah satu gunung di Pulau Jawa ini. Saat itu kurang lebih ada 10 orang yang mengikuti latihan dasar ini.

Jujur, fisik ane sebenernya nggak terlalu kuat Gan, bahkan untuk naik gunung. Tapi ane sangat berterimakasih banget karena ada temen ane (sebut aja namanya Bagas) yang mau banget ngedampingin dari latihan fisik awal sampai proses mendaki. Tapi adanya Bagas ini secara nggak langsung juga memicu pengalaman horor yang ane rasain sewaktu mendaki, hmmm.
Jadi gini Gan, ceritanya.
Saat itu adalah pertama kalinya ane naik gunung, dan bisa dibilang jika ane jalannya lama banget. Nggak heran sih kalau ane agak tertinggal dan ada di urutan belakang rombongan. Tapi untungnya ada si Bagas yang mau nemenin sekalian hunting foto katanya. Fyi, Bagas ini tipikal anak millenials banget Gan. Tipikal pencari konten banget lah. Dikit-dikit ngefoto, dikit-dikit ngerekam.
Saat itu ane lupa persisnya udah sampai di pos berapa. Karena udah ketinggalan, mau nggak mau ane dan Bagas harus jalan lebih cepat untuk menyusul.
“Gas, bentar dong, nafas bentar,”
“Oke santai aja, gue juga mau foto-foto,”
Hmmm, agak pinter ya Bagas memanfaatkan situasi.
Saat sedang istirahat beberapa detik buat bernafas, tiba-tiba aja ane mencium aroma wangi bunga. Padahal di sekitar sama sekali nggak ada tanaman bunga, yang ada hanya pohon dengan semak-semak.
Asli, merinding.
Ane yakin jika Bagas juga merasakan hal yang sama dan kami pun cuma lihat-lihatan aja. Tanpa pikir panjang, ane dan Bagas langsung kembali mempercepat jalan.

“Lu ngerasa ada yang ngikutin nggak sih?” kata Bagas.
Anjir, ane reflek mengumpat dalam hati.
“Apaan dah lu, nggak usah bercanda deh, nggak lucu!”
Iya sih saat itu jujur ane memang ngerasa ada yang ngikutin. Tapi ane inget betul apa yang diomongin sama senior kalau apapun yang kita lihat di gunung nggak boleh diomongin, jadi yaudah meskipun takut banget ane cuma bisa diem.
Ane semakin mempercepat jalan dan Bagas masih sempat-sempatnya merekam.
Tiba-tiba aja Bagas jatuh tersandung. Dan bener dong Gan, di rekaman yang dibuat Bagas tersebut tertangkap sosok berpakaian putih yang sedang berjalan. Coba deh tengok di potongan video berikut ini.
Katanya, waktu itu memang ada yang ngikutin kami. Tapi untungnya ane dan Bagas bisa selamat dan sukses mengejar rombongan, meskipun hawanya benar-benar udah nggak enak.
Bahkan beberapa hari setelah pendakian hawa-hawa nggak enak tersebut masih terasa. Menurut Agan Sista, mungkin nggak sih jika penunggu gunung tersebut nggak suka dengan keberadaan kami? Atau mungkin mereka marah dengan adanya rekaman atau foto-foto yang dibuat Bagas? Karena setelah dicek kembali, semua foto dan video yang dibuat Bagas secara misterius hilang total dan hanya menyisakan satu video tersebut.

Pernah nggak sih Agan Sista ngalamin hal serupa? Masa iya semua foto dan video bisa hilang dan cuma nyisa satu video aja? Kira-kira ini beneran atau ane cuma diakal-akalin sama Bagas aja??
Diubah oleh cicitegu 25-09-2019 11:58
someshitness dan 10 lainnya memberi reputasi
11
4.4K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.7KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#7
Ini kejadian nyata juga.
Pernah ditempat wisata (pantai) sewa becak mini.
3 orang, saya dan dua teman saya sewa 2 becak mini.
Becak yang satu dipake 2 orang (saya dan teman saya), becak yang satu lagi dipake teman yang seorang lagi.
Namanya pantai, malam-malam anginnya pasti kenceng.... kalau gak minum takut masuk angin.
Kita bawa becak ke pinggir pantai sambil minum, saat itu belum zamannya foto lewat smarphone tapi foto analog yang hasilnya harus nunggu di cuci dulu.
Kita minum-minum sambil foto-foto diatas becak.
Mencoba berbagai gaya baik sendiri atau berdua (satu orang gantian memfoto).
Pulang dari tempat wisata, berselang berapa lama malah lupa kalau pernah foto-foto dipantai.
Sampai salah seorang teman saya inisiatif buat mencuci/cetak foto tersebut.
Temen saya tersebut lalu nelpon ke rumah saya dan temen satu lagi, ngasih tahu kalau foto sudah dicetak.
Ok, meskipun lupa tetap antusias untuk melihat hasil-hasilnya.
Tapi keadaan malah jadi 180 derajat saat kita melihat hasilnya.
Pada foto tersebut malah muncul penampakan-penampakan.
Tiap kita berfoto selalu ditemani makhluk gaib.
Misal saya difoto sendiri duduk di sadel, eh malah ada penumpang gelapnya dijok penumpang.... begitu sebaliknya.
Yang lebih menyeramkan foto teman saya, duduk didepan ditemani makhluk gaib.
Lebih parahnya lagi anggota badan makhluk tersebut sangat menyeramkan.
Habis itu foto-foto tersebut langsung dibakar, entah klise/negatifnya masih ada diteman saya atau tidak.... soalnya sudah lamaaaa.
Pernah ditempat wisata (pantai) sewa becak mini.
3 orang, saya dan dua teman saya sewa 2 becak mini.
Becak yang satu dipake 2 orang (saya dan teman saya), becak yang satu lagi dipake teman yang seorang lagi.
Namanya pantai, malam-malam anginnya pasti kenceng.... kalau gak minum takut masuk angin.
Kita bawa becak ke pinggir pantai sambil minum, saat itu belum zamannya foto lewat smarphone tapi foto analog yang hasilnya harus nunggu di cuci dulu.
Kita minum-minum sambil foto-foto diatas becak.
Mencoba berbagai gaya baik sendiri atau berdua (satu orang gantian memfoto).
Pulang dari tempat wisata, berselang berapa lama malah lupa kalau pernah foto-foto dipantai.
Sampai salah seorang teman saya inisiatif buat mencuci/cetak foto tersebut.
Temen saya tersebut lalu nelpon ke rumah saya dan temen satu lagi, ngasih tahu kalau foto sudah dicetak.
Ok, meskipun lupa tetap antusias untuk melihat hasil-hasilnya.
Tapi keadaan malah jadi 180 derajat saat kita melihat hasilnya.
Pada foto tersebut malah muncul penampakan-penampakan.
Tiap kita berfoto selalu ditemani makhluk gaib.
Misal saya difoto sendiri duduk di sadel, eh malah ada penumpang gelapnya dijok penumpang.... begitu sebaliknya.
Yang lebih menyeramkan foto teman saya, duduk didepan ditemani makhluk gaib.
Lebih parahnya lagi anggota badan makhluk tersebut sangat menyeramkan.
Habis itu foto-foto tersebut langsung dibakar, entah klise/negatifnya masih ada diteman saya atau tidak.... soalnya sudah lamaaaa.
aapuu memberi reputasi
1
Tutup