Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:
Diubah oleh yanagi92055 17-05-2026 02:21
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
471.2K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#1383
Jogja Trip_Part 2
Ane dan Harmi menikmati udara malam yang nggak begitu dingin di Jogja sana. Ane masih agak kenyang ketika itu, tapi Harmi melihat ada sesuatu yang menarik.

Soto Sampah.

Harmi menunjukkan ke ane tulisan itu. Wah apaan ini ya? Belum pernah dengar kami berdua soal itu. Akhirnya kami mampir lah ke kedai kecil itu.

"Makan lagi nih kita?" Kata ane.

"Ayo kak, satu aja berdua ya." Kata Harmi

"Semangkok berdua ni jadinya? Ayo. Hehe."

Lalu kami memesan satu soto dan dua ea teh manis. Untuk mengetahui soto sampah ini kayak apa, mungkin bisa googling aja kali ya. Hehe. Yang jelas rasanya unik banget dan ujung-ujungnya malah nambah satu porsi lagi.

"Gile unik juga ni rasanya Mi. Liat aja lagi lo. Haha."

"Iya kak, seru juga nih nyobain hal baru."

"Iya dong Mi, kalo sama gue dijamin nggak bosen."

"Iya kak, baru pertama kali gue bareng sama cowok yang unik, banyak hal baru yang gue dapet dari berteman dekat sama lo kak."

"Haha bisa aja lo Mi. Mau modus lagi bukan ini?”

"Haha gue beneran kak kalau ini."

(((Dreettt....dreeettt)))

SOFI

Quote:


Ada miss you diakhir chat Sofi. Tanda apaan lagi nih?

"Kak Keket ya kak?”

"Hmm bukan. Hehe."

"Terus?”

"Mau tau aja apa mau tau banget?"

"Yeee malah ngeledek. Yaudah nggak gue tanya-tanya lagi." Kata Harmi sambil merengut.

"Haha becanda Mi. Ini si Sofi, teman sekelas Keket, kakak kelas kita juga."

"Hah? Yang mana tuh? Kok gue nggak tau?"

"Haha parah lo, ospek nggak lulus lo ya? Hahaha."

"Yeee kan nggak semua bisa gue hafal kali kak."

"Sama gue dan Krisna kok lo tau?"

"Ye itu kan beda, lo sama Kak Krisna kan menonjol diangkatan kalian, beda dari yang lain. Hahaha."

"Apanya yang menonjol?"

"Itu." Kata Harmi sambil melirik selangkangan ane.

"Wah bahaya lo Mi. Hahaha."

"Haha abis pake nanya apanya yang nonjol."

Lalu kami menghabiskan makanan dan beranjak jalan lagi menikmati malam. Jogja malam sabtu tetap ramai ya. Jadi nggak terlalu khawatir pulang malam. Semakin lama berjalan, Harmi semakin berani menggandeng lengan ane. Ane juga menikmatinya. Asyik juga, lumayan buat gantiin Keket sementara, pikir ane waktu itu. Hehe.

"Kak gue udah lama banget nggak ngerasain kenyamanan kayak gini."

"Lo lagi ngode gue bukan?”

"Iya, gue ngungkapin apa yang gue rasain."

"Hmm bagus dong kalau lo nyaman."

"Tapi sayang kenyamanan ini nggak 100% bisa gue milikin kak."

"Maksud lo?”

"Ya kan lo lebih milih kak keket."

"Iya Mi."

"Tapi kenapa sih lo waktu itu nafsu banget sama gue? Secara fisik kan gue jauh dari bagus, udah ceking, kayak nggak keurus, nggak ganteng juga." Pertanyaan yang sama yang selalu ane lontarkan ke cewek-cewek sebelum Harmi.

"Nggak tau kak, gue bego banget yah. Tapi mau gimana kak, namanya kepalang tanggung. Hehehe."

"Dasar lo Mi. Itu namanya lo mau have fun aja sama gue."

"Iya kali ya kak, soalnya kayaknya seru aja gitu kak kalau main sama orang yang bikin kita nyaman."

Aduuuuuh. Kata-kata yang bikin si imin tergoda ini. Kalau sempat bisa bikin sempit kenapa nggak kan. Filosofi kesampatan dalam kesempitin sempat terlintas lagi di benak ane.

"Emang lo mau? Mau dimana?” tantang ane.

"Ya dikamar lah. Kan kita sekamar."

"Gila lo, kan ada Ara."

"Ya pas dia tidur lah kak."

"Haha Ara itu tidurnya malam, sama kayak gue."

"Kok lo tau?"

"Kan gue bilang kita temenan dari SMA, dan Ara itu pernah suka-sukaan sama gue waktu SMA Mi. Haha. Ini yang belum gue ceritain."

"Hummm pantesan. Kayaknya dia jealousparah sama gue kak."

"Haha emang. Gue udah duga bakalan kayak gitu kok. Dulu juga awalnya sama Keket gitu. Dia itu jadi manajer band ini juga salah satu motifnya supaya dekat terus sama gue Mi."

"Ih seriusan? Lo jahat banget kak sama dia. Beneran deh. Gue jadi nggak enak banget tau kak sama dia."

"Iya Ara itu masa lalu gue Mi. Hubungan kita profesional sekarang. Tapi emang sih kadang gue suka jealous juga kalau dia lagi punya pacar, dan sebaliknya."

"Kalian kenapa nggak jadian aja?"

"Udah gue bilang dia masa lalu gue Mi, nggak akan mungkin gue balik lagi sama dia. Eh nggak juga sih, gue kan nggak pernah jadian sama dia."

"Hhhmmm gitu ya kak. Gue jadi kasihan sama dia kak. Dia seumur gue kan?”

"Iya dia seumuran lo Mi."

"Gue ajak ngomong pelan-pelan kali ya?”

"Silakan. Mau ngomong apaan emang?"

"Ya apaan aja kali aja kita nyambung kan."

"Yaudah silakan aja Mi."

Akhirnya setelah lumayan lama kami berjalan, kami sampai ke homestay lagi. Keadaan didepan masih ramai, sementara koridor menuju kamar ane dan Harmi udah sepi banget. Bukan karena pada tidur, tapi penghuninya masih pada diruang depan saling ngobrol, mungkin juga ada yang modus. Haha. Dunia band-bandan mah nggak ada pemisah cewek dan cowok, semuanya sama aja. Sama-sama asyik, sama-sama open minded, asyik banget lah.

"Kak sepi nih."

"Terus?”

"Cobain yuk?"

"Sekarang banget Mi? Didepan masih rame Mi."

"Itu di sudut sana sepi banget. Yuk."

Harmi langsung menarik tangan ane menuju sudut ruangan. Emang disana sepi banget. Sebelumnya kami cek dulu di kamar ada siapa. Ternyata Ara udah tidur. Tumben banget. Sudut ruangan yang cukup sempit tapi agak terang itu akhirnya menjadi saksi bisu pertarungan ane dan Harmi buat pertama kali.Nggak banyak bagian pakaian yang kebuka, tapi cukup lama kami main disitu.

"Lo udah tau apa yang lo harus lakuin kan Mi kalau dibawah situ?” kata ane.

"Iya kak." Katanya sambil tersenyum.

Rocky berkenalan dengan Harmi buat pertama kali. Harmi juga sepertinya cepat akrab dengan rocky. Haha. Treatment Harmi ini ngenakin banget. Mungkin karena dia udah ada pengalaman sebelumnya ya. Setelah agak lama mengulum dan menjilati si rocky, ane yang mau mengeluarkan didalam mulutnya, malah diarahkan ke mukanya.

"Dimuka gue aja kak please."

"Hah?"

Yaudah, keburu keluar dimuka Harmi. Gila ini anak. Haha. Istilah CIF kesampaian juga ane akhirnya. Tapi sebenarnya agak kurang nyaman ane kalau model ngeluarin di muka gitu. Ane juga nggak bisa ngeluarin kata sakti, telen biar sehat kan jadinya. Duh gobl*k. Haha. Lalu gantian ane yang turun dan Harmi ane dudukkan dimeja kecil yang ada disitu. Celana piyama Harmi ane turunkan dan ane bisa melihat dengan jelas ada perkebunan teh dibalik sana.

"Nanti bersihin semua ya Mi, janji?” ane berbisik dia telinganya.

"Uhmm. Iya kak." Katanya setengah mendesah.

Lalu ane mulai dari bawah seperti biasa. Anak ini juga pintar merawat diri. Aromanya tetap enak diciumi. Lalu ane naik ke perut dan kemudian perlahan membuka kaitan yang ada dipunggungnya. Terlihat gunung kembar Harmi yang putih kinclong karena nggak pernah bersinggungan sama sinar matahari. 34. Tapi lebih mancung dari punya Ara. Ara kan lebih membulat, Keket dan Zalina juga. Anj*ng malah ngebandingin. Hahaha.

Setelah cukup lama dan puas bermain di gunung kembar, ane mulai menciumi tengkuk, leher, sampai akhirnya menciumi bibir Harmi. Dia udah sangat kepingin dimasukin kayaknya. Oke, Harmi langsung mengarahkan si rocky ke lubang surganya. Ada sedikit jeritan ketika masuk dan rasanya luar biasa keset. Mungkin udah lama nggak ada ML lagi kali ya. Kami bermain selama kurang lebih 15-20 menitan lah. Lupa pastinya ane. Berakhir dengan pengeluaran di perut. Ada yang kami lupa, bawa tisu. Akhirnya pakai kaos ane aja itu. Hehe.

"Kak, enak banget sumpah. Udah lama gue nggak begini kak."

"Hehe iya Mi. Yang penting lo seneng."

"Makasih ya Kak."

"Kok makasih? Kan sama-sama mau Mi."

"Makasih udah buat gue nyaman sama lo. Makasih permainannya barusan juga. Gue harap lo masih mau main sama gue yang nggak sesempurna Ara dan Kak Keket ya Kak."

"Mi, apaan sih? Biasa aja kali Mi." Kata ane lalu mencium keningnya.

"Nggak tau gue seneng aja Kak." Katanya sambil senyum lalu mencium bibir ane lagi. Kali ini baru ane merasakan ciuman pakai hati nya.

Gawat deh ini. Tapi yaudah jalanin aja dulu. Kami akhirnya kembali ke kamar dan pergi tidur buat persiapan sabtu sore. Ane tersenyum ke Harmi dan sebaliknya. Ara udah benar-benar tertidur lelap.

sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.