Kaskus

Story

darkdimension77Avatar border
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case


Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.


Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.


Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.


Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.


Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”


Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.

Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara

Case 01 : The Caksono Family Case

CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1

Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2

Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3

CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )

CASE 04 : POLTERGEIST

CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS

CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN

CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01

PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02

CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON

CASE 09 : EXPERIMENT C-707

CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
KnightDruidAvatar border
anasabilaAvatar border
someshitnessAvatar border
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
darkdimension77Avatar border
TS
darkdimension77
#21
kaskus-image

CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01

Dua hari setelah kasus yang terjadi dirumah pemuja setan. Jeanice , Catherine dan Herry terlihat sedang menyusun data laporan yang telah dibuat di komputernya masing-masing. Telpon yang berada di meja Jeanice berbunyi dan dia mengangkat telp tersebut “ hello, dengan Jeanice berbicara” dari balik telpon terdengar suara lelaki yang tak lain itu adalah Grey. “Jeanice bisakah kamu ke ruangan saya sekarang, kemarin aku tunggu kamu tapi tidak datang. Kamu lupa ya ?” ucap Grey “oh iya, maaf. Kemarin saya lupa untuk ke ruangan mu. Karena, ada yang harus saya selesaikan. Saya kesana sekarang.” Lalu jeanice menutup telpon dan beranjak dari mejanya, catherine bertanya kepada Jeanice “kak, mau kemana ? ada kasus baru lagi kah ?” dan Jeanice menjawab “oh, tidak Cath. Pak Grey memanggil saya untuk ke ruangannya.” Jeanice langsung berjalan menuju pintu dan keluar dari ruangannya. Sesampainya didepan pintu Grey, Jeanice mengetuk pintu dan grey berkata dari dalam ruangannya “masuk !” dan Jeanice masuk kedalam. “Jeanice, silahkan duduk. Begini, ada hal yang ingin ku beritahukan kepadamu.” Jeanice yang duduk sambil menyalakan rokok bertanya “perihal apa ?” Grey langsung menjelaskan “ sehari sebelum kamu menjalankan tugas kamu menyelidiki rumah pemuja setan di puncak. Saya mendapatkan telpon dari Hitoshi, dia memberitahukan kepada saya bahwa ada kejadian di daerah Akita, Jepang. Dia membutuhkan bantuan dari kamu, jadi esok saya mau kamu ke Jepang dan temui dia disana. Kira-kira kamu ada schedule lain ? Karena ini penting.” Jeanice sambil menghisap rokoknya berkata “untuk kedepan schedule saya kosong, jadi besok saya bisa ke sana. Kalau boleh saya tahu, ada kejadian apa di Akita ?” dan grey menjawab “ Hitoshi yang akan memberitahukan detailnya nanti saat kamu sudah di Jepang. Saya juga sudah book tiket pesawat dan hotel buat kamu.” Jeanice berkata “ok Grey, thanks. Nanti sesampainya di sana aku akan beritahu kamu.” setelah pembicaraan selesai, Jeanice langsung berdiri dan berjalan menuju ke pintu. Sebelum keluar, grey menghampiri Jeanice dan memberikan sebuah USB. “Ada baiknya kamu juga liat data yang ada didalamnya. Data tersebut juga terkait dengan kejadian yang terjadi di Akita.” Jeanice menerima USB itu dan keluar dari ruangan grey.

Di ruangan S.I.X, jeanice kembali duduk di mejanya dan mencolokkan usb tersebut ke komputernya. Herry menghampiri Jeanice dan berkata “kak, ini data yang kemarin sudah selesai mau ditaruh dimana ?” Jeanice berkata “taruh saja di lemari arsip, by the way besok sampai minggu depan. Kalian saya tinggal dulu ya.” Catherine bertanya “ mau kemana memangnya kak ? koq lama perginya ?” Jeanice menjawab “saya baru saja diberikan tugas khusus, tapi Pak grey meminta saya untuk pergi sendiri kesana. Saya akan pergi ke Akita, Jepang. Ada teman yang minta tolong.” Catherine berkata “ ok kak, have a safe flight besok. Pulang jangan lupa oleh-oleh ya. Hihihi” Jeanice tersenyum dan berkata “ iya nanti aku bawakan kepala demit ya buat dipajang di tembok di belakang kamu.” Catherine langsung cemberut dan berkata “selalu deh kakak Jeanice. Bisanya ngeledekin aku” lalu Jeanice dan Herry tertawa mendengar catherine berkata seperti itu.
Jeanice kembali melihat ke komputernya, dan membaca data yang diberikan oleh Grey. Didalam hati dia berkata “Apa ini ? Amaterasu dan susanoo. Siapa mereka ini ?” lalu dia mencari tahu tentang kedua sosok itu di web, sambil mencatat beberapa point. Setelah Jeanice mendapatkan hasil dari penemuannya di web, dia langsung print dan dia masukkan kedalam tasnya. “Guys, kakak pulang duluan ya. Mau packing dan lain-lain. Karena besok flight pagi dari Jakarta.” Herry dan Catherine menjawab “Ok. Semoga berhasil ya dan pulang lagi kesini dengan selamat.” Jeanice tersenyum lalu pergi meninggalkan ruangannya.

Keesokan harinya Jeanice berangkat ke Jepang, seperti biasa dia menyempatkan untuk beristirahat di pesawat. Karena perjalanannya cukup lama. Dalam tidurnya, dia mendapatkan sebuah penglihatan. Dimana dia melihat ada sosok wanita cantik di kelilingi oleh cahaya yang begitu terang dan dia berbicara kepada Jeanice dalam bahasa Jepang. Didalam mimpi Jeanice diperlihatkan satu moment dimana banyak orang-orang mati dibantai oleh sesosok lelaki besar dengan pedang panjangnya. Dan ada beberapa orang yang mati akibat sambaran petir, hangus dan tidak berbentuk. Wanita didalam mimpi itu, meminta agar Jeanice bisa menghentikan kebiadabannya. Tidak lama Jeanice terbangun dari tidurnya, dan berkata “siapa wanita itu ? dan lelaki jahat itu juga siapa ? Dan kenapa pakai bahasa Jepang juga, tahu aku tidak terlalu mengerti bahasa Jepang. Hanya tahu sedikit.” Saking pusing nya mikirin, Jeanice memanggil stewardess pesawat. Dan memesan chivas.

Sesampainya di Jepang, Jeanice langsung memesan taksi dan pergi langsung ke daerah Akita. Disana dia menginap disalah satu hotel yang tidak jauh dari tempat kejadian. Kali ini dia menginap di hotel yang sederhana, didalam kamarnya hanya ada tv tabung, ac dan kamar mandi dalam yang kecil. Di hotel dia menghubungi Hitoshi, “Hello hitoshi-kun, aku sudah ada di Akita. Kamu dimana sekarang ? malam ini bisa ketemu ?” lalu hitoshi menjawab “ok, nanti malam aku akan menjemput kamu di hotel. Dan kita langsung ke tempat makan yang tidak jauh dari tempat kamu menginap.” Jeanice berkata “ok, ku tunggu ya. Nanti ketemuan langsung di lobi saja.” Setelah itu Jeanice mengakhiri pembicaraannya, dan mengeluarkan pakain yang ada didalam kopernya.
Malam nya , Hitoshi tiba di lobi hotel. Jeanice langsung menghampirinya dan berkata “ yuk, kita jalan.” Dari hotel mereka langsung pergi ke tempat makan yang tidak jauh dari hotel, di mobil Jeanice bertanya “ kita mau makan di mana hitoshi-kun ?” dan hitoshi menjawab “ada rumah makan seafood enak ga jauh dari hotel. Kamu harus cobain yang namanya sup hiu goblin. Enak banget.” lalu Jeanice berkata “baiklah, awas kalau ngga enak. Kamu yang aku suruh habisin semua ntar.” Dan Hitoshi tertawa sambil berkata “ tenang aja, dijamin kamu ketagihan Jeanice-chan”. Selama perjalanan menuju tempat makan, mereka ngobrol dan bercanda.

Setibanya di tempat makan yang direkomendasikan oleh hitoshi, mereka langsung masuk dan duduk. Pelayan tempat makan langsung menanyakan kepada mereka “konbanwa, mau mesan apa ?” Hitoshi memberitahukan kepada pelayannya, makanan dan minuman yang mau dipesan khususnya sup hiu goblin. Setelah memesan makanan, mereka langsung memulai membicarakan masalah yang sedang terjadi di Akita. “ Histoshi-kun, kemarin kamu menghubungi Grey dan memberitahukan bahwa di daerah sini lagi terjadi sesuatu. Kejadian apa yang sedang terjadi kalau aku boleh tahu ?” Dan hitoshi menjelaskan secara detail “ jadi, lagi empat hari yang lalu. Ada kejadian mengerikan di sini, tepatnya di desa kecilnya. Beberapa penduduk, mati dengan kondisi mengenaskan. Ditemukan banyak bekas sayatan benda tajam, tapi sayatannya bukan berasal dari sebuah pisau. Tetapi sebuah pedang, dan ada juga beberapa warganya mati akibat tersambar petir. Padahal hari itu lagi tidak hujan juga. Yang jadi pertanyaan dalam benakku. Apakah orang yang membantai beberapa orang di desa ini memiliki kekuatan supranatural, sehingga bisa membunuh dengan menurunkan petir dari langit. Kalau menurut kamu bagaimana ?” Jeanice menjawab “bisa saja, kalau orang itu dikatakan bukan orang biasa atau mungkin sosok demon, dewa atau dewi yang sedang menyamar jadi manusia. Sebutan lainnya shape shifter. Kemarin Grey juga memberikan aku sebuah USB, isinya mengenai Amaterasu dan Susanoo. Dan setelah ku baca-baca, keduanya ini memiliki sejarah yang kelam ya. Mereka saling berseteru dan lain-lain. Saat dipesawat juga, aku mendapatkan mimpi. Di mimpi itu aku melihat ada seorang wanita , dan dia dikelilingi oleh cahaya. Dia berkata kepada ku dalam bahasa jepang kurang lebih begini ‘Onegai, janisu. Watashi o tasuketekudasai. Ani o taoshite eien ni kare o kesu tame ni.’ Itu artinya apa ya Hitoshi-kun.” Hitoshi menjawab “ itu artinya, dia minta tolong sama kamu. Untuk melawan dan melenyapkan adiknya. Bisa jadi ini ada hubungannya dengan Amaterasu dan Susanoo.” Jeanice terdiam sejenak dan coba untuk memikirkan lebih dalam mengenai kejadian yg sedang terjadi. Dia mencoba untuk menerawang. Namun semua terlihat buram. “besok kita ke lokasi kejadian, aku mau lihat.” dan Hitoshi menjawab “baiklah, kita besok kesana setelah makan siang. By the way itu dihabisin sup hiu goblinnya. Gimana enak kan ?” dan Jeanice menjawab “enak juga ternyata ini supnya. Kamu selamat hitoshi-kun. Tidak jadi menghabiskan makananku.” Hitoshi pun tersenyum. Mereka pun melanjutkan makan malamnya dan setelah itu mereka kembali ke tempat mereka masing-masing.

Siang hari, Hitoshi dan Jeanice sampai di lokasi. Jeanice saat turun dari mobil, dia langsung merasakan adanya energi yang tidak bagus. Dia langsung menyentuh tanah dan mencoba meretrace kejadian yang terjadi. Apa yang dilihatnya memang sungguh kejam dan sadis. Dia melihat banyak warga di bantai, di hanguskan. Pria, wanita bahkan anak kecil. Hitoshi langsung memegang pundak Jeanice dan berkata “kamu tidak apa-apa Jeanice ? apa yang terjadi?” dan Jeanice berkata “sadis sekali, aku melihat banyak orang mati dan hangus terbakar. Hitoshi kamu tahu dimana pemimpin desa ini tinggal. Kalau iya tolong antar aku ke rumahnya. Karena ada banyak hal yang mau aku tanyakan. Dan kumpulkan beberapa saksi juga.” dan Hitoshi menjawab “ok. Ayo ikut aku, rumahnya tidak jauh.” Merekapun melanjutkan perjalanan, menuju rumah si pemimpin desa. Sebelum sampai rumahnya si pemimpin desa, ada suara yang memanggil Jeanice dari belakang. “ Akhirnya kamu datang juga, Jeanice-sama.” Jeanice menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dia melihat ada wanita yang cantik, putih berdiri sambil membawa kipas. Wanita itu tersenyum dan berkata “Aku tahu kamu akan datang untuk menolong warga didesa ini, dan juga datang untuk menolong aku.” Dan Jeanice pun berkata “ jangan bilang kamu adalah..” Dan wanita itu menaruh jari telunjuknya di bibirnya “sssh..” lalu tersenyum lagi.

Bersambung
Diubah oleh darkdimension77 09-09-2019 01:48
ariefdias
ariefdias memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.