- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#4

CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
Tiga hari setelah kembali dari Jepang, Jeanice memutuskan untuk tetap beristirahat. Karena, sudah banyak tenaga yang dia keluarkan untuk menyelamatkan adiknya. Saat sedang menonton TV di kamarnya, ponsel Jeanice bunyi. Ketika di lihat oleh Jeanice, ternyata yang menghubungi dia adalah Hitoshi Ishigawa. Lalu, Jeanice mengangkat telp tersebut. "hey Hitoshi-kun, bagaimana kabar nya ?" dan hitoshi menjawab "kabar baik Jeanice-chan, kamu lagi sibuk tidak ?" Jeanice membalas "ngga juga, kenapa ?" lalu Hitoshi mulai menjelaskan kepada Jeanice " begini Jeanice, kemarin aku baru saja bertemu dengan teman lama. Dia bekerja di salah satu badan keamanan, saat ini dia sedang mencari seseorang yang ahli dalam bidang supranatural. Dan paham akan hal-hal paranormal, at least kandidat yang dia cari itu punya kemampuan. Maka dari itu aku merekomendasikan kamu. Bagaimana, kamu mau ambil tidak pekerjaan tersebut ? " dengar tawaran itu dari temannya Hitoshi, membuat Jeanice berpikir. "Hitoshi-kun, bisakah kamu memberi aku waktu 1-2 jam untuk berpikir. Nanti aku akan menghubungi kamu lagi." dan hitoshi menjawab "baiklah Jeanice. Aku akan menunggu kabar dari kamu." Jeanice dan Hitoshi mengakhiri pembicaraan, setelah itu Jeanice terbangun dari tempat tidurnya. Dan berjalan menghampiri meja kerjanya, di situ dia mulai berpikir. Apakah dia akan mengambil tawaran itu atau tidak. Karena, saat ini dia juga masih ada pekerjaan lain. Jeanice saat ini bekerja di salah satu perusahaan minyak milik ayahnya sebagai junior consultant. Setelah satu jam setengah, Jeanice mengambil ponselnya dari atas meja sebelah tempat tidurnya. Dia langsung menghubungi hitoshi, dan tidak lama hitoshi mengangkat telp dari Jeanice. "Hello Jeanice-chan" dan Jeanice membalas " Hitoshi-kun , mengenai pekerjaan itu. Aku sudah memikirkan dan sudah memutuskan, kalau aku mau ambil tawaran itu. Jadi kapan kita bisa bertemu ? apakah kamu akan ke Indonesia atau aku yang ke jepang ?". Hitoshi berkata "Bagaimana, kalau minggu depan kita bertemu ? Aku yang ke Indonesia, besok aku akan book flight. Setelah ini, aku akan menghubungi teman ku bikin appointment untuk minggu depan." Jeanice membalas "baiklah, minggu depan kita ketemu. Kamu masih inget cafe yang dulu biasa kita datangi kan, yang ada di Senayan, Jakarta Selatan ? kalau kamu masih inget. Kita ketemu disana, jam 12 siang aja jadi sekalian kita makan siang." Hitoshi berkata " Ok, siap. Sampai ketemu minggu depan Jeanice-chan".
Seminggu kemudian, Jeanice bertemu dengan Hitoshi dan temannya di salah satu cafe yang ada di bilangan Senayan, Jakarta Selatan. "Jeanice-chan, perkenalkan ini teman ku yang aku ceritakan minggu lalu." Lalu teman Hitoshi memperkenalkan diri nya "hai, perkenalkan nama saya Grey Atmaja. Tapi kamu bisa panggil saya Grey saja." Setelah perkenalan, Grey langsung menjelaskan mengenai pekerjaan yang di tawarkan kepada Jeanice. "Jadi begini Jeanice, tempat dimana saya bekerja. Bergerak dalam bidang badan keamanan, dan di dalam nya terdapat divisi yang menangani hal-hal yang tidak bisa di tangani oleh manusia biasa. Karena, urusannya dengan sesuatu yang berhubungan dengan supranatural. Kemarin, saya bertanya kepada Hitoshi. Apakah dia memiliki teman yang mempunyai kemampuan. Dia menjawab iya, dan dia memberitahukan kepada saya bahwa kamu adalah kriteria orang yang sedang kami cari. Dari sekian banyak kandidat, Hitoshi merekomendasikan kamu. Divisi kami, diberi nama S.I.X. Yang kepanjangan nya dari Supranatural Investigation Expert. Nantinya, kamu akan dibantu oleh dua orang dari kami. Kamu juga akan saya perkenalkan dengan kedua orang itu, apabila kamu menerima tawaran saya dan mau bekerja sama dengan kami. Tapi semua keputusan itu ada di kamu. Jika kamu memilih untuk menerima tawaran dari saya, maka kita akan sangat senang sekali. Tetapi jika tidak, kami pun tidak masalah". Jeanice mengambil sebatang rokok menthol, dan menyalakannya. Dia langsung menatap Grey, tersenyum dan berkata "Saya akan ambil tawaran itu, dan kira-kira kapan saya bisa mulai bekerja ?" Hitoshi pun bertanya kepada Jeanice "by the way , Jeanice-chan. Bukankah kamu masih ada pekerjaan ya ? aku baru inget." Dan Jeanice menjawab "untuk hal itu, bisa di atur. Secara masih milik keluarga, jadi tidak masalah. Nanti aku bisa beritahu ayah ku. Kalau aku mendapatkan pekerjaan yang baru dan sesuai dengan kemampuan ku yang sebenarnya. So, tenang aja. Aku justru berterima kasih, kalau aku di rekomendasikan untuk bekerja di tempat dimana Grey bekerja." Hitoshi sambil menghela nafas berkata "syukurlah kalau begitu, cuma aku masih tidak enak aja. lupa kalau kamu masih memiliki pekerjaan." Jeanice tersenyum dan mengejek Hitoshi "masih saja kamu belum berubah. Masih suka lupa". Hitoshi tersipu malu sambil menggaruk-garukkan kepala. Grey yang melihat sikap Hitoshi malu akan dirinya pelupa langsung tertawa, karena baru kali ini dia melihat sifat asli Hitoshi. "Ternyata kamu suka lupa akan suatu hal ya hitoshi. hahaha.. Ok, kalau begitu Jeanice. Senin esok, kamu sudah bisa datang ke kantor baru kamu. Datang dari pagi saja , sekitar jam 9:30. Karena, saya akan mengajak kamu mengenal tempat kerja baru kamu dan orang orang yang ada didalamnya" Jeanice menjawab "ok fix. senin saya akan datang dari pagi."
Senin pagi, Jeanice langsung pergi menuju tempat kerja barunya. Lokasi kantor nya berada di sekitar Jakarta Pusat, dan tidak jauh dari bundaran H.I. Sesampainya di lokasi, orang orang bengong melihat kedatangan Jeanice. Sudah pasti karena bunyi mobil nya yang begitu garang, dan juga penampilannya yang seperti anak rock. Jeanice, turun dari mobil nya. Membuka kacamata hitamnya dan melihat kesekitar, tersenyum dan berkata " pagi semuanya, maafkan kalau mobil saya berisik." Dia lalu menutup pintu mobilnya dan berjalan ke arah pintu masuk kantor barunya. Di dalam dia disapa oleh Grey, orang yang ditemui saat hari minggu kemarin bersama Hitoshi. "Jeanice, good morning dan selamat datang di kantor barumu. Mari ikut bersama saya, divisi S.I.X ada di lantai 6." Lalu mereka berjalan menuju lift, dan naik ke lantai 6. Sesampainya di lantai 6, Grey mengantar Jeanice ke sebuah ruangan yang berisikan 2 orang. Ruangan yang besar itu berisikan alat-alat canggih, khusus untuk investigasi dan lain-lain. " Jeanice, saya mau perkenalkan kamu dengan tim kamu. Yang nantinya akan membantu kamu dalam investigasi." Grey memperkenalkan kedua orang yang ada di ruangan kepada Jeanice. "Jeanice, perkenalkan ini adalah Catherine. Catherine ini ahli dalam membuat alat-alat canggih. Seperti yang kamu lihat disekitar ruangan ini. Semua alat canggih ini, catherine yang membuatnya." Catherine Isabelle, seorang ahli gadget. Memiliki postur tubuh tinggi , kulitnya putih, rambutnya pendek sebahu, warna rambutnya hitam dan ada highlight merah segaris di bagian poni depannya. Kurang lebih wajahnya mirip seperti Megan Fox. "Lalu, perkenalkan ini adalah Herry". Di hadapan Jeanice, berdirilah seorang lelaki bertubuh gemuk, kulit putih, rambut nya seperti rambut kobochan alias rambut mangkok. Menggunakan kacamata baca, dan memiliki janggut kambing. "Herry ini tugasnya untuk mengumpulkan data-data laporan dan kasus yang sedang terjadi. Yang nantinya laporan itu akan di berikan ke kamu. untuk di analisa, setelah itu, kamu juga akan di minta untuk melakukan investigasi ke lokasi yang ada didalam laporan itu. Selesai dari investigasi, kamu harus membuat laporan terbaru dan memberikan kepada Herry. Agar disimpan dalam arsip. Tenang saja, segala laporan yang kamu buat nantinya. Tidak akan bocor kemana-mana. Karena, akan tersimpan dengan aman. Apakah kamu sudah paham Jeanice ?" dan Jeanice menjawab " Ya saya mengerti, dan senang berkenalan dengan kalian berdua. Namun saya mau tanya kepada anda Grey. Anda ini jabatan nya sebagai apa di kantor keamanan ini ? " Grey menjawab "saya disini sebagai supervisor kalian dan yang memastikan kalian baik-baik saja" Jeanice tersenyum dan berkata "Ok kalau begitu, pak supervisor. Apa tugas saya yang pertama ?". Lalu Grey menyuruh Herry untuk mengambil data laporan terbaru, yang sudah dikirimkan kepada Herry via email. "Kak Jeanice, ini laporan terbaru yang baru saya terima. Laporan ini datang dari seorang anak muda bernama Surya, dia melaporkan bahwa sudah 2 hari ini rumah nya mengalami gangguan. Semacam aktifitas poltergeist. Surya tinggal bersama kedua kakaknya di rumah di daerah cilandak. Orang tua nya sudah tidak ada, mereka meninggal karena kecelakaan. Jadi kak Jeanice, apakah kakak sudah siap untuk mengambil tugas pertama kakak ini ?" Jeanice mengambil dokumen itu dari tangan herry, dan menjawab "Saya selalu siap kapan saja, tetapi sebelum nya saya mau bertanya. Sebelum saya masuk ke S.I.X, apakah orang yang sebelumnya memiliki kemampuan juga ?" Catherine menjawab " Boro-boro kak Jeanice. setelah diselidiki, semua itu bullshit. Ngomongnya bisa, tapi ternyata tidak bisa. Nah, saat menangani kasus di Yogyakarta. Dia yang ada bukan nya sukses menyelesaikan tugasnya eh malah masuk UGD. Ya kewalahan juga kita. Akhirnya tidak dilanjutkan. Langsung saja, Pak Grey memecat dia dari divisi kita." Jeanice tertawa " koq lucu ya, tapi memang bener sih. akhir akhir ini banyak orang mengaku bisa ini itu. Merasa dirinya seorang indigo, bisa melakukan hal ini itu. Tapi pada nyatanya tidak bisa dan yang ada bikin malu dirinya sendiri." Catherine menghampiri Jeanice, memberikan sebuah alat yang nanti akan digunakan dalam penyelidikan " Kak, ini adalah sebuah alat yang nantinya kakak pakai saat investigasi. Guna alat ini untuk mendeteksi suhu dan lain-lain." Jeanice sambil menerima alat itu berkata "Sebenarnya, saya tidak terlalu membutuhkan alat alat ini. Karena, tanpa alat ini saya bisa melakukannya dengan kemampuan saya. Tapi kamu simpan saja dulu alat ini, karena suatu hari. Kamu juga akan ikut bersama saya dalam penyelidikan. Karena selama ini kamu hanya duduk di ruangan, sibuk membuat ini itu. Tapi tidak ikut serta ke lapangan. Sayang sekali. Padahal kalau kamu di ikut sertakan. Kamu bisa mencoba peralatan hasil buatan mu langsung ditempat. Bagaimana kamu mau kan ikut sama saya ?" Dan catherine pun mulai berkaca-kaca matanya, dia menjawab " mau kak,mau banget ! Namun, saya takut pak Grey tidak mengijinkan saya keluar dari area kerja saya."Jeanice memegang kedua tangan Catherine dan berkata "Untuk hal itu kamu tenang saja, dan kamu Herry. Kamu juga pasti saya ajak juga." Herry yang sedang duduk menikmati mie instant nya tersedak dan berkata "Saya diajak juga kak ?? wuaaah asik. Tapi kan saya lebih ke pengumpulan data. masa iya saya jalan sambil buka email dan lain-lain. Kalau kesandung atau nabrak tiang gimana ? haha.." Jeanice berkata kepada Herry " akan ada tugas khusus nanti buat kamu. Ya sudah nanti semua ini bisa saya bicarakan kepada Pak Grey". Setelah memberikan semangat dan harapan kepada kedua rekan kerjanya, Jeanice mulai membaca laporan yang telah diberikan oleh Herry. "Kasus ini kita mulai tangani esok dari pagi. Kamu hubungi anak muda itu, Surya dan beritahu kalau kita akan datang untuk menginvestigasi rumahnya. Dan Catherine, kamu siapkan alat-alat yang kamu akan pakai nanti disana. Oh satu lagi, Herry besok kamu jangan lupa pesankan saya kopi caramel frappucino dan roti croissant. pesan buat makan pagi , siang dan malam. Sekalian buat kalian juga." Herry menjawab "kita investigasi apa mau piknik kak ?" dan Jeanice menjawab "investigasi sambil piknik, belum pernah kan ?" mereka semua langsung tertawa lepas. Setelah briefing mereka melanjutkan pekerjaan mereka hingga jam 19.00. malam.
Malam hari, mereka bertiga telah selesai bekerja. Dan Jeanice pun berpamitan dengan Catherine dan Herry. "well guys, sampai ketemu esok hari. Istirahat yang banyak, karena esok kita akan kerja keras". Cathrine menjawab "Okey kak siap !". Mereka pun berpisah dan kembali ke rumahnya masing masing. Esok hari adalah hari dimana Jeanice, Catherine dan Herry akan berhadapan dengan sosok entitas yang mengganggu kediaman Surya. Dalam perjalanan pulang, Jeanice berkata dalam hati "esok adalah hari dimana aku akan memulai melakukan investigasi. Aku harap semua akan berjalan dengan lancar, dan bisa diselesaikan dengan cepat." Lalu tiba-tiba terdengar suara "kamu pasti bisa jeanice, kami bersamamu". Dan Jeanice memasang kacamata hitamnya dan tersenyum.
odenz dan bedypop memberi reputasi
2
Tutup