Kaskus

Story

neopoAvatar border
TS
neopo
Riding to Jannah


Don't choose the one who is beautiful to the world. But rather, choose the one who makes your world beautiful. Keep her close to Allah. Keep him close to Allah. Together for Jannah. I want love that will say: "Not even death will do us part, because we'll be reunited in jannah, insyaallah”

Welcome to my thread. Dimana disini kalian diperbolehkan untuk mengkritik, memberi saran, share, dan memposting komentar yang sekiranya bermanfaat baik bagi penulis ataupun pembaca. Fiksi atau non fiksi, semoga bukan menjadi masalah bagi pembaca. Karena penulis harap bisa memberikan banyak manfaat kepada orang-orang melalui tulisan yang tidak seberapa ini. Terima kasih.


Tokoh :
  • Ardian - Aku, pria dengan tinggi 176cm yang hobinya main motor
  • Azril Riswan - Sahabat sejak kuliah, beda jurusan tapi masih satu fakultas
  • Elriko - Kenalan saat pertama kali touring, so cool but nice guy
  • Dina Resti - Bagiku dia perfect, tetapi sedikit cerewet
  • Alyssa Erica - Gadis cerdas dan sangat mempedulikan lingkungannya
  • Rofila Afifah - Kakakku yang cantik, cerewet tapi selalu bisa jaga adik-adiknya
  • Nuri Freska - Adikku yang sangat manja, segalanya harus dituruti, tapi ia juga penurut
  • Raden Dimas - Sometime good guy, sometimes bad guy (dalam arti sifat, bukan tindakan menyimpang)



Diubah oleh neopo 16-09-2022 12:17
junti27Avatar border
sukhhoiAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 27 lainnya memberi reputasi
28
43.2K
308
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
neopoAvatar border
TS
neopo
#184
Part 28 - Kasih Sayang
Aku: Eh? Suruh masuk atuh
Nuri: Sini kak *terdengar suaranya
Dina: Assalamualaikum *ucapnya sambil menghampiri kami
Dina langsung salim pada ayah dan ibuku, serta kak Afifah kemudian duduk disamping kak Afifah
Dina: Hallo Di
Aku: Heheh
Dina: Maaf ya, gara-gara gue lo jadi sakit
Aku: Sakit itu dari Allah Din. Bukan dari elo. Santai aja
Dina: Ya tetep aja gue ada sangkut pautnya
Aku: Udah tenang aja.
Afifah: Kita di ruang tamu aja yuk. Biar lebih enak.
Ibu: Ibu nanti bawain camilan
Nuri: Yuk

Akhirnya kami semua pindah ke ruang tamu. Kami mengubah tata ruang tamu ini agar terlihat lebih luas dengan memindahkan sofa dan meja ke pinggir ruangan. Dan kami menggunakan karpet yang ada sebagai alas duduk kami, lalu duduk melingkar.
Afifah: Tunggu bentar, aku ambil sesuatu dulu
Nuri: Kemana kak?
Afifah: Tunggu aja
Nuri: Kok jadi pada diem-dieman gini hehe
Dina: Lo apa kabar? *tanya Dina pada Alyssa
Alyssa: Baik *jawabnya tersenyum
Dina: Kamu katanya tinggal bareng Alyssa?
Nuri: Iya kak
Dina: Gimana disana?
Nuri: Seneng kok kak, belajar juga diajarin kak Alyssa hehe
Afifah: Nah, gimana kalau kita main?
Aku: Main apa?
Afifah: Truth or Dare.
Nuri: Gimana?
Afifah: Kita main UNO, yang kalah harus milih truth or dare sama wajahnya dicolek pake bedak
Aku: Ah, aneh-aneh ah
Dina: Aaaah lo takut yaaaa hahaha
Aku: Kaga lah. Gue mah jago main beginian
Alyssa: Kita mau apa?
Aku: Kita main UNO, yang kalah pilih truth or dare *sambil memperlihatkan tulisan yang ku ketik di HP
Alyssa: Oh, ayo

Kamipun memulai permainan. Di ronde pertama, aku bermain dengan rasa optimis, sampai pada akhirnya, aku kalah.
Afifah: Hahaha kalah kan. Sini mukanya. Ayo, pilih apa
Aku: Truth aja

Aku kira hanya satu orang yang mencolek pake bedak, ternyata semuanya. Alyssa tertawa melihatku, meski aku hanya dapat melihat ekspresinya saja.
Afifah: Okey, Masing-masing tanya dia yah. Karena yang menang Alyssa, silahkan tanya duluan
Alyssa: Selama aku ga ada, deket sama siapa aja *menunjukkan tulisannya
Aku: Deket gimana nih? Ya ga deket sama siapa-siapa
Alyssa: Bener Din?
Dina: Setaunya sih gitu hehe
Dina: Gue selanjutnya. Hal paling memalukan selama hidup
Aku: Disuruh masuk kelas Alyssa secara paksa sama dosennya
Afifah: Hah iya?
Aku: Iya
Nuri: Sekarang aku. Nanti kakak harus cerita gimana bisa disuruh sama dosen hehehe. Pertanyaannya, pernah suka sama gadis selain Alyssa?
Aku: Buset, kamu mah ngejebak dek
Nuri: Hehehe *sambil mengangkat tangannya dan jarinya membentuk huruf V
Aku: Pernah. Tapi sebatas kagum

Alyssa melotot ke arahku.
Aku: Sebelum kita kenal Lis. Tapi tetep kamu yang pertama.
Dina: Nah diomelin dah hahaha. Giliran kak Afifah
Afifah: Ga ada deh hehehe. Kasian

Ronde dua, kami kembali bermain dan yes.... kali ini aku menang. Kali ini yang kalah adalah kak Afifah. Ia memilih truth.
Alyssa: Kapan terakhir nangis?
Afifah: Emmm kapan yah. Beberapa minggu lalu
Aku: Kenapa kak?
Afifah: Ada lah pokonya hehe.
Aku: Pernah suka sama dosen ga, kalau pernah sebutkan namanya? Hahahaha

Kak Afifah pernah cerita padaku kalau dia pernah suka sama asdos yang mengajarnya saat awal kuliah dulu.
Afifah: Iiiihh kamu mah nanyanyaaa . . . . Emm pernah dulu. Namanya Agung.

Bersamaan dengan jawaban kak Afifah, ibu datang membawakan kami camilan
Ibu: Waduuuh kamu yah, suka sama om om hahaha
Afifah: Iih engga buuu . . . Ardi mah ah gitu. Bukan om om ibuuuu. Udah ah, lanjutin lagi
Dina: Emm, siapa orang spesial saat ini selain keluarga
Afifah: Kok nanya itu semua *ngambek
Dina: Hehehehe . . . kan permainan kak
Afifah: Ada. Sahabat-sahabat aku hahahaha
Nuri: Siapa foto artis yang pernah kakak cium fotonya diam-diam hahaha
Afifah: Udahan ah
Aku: Eeeh jawab dulu haha
Afifah: Tom Cruise
Aku: Buset, aku aja gatau hahahahaha

Ronde ketiga, ronde keempat, ronde kelima, sampai tak terasa waktu terus berjalan. Wajah kami semua sudah terkena polesan bedak putih. Oh iya, hari ini Dina tidak masuk kerja karena sedang libur. Seperti janjiku padanya, kalau aku takkan mengatakan hal ini pada siapapun.
Dina: Kayanya, gue harus pulang Di. Gue mau ngerjain tugas kuliah hehe
Aku: Oh iya Din
Dina: Sekali lagi maaf ya, jadi sakit gara-gara gue.
Aku: Ga kok. Lo pulang pake apa?
Dina: Gue udah pesen ojek kok.
Alyssa: Hati-hati ya Din
Dina: Lo juga Lis. Cepet sembuh juga. Gue duluan ya. Kak Afifah, Nuri. Assalamualaikum

Dinapun pergi diantar Nuri sampai depan rumah. Tak lama setelah Dina pulang, Alyssa dan Nuri bersiap-siap untuk kembali pulang kerumah Alyssa.
Nuri: Kakak cepet sembuh. Biar nanti bisa liburan
Aku: Iya, doain aja de
Alyssa: Aku pulang dulu
Aku: Iya, kamu hati-hati. Saling jaga
Alyssa: Iya *sambil mengangguk dan tersenyum

Beberapa hari kemudian, aku sudah merasa sehat. Aku dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Dan hari ini, aku, kak Afifah, Nuri dan Alyssa akan berlibur. Kemana kami akan pergi? Pangandaran. Dan yah, pantai Pangandaran adalah pantai yang pernah kami kunjungi saat kami masih kecil.
Afifah: Semua udah siap?
Nuri: Udah kak
Aku: Ga ada yang ketinggalan?
Alyssa: Enggak *sambil menggelengkan kepalanya
Ibu: Kamu laki-laki, jagain mereka
Aku: Iya bu..
Ayah: Kapan-kapan kita sekeluarga deh ya, kalau ayah udah dapet cuti
Nuri: Bener yah, awas kalau engga.
Ayah: Iya insyaAllah hehe. Nih kunci mobilnya *sambil menyerahkan padaku
Aku: Semua aman terkendali
Ayah: Kalau bisa yang lama aja liburannya, biar ayah bisa ehem sama ibu *bisik ayahku
Aku: Eh buset si ayah hahaha
Ibu: Ngomongin apa hayoooo
Ayah: Urusan laki-laki haha

Semua sudah siap. Kami semua memasukkan barang ke mobil dan aku yang membawa mobil. Kami berangkat pada jam 5 pagi. Selama perjalanan, aku biarkan mereka istirahat. Sampai akhirnya kak Afifah menawarkan untuk bergantian mengemudi. Akupun menepi di rest area sambil mencari sarapan pagi. Sementara kak Afifah dan Alyssa mencari makan, aku mencari kamar mandi untuk membersihkan diriku dan Nuri menunggu di mobil. Setelah aku membersihkan diri, aku kembali ke mobilku dan disana sudah disiapkan sarapan pagi untuk kami semua.
Nuri: Sini kak, sarapan
Aku: Kenapa ga makan di foodcourt?
Afifah: Engga, disini aja, biar kerasa lagi rantau hehe
Aku: Mending di dalem lah, nyaman
Nuri: Yaudah sarapan aja

Setelah tiga puluh menit kami sarapan, kami melanjutkan perjalanan. Kami tiba pada jam sepuluh pagi dan langsung mencari penginapan yang dirasa nyaman untuk kami. Sampai kami berhenti di sebuah penginapan yang bertempatan tepat bersebrangan dengan pasir pantai. Aku dan kak Afifah masuk untuk memesan ruangan untuk menginap, sementara Nuri dan Alyssa meminta izin untuk ke pantai lebih dulu, dan akupun mengizinkannya.
Afifah: Disini aja yah
Aku: Bebas kak
Afifah: Kamu tidur diluar hahaha
Aku: Enak aja
Afifah: Ya terus gimana, masa mau sama ciwi-ciwi, enak di kamu dong
Aku: Yaudah deh, tar aku dimobil aja.
Afifah: Ga pesen kamar aja? Kan murah, atau tabungan kamu habis?

Tiap bulan, memang kadang aku mendapatkan uang jajan dari ayah, tapi bisa dibilang uangku hampir jarang digunakan untuk hal lain kecuali perawatan motor dan jajan sehari-hari saja.
Aku: Engga kak, ada kok. Cuma ngirit aja
Afifah: Yaudah, bener nih ya
Aku: Iya. Yaudah ayo masukin barangnya, abis itu kita susul Nuri sama Alyssa.

Aku memindahkan barang-barang mereka dan juga milikku ke kamar. Sementara kak Afifah yang merapikan semuanya di kamar Setelah sepuluh menit selesai, kami menyusul Nuri dan Alyssa.
Aku: Lagi ngapain?
Nuri: Bikin tulisan di pasir hehe
Alyssa: Liat nih

Aku lihat Alyssa menuliskan namaku dan namanya. Ia berdiri dan mengulurkan tangannya kearahku. Aku memegang tangannya lalu ia menarikku. Kami bergandengan tangan sambil melihat ombak yang menyapu pasir pantai
Alyssa: Indah ya
Aku: Iya, tapi panas
Alyssa: Hehe, duduk disana yuk, sama yang lain
Aku: Ayo

Aku senang melihat Alyssa dapat kembali cerita seperti ini. Mungkin salah satu nikmat yang ia miliki sedang dipinjam oleh Tuhan, tapi ia tetap bisa menjalani hidupnya dengan semangat. Aku kembali ke mobil untuk mengambil dompetku yang tertinggal disana. Aku jadi teringat sesuatu. Tidak jauh darisini merupakan tempat yang dulu pernah aku datangi ketika touring bareng anak-anak lain. Dan saat itu status Alyssa masih pacar Dimas. Pada saat itu juga, aku mengenal Alyssa pertama kalinya. Karena di touring sebelumnya, kami tak pernah membawa pasangan masing-masing. Saat aku hendak kembali, setelah aku mengunci mobil, ada seseorang berdiri dibelakangku.
Dimas: Ngapain lo disini?
Aku: Eh, elo Dim? Gue liburan. Lo ngapain?
Dimas: Lo lupa? Gue kan orang sini
Aku: Oh iya
Dimas: Gimana kabar lu?
Aku: Baik gue. Lo sendiri gimana? Emm siapa itu em Vivi ya? Gimana dia sekarang
Dimas: Vivi udah membaik. Gue juga baik. Lo sama siapa kesini?
Aku: Sama kakak, adek gue, sama Alyssa
Dimas: Ada Alyssa juga?
Aku: Ada. Ini gue mau nyamperin mereka
Dimas: Oh gitu. Yaudah gue langsung jalan ya, mau anterin baju ke rumah sodara
Aku: Oke oke

Tak menyangka aku akan bertemu Dimas. Ya, memang sudah cukup lama aku tak mendengar kabar tentang dia dengan Vivi. Ah sudahlah, aku kesini untuk berlibur. Kulihat Nuri, Alyssa dan kak Afifah sedang makan disebuah pos peristirahatan dipinggir pantai.
Nuri: Darimana kak?
Aku: Ambil dompet. Makan ga ngajak-ngajak yah
Afifah: Yeee kamu nya tiba-tiba ngilang
Alyssa: Sini duduk disebelah aku

Akupun duduk dan ikut ngemil bareng mereka. Aku hanya duduk bersandar pada tembok sambil menghadap ke arah laut. Para gadis saling bercanda ria, kecuali Alyssa yang terlihat sedikit bingung.

Pada sore hari, kami semua sedang berada di penginapan menunggu sunset. Kak Afifah dan Alyssa sedang memasak untuk makan malam nanti. Suhu udara cukup hangat saat itu. Tetapi jika sudah memasuki pesisir pantai tentu panas akan terasa.
Nuri: Kak, temenin aku ke pantai yuk
Aku: Ngapain dek, panas ah.
Nuri: Yaaah, ayolah kak. Emang kakak mau aku jalan sendiri ke pantai,terus ada yang culik? Aku terlalu cantik untuk diculik
Aku: Buset kalau ngomong. Yaudah iya deh
Nuri: Loh kakak ga pake jaket?
Aku: Engga, panas soalnya.
Nuri: Bawa kameranya kak

Aku hanya memakai celana pendek dibawah lutut dan kaos berwarna hitam saja sambil membawa tas kameraku. Kami berjalan mengitari pesisir pantai. Sesekali Nuri bermain dengan ombak. Aku juga mengambil beberapa fotonya.
Aku: Gamis kamu kena air ombak tuh
Nuri: Gapapa kak. Gamis bisa dicuci. Tapi moment kaya gini bakal susah didapetin
Aku: Hehe nih mau liat fotonya?
Nuri: Coba sini

Setelah itu kami juga mengambil beberapa foto kami berdua menggunakan HP milik Nuri. Biasanya aku tak suka berfoto, tapi untuk koleksi pribadi keluarga aku rasa tak masalah. Aku banyak menhabiskan waktu sore ini bersama Nuri. Kak Afifah chat padaku menanyakan keberadaanku, tapi aku berkata padanya untuk menyusul kami saja ke pantai saat sunset. Aku ingin menghabiskan waktu berkualitasku dengan Nuri sekarang.
Nuri: Kenapa kak?
Aku: Engga kok. Kak Afifah nanya
Nuri: Oh, mau ke penginapan sekarang?
Aku: Nanti aja. Aku udah bilang untuk nyusul aja kesini. Yuk, kita jalan lagi. Cari spot foto
Nuri: Ayo kak

Nuri terlihat seperti anak kecil saat bermain dengan ombak pantai, dan melihatnya membawa memoriku kembali ke masa lalu.
Nuri: Kak
Aku: Iya?
Nuri: Duduk yuk
Aku: Iya dek
Nuri: Inget ga, dulu kita suka bikin istana pasir.
Aku: Inget dong
Nuri: Tapi kakak selalu hancurin bikinan aku
Aku: Engga ah, punya kamu kena ombak
Nuri: Iya, kakak hancurin
Aku: Itu kan karena kamu ga mau pinjemin alatnya
Nuri: Hehe, kan aku pake kak

Nuri bersandar pada pundakku. Langit sudah terlihat oranye. Anak-anak yang bermain di pantai juga sudah mulai keluar dari daerah perairan. Karena jika sudah jam 5 sore, sudah dilarang untuk berenang di pantai. Setelah melihat proses gelapnya langit, kami kembali ke penginapan. Setelah shalat, kami semua ngobrol di teras penginapan. Di sekitar kami ada juga yang sedang berlibur. Aku berdiri dari kursiku dan beranjak menuju mobil. Aku memasang headset di kedua telingaku dan mulai memutar lagu dari handphoneku. Entah kenapa malam ini rasanya ingin sendiri.
Afifah: Hayo ngapain disini sendiri? Mau yang aneh-aneh ya
Aku: Engga lah, lagi pengen aja
Afifah: Ga sama Alyssa?
Aku: Suruh kesini aja
Afifah: Kamu serius kan sama dia?
Aku: Iya kaaak, kok ngomongnya gitu?
Afifah: Ya, jangan karena sekarang kondisi dia gitu, kamu jadi cuek sama dia
Aku: Eh, maksudnya apa? Aku ga cuek. Cuma lagi pengen disini aja

Apa aku mulai cuek? Tapi aku rasa tidak. Aku masih sama seperti dulu saat Alyssa sebelum seperti sekarang ini. Tapi gatau kenapa memang lagi pengen sendiri aja akhir-akhir ini.
Afifah: Inget, jangan sampe sakiti dia. Apalagi dengan kondisi dia sekarang.
Aku: Engga kak. Aku bakal jagain dia ko
Afifah: Sekarang kamu samperin dia gih, ajak jalan atau ajak ngobrol
Aku: Emm iya deh.

Aku kembali berkumpul bersama Nuri dan Alyssa di teras penginapan. Nuri dan kak Afifah masuk kedalam, sementara aku duduk didepan bersama Alyssa.
Aku: Kamu ga ngantuk?
Alyssa: Engga
Aku: Temani aku yu
Alyssa: Kemana?
Aku: Jalan-jalan
Alyssa: Yuk *katanya sambil mengangguk imut

Kami berjalan di sekitar pesisir pantai. Udara terasa hangat malam ini, dan angin malam menyejukkan kami berdua. Kami duduk disebuah warung kecil yang membatasi jalan raya dengan area pantai.
Aku: Bu pesen kopi
Ibu-ibu: Oke mas
Aku: Kamu pesen apa?
Alyssa: Apa aja
Aku: Susu coklat satu bu
Ibu-ibu: Siap mas

Aku membuka galeri foto di handphoneku untuk melihat hasil foto tadi siang. Terlihat ekspresi tawa dari Alyssa. Kami melewati malam ini sambil menikmati minum yang kami pesan. Alyssa bersandar pada pundakku sambil menghadap ke arah lautan yang gelap itu. Setelah minuman kami habis, aku mengajaknya untuk kembali ke penginapan. Selama berjalan, Alyssa memegang erat lenganku. Sampai akhirnya kami tiba di penginapan.
Alyssa: Kamu langsung tidur ya
Aku: Iya, kamu juga.
Alyssa: Ga mau aku bilang ke kak Afifah buat ajak kamu masuk?
Aku: Ga usah, gapapa. Kamu istirahat gih
Alyssa: Sampai besok *sambil memelukku

Aku kembali kemobil dan membuatnya senyaman mungkin sebagai tempat istirahatku. Tak butuh waktu lama aku langsung tertidur dengan diiringi musik yang kusetel dari radio yang tersambung ke handphoneku. Keesokan paginya, seusai shalat, aku kembali ke mobilku dan tak lama tertidur kembali. Aku terbangun sekitar jam tujuh pagi. Kulihat Nuri dan Alyssa sedang duduk di teras depan. Aku menghampiri mereka hanya sekedar menumpang membersihkan diriku. Sekitar jam sembilan pagi, seusai sarapan, kak Afifah dan Nuri meminjam mobil untuk beli oleh-oleh sepulangnya kami nanti. Sementara aku dengan Alyssa menikmati pagi ini dengan kembali melihat lautan dari tepi pantai. Sudah mulai banyak anak-anak yang bermain disana.
Alyssa: Maaf, aku sudah ga sesempurna dulu lagi
Aku: Kamu ini bicara apa
Alyssa: Aku sudah ga sempurna. Aku tuli
Aku: Lalu kenapa?
Alyssa: Kamu ga malu?
Aku: Malu kenapa?
Alyssa: Aku takut kamu pergi karena kondisi aku sekarang kaya gini
Aku: Aku ga akan kaya gitu. Aku bakal tetep sama seperti dulu, seperti apapun kondisi kamu Lis
Alyssa: Kamu bisa cari perempuan lain jika kamu malu Di
Aku: Cukup Lis *aku sedikit membentak

Alyssa nampak sedikit kaget dan kini ia hanya terdiam menunjukkan ekspresi yang mungkin bisa dibilang kecewa.
Aku: Maaf, aku ga bermaksud kaya gitu
Alyssa: Gapapa, maaf juga. Aku cuma gamau liat kamu malu karena punya pasangan kaya aku
Aku: Jangan pernah berfikiran kaya gitu. Ga usah denger kata orang, yang jalani itu kita. Bahagia itu kita yang ciptain, bukan mereka.
Alyssa: Aku sayang kamu Di

Aku menikmati liburan bersama keluarga dan juga Alyssa sama seperti aku berlibur dengan yang lainnya. Minggu sorenya, kami semua kembali ke Bandung untuk pulang, karena esok harinya kami harus kembali menjalani rutinitas kehidupan. Aku takkan terlalu banyak menceritakan tentang liburanku.

Beberapa hari kemudian, disuatu malam aku sedang berkumpul disebuah kafe bersama teman kuliahku. Kami sedang membahas tentang tugas kelompok di kampus. Tak hanya obrolan seputar tugas, tapi obrolan tentang sehari-haripun mengisi perkumpulan kami. Kelompok kami terdiri dari enam orang termasuk aku. Ada Arbi, Dika, April, Winda, dan Putri.
Dika: Eh Di, gue mau tanya deh tentang cewek lo
Aku: Apa?
Dika: Ya ko lo bisa bertahan sih? Dengan kondisi dia yg kaya gitu
Aku: Terus gue harus gimana?
Arbi: Yaaa lo ga niat cari yang lebih gitu?
Aku: Engga. Kenapa?
Dika: Ya gapapa si hha.
Aku: Gimanapun kondisi dia ya gue harus terima lah. Kalau Cuma cari yang sempurna, sampe kapanpun juga lo ga bakalan dapet
Winda: Cewe itu suka diperjuangkan Dik, apalagi saat si cewek ada kekurangan. Kalau gue jadi cewe nya si Ardi, dan dia pergi saat kondisi gue kaya gitu, mungkin gue udah gila
Dika: Yaudah lo aja gue perjuangin mau ga? Hahaha
Winda: Engga ah
Ardi: Sedih euy
April: Ih kalian malah ngebahas yang lain. Ini tugas gimana
Aku: Gue mah ngikut aja. Asal jangan presentasi hahaha
Putri: Semua presentasi lah. Enak aja lu
Dika: Kan cewe jago bicara. Jadi kita serahin semua sama ciwi ciwi
April: Tau darimana coba. Biasanya cowo yang jago ngomong. Misalnya cari alesan pas bikin salah hahaha
Arbi: Gue mah ga kaya gitu, sorry bae

Tiba-tiba, handphoneku berdering tertanda telefon masuk dari seseorang. Saat kulihat namanya, yang menelfonku adalah Dina. Akupun keluar sebentar dari kafe untuk mengangkat telefon itu.
Aku: Halo, assalamualaikum Din
Dina: Waalaikumussalam, Di, lo lagi dimana?
Aku: Gue lagi kerkom
Dina: Oh, lo lagi sibuk ya
Aku: Ada apa emang?
Dina: Kalau lo ga sibuk setelah kegiatan lo sekarang, lo bisa kerumah gue?
Aku: Apa apa emang? Ga janji ya

telahmemblok
NoMaLz
i4munited
i4munited dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.