- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#13

CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
Pada saat Hitoshi berumur 9 tahun, dia diajarkan oleh ayahnya yang dulunya adalah pejuang peperangan saat perang dunia ke-2. Ilmu memanah dan ilmu pedang. Di percaya juga keluarga Hitoshi adalah keluarga keturunan dari Sasaki Kojiro. Sasaki kojiro adalah seorang samurai jepang yang lahir di daerah Fukui yang hidup dari jaman Sengoku sampai awal jaman Edo. Pertarungan dia dengan Miyamoto Musashi di Ganryu Island menjadi sejarah sampai sekarang. Sasaki Kojiro beraliran pedang Ganryu yang juga dijadikan nama sebuah dojo yang dia dirikan. Maka tidak diragukan lagi kalau Hitoshi sebenarnya memiliki ilmu bela diri menggunakan senjata. Wajahnya yang polos, selalu senyum dan terkadang suka bermimpi di siang hari. Hitoshi juga dijuluki hantu battousai. Selama ini kita hanya melihat dia, orang nya banyak diam dan berbicara seperlunya. Bahkan nanya hanya seperlunya. Seperti saat membantu Jeanice di Aokigahara. Hitoshi tidak banyak bicara, bahkan saat mengenalkan Grey ke Jeanice. Saat berumur 17 tahun, ayah hitoshi meninggal dunia karena jantung. Sebelum meninggal, ayah Hitoshi memberikan dua buah senjata yang dulunya diberikan oleh kakek dan neneknya. "Hitoshi, anakku. Ayah mau kamu menjaga barang peninggalan dari kakek dan nenek." lalu ayah hitoshi menunjuk ke arah lemari penyimpanan "buka lemari itu, ada dua buah senjata yang tertutup oleh kain" Hitoshi langsung berdiri dan berjalan menuju ke lemari. Dia ambil kedua senjata itu dari lemari, namun hitoshi melihat di kain tersebut ada tertulis semacam mantera dalam bahasa Jepang. Hitoshi lalu menghampiri ayah nya yang terbaring sakit. "ayah ini apa ? apa arti tulisan ini ?" ayahnya mencoba untuk duduk bersandar dan dia bicara "tulisan ini adalah mantera, mantera guna melndungi senjata-senjata ini dari tangan orang jahat dari segala energi jahat." kain itu lalu dibuka oleh ayahnya "Hitoshi ini adalah pedang yang dulu dimiliki oleh leluhurmu Sasaki Kojiro, banyak sekali orang yang mati oleh pedang ini. Dulu pedang ini juga digunakan untuk melawan Miyamoto Musashi. Sempat terbelah namun di betulkan lagi. Nah , kalau yang ini anakku. ini adalah busur panah Hama Yumi. Hama Yumi adalah busur suci yang digunakan pada tahun 1103 M di Jepang. Busur ini dikatakan sebagai salah satu senjata Jepang tertua dan paling suci. Busur ini dulu milik nenekmu. Kakek dan nenek mu dulu adalah seorang pejuang terkenal di daerah ini. Banyak warga disini segan kepada kakek dan nenekmu. Kakek dan nenek mu selalu menolong warga disini, saat mereka diserang oleh para penjahat bahkan mengalahkan mereka yang menggunakan ilmu hitam. Semuanya di bantai menggunakan kedua senjata ini. Hingga sekarang, senjata ini masih menjadi incaran para orang-orang jahat." Ayahnya langsung menyerahkan kedua senjata itu ke Hitoshi, dan dia kembali rebahan di kasurnya. "hitoshi anakku, sebentar lagi ayah akan pergi. Ayah hanya berpesan, agar kamu menjadi orang yang berwibawa. Sopan, bertanggung jawab. Ayah juga minta agar kedua peninggalan itu , dijaga dengan baik. Hitoshi, anakku ayah bangga sama kamu nak. Selalu ingat nak, ayah selalu sayang sama kamu nak. Sepanjang hidup ayah, kamu adalah anak kesayangan ayah dan juga ibu. terima kasih nak, karena kamu sudah merawat orang tua mu dengan baik." tidak lama setelah itu, ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya. Saat meninggal, ayahnya tetap menggenggam tangan hitoshi. Dan dia meninggal dengan senyum. "Ayah, hitoshi berjanji untuk menjadi apa yang ayah inginkan."
Diumur 25 tahun, Hitoshi memutuskan untuk mengambil pendidikan sastra dan budaya. Tetapi dia memilih untuk kuliah di Indonesia. Karena bagi dia, rakyat Indonesia itu sopan, ramah dan murah senyum. Hitoshi Ishigawa, mengambil pendidikan sastra dan budaya di salah satu perguruan besar di Bandung. Dan disanalah dia berkenalan dengan Jeanice Ravenclaw. wanita tomboy yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Hitoshi memiliki kemampuan untuk menutup diri, maka dari itu Jeanice tidak bisa merasakan apa yang ada didalam Hitoshi. Saat lulus dari kuliah nya, Hitoshi memutuskan untuk pulang ke jepang dan bekerja disana.
Hitoshi di Jepang bekerja sebagai supervisor staff , di salah satu toko buku ternama di Jepang. Tepatnya di daerah Akihabara. Pada saat malam hari, tepat di tahun 2017. Hitoshi yang sedang dalam perjalanan pulangnya, dia melihat ada seorang gadis muda teriak minta tolong. Hitoshi pun segera berlari ke arah dimana gadis itu berteriak. Sesampainya disana dia melihat ada 3 pria yang berusaha merudapaksa gadis itu. " hey ! jangan ganggu gadis itu ! " teriak Hitoshi. Lalu ketiga pria itu menoleh ke arah Hitoshi. Dan dia kaget saat melihat mata mereka, matanya seluruhnya hitam dan mulutnya bertaring. "mak..mak..makhluk macam apa kalian ?!" tanya Hitoshi. Seluruh badan nya gemetar dan malam itu adalah malam pertama kalinya dia melihat adanya makhluk menyeramkan yang menyerupai vampir. "enyahlah kamu ! jangan ganggu makan malam kami !" ucap salah satu vampir yang menyeramkan. "hey cepat lari dari situ " teriak hitoshi ke gadis itu " cepat, jangan diam saja. lari ! " lalu gadis itu berdiri dan mulai berlari. Namun salah satu dari anak buah vampir menyeramkan itu , mengejar gadis itu. Dan gadis itu tertangkap, namun Hitoshi menyaksikan hal yang menyeramkan. Gadis itu di pegang kaki dan tangan nya oleh kedua vampir menyeramkan itu. Mengoyak baju dan pakaian dalamnya, dan setelah itu badan nya di belah menjadi dua. Salah satu anak buah vampir itu memakan janin gadis itu, dan yang satu membuka tengkorak gadis itu dan memakn otaknya. Setelah itu kepala gadis itu dilempar ke hitoshi, beserta tubuh nya yang sudah terbelah menjadi dua. "sayang sekali kamu gagal menyelamatkan gadis itu. sungguh malang sekali gadis itu. hahaha .. manusia memang benar-benar menjijikan." Hitoshi perlahan bergerak mundur ketakutan. Salah satu vampir menyeramkan itu, melangkah menghampiri jasad gadis itu. "hmm.. aku haus, barangkali gadis ini memiliki susu yang nikmat" Dan diangkat tubuh gadis itu dan merobek payudara nya dari tubuh itu. Vampir menyeramkan itu menghisap sobekan payudara itu dan langsung memakannya. Dia langsung menatap ke arah Hitoshi, "sekarang giliran kamu. Akan ku habisi dan akan ku makan." Saat vampir menyeramkan itu berjalan menghampiri Hitoshi, hitoshi berteriak dengan sangat kencang "Tidak !!!" Tiba-tiba vampir menyeramkan itu terpental dari hitoshi, anak buahnya yang tadinya sedang melahap daging dari jasad gadis yang mati. Langsung berdiri dan berlari menuju Hitoshi, dan mereka pun terpental seolah ada dinding yang melindungi Hitoshi.
Hitoshi merasakan ada suatu vibrasi energi yang mengalir dari tubuhnya, dan makin lama makin besar. Hitoshi berdiri dengan tatapan mengarah ke lantai. Berbicara dengan nada yang berat "Kalian, adalah mahluk yang menjijikan. Kejam dan tidak tahu diri. Akan ku bantai kalian semua dengan sekali tebasan." lalu salah satu lelaki menyeramkan itu tertawa dan berkata "coba saja , dan kami tidak akan kalah. Tadi itu bukan apa apa." lalu dia menyuruh kedua anak buahnya menyerang Hitoshi. Lalu, hitoshi memasang kuda kuda bak seorang samurai. Dan tiba-tiba dari pinggang sebelah kirinya, muncul sebuah pedang samurai panjang. Pedang itu adalah pedang Ganryu, peninggalan dari kakek dan ayahnya. Saat kedua anak buah vampir menyeramkan itu sudah hampir mendekati Hitoshi, dia langsung menebas kedua kepala anak buah vampir menyeramkan itu. Dan memecah-mecahkan tubuhnya. Pedang hitoshi yang penuh darah hitam, di lap di lengan nya. Perlahan dia menatap ke arah pemimpin vampir itu, dan berkata "anak buah mu telah mati, sekarang hanya tinggal kamu sendiri ! aku akan menghabisi kamu dan mengirim kamu kembali ke tempat kamu berasal. Neraka !" Dan mereka pun bertempur, Hitoshi tidak menyangka jika vampir itu bisa terbang. " hahaha, kamu tidak akan bisa melawanku. Kamu kira aku tidak bisa terbang. hahaha. bodoh." Hitoshi lalu memasukkan pedangnya kedalam tempatnya sambil tersenyum. Dan dia mengarahkan tangan kanannya ke pundak, dan muncul sebuah busur panah Hama Yumi. Dia langsung mengarahkan ke arah vampir yang terbang itu, "sekarang yang bodoh siapa, hah ? Kamu yang bodoh !" Hitoshi menembakkan anak panah hama yumi itu ke arah vampir itu. Tubuh vampir itu langsung terbakar dan meledak. Setelah pertempuran itu hitoshi terjatuh karena kelelahan, dan berkata dalam hati "jadi selama ini , aku memiliki kemampuan. Namun , aku tidak menyadarinya. huft, ternyata menguras tenaga juga. Kalau saja aku tahu aku punya kemampuan yang luar biasa ini dari dulu. Teman-teman sd ku yang selalu membully aku, sudah aku habisi. Ternyata selama ini juga, orang tua ku merahasiakan hal ini dari aku." Perlahan hitoshi mencoba untuk berdiri, dan berjalan mengarah jasad gadis yang sudah hancur berantakan. Dia melakukan gerakan jutsu, dan mengarahkan tangan nya ke arah jasad gadis itu. Tidak lama keluar semacam cahaya emas dari tangannya, dan cahaya itu mengelilingi jasad gadis itu. Dan Jasad itu menjadi debu dan terbang tertiup angin. "beristirahatlah dengan tenang, maafkan aku telah gagal menyelamatkanmu. Biarlah jasadmu menjadi debu, tetapi jiwamu tenang. cahaya ku akan membimbingmu menuju ke alam kematian, dengan selamat." Hitoshi langsung membalikkan badan, dan meninggalkan tempat itu. Setelah kejadian itu, hitoshi jadi sering menghadapi entitas entitas jahat yang ada di Jepang. Bahkan diam diam membantu Grey dalam menghadapi kasus yang terjadi di Jepang. Hitoshi dikenal oleh sebagian masyarakat Jepang, sebagai battousai penghancur iblis. Case Closed
ariefdias memberi reputasi
1