- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#3

Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
Bis yang mengantar Jeanice dan Hitoshi, tiba di depan pintu masuk hutan Aokigahara. Jeanice melihat ada kedai ramen di seberang jalan, dan dia berjalan menghampiri kedai itu. "permisi pak, selamat pagi" kata Jeanice kepada bapak tua penjual ramen "selamat pagi, silahkan masuk. Kebetulan sekali kita lagi ada menu spesial, silahkan dipesan nyonya." Jeanice berkata " Kami kesini bukan untuk makan pak, tapi ada hal yang mau ku tanyakan." Bapak penjual ramen itu langsung menekuk muka nya lantaran bete, karena Jeanice datang hanya untuk bertanya bukan untuk makan. Bapak itu berkata "mau tanya apa ?" dan Jeanice mulai bertanya kepada bapak penjual ramen itu "lagi hari kemarin, apakah bapak melihat anak ini ?" Jeanice memperlihatkan foto Jordan ke bapak penjual ramen dan beliau berkata " Waah, ini anak yang kemarin sempat datang dan makan di sini. Anak ini baik sekali dan suka sekali bercanda, saya sampai menangis mendengar candaan nya. Karena tidak bisa menahan. Namun, ada apa nyonya mencari anak ini ? apakah dia melakukan tindakan kriminal ? Nyonya seorang detektif kah ?" Jeanice menjawab " aku bukanlah seorang detektif pak. tetapi aku adalah kakak dari anak laki yang ada di foto ini. Aku kemari karena aku ingin mencari keberadaan dia. Terakhir dia menghubungi saya, kemarin pagi. Sekitar jam 3 an, setelah itu tidak ada kabar lagi. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mencari dan menjemput dia. Karena terakhir dia mengatakan ke aku, dia dan temennya mau pergi kemari. Aku juga takutnya dia tersesat dan kehilangan arah untuk pulang." Si bapak penjual ramen itu berkata " Kemarin mereka tiba di sini, jam 5 pagi. Sebelum mereka masuk ke hutan Aokigahara, mereka menyempatkan diri mereka untuk sarapan. Namun, adik mu berkata kepadaku. Jika saya belum kembali, dan terjadi apa apa dengan saya. mohon kirimkan surat ini ke kakak saya yang ada di indonesia. Agar dia datang dan mencari saya. Setelah dia memberikan surat itu, dia langsung membayar dan keluar melanjutkan perjalanan mereka ke dalam hutan itu. Ini surat yang diberikan oleh adikmu." Bapak penjual ramen itu memberikan surat dari Jordan ke Jeanice. Lalu dibuka surat itu, dan dibaca oleh Jeanice.
Jeanice langsung membalikkan badannya dan berkata kepada Hitoshi. "hitoshi-kun. aku mau kamu tunggu disini, biarkan aku masuk kedalam hutan itu sendiri." hitoshi langsung berkata " Tapi kalau terjadi apa apa dengan kamu bagaimana ? sudahlah biarkan aku ikut menemani kamu mencari Jordan." Jeanice berkata " Hitoshi-kun. Jangan lebay, tenanglah aku akan baik baik saja. Jadi jangan terlalu khawatir, sekarang aku hanya minta kamu untuk tunggu disini. Tunggu sampai aku kembali, kembali bersama J. Aku juga tidak akan lama, trust me. I'll be fine. You know me." dan Hitoshi-kun menggangguk. Jeanice langsung memulai pencarian nya, dia membawa semua perlengkapannya dan mulai berjalan menuju pintu masuk hutan.
Sesampainya di depan pintu masuk hutan, Jeanice dihampiri oleh petugas hutan. " Permisi nyonya, nanti kalau didalam. Saya minta nyonya untuk ikuti rute yang telah disediakan ya, jangan sampai keluar dari jalur. Dan jangan coba-coba untuk berbuat konyol. hargai mereka yang ada di dalam hutan ini." Jeanice membalas dengan senyum dan berkata "tenang saja Pak, saya disini hanya untuk mencari adik saya yang hilang. Dan saya tahu diri juga koq, jadi bapak tenang saja ya." Dan petugas itu berkata " saya hanya diberikan mandat untuk memberitahukan hal ini demi keselamatan pengunjung. Nyonya bilang adik nyonya hilang ? nyonya perlu tim pencari ? akan saya hubungi dinas penyelamatan kalau nyonya mau." Jeanice menjawab " tidak perlu pak. Saya bisa mencari adik saya sendirian, tanpa memerlukan bantuan." Petugas itu berkata " Baiklah kalau nyonya mau nya seperti itu, kalau ada apa apa itu sudah menjadi resiko yang nyonya tanggung." Dan petugas itu membalikkan badannya dan kembali ke post jaganya sambil bergumam "sok jagoan sekali wanita ini."
Saat Jeanice melangkah memasuki hutan Aokigahara, ada angin besar menghantam dia disertai dengan suara yang mengerikan. Angin besar itu membuat Jeanice terdorong mundur. Suara mengerikan itu berkata " Enyahlah kau ! Jangan kau masuk ke dalam tempat tinggal kami !". Jeanice pun berdiri, membersihkan serpihan daun dan tanah dari baju dan celananya. Dan berkata "kalau kalian mencoba untuk menghentikan langkah ku. silahkan, coba saja. Aku tidak akan kalah dengan begitu saja. Aku akan berusaha menyelamatkan adikku dengan seluruh kekuatan dan kemampuanku !" Jeanice langsung melanjutkan perjalanan nya masuk kedalam hutan Aokigahara. Selama menelusuri hutan, banyak sekali serangan-serangan yang dilempar kan ke Jeanice. Baik itu batu yang berterbangan, ranting pohon yang berusaha memukul jeanice dan lain-lain. Namun, Jeanice bisa menghindari semua itu. Berjam-jam serangan itu dilayangkan. Akhirnya Jeanice memanggil bala bantuan. Jeanice mengeluarkan sebuah buku gambar a3, dan mulai menggambar sigil. Jeanice memanggil sosok demon goetia, untuk menolong dia dalam peperangan. " Dengan ini, aku memanggilmu Asmoday untuk menolongku dalam memerangi para setan-setan jahat yang ada di hutan ini. Dengarkanlah panggilan ku. Ayer Avage Aloren Asmodeus Aken !." Lalu, setelah Jeanice membaca mantera nya. Tanah bergetar dengan sangat kencang, dan terjadi ledakan yang luar biasa disusul dengan hujan deras. Namun, hal ini hanya bisa dilihat oleh Jeanice. Manusia biasa hanya bisa merasakan getaran, melihat hujan yang turun dan mendengar bunyi ledakan. Orang yang mendengar suara ledakan ini, menganggap ini hanya suara petir. Hitoshi yang jauh dari Jeanice juga mendengar dan merasakan getaran itu. Dan dia hanya berkata " sudah dimulai ternyata." Bapak penjual ramen bertanya " apa yang sudah mulai tuan ?" Hitoshi menjawab "hmm.. hujan nya sudah mulai turun" Bapak penjual ramen pun berkata " ah sial, hujan. basah lagi deh jemuran saya. Sebentar tuan, saya mau ambil jemuran saya." Hitoshi pun mengangguk sambil menikmati ramen ayam pedas buatan si bapak penjual ramen. Dalam hati hitoshi berkata "Jeanice-chan, ganbatte." sambil melihat ke arah hutan, dan melihat pohon bergoyang dengan sangat kencang.
Di hadapan Jeanice, berdiri sosok tinggi besar dan berwibawa. Aura nya sangat luar biasa, Jeanice merasakan sebuah power yang begitu dahsyat. Asmoday, dengan sosok berwajah 3 yaitu Banteng, manusia dan domba gunung. Dengan buntut berupa ular , kakinya seperti kaki angsa dan mengeluarkan api dari mulutnya. Dia pun menunggangi seekor naga besar, juga dia memegang sebuah tombak tajam. " Siapa yang berani memanggilku datang ? " tanya Asmoday. Jeanice membalas " akulah yang memanggil mu, wahai Asmoday yang agung. Aku memanggil mu untuk meminta pertolongan mu, memerangi mereka yang jahat. Mereka yang menahan adikku dialam mereka." Asmoday berkata kepada Jeanice " aku akan membantumu berperang, tetapi untuk menolong adikmu bukanlah urusan ku. Kamu bisa meminta tolong kepada Vassago. Panggillah dia setelah peperangan ini usai. Namun, aku datang tidak gratis. Ada yang harus di persembahkan ke aku. " Jeanice berkata " tenang saja, nanti akan saya berikan persembahan sesuai yang kamu suka Asmoday. Tetapi kita kelarin dulu ini peperangan." Lalu Asmoday berdiri di samping Jeanice dan mengarahkan tombak nya ke arah pasukan setan yang menghalangi jeanice masuk ke hutan. " hey kalian para curut curut, berikanlah wanita ini jalan. wanita ini dalam perjalanan untuk menyelamatkan adiknya. Jika kalian tidak mau beri jalan, maka kalian berurusan dengan ku." dan para pasukan setan itu tertawa dan berkata "kami tidak takut, kalian hanya berdua. kami sentil juga mental kalian. bwahahaha, apa perlu kami panggil raja kami." Asmoday menjawab " panggil rajamu, dan akan saya habisi dengan semburan api ku." Lalu pasukan setan itu memanggil rajanya, "siapakah kalian yang berani melawanku. aku adalah Omukade, raja yang berkuasa disini." Omukade adalah sesosok demon Jepang, yang tubuh nya seperti lipan. Dan ukurannya badannya bak raksaksa, Omukade juga suka memakan manusia. Asmoday dengan tatapan tajamnya berkata kepada Omukade "jadi kamu rajanya, hey ulat keket. Saya tidak takut sama kamu. Kekuatanmu tidak ada apa-apanya denganku." Omukade menjawab "mau coba ?" Lalu mereka langsung berperang, saling menghajar. Jeanice dari belakang membantu memberikan kekutan tambahan dengan doa dan mantera. 4 jam pertarungan, pada akhirnya Omukade jatuh dengan penuh luka. Asmoday menghampiri Omukade dan menginjak badannya. Berkata "Menyerahlah dan akui kekalahanmu wahai ulat keket. Dan kembalikan adik dari wanita ini." Omukade tertawa dan mengejek asmoday " hahaha, aku tidak akan mengakui kekalahan ku. Dasar monster jelek. Dan aku tidak akan memberitahukan kepada mu atau wanita itu, dimana anak pria itu berada. Hahahaha." Tanpa banyak bicara, Asmoday langsung menancapkan tombak itu ke kepala Omukade. Dan matilah demon lipan itu. Asmoday membalikkan badannya dan berjalan menuju Jeanice. "apa yang kau perintahkan telah ku jalani. Demon ulat keket itu sudah mati. Ingat jangan lupa beri persembahan sebagai ucapan terima kasih mu kepadaku." Jeanice menjawab "iya, setelah semua ini selesai dan adikku ketemu. akan ku tepati janjiku." Lalu Asmoday menghilang, dan kertas yang bergambarkan sigil Asmoday juga terbakar menjadi abu.
Jeanice mengambil selembar kertas gambar a3 lagi, dan memanggil vassago. " Wahai engkau Vassago, dengarkanlah suaraku. Datanglah kepadaku; Invoco Vassago In Nomine Qliphoth, Liftoach Pandemonium, Et Germinet Vassago, In Nomine Adamas Ater, Aperiatur Acharayim, Et Germinet, Et Germinet Vassago, Reayha Bacana Lyan Reme Quim Vassago Aperiatur Qliphoth; Invoco Vassago." Lalu, dari arah belakang terdengar suara langkah berat dan auman yang mengerikan. " Siapa yang telah mengganggu tidurku ?" ucap Vassago. "aku lah yang memanggilmu, wahai Vassago. Maafkan kalau aku sudah mengganggu istirahatmu." Vassago melihat Jeanice dengan tatapan tajam dan tersenyum "Ternyata kamu Jeanice. Aku kira siapa. Ada apa tuan puteri, mengapa engkau memanggil ku. Apa yang bisa aku bantu ?" Jeanice berkata " aku ingin kamu membantuku mencari adikku yang hilang. Saat tadi aku membantu berperang melawan demon berupa lipan bersama Asmoday. Dia tidak mau memberitahukan dimana dia disembunyikan. Mohon bantu aku Vassago". Vassago, sosoknya tinggi. Berjubahkan hitam pekat berlumur darah, dan mengendarai seekor buaya besar. "siapa nama adik mu Jeanice ?" tanya Vassago. " Jordan, Jordan Ravenclaw" Jawab Jeanice. Setelah itu Vassago, mulai melakukan pencarian dengan hanya menutup mata. Dan jari tangan nya diarahkan ke arah hutan yang lebat. Dari jarinya keluar sebuah pancaran cahaya dan menembak ke arah dimana Jordan berada. " Jeanice, ikuti garis cahaya yang keluar dari tangan ku. Adikmu berada didalam goa kecil, namun itu raganya saja. jiwanya masih tersesat di hutan ini. Tapi aku bisa membantu dia kembali ke raga nya. Sekarang , jemputlah adikmu itu. Jangan tunggu apa apa lagi. " Jeanice menjawab "baiklah, aku segera menjemput adikku." Jeanice langsung lari menuju ke arah yang sudah diberitahu oleh Vassago. Didalam hutan, ada terdapat goa kecil. Disitu dia melihat jasad Jordan yang sudah membiru dan terbujur kaku. " J, ini kakak J" Jeanice memegang tangannya jordan yang dingin. " Vassago, bantulah raga adikku untuk kembali ke jasadnya. "baiklah tuan puteri, akan segera kulakukan" jawab vassago. Lalu, vassago merubah dirinya menjadi sesosok orang tua. Dan menghampiri jordan dialam lain. " jordan, ikut sama saya. Saya tahu dimana jalan keluar nya." Jordan bertanya "kakek siapa ?" dan vassago menjawab "tidak perlu banyak tanya, sudah ikutlah bersamaku". Vassago menggandeng Jordan dan tidak lama jordan terbangun dari kematiannya. Dia melihat Jeanice yang duduk disebelah nya dan berkata "kakak, kakak datang menjemputku" Jeanice langsung memeluk Jordan sambil menangis. " iya kakak datang untuk menjemput kamu J. kakak dengar kamu minta tolong. maka dari itu kakak datang." dari belakang vassago, menyolek jeanice sambil batuk kecil "ehem.. tuan puteri, aku telah membantu mu. Jangan lupa untuk memberiku persembahan sebagai ucapan terima kasih." Jeanice membalas dengan senyum dan mengangguk. Vassago langsung membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Jeanice. Hilang perlahan lahan. "J, ayo kita pulang" kata jeanice. Jordan berkata "dimana temen temen Jordan kak ?" Jeanice menjawab "mereka tidak selamat J, kakak tidak bisa menemukan mereka dan menyelamatkan mereka. sudah intinya kamu sudah kakak temukan dan selamat. Ayo mari kita pergi dari sini, kasihan temen ku menunggu lama di warung ramen". Lalu mereka beranjak pergi dan meninggalkan hutan itu. Sesampainya di bawah, hitoshi sudah menanti. Dan mereka kembali ke narita, menggunakan mobil milik bapak penjual ramen. Case Closed
Diubah oleh darkdimension77 04-09-2019 18:21
0