- Beranda
- Stories from the Heart
The Magic Eyes (18+) (Based On True Story)
...
TS
rijac
The Magic Eyes (18+) (Based On True Story)

Seorang bayi mungil terlahir dari keluarga yang boleh di bilang kalangan menengah ke atas, semua keinginan gue sejak kecil hampir semua bisa terpenuhi dan dari situlah karakter gue terbentuk menjadi pribadi yang agak egois dan ambisius untuk mendapatkan apa yang gue inginkan..
Sebagai anak semata wayang, kedua orang tua gue sangat memperhatikan setiap apa yang gue lakukan karena mungkin mereka masih trauma setelah kehilangan kakak gue, yappp gue adalah anak kedua yang bertransformasi menjadi anak tunggal setelah kakak gue tercinta meninggal di karenakan penyakit yang dia derita pada usia 8 tahun..setiap pulang sekolah kakak gue pasti selalu mengajakku bermain dan ketika dia sakit dan meninggalpun gue belum banyak mengerti apa arti kata meninggal itu sendiri.
well...Gue dan kakak hanya selisih 5 tahun yang berarti saat itu gue masih berusia sekitar 3 tahun. Semenjak sepeninggalan kakak gue, kedua orang tua gue sedikit frustasi dan semakin bertindak posesif terhadap anaknya.. saat anak-anak seusiaku lebih banyak bermain diluar tapi berbeda denganku, orang tua gue menyediakan segala fasilitas didalam rumah dimulai dari mainan anak-anak seperti puzzle, flash card, lego dll dengan keinginan agar gue lebih betah didalam rumah. saat anak-anak seusiaku diantarkan oleh kedua orang tuanya ke sekolah anak, beda lagi dengan apa yang gue rasakan, gue tidak sekolah PAUD dan TK namun kedua orang tua gue selalu mengajariku menulis dan membaca sejak kecil sehingga walaupun masih kecil gue sudah sangat lancar membaca dan menulis layaknya anak usia SD saat usia gue masih 4-5 tahun.
Gue tumbuh menjadi anak yang lebih mengandalkan logika dan sedikit menggunakan empati dan simpati pada orang lain dan gue sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan sesama homosapiens dan gue lebih nyaman ketika berada sendirian di tempat yang gelap dan sunyi..
ini kisah kehidupan gue..
Nama : Adrian Octaleza
TL : 6 Oktober 1993
Tinggi : 174 cm
BB : 66 kg
Warna mata : coklat
Warna rambut : hitam
Hobi : Membaca,bermain game
keturunan : Belanda (Kakek)+Indonesia (Nenek)
Q : Kak apakah cerita ini real ?
A : 88% Real..everyone has their own stories
Q : Kak kok ratingnya 18+ ada konten pornografinya ?
A : Tidak. konten 18+ tidak akan diceritakan secara fulgar hanya sebuah gambaran kecil namun mengandung banyak arti
Q : Kak kok ilustrasi ceweknya cantik-cantik?
A : emang aslinya cantik-cantik, ilustrasi gambar dengan kemiripan yang paling mendekati
Q : Kenapa gak pake foto asli para pemerannya?
A : Gak dapat izin oleh mereka, jadi terpaksa harus pakai nama dan gambar ilustrasi, FYI mereka real dan bisa saja baca story ini
So this is our story..
Ilustrasi pemeran
Adrian Octaleza
Prata (Teman)Tinggi : 173 cm
TL : 13 Februari 1993
BB : 68 kg
Warna mata : Hitam
Warna rambut : Hitam
Hobi : Balap motor
Taufik (Teman)Tinggi : 168 cm
TL : 8 Maret 1993
BB : 56 kg
Warna mata : coklat
Warna rambut : hitam
Hobi : Graviti
RedvaTinggi : 165 cm
TL : 9 Oktober 1995
BB : 54 kg maybe
Warna mata : Coklat
Warna rambut : pirang kecoklatan
keturunan Indonesia+Yaman+Prancis
AvrilTinggi : 162 cm
BB : 54 kg
Warna mata : Coklat
Warna rambut : Hitam
AnaTinggi : 165 cm
BB : 52 kg
Warna mata : Coklat
Warna rambut : Hitam
Rina Tinggi : 157 cm
BB : 49 kg
Warna mata : hitam
Warna rambut : Hitam
Keturunan Indonesia+Chinese
Nella Tinggi : 163cm
BB : 53 kg
Warna rambut : Hitam
Warna mata : Coklat
Buat para pemeran yang baca ini, sorry kalau tinggi dan berat badannya ada yang salah...hahaha
INDEX
My First Contact to Other Human
Tears#1
Tears#2
Tears#3
Nella#1
Nella#2
Nella#3
Specialtruth
Diubah oleh rijac 07-09-2019 00:27
abdulpradana dan 7 lainnya memberi reputasi
8
12.4K
46
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
rijac
#23
Nella#1
Gue melewati sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan prestasi yang cukup membanggakan namun sedikit sekali memiliki cerita mengenai persahabatan karena dengan sifat dan sikapku yang acuh terhadap orang lain menyusahkanku dalam berinteraksi dengan manusia lainnya..
Tahun 2008 adalah tahun yang akan menjadi langkah awal untukku semakin mempelajari makhluk seperti apakah manusia ini, saat itu adalah masa dimana siswa dan siswi yang baru lulus dari tingkat sebelumnya mulai menyibukkan dirinya dengan persiapan menghadapi PraMOS dan MOS.
Hari minggu merupakan hari yang lumayan menyita waktuku karena hari itu adalah hari awal diadakannya kegiatan PRAMOS di Sekolah Negeri Atas di kota M tempat gue dibesarkan, saat tiba di sekolah gue melihat sudah banyak para siswa baru yang mulai menelusuri setiap jengkal calon tempat mereka untuk belajar dan tempat untuk mereka melakukan hal bodoh. Gue duduk menghindari keramaian dan keributan yang disebabkan oleh para anak manusia ini sampai ada seseorang duduk di samping gue
"Hai, cantik ya cewek yang pake kerudung biru itu" Ucapnya mengaburkan lamunanku
"Hai" jawabku dan menegaskan tidak ada kepedulian dengan percakapan dia tentang cewek itu
"Gue Fatah, nama lo siapa" Tanyanya sambil melihat ke arahku
"Gue Adrian" Jawabku
"Sepertinya kita akan menjadi teman yang cocok" Timpalnya membuat status seenak jidat
Gue tidak menggubris perkataan dia karena dari pelajaran gue tentang manusia, ada dua tipe manusia yang ingin berteman denganku
1. Dia bodoh
2. Dia tidak punya teman lagi selain harus memilih berteman denganku
tapi sepertinya dia adalah tipe manusia yang bodoh terlihat bagaimana dia mudah menyapaku yang baru dia kenal, dia tidak akan mungkin kesulitan mendapatkan teman
"Hey ayo semua adik-adik kumpul di AULA, cepat" teriakan salah satu kakak kelas berusaha menunjukkan dominasinya
Gue dan Fatah hampir berdiri bersamaan dan kita bersama-sama melangkah menuju AULA, sesampainya di aula gue melihat mulai banyak anak manusia disana sehingga mau tidak mau kami harus cepat mencari tempat duduk kami
"Adrian sebelah sini" Fatah mengajakku untuk duduk bersamanya
gue mendengarkan setiap arahan yang disampaikan oleh para pengurus OSIS dan para guru di acara kegiatan PRAMOS hari itu
"Adrian lihat deh cewek-cewek itu ngelihatin kita" ucapnya berusaha memberitahuku
"Fokuslah kedepan" Timpalku
"Kayaknya ada yang salah dengan kita" Ucapnya dan berusaha mengecek setiap inci tubuhnya dan tubuhku
"Mereka ngeliatin kita karena kamu juga membalas melihat mereka" Ucapku berusaha menghentikan tingkah Fatah
"Sepertinya aku bakalan segera dapat pacar" Ucapnya sambil merapikan rambutnya
"Berhenti bertingkah bodoh, fokuslah kedepan" Timpalku karena ikut menanggung malu
Kegiatan PRAMOS kita lalui dan para pengurus Osis membagikan daftar nama-nama kelompok
Saat itu para siswa mulai mengerubungi mading tempat dimana daftar nama kelompok tersebut dicantumkan
"dasar manusia" pikirku, mereka jauh lebih rendah daripada semut yang lebih bisa tertib dalam berbaris
"Halo, Kamu kelompok berapa" sapa seorang anak cewek padaku
"Tidak tau" Jawabku
"Kenapa gak coba cari tahu" Ucapnya
"Nanti setelah mereka pergi" Jawabku dengan penuh keyakinan
"Namaku Lia, nama kamu siapa" dia bertanya sambil tangannya memainkan tasnya
"Adrian"Jawabku
"Tunggu disini ya" dia langsung berlari ke arah kerumunan siswa-siswi tersebut
sesaat kemudian dia kembali kearahku
"Kamu kelompok 9" ucapnya sambil nafasnya terengah-engah
"Hai Nella, dia kelompokmu loh" Lia berteriak kepada temannya yang berdiri mematung melihat kami
gue melihat ke arah cewek yang gue tahu namanya adalah Nella, dia melihat ke arahku sambil melambaikan tangannya
"Dasar cewek" Pikirku
"Udah dulu ya, aku mau pergi dulu,,Bye adrian" Ucapnya sambil berlari menuju temannya tersebut
"Wooyy" Seseorang menepok pundakku
"Sapa tuh cewek tadi yang ngobrol sama lo" Tanya Fatah antusias
"Lia" Jawabku
"Boleh juga tuh manis dan teteknya gede coyyy kayak gayung" Ucapnya dengan suara agak keras
"Selain bodoh, lo juga mesum" Timpalku padanya dan di ikuti dengan tertawaan fatah
"Sepertinya masa-masa SMA kita akan sangat menyenangkan" Jawabnya sambil cekikikan
Tahun 2008 adalah tahun yang akan menjadi langkah awal untukku semakin mempelajari makhluk seperti apakah manusia ini, saat itu adalah masa dimana siswa dan siswi yang baru lulus dari tingkat sebelumnya mulai menyibukkan dirinya dengan persiapan menghadapi PraMOS dan MOS.
Hari minggu merupakan hari yang lumayan menyita waktuku karena hari itu adalah hari awal diadakannya kegiatan PRAMOS di Sekolah Negeri Atas di kota M tempat gue dibesarkan, saat tiba di sekolah gue melihat sudah banyak para siswa baru yang mulai menelusuri setiap jengkal calon tempat mereka untuk belajar dan tempat untuk mereka melakukan hal bodoh. Gue duduk menghindari keramaian dan keributan yang disebabkan oleh para anak manusia ini sampai ada seseorang duduk di samping gue
"Hai, cantik ya cewek yang pake kerudung biru itu" Ucapnya mengaburkan lamunanku
"Hai" jawabku dan menegaskan tidak ada kepedulian dengan percakapan dia tentang cewek itu
"Gue Fatah, nama lo siapa" Tanyanya sambil melihat ke arahku
"Gue Adrian" Jawabku
"Sepertinya kita akan menjadi teman yang cocok" Timpalnya membuat status seenak jidat
Gue tidak menggubris perkataan dia karena dari pelajaran gue tentang manusia, ada dua tipe manusia yang ingin berteman denganku
1. Dia bodoh
2. Dia tidak punya teman lagi selain harus memilih berteman denganku
tapi sepertinya dia adalah tipe manusia yang bodoh terlihat bagaimana dia mudah menyapaku yang baru dia kenal, dia tidak akan mungkin kesulitan mendapatkan teman
"Hey ayo semua adik-adik kumpul di AULA, cepat" teriakan salah satu kakak kelas berusaha menunjukkan dominasinya
Gue dan Fatah hampir berdiri bersamaan dan kita bersama-sama melangkah menuju AULA, sesampainya di aula gue melihat mulai banyak anak manusia disana sehingga mau tidak mau kami harus cepat mencari tempat duduk kami
"Adrian sebelah sini" Fatah mengajakku untuk duduk bersamanya
gue mendengarkan setiap arahan yang disampaikan oleh para pengurus OSIS dan para guru di acara kegiatan PRAMOS hari itu
"Adrian lihat deh cewek-cewek itu ngelihatin kita" ucapnya berusaha memberitahuku
"Fokuslah kedepan" Timpalku
"Kayaknya ada yang salah dengan kita" Ucapnya dan berusaha mengecek setiap inci tubuhnya dan tubuhku
"Mereka ngeliatin kita karena kamu juga membalas melihat mereka" Ucapku berusaha menghentikan tingkah Fatah
"Sepertinya aku bakalan segera dapat pacar" Ucapnya sambil merapikan rambutnya
"Berhenti bertingkah bodoh, fokuslah kedepan" Timpalku karena ikut menanggung malu
Kegiatan PRAMOS kita lalui dan para pengurus Osis membagikan daftar nama-nama kelompok
Saat itu para siswa mulai mengerubungi mading tempat dimana daftar nama kelompok tersebut dicantumkan
"dasar manusia" pikirku, mereka jauh lebih rendah daripada semut yang lebih bisa tertib dalam berbaris
"Halo, Kamu kelompok berapa" sapa seorang anak cewek padaku
"Tidak tau" Jawabku
"Kenapa gak coba cari tahu" Ucapnya
"Nanti setelah mereka pergi" Jawabku dengan penuh keyakinan
"Namaku Lia, nama kamu siapa" dia bertanya sambil tangannya memainkan tasnya
"Adrian"Jawabku
"Tunggu disini ya" dia langsung berlari ke arah kerumunan siswa-siswi tersebut
sesaat kemudian dia kembali kearahku
"Kamu kelompok 9" ucapnya sambil nafasnya terengah-engah
"Hai Nella, dia kelompokmu loh" Lia berteriak kepada temannya yang berdiri mematung melihat kami
gue melihat ke arah cewek yang gue tahu namanya adalah Nella, dia melihat ke arahku sambil melambaikan tangannya
"Dasar cewek" Pikirku
"Udah dulu ya, aku mau pergi dulu,,Bye adrian" Ucapnya sambil berlari menuju temannya tersebut
"Wooyy" Seseorang menepok pundakku
"Sapa tuh cewek tadi yang ngobrol sama lo" Tanya Fatah antusias
"Lia" Jawabku
"Boleh juga tuh manis dan teteknya gede coyyy kayak gayung" Ucapnya dengan suara agak keras
"Selain bodoh, lo juga mesum" Timpalku padanya dan di ikuti dengan tertawaan fatah
"Sepertinya masa-masa SMA kita akan sangat menyenangkan" Jawabnya sambil cekikikan
rafifdx dan yusufchauza memberi reputasi
2
Tutup