- Beranda
- Stories from the Heart
Ketika Matahari Bertemu Bulan
...
TS
vallerydc
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Hallo agan-sista sekalian. Ini adalah thread pertama gw. Disini gw hanya ingin ngeshare sedikit rangkaian kata bisa berupa opini atau ide yang tiba-tiba keluar JRengg terlintas dikepala gw. Awalnya ini hanya sebatas cerita pribadi gw sendiri, yang gw bikin dari hari kehari di buku harian untuk mengisi waktu luang. Yang akhir nya gw ngerasa tertantang untuk membuat suatu thread juga. Kalau orang bisa kenapa gw ngga.
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.

Part 1
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.

Part 1
1. Opening
Aku mematikan musik yang sedari tadi aku hidupkan. Dengan setengah berlari ku turuni tangga sembari melihat jam di dinding. Pukul 06:15 ku hampiri bunda di dapur. Segelas air putih dan sesendok nasi goreng yang sekarang sudah masuk kedalam perutku. Memberi kecupan kecil sambil memeluk nya adalah rutinitasku sebelum pergi sekolah. Kulambaikan tangan pada bunda yang sedang berdiri di samping mobil dan pergi sekolah.
--oOo--
Aku..
Apa kamu tau namaku ? jika tidak
Akan ku beri tau, aku wilona...
Wilona sang artis itu ?
Tentu saja bukan.
Aku tidak seterkenal itu, aku hanya wanita biasa. Wanita biasa juga sederhana yang memiliki segala yang aku mau. Yang memiliki kehidupan sederhana namun bahagia. Tak peduli walau seberapa banyak orang membenciku, ini hidupku bukan hidup mereka. Karena nilailah aku, dan bencilah aku, tapi mereka belum tentu lebih baik dari semua keburukan yang aku miliki. Mungkin bahkan terlihat lebih rendah dari itu. Aku Stevia Wilona atau biasa di panggil via atau ana. Ana adalah nama kesayangan yang diberikan kedua pahlawanku lebih tepat nya.
Aku baru selesai makan.
Bukan nya aku sombong, aku memiliki keluarga yang sempurna. Aku memiliki dua pahlawan yang selalu bersedia membantu dimanapun aku berada. pahlawan yang tak pernah mengeluh untuk menasehati dan memarahiku (Tapi terkadang aku sendiri yang mengeluh karena dimarahi oleh nya). Kamu tau siapa pahlawan aku itu? spiderman, batman, ironman, atau hulk ? No! ngga sehebat itu.
Mereka hanya pahlawan yang selalu ada untukku saja bukan untuk mu, sorry. Kedua pahlawan itu aku panggil ayah dan bunda.
--oOo--
Selain mempunyai pahlawan aku juga mempunyai 2 rival. Hidupku kacau ya? keep calm. 2 rival itu siapa lagi kalau bukan kedua adik perempuanku. Dirumah selain ada ayah dan bunda aku juga memiliki dua adik perempuan yang sama nakal dan cerewet nya. Setiap hari ada saja tingkah nya yang minta dibelikan boneka, makanan, coklat, permen, jus, mie, sashimi, bakwan, tahu, tempe, siomay, batagor, gado-gado, mari-mari... semua komplit disini... Jadi mamang goreng cerita nya.
Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
--oOo--
Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.
Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.
Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
--oOo--
Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.
Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.
Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".
Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan. Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.
Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.
Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.
Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.
Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".
Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan. Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.
Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.
Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
--oOo--
2. Siapa ?
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.
Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.
Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.
Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak
, aku berteriak.
" Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "
Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "
Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "
Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.
Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.
Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... " krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.
Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.
" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.
" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.
" Masalah?! "
" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? "
Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.
" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan dia
.
" Maka nya sana! "
" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "
" Trus kamu mau apa, berani sama aku!"
" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.
" Ngomong yang jelas, berani?! "
" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.
" Sana jauh "
" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "
" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.
" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "
Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.
Next..
All Part KMBB Series👇Cek
- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.
Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.
Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.
Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak
, aku berteriak. " Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "
Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "
Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "
Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.
Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.
Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... " krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.
Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.
" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.
" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.
" Masalah?! "
" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? "
Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.
" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan dia
." Maka nya sana! "
" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "
" Trus kamu mau apa, berani sama aku!"
" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.
" Ngomong yang jelas, berani?! "
" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.
" Sana jauh "
" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "
" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.
" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "
Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.
Next..
--oOo--
All Part KMBB Series👇Cek

- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.
Diubah oleh vallerydc 08-12-2020 11:08
nona212 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
3K
18
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vallerydc
#10
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 5.
4. Beri aku ke kekuatan.
Aku Tarik nafas dalam – dalam kemudian ku hembuskan lagi. Pagi yang cukup cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Udara pagi khas kota Taluk. Inilah hari yang berikut nya. Seperti nya hari ini sedang berpihak kepada ku. Seperti biasa aku lakukan rutintas ku dan berangkat ke sekolah. Di perjalanan aku berfikir apa aku akan bertemu laki-laki itu lagi, semoga saja tidak. Bukan benci hanya sekedar tak suka melihat nya. Semoga lebih baik, amin.
Dengan hati-hati aku masuk ke sekolah.
Hari ini keadaan kembali terlihat normal seperti biasa nya. Aku lihat kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada laki-laki itu. Seandai nya ada, dengan cepat aku pasti lari menjauh. Tidak akan aku biarkan dia merusak hari yang cerah dengan wajah aneh nya itu.
“ Syukurlah, aku tidak melihat nya “
Bahagia sekali rasa nya, pagi yang indah bisa aku lalui dengan aman dan nyaman tanpa kehadiran dia. Dengan perasaan bahagia aku terus berjalan menuju kelas. Aku lihat orang-orang pun sudah tidak memikirkan kejadian kemarin, mereka kembali menyapa dan tersenyum seperti biasa nya. Ada apa dengan mereka, apa sesuatu sudah terjadi lagi? entahlah aku juga tidak tau. Aku balas juga senyuman nya.
Akhir nya sampai juga aku di kelas .
Baru saja aku masuk mataku langsung terpaku pada sebuah tempat duduk. Itu tidak lain adalah tempat duduk ku. Bukan tempat duduk nya yang aku permasalahkan, tapi seseorang yang duduk di sanalah yang membuat aku merasa kesal.
“ Morning “ kata nya sambil melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.
Seketika tubuhku terasa lemas, tenagaku seperti terkuras habis melihat dia ada di sana.
“ Yah..” Batinku lemas, baru juga senang malah ketemu dia lagi.
Dengan agak cemberut aku hampiri dia.
“ Ngapain kamu? “
“ Nungguin kamu “
“ Buat apa “
“ Ngga usah geer, nih.. “
Dia memberikan beberapa kumpulan soal matematika pada ku.
“ Endarto ngga datang, pagi-pagi nitip itu kerumah. Kurang kerjaan itu orang, ngga datang aja masih nyusahin “ Lanjut nya dengan raut kesal.
“ Ha?, Dia tetangga kamu? “ Tanyaku bingung.
“ Ya iyalah, Jam 5 pagi udah ngetokin rumah orang, kapan pensiun nya dia itu awet banget “
Sedikit aku beritahu Endarto adalah guru matematika di sekolahku. Orang nya galak juga sedikit aneh. Pernah dia menyuruh salah seorang murid membeli makanan dan minuman di kantin yang harga nya 20 ribu, tapi dia hanya memberi uang 10 ribu, disaat uang nya kurang dia malah bilang
“ Pakai aja uang kamu. Sedekah sesekali aja pelit “ Kebayangkan gimana kesel nya, dan sayang nya murid itu aku.
“ Minggir, aku mau duduk “ Jawabku kemudian.
Aku kira dia akan pergi, tapi dia malah duduk tepat di depan mejaku.
“ Ngapain kamu masih disini? “
“ Emang ada larangan? “ Dia balik nanya.
“ ……. “
“ Gimana malam tadi “ Lanjut nya.
“ Gimana apa nya “ Aku bingung.
“ Enak nyebur? “
Loh, tunggu. Kenapa dia bisa tau soal nyebur, apa yang tadi malam itu dia. Atau dia ngikutin aku. Apa.. Apa.. Apa jawaban nya …
“ Nyebur apa? gila ya.. “ Jawab aku bohong.
Aku memang sengaja bohong, biar dia ngga jadi semakin sok–sok an dan aku berharap setelah aku bicara seperti itu dia segera pergi.
“ Penerawangan aku ngga pernah salah “ Jawab nya tidak percaya.
“ Ya mungkin kemampuan kamu ngga manjur sama aku “
Dia hanya diam. Tanpa sengaja aku melihat sesuatu di tangan nya.
“ Darah “ kata ku spontan
Tangan kanan nya terluka dan mengeluarkan darah. Dia ngga pergi berobat, atau dia kelahi lagi fikir ku.
“ Kenapa “ Tanya nya.
“ Kamu kelahi lagi? “
“ Ngga “
“ Trus itu “ Kata ku sambil menunjuk tangan nya.
“ Masalah biasa “
“ Masalah balas dendam “
“ Bukan “
“ Trus “
“ Masalah yang tertunda “ kata nya lagi.
“ Iya masalah balas dendam kan “
Dia diam.
“ Ya ampun, trus gimana dia ? “ kata ku.
“ Kok nanyain dia kok ngga aku “
“ Ya kan sekarang kamu ada di depan aku, berarti kamu ngga apa-apa “
“ Sehat wal afiat dia “ Jawab nya datar.
Aku hanya menggelengkan kepala, tidak percaya mendengar apa yang dia katakan. Masih saja dia buat masalah, luka kemarin saja belum sembuh sekarang dia tambah lagi.
“ Kamu tau aku anak apa “ kata nya tiba-tiba.
“ Ngga “
“ Tebak “
“ Anak orang “
“ Salah”
“ Anak aneh “
“ Ngga “
“ Trus ? “
“ Aku anak indigo “
“ Udah tau kaliiiii, UDAH TAUUUU !!. Udah dari kemaren kamu bilang. Udah deh ngga usah bikin aku kesel balik sana “ Jawab ku sedikit teriak.
“ Kamu ngga percaya? “
Yaelah ini anak, kapan aku bilang ngga percaya coba. Ngerti Bahasa Indonesia ngga sih dia.
“ Percaya aku percaya!, Udah pergi sana.. “
“ Suatu hari nanti kamu akan percaya “ lanjut nya.
“ Udah dari tadi gua bilang percaya bopak, kenapa masih lanjut aja ini! “
Sorry, sorry aku udah terlanjur kesal. Apa - apaan sih dia.
“ Aku punya banyak penggemar, seharus nya kamu bersyukur bisa dekat sama aku “
Ya tuhan, ini kah yang nama nya cobaan, kuatkanlah hati dan fikiran hamba mu yang lemah ini. Aminn. Shuuufffff huuuuu, Shuuuuffffff huuuuuuu. Aku menarik nafas Panjang dan mengeluarkan nya lagi, aku mencoba sabar, tenang, dan santai. Beri aku ke kuatan.
“ Oh ya, bagus dong kalo punya banyak penggemar berarti kamu terkenal gitu deh. Duh sayang aku ngga punya. Eh sebenar nya punya sih, tapi diam aja deh ngapain pamer kan yaa hahaha Huwahahaha. Eh aku lagi sibuk nih. Alfin tadi kamu manggil aku ya?, maaf ya aku ngga denger. Udah dulu ya. Alfin manggil “
Dengan menahan rasa kesal yang amat sangat dalam aku temui alfin. Meski alfin juga sedikit bingung mendengar apa yang aku bilang. Udah diam alfin. Biar pergi itu cowo aneh.
Bahkan sudah hampir 3 tahun di sekolah ini, aku masih tidak tau apa –apa tentang dia. Yang aku tau dia hanyalah siswa pemalas yang suka cari masalah yang juga satu sekolah dengan ku. Bahkan jika kemaren aku tidak melihat nya sampai sekarang aku juga tidak akan tau tentang nya.
Dan satu permintaan ku, menjauhlah.
Pukul 12:20 saat nya istirahat, semua siswa keluar untuk mengisi perut mereka, tentu saja di kantin sekolah. Tapi tidak dengan ku, aku memilih duduk di kelas. Lelah sekali rasa nya, lelah? aku juga tidak tau apa yang membuat aku merasa begitu.
Sebenar nya teman-teman sudah mengajak ku, tapi aku tidak mau, aku menolak dan memilih istirahat.
Aku letakkan kepala ku diatas meja dan kupejamkan kedua mata ku. Di kelas hanya ada aku dan dua orang teman ku. Mereka adalah alfin dan reno.
Mereka seperti sedang membicarakan sesuatau, sesuatu yang terdengar serius, aku juga tidak tau pasti itu apa.
“ Ana kamu ngga apa – apa ? “ seseorang bertanya pada ku.
Dari suara nya aku sudah tau itu pasti alfin, suara yang lembut juga pelan menjadi ciri khas nya.
“ Ngga apa kok “ Kata ku sambil tidur.
“ Kamu ngga makan, ngga lapar? “
“ Lapar sih, tapi ngga mau makan “
“ Kenapa, makan aja dulu “ Kata alfin.
“ Lagi malas jalan “ Jawab ku singgkat
“ Kamu mau nitip, aku sama reno mau kekantin “
“ Eh ngga usah “
“ Udah ngga apa – apa, kamu mau mesan apa “ lanjut nya.
“ Beneran ngga usah, lapar nya udah hilang “
Aku sengaja bilang gitu karena ngga mau ngerepotin alfin. Tidak lama setelah itu seorang wanita bertanya pada ku.
“ Ana ini aku bawain makanan, kamu mau ? “
Dia menawarkan nasi goreng pada ku. Itu adalah rina teman sebangku ku, seperti nya dia baru kembali dari kantin.
“ Ngga rin makan aja “
“ Kamu laparkan, makan bareng aku aja “
“ Makasih rin “
“ Udah ngga usah sungkan, ini dimakan “
“ Beneran ngga usah rin “
“ Udah ayo makan”
“ Hehe ngga rin “
“ Ayo makan “
“ Lanjut rin “
“ Yauda deh kalo ngga mau “
“ Eh ayo, sini dah buruan “
“ Yaelah bilang aja mau susah bener “
“ Hehehe “
Sebenar nya aku memang lagi lapar, lapar banget malah, tapi aku ngga enak sama rina, dia udah jalan jauh – jauh masa aku tinggal makan. Tapi karna dia maksa Yauda ayo ngga nolak.
4. Beri aku ke kekuatan.
Aku Tarik nafas dalam – dalam kemudian ku hembuskan lagi. Pagi yang cukup cerah, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Udara pagi khas kota Taluk. Inilah hari yang berikut nya. Seperti nya hari ini sedang berpihak kepada ku. Seperti biasa aku lakukan rutintas ku dan berangkat ke sekolah. Di perjalanan aku berfikir apa aku akan bertemu laki-laki itu lagi, semoga saja tidak. Bukan benci hanya sekedar tak suka melihat nya. Semoga lebih baik, amin.
Dengan hati-hati aku masuk ke sekolah.
Hari ini keadaan kembali terlihat normal seperti biasa nya. Aku lihat kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada laki-laki itu. Seandai nya ada, dengan cepat aku pasti lari menjauh. Tidak akan aku biarkan dia merusak hari yang cerah dengan wajah aneh nya itu.
“ Syukurlah, aku tidak melihat nya “
--oOo—
Bahagia sekali rasa nya, pagi yang indah bisa aku lalui dengan aman dan nyaman tanpa kehadiran dia. Dengan perasaan bahagia aku terus berjalan menuju kelas. Aku lihat orang-orang pun sudah tidak memikirkan kejadian kemarin, mereka kembali menyapa dan tersenyum seperti biasa nya. Ada apa dengan mereka, apa sesuatu sudah terjadi lagi? entahlah aku juga tidak tau. Aku balas juga senyuman nya.
Akhir nya sampai juga aku di kelas .
Baru saja aku masuk mataku langsung terpaku pada sebuah tempat duduk. Itu tidak lain adalah tempat duduk ku. Bukan tempat duduk nya yang aku permasalahkan, tapi seseorang yang duduk di sanalah yang membuat aku merasa kesal.
“ Morning “ kata nya sambil melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.
Seketika tubuhku terasa lemas, tenagaku seperti terkuras habis melihat dia ada di sana.
“ Yah..” Batinku lemas, baru juga senang malah ketemu dia lagi.
Dengan agak cemberut aku hampiri dia.
“ Ngapain kamu? “
“ Nungguin kamu “
“ Buat apa “
“ Ngga usah geer, nih.. “
Dia memberikan beberapa kumpulan soal matematika pada ku.
“ Endarto ngga datang, pagi-pagi nitip itu kerumah. Kurang kerjaan itu orang, ngga datang aja masih nyusahin “ Lanjut nya dengan raut kesal.
“ Ha?, Dia tetangga kamu? “ Tanyaku bingung.
“ Ya iyalah, Jam 5 pagi udah ngetokin rumah orang, kapan pensiun nya dia itu awet banget “
Sedikit aku beritahu Endarto adalah guru matematika di sekolahku. Orang nya galak juga sedikit aneh. Pernah dia menyuruh salah seorang murid membeli makanan dan minuman di kantin yang harga nya 20 ribu, tapi dia hanya memberi uang 10 ribu, disaat uang nya kurang dia malah bilang
“ Pakai aja uang kamu. Sedekah sesekali aja pelit “ Kebayangkan gimana kesel nya, dan sayang nya murid itu aku.
“ Minggir, aku mau duduk “ Jawabku kemudian.
Aku kira dia akan pergi, tapi dia malah duduk tepat di depan mejaku.
“ Ngapain kamu masih disini? “
“ Emang ada larangan? “ Dia balik nanya.
“ ……. “
“ Gimana malam tadi “ Lanjut nya.
“ Gimana apa nya “ Aku bingung.
“ Enak nyebur? “
Loh, tunggu. Kenapa dia bisa tau soal nyebur, apa yang tadi malam itu dia. Atau dia ngikutin aku. Apa.. Apa.. Apa jawaban nya …
“ Nyebur apa? gila ya.. “ Jawab aku bohong.
Aku memang sengaja bohong, biar dia ngga jadi semakin sok–sok an dan aku berharap setelah aku bicara seperti itu dia segera pergi.
“ Penerawangan aku ngga pernah salah “ Jawab nya tidak percaya.
“ Ya mungkin kemampuan kamu ngga manjur sama aku “
Dia hanya diam. Tanpa sengaja aku melihat sesuatu di tangan nya.
“ Darah “ kata ku spontan
Tangan kanan nya terluka dan mengeluarkan darah. Dia ngga pergi berobat, atau dia kelahi lagi fikir ku.
“ Kenapa “ Tanya nya.
“ Kamu kelahi lagi? “
“ Ngga “
“ Trus itu “ Kata ku sambil menunjuk tangan nya.
“ Masalah biasa “
“ Masalah balas dendam “
“ Bukan “
“ Trus “
“ Masalah yang tertunda “ kata nya lagi.
“ Iya masalah balas dendam kan “
Dia diam.
“ Ya ampun, trus gimana dia ? “ kata ku.
“ Kok nanyain dia kok ngga aku “
“ Ya kan sekarang kamu ada di depan aku, berarti kamu ngga apa-apa “
“ Sehat wal afiat dia “ Jawab nya datar.
Aku hanya menggelengkan kepala, tidak percaya mendengar apa yang dia katakan. Masih saja dia buat masalah, luka kemarin saja belum sembuh sekarang dia tambah lagi.
“ Kamu tau aku anak apa “ kata nya tiba-tiba.
“ Ngga “
“ Tebak “
“ Anak orang “
“ Salah”
“ Anak aneh “
“ Ngga “
“ Trus ? “
“ Aku anak indigo “
“ Udah tau kaliiiii, UDAH TAUUUU !!. Udah dari kemaren kamu bilang. Udah deh ngga usah bikin aku kesel balik sana “ Jawab ku sedikit teriak.
“ Kamu ngga percaya? “
Yaelah ini anak, kapan aku bilang ngga percaya coba. Ngerti Bahasa Indonesia ngga sih dia.
“ Percaya aku percaya!, Udah pergi sana.. “
“ Suatu hari nanti kamu akan percaya “ lanjut nya.
“ Udah dari tadi gua bilang percaya bopak, kenapa masih lanjut aja ini! “
Sorry, sorry aku udah terlanjur kesal. Apa - apaan sih dia.
“ Aku punya banyak penggemar, seharus nya kamu bersyukur bisa dekat sama aku “
Ya tuhan, ini kah yang nama nya cobaan, kuatkanlah hati dan fikiran hamba mu yang lemah ini. Aminn. Shuuufffff huuuuu, Shuuuuffffff huuuuuuu. Aku menarik nafas Panjang dan mengeluarkan nya lagi, aku mencoba sabar, tenang, dan santai. Beri aku ke kuatan.
“ Oh ya, bagus dong kalo punya banyak penggemar berarti kamu terkenal gitu deh. Duh sayang aku ngga punya. Eh sebenar nya punya sih, tapi diam aja deh ngapain pamer kan yaa hahaha Huwahahaha. Eh aku lagi sibuk nih. Alfin tadi kamu manggil aku ya?, maaf ya aku ngga denger. Udah dulu ya. Alfin manggil “
Dengan menahan rasa kesal yang amat sangat dalam aku temui alfin. Meski alfin juga sedikit bingung mendengar apa yang aku bilang. Udah diam alfin. Biar pergi itu cowo aneh.
Bahkan sudah hampir 3 tahun di sekolah ini, aku masih tidak tau apa –apa tentang dia. Yang aku tau dia hanyalah siswa pemalas yang suka cari masalah yang juga satu sekolah dengan ku. Bahkan jika kemaren aku tidak melihat nya sampai sekarang aku juga tidak akan tau tentang nya.
Dan satu permintaan ku, menjauhlah.
--oOo--
Pukul 12:20 saat nya istirahat, semua siswa keluar untuk mengisi perut mereka, tentu saja di kantin sekolah. Tapi tidak dengan ku, aku memilih duduk di kelas. Lelah sekali rasa nya, lelah? aku juga tidak tau apa yang membuat aku merasa begitu.
Sebenar nya teman-teman sudah mengajak ku, tapi aku tidak mau, aku menolak dan memilih istirahat.
Aku letakkan kepala ku diatas meja dan kupejamkan kedua mata ku. Di kelas hanya ada aku dan dua orang teman ku. Mereka adalah alfin dan reno.
Mereka seperti sedang membicarakan sesuatau, sesuatu yang terdengar serius, aku juga tidak tau pasti itu apa.
“ Ana kamu ngga apa – apa ? “ seseorang bertanya pada ku.
Dari suara nya aku sudah tau itu pasti alfin, suara yang lembut juga pelan menjadi ciri khas nya.
“ Ngga apa kok “ Kata ku sambil tidur.
“ Kamu ngga makan, ngga lapar? “
“ Lapar sih, tapi ngga mau makan “
“ Kenapa, makan aja dulu “ Kata alfin.
“ Lagi malas jalan “ Jawab ku singgkat
“ Kamu mau nitip, aku sama reno mau kekantin “
“ Eh ngga usah “
“ Udah ngga apa – apa, kamu mau mesan apa “ lanjut nya.
“ Beneran ngga usah, lapar nya udah hilang “
Aku sengaja bilang gitu karena ngga mau ngerepotin alfin. Tidak lama setelah itu seorang wanita bertanya pada ku.
“ Ana ini aku bawain makanan, kamu mau ? “
Dia menawarkan nasi goreng pada ku. Itu adalah rina teman sebangku ku, seperti nya dia baru kembali dari kantin.
“ Ngga rin makan aja “
“ Kamu laparkan, makan bareng aku aja “
“ Makasih rin “
“ Udah ngga usah sungkan, ini dimakan “
“ Beneran ngga usah rin “
“ Udah ayo makan”
“ Hehe ngga rin “
“ Ayo makan “
“ Lanjut rin “
“ Yauda deh kalo ngga mau “
“ Eh ayo, sini dah buruan “
“ Yaelah bilang aja mau susah bener “
“ Hehehe “
Sebenar nya aku memang lagi lapar, lapar banget malah, tapi aku ngga enak sama rina, dia udah jalan jauh – jauh masa aku tinggal makan. Tapi karna dia maksa Yauda ayo ngga nolak.
--oOo--
Diubah oleh vallerydc 22-09-2019 11:46
ipt.fd memberi reputasi
1