Kaskus

Story

iyhansamuderaAvatar border
TS
iyhansamudera
Terperangkap Di Dimensi Lain
Terperangkap Di Dimensi Lain

Selamat pagi, hari ini ane akan sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi saya beberapa tahun silam


Entah horor atau gimana, nanti reader sendiri yang menilai. Yang jelas ane benar-benar mengalami kejadian diluar nalar yang sampai sekarang ane ga percaya itu terjadi.

Oke, mari kita mulai.

Spoiler for Tepatnya 2014 lalu:


Quote:


Nih yang males scroll ane sajikan indexnya gan emoticon-Peluk

PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 27 suara
Setuju thread ini sampai tamat?
YA
96%
TIDAK
4%
Diubah oleh iyhansamudera 13-12-2018 06:14
symoel08Avatar border
menantugodzilaAvatar border
garvitaswast014Avatar border
garvitaswast014 dan 90 lainnya memberi reputasi
87
133.5K
558
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
iyhansamuderaAvatar border
TS
iyhansamudera
#388
TERPERANGKAP DI DIMENSI LAIN PART 31 ( MOROTAI )
Quote:



Lalu dengan waktu yang begitu cepat, pikiran saya melesat...

Saya melihat, dari atas melesat kebawah. Sebuah bukit yang amat tinggi dengan bongkahan situs kuno, ya mungkin kalian mengenal tempat itu dengan sebutan Situs gunung padang. Di sebuah lembah, celah itu perlahan terbuka, banyak jiwa kelam keluar. lalu pikiran saya kembali melesat, begitu cepatnya hingga saya kembali tiba di sebuah celah samudera, disaa terlihat pemandangan sebuah menakjubkan, sebuah tangan yang cukup besar mencoba meraih celah tersebut, sempat membuat gemuruh air yanh terkena panas dari uap yang keluar dari celah tersebut. Saya melesat lagi, sebuah tebing yang amat curam, teramat kelam suasana disitu, terlihat berlarian segerombolan, entah makhluk apa dan tidak bisa saya deskripsikan dengan jelas, lalu berpindah lagi, sebuah lereng gunung, saya mendapati sesosok makhluk dengan bara api di kepalanya, teramat besar hingga ia mampu berjalan diantara pepohonan di lembah hunung tersebut.

Seketika saya tersadar, lalu membuka mata. Namun saya sudah diatas tempat tidur. Berapa lama saya tak sadarkan diri, yang jelas saya tak mengingatnya.


Keesokan harinya.


Kami sudah berada di bandara, disana ada abah, dewi, dan beberapa rombongan dari padepokan.

"Kalian harus kembali, abah akan selalu memantau dari tanah ini, dan abah tak ingin tinggal diam apabila terjadi sesuatu dengan kalian. Ingatlah, kami mengandalkan kalian nak!" bisik abah pada kami.

"Baik abah, Semoga Allah menyertai kami, sebab kuasaNya lah yang nyata," sahut jim.

"Setidaknya saya bangga pernah menjadi bagian dari takdir ini," singkat saya sembari sedikit tersenyum.

Nahh, skipp.. sepertinya tak ada yang menarik untuk saya ceritakan pada bagian tersebut.

Beberapa saat kemudian...

Kami sudah tiba di daratan maluku, tanah yang masih perawan, masih meyatu dengan alam. Energi di tempat ini sangatlah kuat, entah dari para leluhur atau karena sebab lainnya.
Singkat cerita saat itu kami menyewa sebuah rumah sederhana di sebuah desa Maaf saya lupa nama desa tersebut, yang jelasnya kami berada pada sebuah desa yang amat terpencil, dan terletak di pesisir utara pulau Morotai.


Malam di sebuah desa Pulau Morotai..

Ya malam yang tak biasa bagi kami. Rumah yang kami sewa malam itu terletak tepat dipinggiran sebuah hutan lebat yang konon katanya tak pernah dimasuki sejak 200 tahun terakhir bahkan oleh pribumi setempat. Menurut legenda hutan tersebut termpat bernaung leluhur penunggu morotai. Namun tak mengurungkan niat kami. Kami merasakan getaran energy yang berasal dari puncak didalam hutan tersebut. Begitu kuat melebihi energy yang pernah saa rasakan sebelumnya.
Singkat cerita saya, sam dan jim bergegas meuju hutan tersebut. Dengan perbekalan yang memadai kami berangkat tepat pukul 21.00 waktu setempat.
“Yan, dalam radius 2 km kita akan mendapati anak sungai. Tak terlalu lebar sih. Dan cukup dangkal untukk kita sembrangi,” jelas jim sambil melihat gps miliknya.
“Jangan lupa tingkatkan kepekaan bathin. Saya khawatir ada sebuah energi tersembunyi tak jauh dari titik kita,” jelas saya pada mereka, saya berjalan didepan mereka berdua dengan tali yang masih terikat diantara kami.
“Sam, jim. Apa kalian dengar,” ucap saya lagi karena saya sudah tak mendengar mereka. Sontak saya menoleh kebelakang.
Dan mereka berdua sudah tak da, ikatan tali pada badan mereka sudah terlepas. Saya yakin mereka bukanlah tipikal orang yang suka bercanda pada situasi seperti ini. Saya mencoba memastikan kembali, dan benar saja mereka tak ada. Kemanakah mereka, dan saya merasakan sesuatu. Seperti energy yang mengalir begitu derasnya, saya menoleh dan itu dia.
Seperti kerajaan pada umumnya, sangat megah. Tap tunggu, apakah raga saya ataukah hanya sukma saya yang berada disini. Saya mencoba memastikan. Dan sangat mustahil, raga saya berada disebuah alam, dan yang jelasnya bukan dialam nyata.
Saya berjalan mendekati tempat tersebut, disini sangatlah dingin, entah udara atau aura alam ini yang jelas saya tak tahu pasti. Semakin dekat semakin jelas pemandangan yang luar biasa. Layaknya saya kembali ke zaman dinasti kuno. Dari sini terlihat aktifitas masyarakat, persis, saya sepertitertarik ke dimensi waktu, saya kembali ratusan tahun sebelumnya. Ataukah ini hanya proyeksi imajinasi dari kaum astral? Saya masih mencoba memastikan
“ANOMAN PATIH,” ucap sebuah suara yang sangat berat tak berwujud.
Sayapun menoleh, mencari keberadaan pemilik suara tersebut.
“Ternyata kamu cukup berani untuk memenuhi takdirmu, selamat datang di dunia kami. Ini salam untuk raga mu,” lanjut suara tersebut
“Siapakah kamu,” ucap saya, namun nihil suara itu tak ingin wujud.
“Kamu tak perlu tau siapa aku, aku tak berwujud seperti makhluk Allah yang lain, aku menegetahui silsilah mu, dan selamanya akan seperti itu,” lanjutnya
“Apakah kau Qarin ku?” Tanya ku memastikan
“Anggap saja begitu, sebelumnya aku ada sebelum kau ada, dan hanya pada situasi ini kita dapat bercakap, bukan berjumpa. Tahukah kamu, kita sekarang berada di dimensi mimpi. Semua yang terjadi hanyalah mimpi dari seluruh makhluk Allah, cukup hebat energiku mampu menarik ragamu ke tempat ini,”
“Lalu dimanakah kedua temanku,”
“Mereka juga sedang menemui Qarin mereka masin masing, setidaknya antara Qarin dan ruh dapat bersatu, akan lebih mudah kita lewati perjalanan ini,” jelas nya pada saya.

Oh ternyata untuk mengakses dimensi tujuan saya, saya harus melalui dimensi mimpi. Sungguh luar biasa, saya melihat berbagai aktifitas, yang jelasnya semua ini mimpi semua manusia, sangat cepat waktu disini, jika kalian melihatnya, mungkin pemandangan disini diatas normal, dan sangat mustahil. Saya juga menemukan beberapa jin usil yang akhirnya lari terbirit birit melihat saya. Saya tak boleh memasuki jangkauan aktifitas mereka, sebab saya akan berada pada mimpi mereka bila saya memasukinya. Saya berjalan dengan petunjuk Qarin saya tersebut, sangat cepat dan teramat cepat hingga saya telah berada di sebuah ujung jalan, gelap dan gulita.
“Inilah batas antara, jika kamu melewatinya,maka ragamu akan kembali kea lam nyata, hanya sukmamu yang akan kesana, disana adalah alam ghaib, alam astral dengan segala makhluknya,” jelas nya lagi
Maka tak menunggu lama, saya memejamkan mata dan tibalah saya…
Saya tersadar, bersandar pada sebuah dinding pohon. Sebelumnya saya mencoba memastikan raga saya aman didunia nyata. Ternyata aman, saya berada di sebuah rumah warga, dan nada juga raga sam dan jim sedang terbaring. Maka saya kembali kealam tersebut dan menyaksikan segalanya yang tak terbatas.
Diubah oleh iyhansamudera 15-09-2019 19:04
simounlebon
erman123
menantugodzila
menantugodzila dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.