Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
470K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#1254
Penjelasan, Lagi-lagi

Semester 6 udah masuk bulan keduanya. Perkuliahan sangat ane nikmati karena isinya ilmu terapan semua. Mantep lah pokoknya. Sementara karir ane sebagai asisten dosen pun semakin moncer. Ane dan Keket mendaftar lagi ke salah satu mata kuliah yang ada praktikum lapangannya. Kami keterima. Tapi dia lebih banyak jadi prioritas karena udah lebih dulu jadi asistennya di tahun sebelumnya.

"Asyik nih yank, kita jadi asisten bareng. Hehe. Ada praktikum lapang." Kata Keket.

"Yoi bener. Koordinatornya kamu lagi. Hehe." Kata ane.

"Pokoknya nanti ya pastiin aja semuanya lancar ya. Tahun ini katanya ganti tempat nggak di Cirebon. Tapi belum tau dimana Ja."

"Ya nggak apa-apa asal sama kamu aja berangkatnya aku udah senang banget."

"Yee gombal amat."

"Beneran Ket."

"Yaudah kalau gitu nanti 2 hari lagi ada pertemuan pertama buat tim asisten. Aku udah bikin supaya nanti aku bareng-bareng kamu terus, paling nggak ya nggak jauh-jauhan jadwal praktikumnya."

"Emang bisa ya? Baru juga naik jadi koordinator udah semena-mena nih. Hahaha."

"Ya biarin aja mumpung ada peluang. Hehe."

"Pulang mampir ke kostan aku dulu yuk. Aku punya sesuatu buat kamu Ja."

"Wah apaan nih? Kayaknya asyik bener. Hehehe."

"Udah nanti kita kekostan aku aja ya."

"Okay sayang."

Diperjalanan pulang ane ketemu dengan Sofi. Ternyata sehabis ane memberanikan diri untuk chat dia duluan sehabis meminta nomornya, tanggapannya positif. Memang baru sekedar chat-chat obrolan ringan aja sih, tapi ya nggak apa-apa, lumayan menambah teman kan.

"Asyik nih, kayaknya lo bakal jadi asisten bareng Keket ya." Kata Sofi lembut.

"Apa? Hah? Kok gue kurang jelas dengarnya Sof."

"Asyik lo jadi asisten bareng Keket Ijaaaa." Kata Sofi agak lebih nyaring.

"Oh. Hahaha. Iya nih. Seneng banget gue."

Lalu kami sambil berjalan terdiam agak lama, ane seperti bingung nyari bahasan apa yang bisa diobrolin dengan Sofi.

"Eh Sof lo suka jalan-jalan ke mall nggak?”

"Suka sih tapi rumah gue kan jauh Ja dari kota jadi kalau mau jalan dari siangan biasanya. Angkotnya suka udah pada abis kalau lewat dari magrib pulangnya. Ojek mahal banget lagi."

"Eh emang rumah lo dimana?"

"Masih 7 kiloan dari kampus Ja, masuk lagi, daerah pegunungan. Haha. Rumah gue agak dipedesaan gitu."

"Oya? Kayaknya sejuk banget rumah lo ya."

"Iya tapi jadi sumpek karena saudara kandung gue banyak Ja."

"Berapa emang?"

"12 orang. Dan gue yang bungsu."

"Hah? 12 orang? Hari gini? Haha. Gokil."

"Iya, kakak-kakak gue bahkan bisa gue sebut om tante kalau gue mau. Ponakan gue aja ada yang seangkatan sama lo Ja. Hahaha."

"Lah iya ya? Gile deh. Tapi enak tu kalau lebaran bisa kumpul-kumpul terus rumahnya rame."

"Iya tapi kadang gue kurang suka Ja, soalnya terlalu konservatif kadang Ja, banyak aturan. Gue sih nurut aja, cuma kadang suka nyusahin gue sendiri."

"Wah susah nembusnya dong ya?"

"Nembus gimana maksudnya Ja?"

"Ah nggak apa-apa. Kali aja ada yang mau sama lo, nah susah tuh tembusnya. Anak bungsu, mana cakep lagi, terus keluarganya taat beragama, ya pasti susah buat dipacarin. Hahaha."

"Yang mau sama gue kayaknya nggak ada Ja."

"Lah kenapa? Lo manis, cuma kurang tinggi aja. Haha. Lo pinter juga, santun, tutur kata lembut. Banyak tau yang suka sama lo Sof."

"Iya sih kemarin ada yang nembak gue Ja, tapi gue tolak. Teman sekelas gue, si Dodi."

"Laaah. Anak culun itu? Hahaha. Kebanting lah sama lo."

"Kenapa kebanting Ja?”

"Ya harusnya yang jadi pacar lo itu anaknya keren, nggak culun, jadinya lo nya kebawa ikut keren."

"Kayak siapa?”

"Gue lah."

Aduh ane keceplosan. Saat itu ane bener-bener nggak mikir bakal keceplosan kayak gitu. Itu membuat Sofi merona pipinya. Ada ulas senyum kecil dibibirnya.

"Maaf Sof gue kelepasan. Bukan maksud gue gitu haha."

"Iya Ja nggak apa-apa. Hehehe."

"Eh kapan-kapan ajak gue main kerumah lo ya. Boleh nggak?"

"Kalau gue sih oke-oke aja, nah Keketnya oke juga nggak?”

"Bisa diatur itu mah. Haha."

"Terserah aja ya Ja, yang jelas gue nggak mau bikin lo ribut sama dia."

"Iya sip."

"Kabarin aja kalau mau main kerumah gue ya. Dan berangkatnya jangan kesorean, susah angkutannya nanti."

"Oke Sof. Gue balik dulu ya."

Sofi melambaikan tangan dan tersenyum manis ke ane. Ane langsung menuju kostan Keket karena memang dia udah duluan balik ke kostannya.

--

"Ja, aku kayaknya udah tambah yakin, tapi belum 100% sama kamu."

"Kok gitu? Terus aku belum bisa diterima nih sama kamu?”

"Belum, tapi aku mau kasih tau sesuatu."

"Apaan?”

"Jadi kemarin yang Ara ke kota ini tuh aku yang suruh. Aku minta tolong dia. Aku minta tolong buat godain kamu. Aku yang bayar hotel, aku yang kasih dia uang untuk beli parfum dan dia pilihin parfumnya buat kamu, dan aku bebasin terserah cara dia untuk ngegodain kamu gimana caranya."

"Hah? Jadi kemarin Ara kesini itu cuma buat ngetes doang?”

"Iya. Aku mau tau gimana kamu nahan godaan Ara yang notabene pernah ada hati sama kamu dulu."

"Gila kamu Ket aku nggak nyangka kamu punya pikiran kayak gini. Otak kamu sinetron banget sih." Ane agak kesal dengannya.

"Itu menurutku cara yang efektif bagaimana nanti mau membina hubungan Ja. Jangan nurutin maunya si rocky doang, tapi kamu harus mikirin perasaan orang lain."

"Iya, aku kan nggak ngapa-ngapain Ket. Berani sumpah."

"Iya Ja, Ara udah kasih tau semuanya. Dan aku sangat berterima kasih untuk itu sayang."

"Terus kenapa aku belum diterima juga sama kamu?"

"Aku masih butuh ngeyakinin hati aku Ja supaya nggak goyah."

"Goyah? Kenapa? Ada orang lain lagi?”

"Nggak kok, aku cuma butuh benar-benar diyakinin Ja."

"Aku selama ini nggak meyakinkan ya?"

"Udah cukup, tapi hati aku yang belum bisa jawab Ja. Aku masih butuh waktu."

"Oke aku tungguin sayang, demi kamu."

"Aku sayang sama kamu Ja. Tapi entah kenapa aku ragu buat nerima kamu, karena aku takut kalau kita putus semuanya putus juga. Aku nggak mau nggak bisa liat kamu lagi beredar disekeliling aku Ja."

"Iya Ket." Lalu ane memeluknya dari belakang.

Kali ini, ane pertama kalinya mengobrak abrik Kostan Keket. Karena belum malam, masih bisa curi-curi kesempatan lah. Haha. Kostan Keket benar-benar berantakan saat itu karena kami main kemana-mana, nggak disatu tempat aja. Karena udah lama nggak bertarung sama Keket, ane langsung ngeh perubahan-perubahan ditubuhnya dari mulai makin wangi, kulitnya makin halus dan licin, rambut cuma ada dikepala doang, dan cengkramannya kayak cengkram garuda, kenceng. Hehehe.

"Kamu sadar ya perubahanku?"

"Hmmm iya Ket. Hehe."

"Aku ngelakuin ini ya buat diri aku sendiri dan buat nyenengin kamu Ja. Suka kan?”

"Aduh ditanya lagi, ya suka banget Ket. Hehehe. Tapi kamu jangan begini hanya karena mau nyamain aku yang higienis dan kebiasa rapi dari kecil ya."

"Ngerawat badan itu penting, apalagi cewek Ja. Apalagi semenjak ketemu kamu dengan kebiasaan aneh kamu itu, aku sadar cewek juga harus jaga kebersihan dirinya, apalagi organ-organ intim."

"Iya, kenceng banget Ket punya kamu. Hehehe."

"Iya dong, siapa dulu." Katanya sambil tersenyum manis seperti yang ane kangenin waktu itu.

Diubah oleh yanagi92055 08-09-2019 03:19
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 33 lainnya memberi reputasi
34
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.