- Beranda
- Stories from the Heart
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
...
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/20/10668384_20200520011303.jpg)
Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.
Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.
Spoiler for INDEX:
Spoiler for "You":
Spoiler for MULUSTRASI:
Spoiler for Peraturan:
Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.
Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
467.8K
4.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yanagi92055
#2101
Malam Yang Akrab_Part 1
Hubungan ane sama Sofi makin lama makin hambar. Dia makin sering ngambek nggak jelas. Didiemin bisa sampe hampir dua minggu. Untung masih ada Keket, Ara sama Harmi yang siap sedia menemani ane, terutama Keket sih. Sofi juga diakhir tahun udah mulai kerja di ibukota. Dapat kerjaan diperusahaan besar ibukota, dia harus cari tempat tinggal. Tapi ternyata lokasinya dekat dengan rumah Kak Lia yang jarang ditempati, soalnya Kak Lianya kan terbang melulu, namanya juga FA kan. Keket juga udah beres sidang dan dia lulus dengan predikat "DENGAN PUJIAN" alias Cumlaude. Bangga banget ane, tapi juga bukan hal yang mengherankan. Hehe.
Sofi tinggal disana, lebih seringnya sendirian. Awal tahun sebelum ane berangkat ke jawa tengah untuk penelitian skripsi, ane sempatkan beberapa kali untuk main kesana. Satu malam ane pernah menginap disana dan ujung-ujungnya selalu kentang dan diakhiri ngambeknya dia. Tapi anehnya dia nggak mau putus, padahal dulu awal-awal dia yang minta udahan melulu kalau kita udah mulai bablas, menurut dia.
Ane lama-lama capek juga ngeladenin kayak gini, apalagi kalau lagi ngambeknya datang, ane selalu harus minta maaf duluan. Mau udahan ditahan terus. Ah elah. Pernah juga satu hari ane malah ngeladenin Sinta yang lagi sang* berat. Ane kerumah dia yang lagi kosong, cukup jauh dari rumah Kak Lia, tapi nggak apa-apa lah. Seru juga main dirumah anak SMA. Haha. Tapi kalau nyeritain Sinta itu selalu ada rasa hati yang nggak enak sama teman baik ane si Adi F.
Akhirnya acara malam keakraban antar pengurus himpunan lama dan baru, termasuk alumni-alumni angkatan tua, yang dilaksanakan awal tahun, tiba. Ane jelas ngajak Keket. Harmi ane kasih pengertian dan dia mau ngerti. Sofi? Ane lagi bodo amat sama dia waktu itu. Lagian ada nggak ada dia juga nggak ngaruh ini anaknya kan. Haha. Kalau Harmi kan cukup populer, Keket jangan ditanya lagi. Haha.
Malam keakraban ini satu hari satu malam. Kami yang masih kuliah pergi kesana sabtu pagi, sedangkan para alumni pada datang sore, ada juga yang malam. Bahkan ada yang numpang sebentar terus pulang. Makrab ini ane populerkan kembali karena menurut ane kekompakan antar angkatan itu perlu sih, paling nggak saling ngenal dengan angkatan jauh, mana tau nanti di dunia kerja ketemu atau bahkan bisa kerjasama.
Angkatan ane yang jadi macan kampus waktu itu hampir semuanya datang, baik pengurus maupun bukan pengurus. Nggak masalah soalnya kata panitia. Angkatan ane juga ikutan nyumbang biar acara lebih mudah terlaksana. Angkatan Keket juga masih banyak yang datang. Ane waktu itu nyetirin mobil Harmi, dan Harminya sendiri naik bis sama panitia lainnya dan juga anak-anak angkatan ane dan Keket yang ikut. Ane di mobil sama Keket.
Perjalanan menuju daerah puncak yang dingin cukup macet, padahal kami udah berangkat dari sebelum subuh. Disela kemacetan itu ane dan Keket curi-curi kesempatan lah dikit. Apalagi kaca film mobil Harmi kan gelap. baik sambil menghadapi kemacetan itu luar biasa juga loh sensasinya. Haha. Entah kenapa waktu di mobil itu Keket ini agresifnya minta ampun. Hampir beberapa kali ane nggak konsen nyetir. Haha. Di tol juga sempat macet, dan Keket otomatis langsung jailin ane dengan tangan kreatifnya yang membuat birahi terpacu.
Kami sampai ditujuan jelang tengah hari. Ane ikutan barisan angkatan Keket tanpa disadari. Abisnya angkatan Keket anak-anaknya jauh lebih seru daripada angkatan ane yang kebanyakan rajin belajar dan beribadah. Haha. Kami mendengarkan sambutan ketua himpunan baru sekaligus ketua panitia makrab ini. Setelahnya kami mengikuti instruksi panitia akan ada dimana aja, dan akan tidur disebelah mana aja. Panitia menyewa sebuah villa yang besar, jadi bisa muat orang banyak. Fasilitasnya lengkap, ada kolam renangnya juga. Dapurnya juga lengkap alat masaknya. Plus ada perangkat barbeque juga.
"Kamu mau tidur dimana yank?" Tanya ane.
"Aku tidur deket kamu tidur aja deh." Kata Keket.
"Lah, ntar kalau banyak yang istigfar lagi gimana? Hahaha."
"Justru itu yank, kan seru. Hehe."
"Buset kamu mah ada-ada aja. Aku rencana mau disudut sana aja deh." Ane menunjuk ke salah satu sudut ruangan.
"Yaudah, nggak apa-apa, remang-remang. Enak buat mesum." Kata Keket santai.
"Hah? Apah?"
"Enak buat mesum sama kamu sayang." Kata Keket malah mengeraskan suaranya.
Nggak lama terdengar suara istigfar yang kompak dari para mahasiswa alim dari berbagai angkatan.
"Nah, itu yang pingin aku dengar Ja. Hahaha."
"Gila kamu. Haha." Kata ane sambil mengusap kepalanya.
"Kan kamu yang ngajarin aku gila dan percaya diri."
"Iya iya. Tapi nggak gitu juga."
"Terus gimana? Masa mau main depan mereka terang-terangan?”
"Hahaha. Kamu kenapa sih? baik amat sepanjang hari ini?"
"Aku senang aja godain kamu. Hehe."
"Eh tadi sampe nggak konsen aku tau. Untung selamet."
"Yah itu tantangan dong. Di mobil cemceman kamu lagi kan. Hehehe."
"Ket udah deh nggak usah bahas, nanti kamu kebawa perasaan lagi. Kan disini kita mau senang-senang."
"Hehe iya iya sayang."
Siang itu kami banyak sharing mengenai keorganisasian, tentunya sambil makan siang yang udah disiapkan oleh pihak pemilik villa. Yang jadi fokus utama tentunya ane karena kebetulan mantan ketua himpunan angkatan Keket lagi nggak bisa ikutan karena sakit. Diani saat itu semangat banget kalau nanya-nanya. Itu disadari oleh Keket maupun Harmi. Ane sempat curi pandang ke mereka dan mereka kompakan cemberut pas Diani nanya. Haha. Seru deh. Adi F dan Tanto yang udah tau gelagat itu cuma bisa geleng-geleng kepala. Adi S nggak ikutan himpunan gini katanya buang-buang waktu karena dia dikejar deadline beasiswanya untuk lulus tepat waktu.
Sorenya setelah mandi ane dan Keket jalan-jalan disekitaran villa yang terdapat kebun teh yang cukup luas. Ane sempat bertemu Harmi dan dia hanya mengulas senyum sekilas lalu berlalu dari hadapan kami, bergabung dengan rekan-rekan panitianya. Ane menemukan sebuah gubuk kecil dipinggiran kebun teh itu dan kami duduk sebentar disana.
"Aku kayaknya mau udahan beneran sama si Sofi Ket. Aku nggak kuat. Parah banget ambekannya. Dia betah banget diemin aku berhari-hari bahkan sampai dua mingguan. Gila nggak coba?" Kata ane.
"Hmm. Sofi kok gitu banget ya?"
"Ya nggak tau juga makanya. Kalau kamu gimana?"
"Aku masih susah buat putus dari dia. Nggak pernah mau. Dia itu makin kesini makin kasar, tapi pas mau diputusin, dia kayak ngemis-ngemis banget yank. Aku kan nggak tegaan, jadinya ya susah. Luluh si nggak, cuma aku nggak tega aja."
"Terus menurut kamu kelanjutan hubungan kita gimana?” tanya ane.
"Aku mau terus sama kamu sampai kapanpun. Aku bakal pertahanin hubungan ini yank."
"Walaupun tanpa status resmi gini?"
"Dengan atau tanpa status kan hati aku udah jelas siapa yang punya." Katanya dengan senyuman yang bikin melting banget.
"Iya sayang, aku percaya banget." Kata ane, lalu kemudian mencium keningnya.
Dari cium kening, lalu turun cium bibir. Dan make out lagi terjadi. Sore-sore dengan udara segar dan pemandangan alam yang indah, enak banget dipake make out. Apalagi gratis nyusu langsung dari pabriknya yang besar itu. Ah seru banget kalau ingat masa itu. Keket waktu itu pakai Bvlgari Omnia Coral. Nggak terlalu suka ane aromanya, tapi karena yang pakai keket, ya oke-oke aja lah ya. Hehe. Nggak kerasa udah magrib aja.
Kami kembali ke villa dan beberapa alumni angkatan tua udah datang. Salah satunya ada Rama, si bangs*t, dan rombongan teman-teman angkatan t*i nya itu. Ane sempat menceritakan ke beberapa teman angkatan ane dan angkatan Keket mengenai kebencian ane kepada angkatan satu itu, tapi tanpa menceritakan kejadian di Lembang dulu. Keket udah mewanti ane agar sabar-sabar aja melihat mereka.
Adi F, Tanto dan beberapa teman ane yang angkatan Keket udah melihat gelagat nggak baik dari raut muka ane. Tapi alangkah mengejutkannya ketika ane melihat ada Sofi diantara angkatan itu. Ngapain Sofi diangkatan mereka? Kayaknya angkatan itu juga nggak banyak ngeh tentang eksistensi Sofi. Keket membisikkan ane supaya sabar dan tanya baik-baik.
Pertanyaan besar banget ini. Sofi ngapain sama angkatan itu?
Sofi tinggal disana, lebih seringnya sendirian. Awal tahun sebelum ane berangkat ke jawa tengah untuk penelitian skripsi, ane sempatkan beberapa kali untuk main kesana. Satu malam ane pernah menginap disana dan ujung-ujungnya selalu kentang dan diakhiri ngambeknya dia. Tapi anehnya dia nggak mau putus, padahal dulu awal-awal dia yang minta udahan melulu kalau kita udah mulai bablas, menurut dia.
Ane lama-lama capek juga ngeladenin kayak gini, apalagi kalau lagi ngambeknya datang, ane selalu harus minta maaf duluan. Mau udahan ditahan terus. Ah elah. Pernah juga satu hari ane malah ngeladenin Sinta yang lagi sang* berat. Ane kerumah dia yang lagi kosong, cukup jauh dari rumah Kak Lia, tapi nggak apa-apa lah. Seru juga main dirumah anak SMA. Haha. Tapi kalau nyeritain Sinta itu selalu ada rasa hati yang nggak enak sama teman baik ane si Adi F.
Akhirnya acara malam keakraban antar pengurus himpunan lama dan baru, termasuk alumni-alumni angkatan tua, yang dilaksanakan awal tahun, tiba. Ane jelas ngajak Keket. Harmi ane kasih pengertian dan dia mau ngerti. Sofi? Ane lagi bodo amat sama dia waktu itu. Lagian ada nggak ada dia juga nggak ngaruh ini anaknya kan. Haha. Kalau Harmi kan cukup populer, Keket jangan ditanya lagi. Haha.
Malam keakraban ini satu hari satu malam. Kami yang masih kuliah pergi kesana sabtu pagi, sedangkan para alumni pada datang sore, ada juga yang malam. Bahkan ada yang numpang sebentar terus pulang. Makrab ini ane populerkan kembali karena menurut ane kekompakan antar angkatan itu perlu sih, paling nggak saling ngenal dengan angkatan jauh, mana tau nanti di dunia kerja ketemu atau bahkan bisa kerjasama.
Angkatan ane yang jadi macan kampus waktu itu hampir semuanya datang, baik pengurus maupun bukan pengurus. Nggak masalah soalnya kata panitia. Angkatan ane juga ikutan nyumbang biar acara lebih mudah terlaksana. Angkatan Keket juga masih banyak yang datang. Ane waktu itu nyetirin mobil Harmi, dan Harminya sendiri naik bis sama panitia lainnya dan juga anak-anak angkatan ane dan Keket yang ikut. Ane di mobil sama Keket.
Perjalanan menuju daerah puncak yang dingin cukup macet, padahal kami udah berangkat dari sebelum subuh. Disela kemacetan itu ane dan Keket curi-curi kesempatan lah dikit. Apalagi kaca film mobil Harmi kan gelap. baik sambil menghadapi kemacetan itu luar biasa juga loh sensasinya. Haha. Entah kenapa waktu di mobil itu Keket ini agresifnya minta ampun. Hampir beberapa kali ane nggak konsen nyetir. Haha. Di tol juga sempat macet, dan Keket otomatis langsung jailin ane dengan tangan kreatifnya yang membuat birahi terpacu.
Kami sampai ditujuan jelang tengah hari. Ane ikutan barisan angkatan Keket tanpa disadari. Abisnya angkatan Keket anak-anaknya jauh lebih seru daripada angkatan ane yang kebanyakan rajin belajar dan beribadah. Haha. Kami mendengarkan sambutan ketua himpunan baru sekaligus ketua panitia makrab ini. Setelahnya kami mengikuti instruksi panitia akan ada dimana aja, dan akan tidur disebelah mana aja. Panitia menyewa sebuah villa yang besar, jadi bisa muat orang banyak. Fasilitasnya lengkap, ada kolam renangnya juga. Dapurnya juga lengkap alat masaknya. Plus ada perangkat barbeque juga.
"Kamu mau tidur dimana yank?" Tanya ane.
"Aku tidur deket kamu tidur aja deh." Kata Keket.
"Lah, ntar kalau banyak yang istigfar lagi gimana? Hahaha."
"Justru itu yank, kan seru. Hehe."
"Buset kamu mah ada-ada aja. Aku rencana mau disudut sana aja deh." Ane menunjuk ke salah satu sudut ruangan.
"Yaudah, nggak apa-apa, remang-remang. Enak buat mesum." Kata Keket santai.
"Hah? Apah?"
"Enak buat mesum sama kamu sayang." Kata Keket malah mengeraskan suaranya.
Nggak lama terdengar suara istigfar yang kompak dari para mahasiswa alim dari berbagai angkatan.
"Nah, itu yang pingin aku dengar Ja. Hahaha."
"Gila kamu. Haha." Kata ane sambil mengusap kepalanya.
"Kan kamu yang ngajarin aku gila dan percaya diri."
"Iya iya. Tapi nggak gitu juga."
"Terus gimana? Masa mau main depan mereka terang-terangan?”
"Hahaha. Kamu kenapa sih? baik amat sepanjang hari ini?"
"Aku senang aja godain kamu. Hehe."
"Eh tadi sampe nggak konsen aku tau. Untung selamet."
"Yah itu tantangan dong. Di mobil cemceman kamu lagi kan. Hehehe."
"Ket udah deh nggak usah bahas, nanti kamu kebawa perasaan lagi. Kan disini kita mau senang-senang."
"Hehe iya iya sayang."
Siang itu kami banyak sharing mengenai keorganisasian, tentunya sambil makan siang yang udah disiapkan oleh pihak pemilik villa. Yang jadi fokus utama tentunya ane karena kebetulan mantan ketua himpunan angkatan Keket lagi nggak bisa ikutan karena sakit. Diani saat itu semangat banget kalau nanya-nanya. Itu disadari oleh Keket maupun Harmi. Ane sempat curi pandang ke mereka dan mereka kompakan cemberut pas Diani nanya. Haha. Seru deh. Adi F dan Tanto yang udah tau gelagat itu cuma bisa geleng-geleng kepala. Adi S nggak ikutan himpunan gini katanya buang-buang waktu karena dia dikejar deadline beasiswanya untuk lulus tepat waktu.
Sorenya setelah mandi ane dan Keket jalan-jalan disekitaran villa yang terdapat kebun teh yang cukup luas. Ane sempat bertemu Harmi dan dia hanya mengulas senyum sekilas lalu berlalu dari hadapan kami, bergabung dengan rekan-rekan panitianya. Ane menemukan sebuah gubuk kecil dipinggiran kebun teh itu dan kami duduk sebentar disana.
"Aku kayaknya mau udahan beneran sama si Sofi Ket. Aku nggak kuat. Parah banget ambekannya. Dia betah banget diemin aku berhari-hari bahkan sampai dua mingguan. Gila nggak coba?" Kata ane.
"Hmm. Sofi kok gitu banget ya?"
"Ya nggak tau juga makanya. Kalau kamu gimana?"
"Aku masih susah buat putus dari dia. Nggak pernah mau. Dia itu makin kesini makin kasar, tapi pas mau diputusin, dia kayak ngemis-ngemis banget yank. Aku kan nggak tegaan, jadinya ya susah. Luluh si nggak, cuma aku nggak tega aja."
"Terus menurut kamu kelanjutan hubungan kita gimana?” tanya ane.
"Aku mau terus sama kamu sampai kapanpun. Aku bakal pertahanin hubungan ini yank."
"Walaupun tanpa status resmi gini?"
"Dengan atau tanpa status kan hati aku udah jelas siapa yang punya." Katanya dengan senyuman yang bikin melting banget.
"Iya sayang, aku percaya banget." Kata ane, lalu kemudian mencium keningnya.
Dari cium kening, lalu turun cium bibir. Dan make out lagi terjadi. Sore-sore dengan udara segar dan pemandangan alam yang indah, enak banget dipake make out. Apalagi gratis nyusu langsung dari pabriknya yang besar itu. Ah seru banget kalau ingat masa itu. Keket waktu itu pakai Bvlgari Omnia Coral. Nggak terlalu suka ane aromanya, tapi karena yang pakai keket, ya oke-oke aja lah ya. Hehe. Nggak kerasa udah magrib aja.
Kami kembali ke villa dan beberapa alumni angkatan tua udah datang. Salah satunya ada Rama, si bangs*t, dan rombongan teman-teman angkatan t*i nya itu. Ane sempat menceritakan ke beberapa teman angkatan ane dan angkatan Keket mengenai kebencian ane kepada angkatan satu itu, tapi tanpa menceritakan kejadian di Lembang dulu. Keket udah mewanti ane agar sabar-sabar aja melihat mereka.
Adi F, Tanto dan beberapa teman ane yang angkatan Keket udah melihat gelagat nggak baik dari raut muka ane. Tapi alangkah mengejutkannya ketika ane melihat ada Sofi diantara angkatan itu. Ngapain Sofi diangkatan mereka? Kayaknya angkatan itu juga nggak banyak ngeh tentang eksistensi Sofi. Keket membisikkan ane supaya sabar dan tanya baik-baik.
Pertanyaan besar banget ini. Sofi ngapain sama angkatan itu?
itkgid dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Zalina, 95% mirip Tala Ashe
Anin, 85% mirip Beby Cesara
Keket, 95% mirip, ane nggak kenal siapa ini, nemu di google
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043503.jpg)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043009.jpg)
Mulustrasi Ara, waktu masih SMA, 96% mirip![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/12/10668384_201909120424500824.png)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/13/10668384_201909130223080915.png)
serta apresiasi cendol