Kaskus

Story

darkdimension77Avatar border
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case


Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.


Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.


Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.


Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.


Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”


Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.

Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara

Case 01 : The Caksono Family Case

CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1

Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2

Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3

CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )

CASE 04 : POLTERGEIST

CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS

CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN

CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01

PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02

CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON

CASE 09 : EXPERIMENT C-707

CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
KnightDruidAvatar border
anasabilaAvatar border
someshitnessAvatar border
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.5KAnggota
Tampilkan semua post
darkdimension77Avatar border
TS
darkdimension77
#9
kaskus-image

CASE 04 : POLTERGEIST

Pagi hari tepatnya pukul 8. Jeanice sudah tiba di kantor, di dalam ruangan S.I.X. Jeanice melakukan briefing singkat, sekalian memeriksa peralatan apa saja yang akan di bawa ke lokasi investigasi. “Catherine, apakah semua sudah disiapkan ?” Catherine menjawab “sudah kak, semua sudah saya masukkan ke dalam koper peralatan.” Lalu Jeanice bertanya kepada Herry, “Herry, bagaimana dengan yang saya minta kemarin. Apakah sudah dipesan ?” Herry menjawab “sudah kak. Kopi caramel frappucino dan roti croissant. Untuk kita makan nanti disana. Beserta data-data yang sudah saya siapkan.” Jeanice sambil cengengesan berkata “sebenarnya mengenai kopi dan roti croissant, aku cuma bercanda. Ternyata dianggap serius toh sama kamu. Hahahaha.” Herry langsung menggerutu “sial, aku dikerjain sama anak baru.” Jeanice langsung berkata kepada Herry “udah tidak apa apa. Yang penting dibawa aja itu makanan dan minumannya. Ada coolant box kan buat naruh kopinya biar dingin terus.” Dan herry menjawab “ada kak, kalau perlu nanti kulkas saya bawa”. Jeanice tertawa lagi dan berkata “ealah, gitu aja langsung ngambek. Gendut ,gendut”. Setelah semua sudah dipersiapkan, mereka langsung turun ke tempat parkiran yang ada di basement. “ By the way kak, kita ke lokasi naik mobil apa ? secara barang bawaan banyak” ucap Catherine. “iya juga ya, mobilku bagasinya tidak muat. Karena spacenya udah kemakan banyak buat sound system” balas Jeanice. “ Pusing-pusing amat mikirin kendaraan.” kata Herry. “Cath, kamu lupa ya. Kita kan punya kendaraan khusus” Herry langsung menunjuk ke mobil yang ada di ujung dekat tangga darurat. “ Yakin kamu herry naik itu, ngga banget deh” ucap Catherine. “Tenang aja, udah bersih koq mobilnya. Udah ga banyak bekas sampah didalamnya. Kan kamu yang ngajarin aku untuk bersih-bersih. Hehe.” Mobil yang digunakan Jeanice dan timnya, adalah mobil van berwarna putih. Dengan velg racing berukuran 24, terdapat cutting sticker bergambar hantu sedang ditebas dengan pedang. Dan kaca filmnya hitam nyaris tidak kelihatan dari luar. “mobilnya gaul juga ya , bekas anak mobil ya kamu her ?” tanya Jeanice. Herry hanya tersenyum dan mengangguk. Barang-barang dimasukkan ke dalam mobil, dan mereka pun naik. Jeanice duduk di depan dan Catherine dibelakang. “Her, jangan lupa nyalakan GPS nya biar tidak nyasar nanti.” kata Jeanice. “Ok kak, siap” jawab Herry. Herry menyalakan mobilnya dan mereka pun langsung pergi meninggalkan gedung menuju lokasi.

Selama perjalanan, Catherine meminta Herry untuk stop di pom bensin. “Her, ada pom bensin berhenti dulu. Mau pipis kebelet.” Dan herry berkata “ itu ada galon kosong sama selang, pipis nya digalon aja. Hahaha” Jeanice pun tertawa geli mendengarnya. Merekapun akhirnya berhenti di pom bensin, dan Catherine langsung berlari ke kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan. “Busyet itu anak larinya udah kayak Road Runner.” kata Jeanice. Sambil menunggu catherine selesai dari kamar mandi, Jeanice mengambil ponselnya dan memeriksa apakah ada pesan masuk. Dan ternyata ada satu pesan baru dari Hitoshi, “Jeanice-chan. Bagaimana hari kedua kamu kerja di tempat baru ? Enak atau bagaimana ? Nanti cerita-cerita ya. Ya sudah, aku mau melanjutkan jalan-jalan dulu dipantai. Mumpung lagi di Indonesia. Well take care yourself.” Setelah itu, Jeanice menaruh ponselnya ke saku celananya. “ Sudah selesai, yuk lanjut ! “ kata Catherine sambil masuk ke dalam mobil. Jeanice dan Herry saling menatap sambil ketawa melihat kelakuan si Catherine. “udah lega pipisnya ? ntar kalau minta berhenti lagi, aku turunin dijalan ya.” ucap Herry ke Catherine dengan nada bercanda.”jahat kamu gendut” kata Catherine dengan kesal sambil melipatkan kedua tangannya didada.

3 jam kemudian, mereka telah tiba di depan rumah kediaman Surya. “Her, ini rumah nya surya ?” tanya Jeanice. “Menurut data yang diterima, iya ini benar rumahnya. Rumah dua tingkat, pagar merah, UP no.15.” jawab Herry kepada Jeanice. Lalu, Jeanice turun dari mobil. Melepas kacamata hitamnya, dan berjalan menuju depan pagar. Dia menekan bel yang ada di samping pagar. Tidak lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam garasi rumah. Dan pintu dibukakan. Yang membukakan pintu pagar rumah itu adalah Asisten Rumah Tangga nya Surya. “Iya, ada apa ya non ?” tanya ART kepada Jeanice “apakah benar ini rumah kediaman mas Surya ?” tanya Jeanice kepada ART yang berdiri di balik pagar rumah surya. “Bener non, kalau boleh saya tahu. Non darimana dan ada perlu apa ?” dan jeanice membalas “Kami dari S.I.X mba, kami mau ketemu dengan surya. Kemarin kami sudah bikin janji, dan sudah memberitahukan kepada surya. Kalau kami hari ini mau datang untuk investigasi”. Lalu ART itu menyuruh Jeanice dan tim nya untuk menunggu sebentar. “Ini yakin ada orangnya dirumah her ?” tanya Jeanice ke Herry. “ Ada kak, semalam surya mengatakan kalau hari ini ada dirumah tidak kemana-mana” jawab Herry. “Non, silahkan masuk. Mas Surya ada didalam diruang tamu” kata ART nya Surya.

Didalam rumah kediaman surya, tepatnya diruang tamu. Surya menyapa Jeanice dan timnya dengan hangat. “kalian dari S.I.X ya. Silahkan duduk, mau minum apa ? saya buatkan teh ya” ucap Surya. “tidak perlu repot-repot mas Surya. Santai saja.” ucap Jeanice kepada surya dengan sopan.” Udah tidak apa, masa ada tamu ga di jamu.. Mba !!! Buatkan teh manis hangat 3, sama saya minta buatkan susu cokelat.” teriak surya ke ARTnya “Iya mas” jawab ART nya. Lalu, Jeanice mulai bertanya-tanya kepada surya mengenai laporan kejadian yang dikirimkan ke S.I.X. “Mas surya, dalam laporan yang mas kirimkan kepada kami. Dikatakan bahwa mas mengalami gangguan-gangguan ghaib dirumah ini. Apakah benar ? dan kejadian ini sudah berlangsung berapa lama ?” sebelum surya menceritakan semua ke Jeanice. Catherine meletakkan voice recorder di meja, guna untuk merekam semua yang dikatakan oleh surya dan nantinya untuk dimasukkan ke dalam arsip. “ maaf ya kak aku potong dulu. mas, saya ijin untuk merekam semua pembicaraan ini untuk nanti dijadikan laporan dan untuk disimpan di arsip kami” ucap Catherine. “oh ya tidak apa-apa, taruh aja”. Lalu Catherine, menekan tombol record dan Jeanice mengulang pertanyaan yang tadi ditanyakan. Sambil menggelengkan kepalanya melihat ke cathrine. Catherine langsung nunduk merasa tidak enak, sudah memotong pembicaraan Jeanice. Surya langsung bercerita akan kejadian yang terjadi dirumahnya. ”Jadi kak, cerita nya begini. Saat 7 hari yang lalu, orang tua saya mengalami kecelakaan. Namun, nyawa mereka tidak bisa diselamatkan. Sehari setelah mereka meninggal. Rumah ini mulai banyak ada gangguan, dari tempat tidur yang bergoyang sendiri, TV di setiap ruangan menyala dengan sendirinya, pintu lemari di dapur dan kulkas terbuka dengan sendirinya. Bahkan sering sekali kalau malam, banyak barang yang berjatuhan dari tempatnya. Piring, gelas, pajangan, pigura foto semua nya jatuh dan pecah. Lalu 4 hari yang lalu, aku juga mendengar ada semacam langkah kaki dari atas. Di lantai paling atas itu gudang kak, dan jarang orang masuk kesitu. Terkecuali kalau lagi mau naruh barang yang sudah tidak terpakai. Belum lagi, di kamar mandi sering banget. Keran nyala sendiri, malah suka ada yang bernyanyi juga. Sampai sekarang saya belum bisa tidur. Karena lama-lama makin menjadi-jadi.” Jeanice pun bertanya-tanya lagi kepada Surya “kakak-kakak kamu sampai sekarang ada dirumah juga kan ?” dan surya menjawab “Kedua kakak ku baru saja berangkat ke Amerika, 2 hari setelah papa mama di makamkan. Dan mereka juga mengalami gangguan-gangguan itu. Karena tidak betah, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Amerika dan tinggal disana. Mereka kadang masih menanyakan, apakah masih sering ada gangguan di rumah ini. Dan aku jawab masih dan belum hilang juga”. Setelah Jeanice mendengar semua yang diceritakan oleh Surya, Dia berkata “ ok, kita langsung to the pointnya saja ya. Yang kamu alami di rumah ini adalah fenomena poltergeist. Namun apa itu poltergeist ? jadi poltergeist adalah istilah dalam dunia paranormal. Dan itu ditujukan untuk suatu benda yang melayang diudara. Hal yang menyebabkan barang barang itu bisa terbang, dikarenakan adanya suatu energi yang berasal dari entitas yang tidak terlihat bisa positif bisa juga negatif. Biasanya hal ini bisa menyerang orang yang ada didekatnya. Sekarang aku mau tanya lagi sama kamu. Apakah papa atau mama kamu memiliki barang klenik seperti keris atau batu akik dirumah ini ?” Surya menjawab “ untuk hal itu, saya kurang tahu. Tapi apakah gangguan-gangguan ini bisa di hilangkan dari rumah saya. Jujur saja, lama-lama saya jengah juga.” Dan Jeanice menjawab “bisa. Dan kamu tenang aja. Kita akan beresin semua ini.”

Sore menjelang malam, Jeanice menyuruh Catherine dan Herry untuk mengeluarkan peralatan yang ada di mobil. “Catherine, Herry. Kalian ambil perlengkapan-perlengkapannya. Kalian set semuanya di dalam rumah ini.” Dan catherine membalas “ok kak. Yuk her, kita keluarin barang-barang dari mobil.” Pemasangan alat hampir memakan waktu 2-3 jam, Jeanice pun memohon izin kepada surya untuk mengecek sekitaran area rumahnya. Dan surya pun mengijinkan nya. Saat Jeanice sedang memutari rumahnya, dia merasakan adanya energi yang luar biasa besar. “ ternyata banyak juga yang ada di rumah ini.” ucap Jeanice dalam hati. Setelah itu Jeanice kembali masuk ke dalam rumah surya, dan meminta surya juga ART nya untuk keluar dari rumah dulu. “ catherine, biarkan alat yang sudah dipasang menyala terus. Rekam sampai proses pembersihan selesai. Kamu dan Herry juga tunggu diluar.” dan Catherine membalas “ iya kak, kita segera keluar.”

Ketika semua nya sudah keluar dari rumah, Jeanice duduk bersila di tengah ruang tamu. Dan hanya disinari oleh lampu lighting yang sudah diset oleh Catherine dan Herry. Lampu disetiap lantai dan kamar di matikan. Dalam keadaan duduk, Jeanice memulai membaca doa dan mantera perlindungan. Setelah itu dia memegang lantai, dan berkata dengan keras “Siapapun kalian, yang selalu mengganggu penghuni rumah ini. Saya minta untuk tunjukkan sosok kalian, sekarang !” lalu tiba-tiba seisi rumah bergetar dengan sangat kencang. Tidak lama muncullah sosok entitas yang mengerikan dan sosok itu berkata dengan suara yang mengerikan “siapa kamu berani menantang kami. Ada urusan apa kamu dengan kami ? Jangan mencoba untuk melawan kami. Karena, kamu akan kalah. Kami tidak sendiri dan kami akan menang !” Jeanice langsung membentak sosok entitas yang menyeramkan itu. “Diam ! eh demit, pede sekali kamu ya, ngomong merasa bisa menang melawan saya. Justru kamu dan pasukan kamu yang akan kalah. Sekarang begini saja, mau diselesaikan baik-baik atau diselesaikan dengan cara yang menyakitkan ? your choice.” Para entitas pun terasa tertantang oleh Jeanice, dan langsung menyerangnya. Entitas itu melemparkan benda-benda yang ada disekitarnya ke arah Jeanice, namun semua benda yang terbang ke arahnya. Meledak menjadi abu, semua dikarenakan mantera perlindungan yang diucapkan oleh Jeanice. Jeanice berkata kepada entitas-entitas itu “ segitu saja kemampuan kalian, sekarang giliran saya” Jeanice mengambil sebuah marker gold dari saku jaket nya, dan mulai menggambar sebuah sigil di lantai. Dan mulai chanting, “ Wahai engkau raja dari kegelapan, sang ksatria pemusnah. Aku memanggil engkau sekarang juga, aku membutuhkan pertolonganmu dalam memerangi entitas entitas jahat ini. Lirach tasa vefa wehl beleth, micalzo bilet, zacare sa arphe sa fgaosga !” Selesai chanting, entitas-entitas itu terpental ke dinding. Dan terdengar ada bunyi terompet peperangan didalam ruangan itu. Catherine dan Herry yang ada di dalam mobil menyaksikan apa yang sedang terjadi di dalam rumah itu. “Her, kamu lihat itu ! itu her..itu.. Ada penampakan ksatria berjubah dan 3 kucing ?” Herry langsung menyuruh Catherine untuk diam “ Diam, cath. Ini lagi seru. Gila anak baru ini ternyata keren ya” sambil melahap roti croissant dan menyeruput segelas kopi dingin yang di bawa dari pagi.

Saat masih dalam keadaan duduk dan fokus, dari arah belakang Jeanice terdengar suara “wahai wanita cantik, apakah kamu yang memanggil ku ? ada perlu apa ?” Jeanice langsung menolehkan kepalanya setengah ke samping dan berbicara kepada Beleth “aku butuh bantuan mu, untuk memerangi mereka. Karena mereka tidak mau di suruh pergi dari rumah ini.” Dan Beleth membalas “tapi ini tidak gratis. Aku mau saja membantu.” Jeanice langsung berkata “bisa diatur. Sekarang bantu aku dulu.” Lalu Beleth mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ujungnya ke arah entitas entitas jahat itu “kalian, telah berani menganggu dan berusaha menyakiti tuan ku. Sekarang kalian harus menerima resikonya. Hey kalian para pengawalku, mainkanlah lagu peperangan untukku.” lalu ketiga pengikutnya memainkan lagu peperangan dengan terompetnya. “Kami tidak takut !” teriak entitas-entitas jahat itu. Dan pertempuran hebat pun terjadi. Catherine dan Herry terlihat menikmati melihat pertempuran yang terjadi dalam rumah itu. “kita seperti nonton film action horror ya Cath. Haha.” lalu Catherine membalas “diem gendut lagi seru ini !”. Peperangan antara Jeanice dan Beleth hampir memakan waktu cukup lama, pada akhirnya para pasukan entitas jahat itupun kalah. Dan tersisa pemimpinnya, “walau anak buah ku kalah, aku masih bertahan hehe” ucap pemimpin entitas jahat itu dengan menahan sakit pada perutnya. Tanpa banyak bicara, Beleth langsung memenggal kepala entitas jahat itu. Dan terbakar menjadi abu. “tugasku telah selesai. Inget ini tidak gratis.” Jeanice berkata “malam ini akan ku bayarkan” lalu Beleth menghilang dari hadapan Jeanice beserta pengikut-pengikutnya. Jeanice, berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tumpukan debu yang ada di depannya. Tempat dimana entitas itu dikalahkan. Dia memasukkan tangannya kedalam tumpukan debu itu, dan menemukan ada benda berupa keris panjang. Dan Jeanice berkata “sudah ku duga.”

Jeanice langsung menghubungi Catherine dan Herry. “ guys kalian sudah bisa masuk sekarang, beritahu surya dan asisten rumah tangganya. Keadaan sudah aman.” Tidak lama mereka masuk ke dalam rumah. “wow kak Jeanice keren ya ternyata !” ucap Catherine “heboh amat kamu cath, tapi iya lho. Kamu keren banget kak. Kita ngga menyangka kakak punya power seperti itu. Udah kayak jagoan yang ada di x-men saja.” Jeanice hanya tersenyum dan langsung duduk di kursi. “surya, kamu yakin kalau salah satu orang di keluarga mu. Tidak ada yang main dengan hal-hal klenik.” Surya menjawab “ tidak ada kak setahu saya. Sumpah.” Lalu keris yang dipegang Jeanice, dia raba dan mencoba untuk mencari tahu siapa pemilik dari benda tersebut. Setelah itu Jeanice membuka matanya, dan langung menatap ke arah ART nya Surya. “mba, ini milik mba. Kenapa mba bisa sejahat itu ya kepada keluarga ini.” Dan ART itu tidak bisa berkata apa-apa. “Katakan saja sepenuhnya kepada Surya, mengapa mba menanamkan benda ini di rumah surya.” dan ART nya berkata “Karena saya dendam. Mereka telah memperlakukan saya seperti binatang. Dan tidak dipandang sebagai manusia. Selama saya bekerja disini, gaji saya kecil, saya selalu disiksa oleh ibu dari surya. Bahkan saya sering ditiduri oleh bapaknya. Kedua kakak surya sering memukuli saya kalau saya tidak benar kerjanya.” Surya berkata “ kenapa, kenapa mba tega. Aku sendiri justru tidak pernah keras sama mba.” ART membalas “ walau kamu tidak pernah keras dan kasar sma mba. Tapi mba sudah menganggap kalian musuh mba. Ga ada lagi yang namanya kata baik.” Jeanice tanpa banyak basa basi menghampiri ART itu dan berkata “ Sudah, sekarang lebih baik mba pergi tinggalkan rumah ini. Dan buang jauh-jauh itu keris. Saya minta kepada mba untuk tidak lagi menyentuh rumah ini, dan tidak lagi dendam terhadap keluarga ini. Jika mba masih seperti itu. Mba berurusan sama saya.” Lalu ART itu mengambil keris dari tangan Jeanice dan pergi meninggalkan rumah surya. Namun, disaat ART itu keluar rumah. Dia tertabrak oleh mobil dan badannya hancur terbelah dua. Surya berkata dalam hatinya “mampus kamu mba, itu balasan yang mba terima.”

Keesokan harinya, Jeanice mengucapkan perpisahan kepada surya. semua peralatan pun sudah dibereskan dan sudah dimasukkan kedalam mobil. “Semua sudah selesai, kamu tidak akan lagi diganggu oleh entitas jahat. Kakak juga sudah memagari rumah kamu. Jadi barangsiapa mau berbuat jahat sama kamu, mereka sudah ciut duluan.” surya membalas “terima kasih juga saya kepada S.I.X yang sudah membantu. Sekarang saya bisa beristirahat dengan tenang, dan bisa memberitahu kakak kakak saya kalau sekarang rumah sudah tidak lagi ada gangguan gangguan mengerikan.” Jeanice, Catherine dan Herry bersalaman dengan surya. Dan langsung berjalan menuju mobil. Lalu mereka pergi meninggalkan rumah surya. “hmm, guys kopi sama croissantnya masih adakan ?” tanya Jeanice. “ masih kak” lalu jeanice berkata “syukur lah kalau masih ada, saya lapar dan haus. Benar benar malam yang melelahkan.” CASE CLOSE
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.