Kaskus

Story

girisakyaAvatar border
TS
girisakya
Teror Hantu Cekik [Horor Misteri Urban Legend Kisah Nyata]
"Tumben sepi banget. Biasanya banyak orang nongkrong di kampung ini" gumam Pak Ahmad, penjual mie tek-tek keliling yang biasa berjualan di kampung ini setiap malam. Merasa sedikit lelah karena dia berjualan sambil memikul dagangannya, dia pun memutuskan beristirahat sejenak di pos ronda. Baru beberapa menit beristirahat, dia pun merasakan serangan kantuk yang luar biasa. Padahal dia sudah terbiasa berjualan setiap malam hingga dini hari, tanpa merasa ngantuk sedikitpun. Tapi malam ini sungguh berbeda, mungkin karena suasana kampung ini yang sangat sepi tidak seperti biasanya sehingga membuatnya kurang bersemangat untuk berjualan.


Selamat malam para menghuni SFTH baik dari dunia nyata maupun dari dunia gaib. Perkenalkan nama saya Giri (samaran). Sebetulnya saya member lama di Kaskus dan cukup lama juga mengikuti forum SFTH ini, tetapi kali ini saya memakai ID baru, identitas baru supaya tidak banyak kekepoan diantara kita.

Kali ini saya akan mencoba bercerita sekelumit kisah misteri yang pernah terjadi di kampung saya sekitar 20 tahun yang lalu. Sejujurnya saya agak bingung kisah ini mau dikatakan kisah nyata atau tidak. Yang jelas kejadian ini benar-benar pernah terjadi, tetapi mengenai kebenaran atau fakta yang sesungguhnya saya sendiri masih bingung antara percaya atau tidak percaya.

Cerita kali ini saya akan mencoba mengangkat sebuah "urban legend" tentang teror hantu cekik yang dulu pernah terjadi di kampung saya hampir setiap tahun di bulan suro (muharram). Banyak spekulasi mengenai penyebab teror ini, ada yang bilang disebabkan karena ada orang yang sedang mendalami ilmu hitam, ada juga yang mengatakan disebabkan karena berhubungan dengan nyai roro kidul yang sedang punya hajat di bulan suro dan sedang mencari budak/pengikut dan rumornya saat itu di kampung saya ada salah seorang yang menyembah nyai roro kidul tersebut sehingga mencari budak dari jiwa yang dikorbankan dari kampung saya, ada pula yang mengatakan disebabkan karena serangan santet dan lain-lain.

Hingga saat ini, misteri mengenai penyebab sesungguhnya teror tersebut masih belum terpecahkan meskipun sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi. Kejadian terakhir adalah kejadian yang nantinya akan saya ceritakan, di tahun berikutnya sampai sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi. Saya akan coba mengulik cerita ini berdasarkan pengalaman saya sendiri dan hasil cerita dari orang-orang di kampung saya.

Saya akan coba bercerita dengan alur pelan supaya mudah dipahami. Untuk update, saya tidak bisa menjanjikan setiap hari karena saya juga sambil mencari narasumber dan kebetulan kejadian ini sudah cukup lama jadi butuh waktu bagi narasumber saya untuk mengingat kejadian ini. Disamping itu juga banyak kesibukan lain di dunia nyata yang harus saya kerjakan.


Kampung ini terletak di pinggiran kota kecil di provinsi Jawa Tengah. Suasananya masih asri dikelilingi persawahan. Masyarakat kampung ini mayoritas berprofesi sebagai petani. Penduduk kampung ini belum terlalu padat. Masih banyak lahan-lahan kosong tidak terurus yang banyak ditumbuhi tanaman bambu dan pisang, juga terdapat empang-empang di lahan kosong tersebut.

Selain asri, sekilas nuansanya juga sedikit horor karena masih banyaknya lahan kosong tanpa penerangan yang memadahi tersebut. Banyak cerita mistis mengenai lahan-lahan kosong itu. Mulai dari genderuwo, pocong, kuntilanak dan lain sebagainya. Banyak cerita dari penduduk kampung ini mengenai pengalaman horor mereka bertemu dengan berbagai jenis penampakan tersebut. Tapi saya tidak akan menceritakan itu karena hal itu bukan hal unik lagi, tapi sudah menjadi kebiasaan.

Satu hal yang sampai sekarang masih menjadi misteri, dulu di kampung ini pernah terjadi teror hantu cekik hampir setiap tahun, dan kejadiannya selalu di bulan suro. Dan kabarnya teror ini baru akan berhenti jika sudah ada orang meninggal dunia yang dipercaya merupakan korban dari teror tersebut atau bulan suro sudah habis meskipun belum ada korban. Jadi perlu diketahui, setiap terjadi teror tidak selalu jatuh korban. Apa dan bagaimana teror ini terjadi dan bagaimana masyarakat mengatasinya? Saya akan memulai ceritanya di part berikutnya.


INDEX

Spoiler for index:
Diubah oleh girisakya 25-09-2019 11:59
someshitnessAvatar border
nona212Avatar border
doelvievAvatar border
doelviev dan 9 lainnya memberi reputasi
10
14.1K
53
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
girisakyaAvatar border
TS
girisakya
#1
Teror Pertama (Pak Ahmad)
Tanpa disadari, Pak Ahmad akhirnya terlelap karena sudah tidak kuat menahan kantuk yang menyerangnya. Dalam tidurnya dia bermimpi didatangi sosok tinggi besar. Sosok itu melihatnya dengan tatapan yang sangat mengerikan. Dalam mimpinya tersebut, Pak Ahmad seolah tersadar bahwa ini adalah mimpi. Tetapi dia tidak bisa berbuat apapun, bahkan untuk terbangun dari tidur pun dia tidak bisa. Sosok itu mendekatinya lalu tangannya memegang leher Pak Ahmad. Tidak bisa bergerak, tidak bisa berucap. Itulah yang terjadi. Pak Ahmad seolah tersihir oleh sosok itu. Tak berapa lama Pak Ahmad merasakan tekanan yang begitu kuay di lehernya. Dia dicekik.

Pak Ahmad berusaha berontak. Dia berusaha melepaskan diri dari cengkraman sosok itu. Menyadari bahwa yang sedang dihadapi bukan manusia, Pak Ahmad berusaha melawan dengan doa-doa dan bacaan Al-Qur'an. Meskipun mulutnya tidak bisa berucap, Pak Ahmad bedoa di dalam hatinya dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan pasti akan memberikan pertolongan. Entah sebuah keberuntungan atau memang datang pertolongan dari Tuhan, tiba-tiba muncul cahaya putih dari lehernya yang sedang dicekik sosok itu. Dan sekejap kemudian sosok tersebut menghilang.

Beberapa saat kemudian, sayup-sayup Pak Ahmad mendengar namanya dipanggil. Awalnya dia hanya mendengar satu suara, lama-lama suara tersebut semakin banyak dan ramai. Perlahan Pak Ahmad membuka matanya, dan setelah kesadarannya terkumpul, di sekelilingnya sudah banyak warga kampung ini berkumpul.

Pak Ahmad berusaha bangun, nafasnya memburu dan keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya.
"Minum dulu, pak" ucap salah seorang warga diikuti Pak Ahmad menerima segelas air putih itu lalu meminumnya hingga tandas.
"Apa yang terjadi, pak?" Tanya Pak Ahmad setelah dia merasa lebih tenang.
"Tadi Pak Dayat sedang dalam perjalanan ke mushola untuk adzan subuh, saat melewati pos ronda beliau melihat Pak Ahmad tertidur sambil meronta-ronta seolah minta tolong. Lalu dia memanggil warga" ucap Pak Sarto, orang yang memberikan minum kepada Pak Ahmad.
"Apa yang terjadi Pak? Bagaimana Pak Ahmad bisa sampai tidur di pos ronda sampai pagi begini? Biasanya kan jam 12 malam Pak Ahmad sudah pulang dari jualan?" Tanya Pak Dayat.
"Sudah pagi ya? Padahal saya tadi merasa tertidur hanya sebentar" ucap Pak Ahmad.

Setelah itu Pak Ahmad pun menceritakan apa yang dialaminya kepada warga kampung ini. Para warga saling menatap satu sama lain ketika Pak Ahmad bercerita. Mungkin mereka memiliki pemikiran yang sama yaitu "teror cekik sudah dimulai".

Setelah Pak Ahmad selesai bercerita, warga pun membubarkan diri dan Pak Ahmad juga pulang ke rumahnya. Mulai malam ini Pak Ahmad memutuskan untuk libur berjualan sampai keadaan kembali aman. Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan, Pak Ahmad sudah mengetahui mengenai cerita teror ini dan kapan biasanya teror ini terjadi. Tapi dia tidak pernah menyangka kalau dia juga akan mengalaminya secara langsung bahkan hampir menjadi korban. Biasanya jika ada salah seorang yang sudah mulai diincar seperti Pak Ahmad, teror ini akan terus mengikutinya. Tetapi dia bisa sedikit lebih tenang, karena orang yang memiliki iman kuat dan rajin beribadah seperti Pak Ahmad ini tidak akan mudah menjadi korban. Tetapi dia harus tetap waspada dan melakukan pencegahan karena bisa saja dia akan lengah dan kembali diserang. Oleh karenanya dia memutuskan untuk libur berjualan dulu sementara waktu sampai keadaan kembali aman.

Para warga juga kembali beraktifitas seperti biasanya hari ini. Mereka melakukan aktifitas masing-masing seperti biasanya. Hanya saja, mulai hari ini mereka harus selalu waspada karena teror cekik sudah dimulai. Mereka tidak berani beraktifitas di luar rumah sampai malam hari datang. Mereka yang bekerja di sawah pun pulang lebih awal supaya sebelum maghrib sudah berada di rumah masing-masing. Saat maghrib dan isya' mereka tetap pergi ke mushola kampung untuk sholat berjamaah, tetapi setelah selesai jamaah isya' mereka semua langsung pulang ke rumah masing-masing dan mengunci rapat rumahnya. Tidak ada yang berani keluar rumah bahkan nongkrong seperti hari-hari biasanya.

Mereka percaya hantu cekik hanya mengincar orang yang berada di luar, terutama sendirian. Karena memang biasanya dulu seperti itu. Ketika di dalam rumah mereka semua merasa aman. Alhasil semenjak hari ini, kampung ini menjadi sangat sepi ketika malam hari. Hal itu membuat suasana semakin mencekam. Aku yang biasanya setiap malam ikut nongkrong bersama pemuda kampung ini pun jadi mengurungkan niat untuk keluar rumah karena tidak ada teman dan suasananya sangat mencekam. Ketika sudah merasa bosan, biasanya aku pergi keluar desa saat masih sore dan nongkrong bersama kawan-kawan lain di kota dan biasanya aku pulang jika hari pagi.

Beberapa hari berlalu, tidak ada lagi kejadian teror yang terjadi. Tetapi warga kampung masih belum berani keluar saat malam hari. Mereka percaya teror ini tidak akan berhenti sampai adanya korban atau bulan suro ini berlalu. Jadi mereka masih berlindung di rumah masing-masing sampai bulan suro ini selesai. Mereka percaya hantu cekik tidak akan berani melakukan teror di dalam rumah mereka karena setiap rumah warga sudah dilindungi dengan doa dari kyai kampung ini. Akan tetapi apa yang mereka percayai kali ini runtuh ketika di suatu malam mereka mendengar teriakan dari salah satu rumah warga dan diikuti suara gaduh seperti perabotan rumah yang dipukuli.
Diubah oleh girisakya 09-09-2019 12:31
kemintil98
Astydee
kulipriok
kulipriok dan 6 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.