- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#27

CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
Tiga hari setelah kepulangannya dari Jepang, Jeanice kembali ke kantor nya. Di kantornya, Catherine bertanya kepada Jeanice "Kak, bawa oleh-oleh dari Jepang ngga ?" dan Jeanice tersenyum "bawa koq, kan aku janji sama kamu mau bawain kepala demit. hahaha" Catherine cemberut dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Jeanice lalu menghampiri Catherine dan berkata "nih, kakak bawakan cokelat dan patung kucing lucu buat kamu. mengenai kepala demit kakak bercanda." Catherine pun langsung tersenyum dan berkata " huaa lucu, makasih ya kak Jeanice" Jeanice lalu menghampiri meja Herry dan memberikan oleh-oleh berupa miniatur mesin gatcha dan pajangan Miku Hatsune. "nih buat kamu her, biar adil dua-duanya dapat oleh-oleh dari Jepang." Dan Herry berkata "arigatoo senpai !" Jeanice tersenyum dan kembali ke meja nya. Saat di mejanya, Jeanice menulis laporan mengenai kasus yang dia tangani saat di Jepang kemarin. Lalu telpon nya berbunyi, Jeanice mengangkat telp tersebut "Hello S.I.X dengan Jeanice." dari balik telpon terdengar suara wanita dan berkata "aku menemukan mu, Jeanice Ravenclaw. Dan aku akan menghancurkan mu menjadi berkeping-keping" Jeanice berkata "Siapa ini ?! kenapa kamu menantang aku ? Apakah kita pernah bertemu ? Jawab !" dan wanita yang ada dibalik telp berkata "Kamu tidak perlu tahu siapa aku, dan ya aku menantang kamu. kita belum pernah bertemu secara fisik, tapi aku selalu memantau setiap gerak gerik kamu. Besok malam, aku mau kamu datang ke gudang penyimpanan di salah satu pelabuhan yang ada di dekat sunda kelapa." Lalu wanita itu menutup telponnya. Jeanice bertanya-tanya dalam hati "siapa sih wanita ini ? koq tiba-tiba menantang aku." Jeanice meminta herry untuk melacak nomor yang baru saja menghubunginya "Her, tolong lacak nomor telp yang baru saja menghubungiku." Segera setelah mendengar perintah dari Jeanice, Herry langsung mencoba melacak nomor telpon tersebut dari meja kerjanya. Tidak lama, Herry berkata " Yes, dapat ! Kak Jeanice kemari, ini data yang kudapat " Lalu Jeanice berjalan menuju meja Herry dan melihat data yang ada dilayar monitor komputer Herry. "Jadi nomor ini milik Julia Chaniago, didaftarkan dari tahun 2018. Julia Chaniago bertempat tinggal di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di Permata Hijau." Jeanice tersenyum dan berkata "sekarang aku tahu siapa kamu. Julia." Jeanice kembali ke meja kerjanya dan berkata kepada catherine dan Herry "besok, kita ke permata hijau. kita cari tahu siapa Julia ini. Malamnya kita ke gudang penyimpanan di Sunda Kelapa. Aku mau kalian ikut denganku." Dan mereka berkata kepada Jeanice "siap kak !".
Keesokan harinya, Jeanice dan kedua timnya pergi mendatangi rumah kediaman Julia. Di depan pagar rumah Julia, Jeanice menekan bel yang ada di sebelah kanan gerbang. tidak lama ada seorang ibu-ibu membukakan pintunya. "Siang apakah ini rumah kediaman Julia ?" dan ibunya bertanya " kalian siapa ya ?" Jeanice menjawab "saya Jeanice dari S.I.X. saya dan tim kemari ingin berbicara dengan Julia, apakah dia ada dirumah ?" Ibu yang membukakan gerbang itu, menyuruh Jeanice dan tim masuk kedalam rumah. Mereka dipersilahkan duduk di sofa, dan ibu itu bercerita " Julia sudah lama tidak tinggal dirumah ini. Dia meninggalkan rumah ini sudah dari awal bulan Januari, dan hingga sekarang dia belum pulang. Memang akhir-akhir ini, sifat Julia sedikit aneh. Dikamarnya dia selalu berbicara sendiri, selalu berkata dengan bahasa yang ibu tidak mengerti. Jarang juga dia keluar dari kamar." Jeanice bertanya kepada ibu nya Julia "sifat aneh nya ini sudah dari kapan ? saat pergi dari rumah ini apakah masih sama ?" ibunya menjawab "dia mulai aneh itu , saat dia kenalan dengan teman barunya. Entah apa yang mempengaruhi Julia, sehingga dia jadi seperti itu. Dia juga sempat hilang kendali, marah-marah tidak jelas. Aneh nya juga, Julia kemana-mana selalu membawa sebuah buku. Bukunya terlihat tua, kalau ibu lihat." Jeanice bertanya lagi kepada ibunya "bolehkah saya melihat kamar Julia ?" dan ibunya menjawab "silahkan, kamarnya ada di ujung sana". Jeanice lalu beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamar Julia. Didepan kamar Julia, Jeanice merasakan energi negatif dan vibrasi nya luar biasa besar. Jeanice langsung membuka kamar Julia, dan dia terkejut melihat isi kamarnya. Di dinding kamarnya terdapat tulisan tulisan kuno berupa runes, dan tulisan itu mengelilingi kamar Julia. Dikamarnya pun terdapat sebuah meja bundar kecil, diatasnya ada sebuah mangkok berisikan darah. Jeanice, melihat ke arah lemari baju Julia. Dan dia membukanya, didalamnya terdapat banyak sekali buku yang berisikan mantera dan cara membuat ramuan sihir. Namun, dia melihat ada sebuah koper hitam di sudut lemari. Saat dibuka, tidak ada isinya. Jeanice pun melihat didalam koper itu ada secarik kertas bertuliskan 'Julia, simpan dan jagalah buku ini baik-baik. Buku ini kuberikan kepadamu, karena aku percaya kamu bisa merawatnya. dari teman barumu, Andrew'. Jeanice mengambil kertas itu dan dia langsung keluar dari kamar itu. Didepan kamar itu, Jeanice membuat sebuah sigil. Dan dia menyucikan kamar itu. Jeanice kembali berjalan menuju ruang tamu, dan kembali duduk. Jeanice bertanya kepada ibu Julia "bu, ibu kenal dengan orang yang bernama Andrew ?" ibu julia menjawab " ibu kenal, andrew ini teman baru yang diperkenalkan Julia ke ibu. Anaknya memang tidak banyak bicara, andrew hanya baru datang sekali ke rumah ini. Setelah itu ngga pernah lagi." Jeanice berkata "oh begitu ya bu, baiklah. Ya sudah bu, kita ijin pamit dulu. Terima kasih atas informasinya juga." lalu mereka beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar. Ibu julia tiba-tiba memegang tangan Jeanice dan berkata "nak, tolong bantu ibu ya. buat Julia mau pulang ke rumah. Ibu kangen dia dan ingin dia kembali." Jeanice langsung memegang tangan ibu Julia dan berkata " saya usahakan ya bu. Saya akan bantu ibu, membujuk anak ibu agar pulang. " Mereka lalu meninggalkan rumah Julia. Di mobil jeanice meminta herry untuk melacak dimana andrew tinggal, melalui data panggilan keluar masuk yang ada pada nomer telpon milik Julia. "Her, tolong lacak dimana Andrew tinggal. bisakan ? kalau ketemu , hari ini juga kita datangi rumahnya." Herry menjawab "ok kak". Tidak lama, herry mendapatkan data alamat andrew. "ketemu kak, dia ternyata tinggal tidak jauh. Hanya beberapa blok dari rumah Julia." Jeanice langsung menekan gas pedal mobilnya, dan meluncur menuju rumah Andrew.
Sesampainya dirumah Andrew, Jeanice menekan bel yg ada didekat pagar rumahnya. Lalu pintu pagar dibuka, dan terlihat ada sosok lelaki. Badannya tinggi, berkulit putih muka sedikit blasteran. "Siapa kalian ?" tanya andrew. "Kita dari S.I.X mau ketemu dengan Andrew." dan Andrew menjawab "saya Andrew dan apa itu S.I.X ? Baru dengar saya." Jeanice pun menjawab "S.I.X adalah Supranatural Investigation eXpert. Yang bergerak dalam menginvestigasi hal-hal yang berbau supranatural dan paranormal. By the way langsung to the point saja, bisa kita masuk ke dalam dan bicara didalam ?" Andrew sempat diam sejenak dan menjawab "silahkan, silahkan" dan dia mempersilahkan Jeanice dan tim masuk kedalam. Didalam rumah Andrew, Jeanice langsung menanyakan beberapa hal " Saya ingin bertanya, akan apa isi dalam koper hitam yang kamu berikan kepada Julia." Andrew menepis pertanyaan itu " Apa yang didalam tas itu , bukan lah hal yang penting." Jeanice bertanya "bukan hal yang penting ya ? namun kenapa kamu meminta Julia untuk merawat dan menjaganya. Sepertinya itu adalah sesuatu yang penting. Sudahlah jujur saja kepada saya. Karena, saya tahu kalau ada orang yang mencoba untuk berbohong. Jadi, tolong kerjasamanya. Buku apa yang kamu berikan kepada Julia." Andrew pun tetap diam dan tidak berbicara apa-apa. Dia menatap Jeanice dengan tajam, dan melemparkan senyum sinisnya. "ok, kalau kamu tidak mau berbicara juga. Mungkin, saya coba dengan cara lain." Jeanice mengeluarkan senjata magnumnya dan menempelkan didahi Andrew "sekarang, bicaralah !" Andrew tetap diam dan tertawa. Jeanice pun kehilangan kesabaran dan menamparnya dengan keras. "Bicara, sekarang !" dan andrew pun berbicara "baiklah, aku akan berbicara. Buku yang kuberikan itu adalah sebuah buku sihir yang dapat menghidupkan orang mati, dan dengan buku itu dia bisa menjadi kuat dan berkuasa. Karena selama ini, Julia selalu bercerita kalau dia sering disakiti oleh orang-orang sekitar. Bahkan sering di siksa oleh ayahnya. Julia banyak cerita ke saya mengenai sakit hatinya dia. Namun, karena saya merasa kasihan. Saya berikan buku peninggalan dari kakek saya. yaitu buku necronomicon. Buku yang berisikan mantera-mantera, mantera yang mampu mengendalikan jiwa orang-orang yang sudah mati. Kakek saya dulu adalah seorang praktisi ilmu sihir, dan dia mendalami ilmu hitam. Saat kakek saya meninggal, dia mewariskan buku necronomicon itu ke saya. Lalu saya berikan ke Julia. Setelah saya berikan buku itu ke Julia. Hidup Julia menjadi lebih baik. Tidak ada lagi yang berani menyakiti dia." Jeanice bertanya lagi ke Andrew "sekarang, dimanakah Julia ? Apakah orang-orang yang menyakiti Julia, mereka semua telah di bunuh ?" Andrew menjawab "mereka semua telah mati. termasuk ayahnya. hehehe". Jeanice memukul kepala Andrew dan berkata "Beritahu ke saya, dimanakah Julia sekarang ?" Andrew menjawab " Kalau sekarang, aku tidak tahu dimana dia. Karena dia pindah-pindah lokasi terus. Terakhir dia mengabari ku, kalau malam ini dia akan bertemu dengan seorang wanita bernama Jeanice. Dan dia berkata dia akan menghabisi wanita itu." Dan Jeanice berkata " wanita itu adalah aku, dan dia memintaku datang menemui dia di gudang penyimpanan, di pelabuhan sunda kelapa. Mengapa dia ingin menemuiku ? jawab !" Andrew menjawab "karena dia ingin menguji kemampuan sihirnya, dan ingin menghabisi kamu. Agar dia bisa berkuasa dan mendirikan kerajaan di kota ini. Karena bila ada kamu, sudah pasti kamu akan menghabisi mereka yang berurusan dengan kegelapan, dengan mereka yang berusaha untuk berkuasa di atas bumi ini. Jangan salah Jeanice, aku pun memantau gerak-gerik kamu. melihat setiap pertempuran yang kau lakukan. Dan sekarang aku juga sudah tidak sabar, kalau Julia akan menghabisi kamu. hahaha." Jeanice pun langsung mengangkat andrew ke langit-langit. Dan memukul mukanya dengan keras sehingga pingsan. Setelah itu Jeanice meletakkan tangannya di kepala Andrew. membaca sebuah mantera , yaitu mantera penghilang ingatan. Dan jeanice, berbisik ke telinga Andrew "saat kau terbangun, kau tidak ingat apa-apa. Bahkan kau tidak mengenal Julia. Dan kau tidak ingat, kalau kau mempelajari ilmu sihir." Jeanice langsung berdiri dan meninggalkan rumah andrew. mereka langsung meneruskan perjalanannya menuju pelabuhan sunda kelapa.
Malam hari, sesampainya di pelabuhan sunda kelapa. Mereka langsung menuju ke gudang penyimpanan, di depan gerbang Jeanice berkata kepada Catherine dan Herry "kalian di sini saja, biar aku masuk sendiri. Nanti kalau aku tidak keluar-keluar dari sini, itu tandanya kalian harus masuk dan menolongku. Jadi doakan, aku bisa memenangkan pertarungan ini. Dan berhasil membujuk Julia, untuk mau pulang ke rumahnya." Catherine dan herry berkata "baik kak, kita akan menunggu di depan pintu ini. Semangat kak, kami percaya. Kakak bisa memenangkan pertempuran ini." Lalu Jeanice, masuk ke dalam gudang penyimpanan itu. Didalam gudang tersebut, hanya diterangi oleh beberapa lampu penerangan, udaranya pun lembab. Didalamnya juga terdapat banyak, kontainer-kontainer besar.
Diubah oleh darkdimension77 12-09-2019 17:29
jurusankosong memberi reputasi
1