- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#24

PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
Jeanice berdiri menatap wanita yang berdiri di depannya, wanita itu masih tersenyum sambil mengipas wajahnya. Hitoshi menghampiri Jeanice dan berkata "Jeanice-chan, ada apa ? siapa wanita ini ? kamu kenal sama dia ?" Jeanice pun berkata "justru aku mau tanya itu ke kamu, apakah kamu mengenal wanita ini." Hitoshi menggelengkan kepalanya, Jeanice berjalan menghampiri wanita itu dan berkata "bisakah kamu memberitahukan kepada ku, nama kamu" dan wanita itu berbisik di telinga Jeanice "akulah yang berbicara dan yang ada didalam mimpimu. aku adalah Amaterasu" Jeanice pun terkejut. Wanita itu menatap Jeanice lagi dan tersenyum kembali. Hitoshi berkata kepada wanita itu "hey, siapa kamu ? kenapa kamu bisa kenal temanku ?" lalu Jeanice berkata "Tenang Hitoshi-kun, dia adalah Amaterasu dalam wujud manusia. Dia ternyata yang datang ke dalam tidurku." Hitoshi langsung menunduk meminta maaf atas sikap nya "sumimasen, kami-sama" dan amaterasu sambil tersenyum berkata kepada Hitoshi "tenang, aku sudah mengampuni kamu sebelum kamu meminta maaf kepadaku". Jeanice bertanya kepada Amaterasu "Apakah kamu mengetahui akan kejadian yang terjadi di desa ini ?" Amaterasu menggangguk "ya, aku tahu. Semua itu ulah Susanoo, adikku. Dia melakukan itu semua karena tidak terima kalau aku bilang dia itu licik dan penipu. aku juga bilang kalau dia itu lemah. juga selalu mengklaim yang bukan miliknya, makanya dia turun ke bumi dan menghabisi bahkan menyiksa penduduk yang ada disini" Jeanice berkata "Baiklah, dengan sepenuh hati aku akan membantu memerangi adikmu." Amaterasu pun tersenyum dan berkata " terima kasih Jeanice-san". Lalu Jeanice berkata kepada Amaterasu "apakah kamu mau ikut dengan kita, menemui pemimpin desa ini ?" Amaterasu menjawab "baiklah, aku akan ikut dengan kalian". Dan mereka pun berjalan menuju ke tempat kediaman pemimpin desa yang tidak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobilnya.
sesampainya di rumah kediaman pemimpin desa. Jeanice, Hitoshi dan Amaterasu dipersilahkan masuk kedalam rumahnya. Pemimpin desa itu tidak tahu kalau wanita yang ikut bersama Jeanice dan Hitoshi adalah Amaterasu. "perkenalkan nama saya Jeanice, sebelah saya ini adalah hitoshi dan wanita itu adalah..." amaterasu langsung berkata "Reina, nama saya reina". Dan pemimpin desa itu mengenalkan dirinya kepada Jeanice, "nyonya Jeanice, perkenalkan nama saya Mizuke Giriyama. Tapi kalian bisa memanggil saya Yama. Kalau boleh tahu, kedatangan kalian kemari ada apa ya ? dan kalian dari mana asalnya ?" Jeanice menjawab " saya dari Jakarta, Indonesia. Hitoshi-kun dan Reina-chan. Mereka dari Jepang. kedatangan kita kemari adalah untuk mencari tahu tentang kejadian yang terjadi di desa ini. Mungkin Yama-san bisa menceritakan nya kepada kami." Lalu Yama-san menceritakan kejadian yang terjadi kepada Jeanice dan yang lainnya." Jadi 5 hari yang lalu, saat kami sedang bekerja di ladang. Ada seorang pria tinggi besar, berwajah menyeramkan, dan rambutnya diikat. Dia berpakaian seperti seorang samurai. Awalnya, saya mengira lelaki ini baru saja pulang dari sebuah pesta kostum atau mungkin habis dari sebuah acara. Namun ternyata tidak, dia berjalan ke arah kami. Tanpa sepatah kata dari mulutnya, dia langsung mengeluarkan sebuah pedang samurai yang panjang. Dan langsung membantai kita, dia juga bisa memanggil petir dari langit. Beberapa warga yang tinggal disini, terkena sambaran petir dan langsung hangus ditempat. Ada juga yang pecah badannya akibat hantaman petir. Saya saat itu langsung berusaha menyelamatkan diri, saya lari dan bersembunyi di ruang bawah tanah yang berada di rumah saya ini. Tidak lama, lelaki itu masuk mendobrak pintu rumah saya. memeriksa apakah ada yang masih hidup. Dia pun keluar dari rumah saya sambil tertawa dengan keras, dan berkata 'lihat amaterasu, aku sudah semakin kuat. bahkan manusia pun takut kepadaku. Hey manusia, aku tahu kamu bersembunyi. ingat ! aku akan kembali dan aku akan mengambil desa ini. menjadikan desa ini menjadi milikku. hahaha' lalu sosok itu pergi dan menghilang. Hingga hari ini, beberapa dari warga desa ini yang masih hidup masih ketakutan. Takut apabila lelaki itu datang lagi, kami hanya berharap ada yang bisa membantu kami. Dan jangan biarkan lelaki itu datang lagi." Jeanice berkata kepada Yama-san "tenang saja Yama-san, kami akan membantu desa ini dengan sepenuh hati. Saya minta, Yama-san beserta warga di sini untuk mengungsi dulu ke tempat aman." Yama-san meng-iyakan ucapan Jeanice. Setelah pembicaraan selesai, Jeanice, Histoshi dan Amaterasu. Keluar dari rumah Yama-san, dan Jeanice berkata "malam ini kita berjaga-jaga di sini, menunggu hingga susanoo datang kembali."
Yama-san memberikan tempat untuk Jeanice, hitoshi dan amaterasu tinggal. sebuah gubuk kecil tidak jauh dari ladang tempat dimana Susanoo menampakkan dirinya. Yama-san beserta warga desa, langsung meninggalkan desa itu ke tempat pengungsian yang tidak jauh dari situ. Mereka berharap, agar Jeanice dan teman-teman nya bisa menyelamatkan desa mereka. Sore menjelang malam, Jeanice terlihat sedang bermeditasi. Sambil mengucapkan sebuah doa dan mantera, dia juga memohon kepada yang maha Kuasa agar diberikan perlindungan. Dia pun meminta ijin untuk meminta bantuan dari ars goetia jika keadaan semakin memanas. Karena dia tahu, lawan yang akan dihadapinya ini bukanlah lawan yang mudah. Dikamar sebelah, hitoshi juga bermeditasi. sambil membersihkan pedang Ganryu nya juga memandikan busur panah Hama Yumi nya. Dia pun berdoa kepada para dewa yang baik agar dia diberikan kekuatan dan perlindungan. Namun bagaimana dengan Amaterasu ? Dia terlihat sedang berdiri di teras, menatap ke langit dan berkata "aku akan akhiri semua, dan aku akan menghabisi kamu. Susanoo. Aku pun tidak sendiri, tetapi akan ada yang membantuku melawanmu. Dua manusia hebat yang tidak takut akan dirimu." Saat Jeanice dan Hitoshi selesai bermeditasi, mereka keluar dari kamarnya masing-masing. Dan Jeanice menatap hitoshi, dia bertanya "hitoshi-kun, mungkin ada baiknya kamu jujur sama aku" Hitoshi terlihat bingung "jujur mengenai apa Jeanice-chan ?" Lalu Jeanice berkata "aku mulai merasakan ada sesuatu didalam dirimu. suatu energi yang luar biasa. Tapi aku tidak tahu apakah perasaan ku benar atau tidak." Hitoshi menjawab "mungkin itu hanya perasaan mu saja Jeanice-chan. Aku tidak memiliki kemampuan seperti kamu. Aku tahu kamu merasa khawatir, akan pertempuran yang akan terjadi malam ini. Sudah, kamu tenangkan pikiranmu dulu. Aku yakin kita bisa menang koq. Secara ada Amaterasu di pihak kita. Sekali lagi aku tidak punya apa apa dalam diri aku." Sambil menepuk bahu kanan Jeanice. Lalu Hitoshi berjalan ke luar gubuk, namun Jeanice masih berdiri dan berkata "aku tahu , pasti ada sesuatu didalam dirinya". Jeanice pun langsung berjalan menuju keluar.
Saat mereka di luar, terdengar suara petir yang keras lalu turun hujan keras disertai angin yang kencang. Amaterasu berkata "dia datang, bersiaplah." Dari arah ladang, terlihat sosok lelaki tinggi besar. Berjalan dengan menyeretkan samurainya di tanah, tatapan nya tajam. Lelaki itu berjalan di iringi oleh sambaran petir di langit. Setelah melewati ladang, lelaki itu berdiri. Menatap Amaterasu dengan tajam, lalu menatap ke arah Jeanice dan Hitoshi. "Ama-te-ra-su" ucap Susanoo "Su-Sa-No-O" ucap amaterasu, mereka saling menatap dan turun lah sambaran petir di kiri dan kanan mereka. "Sekarang siapa yang pengecut dan lemah disini ? Apakah kamu tidak berani melawan aku sehingga harus membawa bala bantuan ? Ternyata kamu lah yang pengecut, Amaterasu." Dan Amaterasu membalas " Saat kamu mengatakan hal itu, apakah kamu sambil bercermin kepada diri kamu sendiri ?" Amaterasu menoleh ke Jeanice dan berkata "biarkan aku mencoba melawan adikku sendiri." Dan Jeanice menjawab " baiklah, kami akan ada di belakang mu. bersiap siap untuk melawan balik apabila kamu tidak bisa menghadapinya." Amaterasu dan Susanoo, mulai berkelahi. Dan bumi pun bergoncang, akibat vibrasi energi yang ditimbulkan dari dewa dan dewi tersebut. Amaterasu melemparkan pancaran cahaya berwarna emas ke arah susanoo dan langsung ditepis oleh Susanoo. Dibalas oleh Susanoo, serangan petir ke arah Amaterasu. Sambaran itu nyaris mengenai wajah Amaterasu, " serangan mu meleset Susanoo, sekarang rasakan ini. Cahaya pedang pemusnah !" lalu dari tangan kanan Amaterasu keluar sebuah pedang emas dan dilemparkan ke arah susanoo. Lagi-lagi pedang itu ditepis oleh Susanoo, kekuatannya kini memang luar biasa. Bahkan berkali-kali Amaterasu menyerang, setiap serangannya tidak dapat mengenai Susanoo. Susanoo, mengeluarkan pedang samurai satu lagi dari pinggang kirinya. "rasakan ini Amaterasu, sabit penghancur !" dari kedua pedangnya keluar cahaya hitam bercampur merah berbentuk sabit. Mengarah ke arah Amaterasu, dan diapun terpental jauh ke belakang. Jeanice berlari menghampiri Amaterasu "kamu tidak apa-apa ? sudah sekarang kamu bersandar di sini dulu, biarkan aku mencoba melawan dia." Meski Amaterasu meminta Jeanice untuk tetap bertahan di belakang Amaterasu, Jeanice memaksa " Sudah, kamu diam saja disini. kamu terluka parah. Kalau dibilangin jangan ngeyel. Aku yang perempuan tidak segitunya. Sekarang diem ya disini. Be a good girl for a while." Lalu Jeanice berdiri dan berjalan ke arah Susanoo dan berkata "betapa kuatnya kamu hingga kamu bisa melukai kakakmu. Kalau boleh tahu, kamu habis makan pil pembangkit stamina ya. Jadi nafsu untuk berantemnya tinggi. sekarang ijinkan aku untuk melawan kamu. Aku mau rasakan betapa hebatnya kamu." lalu susanoo tanpa berkata apapun, langsung menyerang Jeanice. Dia layangkan kedua samurai itu ke Jeanice, dan Jeanice menghindarinya. Jeanice berlari ke belakang susanoo dan menembakkan senjata magnumnya ke punggung susanoo. Namun tidak mempan, karena Susanoo menggunakan baju pelindung. Susanoo langsung membalikkan badannya, dan melayangkan samurai yang ada di tangan kanannya ke arah Jeanice. Dan berhasil di hindari. Jeanice pun meminta pertolongan kepada Beleth dan juga Ose, dia memanggil kedua Ars Goetia itu. "Beleth, Ose. Aku memanggil kalian, bantulah aku." Lalu dari belakang Jeanice, muncul kedua sesosok demon ars goetia. Beleth bersama 3 pengikutnya dan Ose sang ahli dua pedang. Beleth berkata "Jeanice, ketemu lagi kita. Ada apa ?" Jeanice langsung menunjuk ke arah Susanoo dan berkata "tolong bantu aku melawan dia. si kupret ini telah membuat malapetaka di desa ini. Dia bahkan telah menyakiti kakaknya. Jadi aku minta kalian habisi dia." Mereka berdua mengangguk dan berkata "baik tuan putri". Beleth dan Ose langsung menyerang Susanoo. Beleth melayangkan pedang nya ke arah badan Susanoo, namun ditahan oleh tangan Susanoo. Beleth pun di cekik dan dilempar jauh dari susanoo, Ose pun tidak diam begitu saja. Dia langsung melompat ke arah Susanoo, dan menghunuskan kedua pedangnya. Pedang itu berhasil menembus perutnya. Namun Susanoo tertawa " huahahahaha, kamu kira kamu bisa menusukku dan membunuh ku dengan begitu saja. Dasar anak kucing. " kedua pedang ose dikeluarkan dari perutnya dan dipatahkan di depan mata ose. Ose pun langsung disambar dengan petir, dia pun terpental dan terluka. Ose berlumuran darah, setengah badannya terbakar. Beleth membantu mengangkat Ose, "kamu tidak apa apa Ose ?" Ose tidak sanggup menjawab dan dia langsung menghilang kembali ke alamnya, Beleth pun langsung berdiri dan kembali menyerang susanoo. Namun, susanoo melemparkan pedangnya ke arah badan Beleth. Dan di belah dua badannya oleh susanoo." Jeanice tidak menyangka kalau Susanoo sekuat itu. Akhirnya Jeanice, mencoba dengan mengumpulkan energi yang ada disekitar dan membuat semacam pancaran cahaya orb di tangan nya. Sambil mengucap mantera, dia langsung lemparkan orb itu ke Susanoo. Dan, 'duuar'. Muka susanoo terkena hantaman orb itu. "hahahaha, geli sekali. Hey wanita jalang. giliran ku." Susanoo langsung melemparkan cahaya sabit penghancur ke arah Jeanice. Jeanice yang sudah terlihat lelah, tidak mungkin bisa menghindarinya. Tiba-tiba , Hitoshi meloncat ke depan Jeanice. Dan membelah cahaya itu dengan pedang ganryu nya, di sekitaran tubuh Hitoshi, keluar semacam cahaya berwarna biru muda. Dan bajunya berubah menjadi baju zirah samurai berwarna hitam. "Hitoshi-kun" ucap Jeanice terkejut melihat Hitoshi melindungi Jeanice "Jadi ternyata perasaanku benar terhadap kamu. Kamu memang memiliki kemampuan." Hitoshi berkata kepada Jeanice "nanti saja kita bahasnya, sekarang ini ada dewa ngamuk yang harus kita tangani. Jeanice aku minta kamu mundur dulu." lalu Jeanice berjalan mundur dari Hitoshi. Hitoshi menatap Susanoo dan berkata "susanoo-sama, ini sudah kedua kalinya aku melihat kamu berbuat sesuatu yang tidak manusiawi. Sekarang desa Akita yang menjadi korban, masih belum puas kamu membunuh setengah populasi penduduk desa di Jepang. Dulu, kamu mengirimkan banjir dan menenggelamkan beberapa warga di desa okinawa. Hanya untuk memberi pembuktian kepada kakakmu, kalau kamu bisa menjadi kuat dan berkuasa. namun dengan cara yang salah ! hanya ada satu cara untuk mengalahkanmu. Dan itu untuk memanggil orang tuamu. Izanagi." Susanoo pun berkata "silahkan, aku pun tidak takut dengan orang tuaku apalagi ayahku." lalu Hitoshi berkata kepada Jeanice dan Amaterasu. " aku minta kalian untuk membantuku, berikan tenaga kalian untuk kembali melawan dia. Karena aku akan memanggil Izanagi, dan itu butuh waktu yang agak lama." lalu Jeanice dan Amaterasu, menyerang susanoo dengan kemampuan mereka masing-masing. "Izanagi-sama, aku butuh bantuan mu. Datanglah, karena aku tidak sanggup melawan anakmu. Susanoo. Puteri mu Amaterasu, dia terluka juga akibat serangan adiknya. Namun sekarang dia sedang melawan adiknya lagi, agar aku bisa memanggilmu." Tidak lama, sebuah tombak panjang jatuh dari langit. Hujan dan badai pun berhenti. Dari langit turun, dengan awan. sesosok lelaki yang gagah, dengan tampan yang rupawan. Dia adalah Izanagi. Dewa pencipta dunia. Setelah Izanagi sampai ke daratan, dia langsung menghampiri Hitoshi. "Apakah kamu memanggil ku ? " dan Hitoshi menjawab "iya, aku lah yang memanggilmu Izanagi-sama." Izanagi berkata " aku dengar anakku berbuat ulah lagi, dan aku dengar puteriku terluka." Hitoshi membalas "itu benar izanagi-sama" Izanagi menyuruh hitoshi untuk berdiri dan meminta dia untuk membantu Izanagi melawan anaknya.
Izanagi maju ke arah susanoo, dan langsung melayangkan tombaknya. Kedua pedang samurai susanoo terlepas dari tangan nya, dan dia berkata " ayah ! berani-beraninya kamu mengganggu pertempuranku !" Izanagi berkata "cukup !" Susanoo pun terdiam dengan tatapan tajam ke ayahnya. "hentikan putraku, jangan lagi kamu berulah. sudah banyak jiwa manusia yang berjatuhan akibat ulahmu. Ayah minta kamu kembali ke alam mu, dan jangan buat ulah lagi, jangan ganggu manusia yang ada dibumi. " Susanoo pun menolak "tidak ! semakin aku membunuh, semakin aku kuat. dan itu yang aku inginkan. Dan aku ingin menguasai dunia." Izanagi menampar pipi susanoo "ayah bilang cukup ! sekarang pulang lah !" Emosi Susanoo meningkat, dan dia melayangkan sambaran petir ke ayahnya. Dan ayahnya terpental, "ayah ternyata tidak bisa menahan seranganku, hahaha" Amaterasu teriak " ayah !" dan dia berlari ke arah ayahnya dan mengangkatnya dari lantai. "ayah tidak apa-apa ?" Izanagi menjawab "tidak apa apa, ini tidak seberapa" lalu amaterasu menyuruh ayah nya untuk bangkit. Jeanice, hitoshi , Amaterasu dan Izanagi. Mereka berdiri dan memasang kuda-kuda untuk menyerang susanoo. Dan mereka langsung menyerang Susanoo. Pertempuran berlangsung cukup lama, namun dengan kekuatan yang digabungkan baik dari Jeanice, Hitoshi , Amaterasu dan Izanagi. Akhirnya bisa mengalahkan Susanoo. Susanoo terjatuh, lemah dan tidak berdaya. Dia tidak mampu untuk meneruskan pertempuran. Jeanice, berjalan menuju susanoo. Memegang dagu susanoo dan berkata "enyahlah kau ! dewa ga berguna seperti kamu tidak layak di sembah dan di tinggikan" Lalu Jeanice menempelkan tangannya di dahi susanoo dan membaca mantera. Dibelakang Jeanice, Hitoshi, Amaterasu dan Izanagi meletakkan tangannya ke punggung Jeanice. memberikan aliran energi tambahan ke dalam tubuh Jeanice. Dan Jeanice berkata " Tachisare, anata wa kami o kimashita. Mata modotte konaide kudasai ! " lalu keluar cahaya dari tangannya, mata Jeanice pun mengeluarkan cahaya berwarna hijau terang. Susanoo langsung meledak menjadi debu dan terbang ke atas langit-langit. Jeanice langsung berdiri, menghadap ke arah Hitoshi , Amaterasu dan Izanagi. "tugas kita telah kelar, Amaterasu adik mu telah dikalahkan. Izanagi-sama senang berkenalan dengan mu dan terima kasih sudah datang untuk membantu. Hitoshi, setelah ini aku mau berbicara sama kamu." Amaterasu berkata kepada Jeanice " Jeanice-san, terima kasih. sebagai hadiah, aku akan memberikan kamu sesuatu. Ini adalah liontin milik almarhum ibuku, Izanami. Didalam liontin ini terkandung sebuah energi. Kelak nanti kamu akan membutuhkannya saat bertempur." Dan Jeanice menerima liontin itu dan langsung dipasang dilehernya. Jeanice dan hitoshi memberi hormat kepada Amaterasu dan Izanagi. Dan dewa juga dewi itu pergi , terbang kembali ke alamnya. Jeanice meminta Hitoshi untuk menghubungi tempat pengungsian dan memberi kabar bahwa seluruh warga desa kecil Akita bisa kembali ke tempatnya. Jeanice langsung kembali masuk ke gubuk dan duduk bersandar di dinding, lalu menyalakan rokoknya. Sambil tersenyum melihat hitoshi. Hitoshi pun tersenyum. "inget, kamu harus ceritakan apa yang kamu miliki dalam dirimu hitoshi-kun. Sekarang aku mau istirahat."
Keesokan harinya seluruh warga desa kecil akita, sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Mereka pun menjalankan aktifitas mereka seperti biasa. Yama-san menghampiri Jeanice dan Hitoshi, dia mengucapkan terima kasih karena sudah menolong. Seluruh warga di desa itu memberikan penghormatan kepada Jeanice dan Hitoshi. Setelah itu mereka berjalan ke arah mobil Hitoshi, dan pergi meninggalkan desa itu.
CASE CLOSED
Diubah oleh darkdimension77 10-09-2019 19:44
ariefdias memberi reputasi
1