- Beranda
- Stories from the Heart
When I See You
...
TS
brotea
When I See You
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, halo para readers semuanya. Selamat pagi, siang, sore dan malam ya 
Gue akan coba menulis sesuatu di thread ini dan semoga agan agan betah ya di mari
Gue awali semuanya dengan Basmalah, karena dari sinilah apa yang gue sebut masa lalu, adalah hal yang paling berarti untuk gue bagi
Kita merupakan bagian dari masa lalu. Suka atau tidak, semua hal yang terjadi hari ini berawal dari masa lalu. Terkadang sulit dikenang, terlalu buruk, atau bahkan tak dapat diungkap dengan suara. Semuanya akan menjadi sebuah cerita yang suatu hari nanti pasti meminta untuk dibuka.
When I See You
Kata itu mungkin terlalu mainstream untuk didengar, tapi percayalah hanya dengan melihatmu aroma pahitnya kehidupan seakan melayang bersama dengan datangnya wajahmu yang begitu luarbiasa di setiap inderaku memandangnya.
Aku tahu wajah itu tak akan lama. Tapi setidaknya, untuk waktu yang pernah dikaruniakan dalam setiap lembar senyum yang kau berikan, dirimu tak akan tergantikan.
Walaupun berjuta wajah mungkin dapat mengisi relung yang paling dalam.
When I See You at the moment when it begins, it always beginnning and never be end, in my mind.

Gue akan coba menulis sesuatu di thread ini dan semoga agan agan betah ya di mari
Spoiler for Rule:
1. Dilarang share identitas TS bagi yang udah tau
2. Dilarang rusuh di thread ane
3. Sisanya ngikut aturan di SFTH dah
2. Dilarang rusuh di thread ane
3. Sisanya ngikut aturan di SFTH dah
Spoiler for Tanya jawab:
"Gan pernah nulis disini gak sebelumnya ?"
Pernah tapi gak tamat tamat sampe lupa ID sama passwordnya cuma inget judul threadnya
"Judul thread lawasnya apa gan ?"
Udah lupain aja yang penting kan yang baru
"Gan tokoh didalemnya tau nggak tentang cerita ini ? "
Ada yang tau, ada yang belum, ada yang masih minta izin, tapi gue bodoamat haha
"Bang apakah rutin update ?"
Diusahakan ya gak bisa janji janji lagi hehe soalnya janji itu berat
Pernah tapi gak tamat tamat sampe lupa ID sama passwordnya cuma inget judul threadnya
"Judul thread lawasnya apa gan ?"
Udah lupain aja yang penting kan yang baru
"Gan tokoh didalemnya tau nggak tentang cerita ini ? "
Ada yang tau, ada yang belum, ada yang masih minta izin, tapi gue bodoamat haha
"Bang apakah rutin update ?"
Diusahakan ya gak bisa janji janji lagi hehe soalnya janji itu berat
Spoiler for Secret:
Disini sekaligus saya minta maaf apabila thread saya ini jelek dan berantakan happy reading ya, dan satu hal lagi saya pribadi meminta maaf gak bisa penuhin janji namatin di thread sebelumnya karena real life yang gak mengizinkan, jadi saya kembali dengan cerita yang baru, apakah sama dengan cerita yang lama ?
Just wait and see
Just wait and see
Gue awali semuanya dengan Basmalah, karena dari sinilah apa yang gue sebut masa lalu, adalah hal yang paling berarti untuk gue bagi
Kita merupakan bagian dari masa lalu. Suka atau tidak, semua hal yang terjadi hari ini berawal dari masa lalu. Terkadang sulit dikenang, terlalu buruk, atau bahkan tak dapat diungkap dengan suara. Semuanya akan menjadi sebuah cerita yang suatu hari nanti pasti meminta untuk dibuka.
When I See You
Kata itu mungkin terlalu mainstream untuk didengar, tapi percayalah hanya dengan melihatmu aroma pahitnya kehidupan seakan melayang bersama dengan datangnya wajahmu yang begitu luarbiasa di setiap inderaku memandangnya.
Aku tahu wajah itu tak akan lama. Tapi setidaknya, untuk waktu yang pernah dikaruniakan dalam setiap lembar senyum yang kau berikan, dirimu tak akan tergantikan.
Walaupun berjuta wajah mungkin dapat mengisi relung yang paling dalam.
When I See You at the moment when it begins, it always beginnning and never be end, in my mind.
Spoiler for Index:
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART 28
PART 29
PART 30
PART 31
PART 32
PART 33
PUTIH ABU ABU
PART 34 BARU !!!
PART 35 BARU !!!
PART 36 BARU !!!
PART 37 BARU !!!
PART 38 BARU !!!
PART 39 BARU !!!
PART 40 BARU !!!
PART 41BARU !!!
PART 42 BARU !!!
PART 43 BARU !!!
PART 44 BARU !!!
PART 45 BARU !!!
PART 46 BARU !!!
PART 47 BARU !!!
PART 48 BARU !!!
PART 49 BARU !!!
PART 50 BARU !!!
PART 51 BARU !!!
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART 28
PART 29
PART 30
PART 31
PART 32
PART 33
PUTIH ABU ABU
PART 34 BARU !!!
PART 35 BARU !!!
PART 36 BARU !!!
PART 37 BARU !!!
PART 38 BARU !!!
PART 39 BARU !!!
PART 40 BARU !!!
PART 41BARU !!!
PART 42 BARU !!!
PART 43 BARU !!!
PART 44 BARU !!!
PART 45 BARU !!!
PART 46 BARU !!!
PART 47 BARU !!!
PART 48 BARU !!!
PART 49 BARU !!!
PART 50 BARU !!!
PART 51 BARU !!!
Diubah oleh brotea 31-10-2019 23:06
someshitness dan 8 lainnya memberi reputasi
9
5.3K
Kutip
66
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
brotea
#11
PART
Besok paginya semua kelas udah ramai oleh siswa siswa yang nongkrong di depan kelasnya masing masing gara gara pengumuman kemarin, pagi gue dikelas ini masih sama dengan pemandangan gosip dari mulut ciwi ciwi yang hanya berpindah tempat gosip dari yang sebelumnya dikelas sekarang jadi di pelataran kelas. Gue baru saja duduk sekedar menungu jam masuk, sebelum akhirnya hamparan hangat mentari menyentuh wajah perempuan yang minggu kemarin membuat laguku begitu hidup didalam kepalaku.
Gue yang baru beberapa detik menikmati senyumnya dikejutkan dengan hadir wajahnya yang tiba tiba berpaling kearahku. Gue yang kaget, tengsin dan grogi setengah mati langsung mengalihkan pandangan kearah kerumunan temen temen gue yang asik dengan dunia mereka sendiri.
Nasib mereka masih sama...
DItelantarkan pengumuman kampret kemarin.
Gue juga gak tau kapan sebenarnya penilaian itu dilakukan, atau mungkin sebenarnya ini adalah trik setiap tahun yang dilakukan oleh para guru untuk mengerjai kami sekaligus membalaskan rasa dendam dan marahnya kepada para siswanya yang sudah membuat mereka darah tinggi, encok, kesemutan, nyeri otot, keseleo, sakit pinggang, dan susah buang ingus di kamar mandi
Krinnggg !!!!!
Bel tanda masuk akhirnya berbunyi, dan sesaat setelah bel itu berbunyi terdengar samar samar suara misterius
“Cek cek 1..2..3.. iya anak anak silahkan masuk kelas, terima kasih.. nggginnngggg”
Gue nggak tau apa faedahnya pengumuman itu, sebenarnya akan lebih berfaedah jika terdapat imbuhan di belakangnya, seperti
“iya anak anak, silahkan masuk kelas, dan 5 detik kemudian silahkan pulang !!”
Atau seperti ini
“iya anak anak, silahkan masuk kelas, dan hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah !!! besok kalian libur sampek UN”
Itu lebih informatif menurut gue dan terkesan waow bagi semua siswa.
Gue dan yang lain masuk ke kelas dengan perasaan hambar seperti hari hari sebelumnya, tiada nikmat yang terasa ketika pagi di sekolah seperti ini. Kecuali jika jam pulang sekolah tinggal 10 menit, hampir semua laki laki dikelas gue menghitung mundur bel pulang berbunyi. Kecuali Ipat yang udah stand by menghitung mundur jam pulang sekolah saat bel masuk sekolah baru berbunyi
Sebenarnya ada hal yang sedikit mengurasi rasa hambar gue di kala pagi semacam ini. Di awal awal gue pernah cerita bahwa SMP gue ini adalah SMP favorit. Dan entah kenapa disekolah sekolah favorit seperti ini cewek cewek cantik selalu berserakan, mirip pup kambing waktu hari penyembelihan tiba, selalu ada dimana dimana. Di kantin, di perpus, di toilet, di genteng kelas, sampai di pojokan sekolah juga ada. Yang terakhir biasanya muncul pas malem atau pas keadaan lagi sunyi. Kalian semua pasti bisa tau apa yang gue maksud barusan.
Bukan bu Siti.. bukan.. suudzon aja kalian ini.
Tak terkecuali di kelas gue ini, beberapa diantara mereka adalah cewek cantik yang terkenal di kalangan kaum adam disini, walaupun tidak seperti pup kambing, merekea ini adalah pup burung.
Maksud gue nggak sebanyak di kelas lain gitu.
Kelas gue yang dihuni oleh laki laki berpenampilan seperti abu gosok ini masih diselamatkan oleh kehadiran cewek cewek disini. Setidaknya penampilan mereka menyelamatkan martabat kelas gue, tapi tidak dengan kewarasan mereka yang hampir habis juga kayak laki laki di kelas gue.
Kebanyakan dari para cewek disini adalah penggila gosip. Setiap hari hal yang mereka lakukan di sela pelajaran, jam kosong, atau libur sekolah adalah ngerumpi satu dengan yang lain. Semuanya dibicarakan, mulai dari gosip artis kelas teri sampai kelas paus, ngomongin artis nasional, internasional, sampai artis luar angkasa. Ngomongin politik, sosial, ekonomi, budaya, flora fauna, kucing tetangga, mangga pak rt mateng sebelah, dandanan bu rt yang mirip patung mc donald. Semuanya abis dikulitin
Dan jangan coba coba untuk mengganggu mereka ketika sedang terjadi adu gosip diantara mulut mulut mereka. Raja hutan yang lapar aja lebih milih beli roti keju di indomaret dari pada gangguin cewek cewek dikelas gue yang lagi berfatwa tentang gosip gosip di tanah air.
Belum lagi ketika mereka tertawa ditengah ngegosip, suara mereka ini bersifat ultrasonik. Bahkan lebih dari itu, ketika tawa mereka digabungkan, bisa menyebabkan impotensi, serangan jantung, gangguan kehamilan, dan janin. Lebih cempreng dari pada lonceng kampret di sebelah majalah dinding sekolah gue.
Tapi walaupun kekurangan mereka terlalu banyak, tetap saja penampilan mereka di setiap pagi, membuat mood gue naik 1 % ketika gue melihat wajah ngantuk ngantuk ngefly mereka. Seenggaknya wajah itu bisa gue nikmati sebelum berubah saat jam istirahat berlangsung. Karena pada saat itu, wajah mereka udah kayak orang minta di ruqyah, serem banget serius.
Bosen dengan para ciwi ciwi dikelas, gue memutuskan untuk beralih mata pencaharian. Gue mulai berkonsentrasi dan memusatkan energi gue untuk memulai pekerjaan baru gue, yaitu tidur pagi dikelas. Masih anget doa sebelum tidur gue baca, aktivitas gue digagalkan dengan masuknya bintang tamu special yang membuat kelas ini segera menjadi objek wisata taman safari. Pak Gatot wali kelas gue, datang ke kelas dengan gaya mirip pembawa acara di kuis famili 100. Wajahnya ceria sekali, mirip seperti anak tarzan yang pulang ke hutan setelah lama kerja di kantoran ibu kota.
Begitu hadiah itu keluar di atas meja, kami semua teriak teriak, jingkrak jingkrak, ada yang pura pura pingsan, pura pura gila, sampai ada yang gila beneran
Kami berharap hadiah dari lomba itu adalah voucher menginap di bali selama sebulan full akomodasi. Walaupun itu akan membuat kepala sekolah gue harus melelang SMP gue. Kami bodoamat, kami hanya butuh liburan.
Setelah kotak box itu diberikan kepada Ahmad ketua kelas kami, Pak Gatot menghilang secara misterius. Bukan hilang sih, tapi karena kami lebih peduli dengan hadiahnya dan tak menghirauan Pak Gatot yang jalan moonwalk keluar kelas.
Gak lama, kami langsung mengerumuni Ahmad dengan ganas. Setelahnya, dengan harap harap cemas kami semua memejamkan mata dan membaca doa sebelum membuka hadiah ini. Berharap apa yang kami idam idamkan, liburan di bali selama satu bulan menjadi kenyataan. Akhirnya setelah 2 detik keheningan, Ahmad langsung buka bungkusan besar itu dengan brutal.
Doa apaan 2 detik ? dasar ketua laknat
Box besar terbuka dan kami menganga seakan tak percaya apa yang kami lihat
Kami tak percaya dengan box besar didepan kami yang nyatanya berisi potongan kertas koran yang ditumpuk tebal
Dan naasnya setelah kami buang semua potongan itu, box ini hanya berisi snack coklat sebanyak siswa dikelas gue.
Pupuslah harapan gue ketemu bule di bali. Padahal gue udah rencana mau ngata ngatain bule pakai bahasa hewan.
Ada yang juga yang udah berencana mau jualan gorengan di bali
Yang paling mainstream si Ipat, dia udah berencana mau berjemur sampai kulitnya mirip artis artis. Gue gak tau cocoklogi macam apa yang dia pakai
Setelahnya, kami semua kembali ke bangku masing masing dengan wajah lesu dan rasa kecewa. Sementara gue ditugaskan oleh Ahmad untuk membantu dia bagiin snack kampret itu ke setiap penghuni kelas. Gue ke blok barat dan Ahmad ke blok timur.
Dari pada gu di cium Ahmad mending gue bantuin aja dia
Ahmad kalo cium biasanya pakai sepatu, males gue jadinya kalo nolak perintah dia
Akhirnya dengan kekuatan bulan yang gue miliki, gue membagikan snack itu dengan kecepatan 90 km/jam. Udah males gue ngeliatin hadiahnya, mending gue bagiin cepet cepet biar gue bisa balik ke bangku dan melanjutkan harapan gue yang ke 102.
Harapan gue masih sama, jadi ganteng.
Gak tak terasa, gue berada di deretan bangku terakhir. Gue hampir saja menyodorkan snack kampret itu sampai akhirnya apa yang gue dapati adalah hal yang menghindahkan pagi gue dikala itu.
Perasaan yang sama ketika gue melihat dia saat konser live gue minggu lalu bersama drum band gue. Reff lagu stinky – mungkinkah tiba tiba terngiang di kepala gue melihat cewek berjilbab disebelah Nisa ini. Gadis berjilbab yang mirip Laudya cyntia belaa KW yang gue kagumi. Gadis berjilbab yang mirip artis favorit ponakan gue. Gadis berjilbab yang langsung mengembalikan mood gue 100 % full, saat dimana yang lain hanya dapat mengisi 1 % nya saja.
Gadis itu kini tepat didepan mata gue
Melihatnya tersenyum setelah mengambil snack itu dari tangan gue, seolah melepaskan semua ke galauan gue akibat box yang berisi kertas koran tadi pagi. Senyumnya membuat gue lupa akan jadwal tidur dan harapan ke 102 gue.
Senyumnya adalah pembuka dari cerita yang gue tulis ini
Kini, senyum dan wajahnya yang tersentuh hangatnya mentari, membuat pagiku sedikit berbeda dari biasanya
Spoiler for PART 9:
Besok paginya semua kelas udah ramai oleh siswa siswa yang nongkrong di depan kelasnya masing masing gara gara pengumuman kemarin, pagi gue dikelas ini masih sama dengan pemandangan gosip dari mulut ciwi ciwi yang hanya berpindah tempat gosip dari yang sebelumnya dikelas sekarang jadi di pelataran kelas. Gue baru saja duduk sekedar menungu jam masuk, sebelum akhirnya hamparan hangat mentari menyentuh wajah perempuan yang minggu kemarin membuat laguku begitu hidup didalam kepalaku.
Gue yang baru beberapa detik menikmati senyumnya dikejutkan dengan hadir wajahnya yang tiba tiba berpaling kearahku. Gue yang kaget, tengsin dan grogi setengah mati langsung mengalihkan pandangan kearah kerumunan temen temen gue yang asik dengan dunia mereka sendiri.
Nasib mereka masih sama...
DItelantarkan pengumuman kampret kemarin.
Gue juga gak tau kapan sebenarnya penilaian itu dilakukan, atau mungkin sebenarnya ini adalah trik setiap tahun yang dilakukan oleh para guru untuk mengerjai kami sekaligus membalaskan rasa dendam dan marahnya kepada para siswanya yang sudah membuat mereka darah tinggi, encok, kesemutan, nyeri otot, keseleo, sakit pinggang, dan susah buang ingus di kamar mandi
Krinnggg !!!!!
Bel tanda masuk akhirnya berbunyi, dan sesaat setelah bel itu berbunyi terdengar samar samar suara misterius
“Cek cek 1..2..3.. iya anak anak silahkan masuk kelas, terima kasih.. nggginnngggg”
Gue nggak tau apa faedahnya pengumuman itu, sebenarnya akan lebih berfaedah jika terdapat imbuhan di belakangnya, seperti
“iya anak anak, silahkan masuk kelas, dan 5 detik kemudian silahkan pulang !!”
Atau seperti ini
“iya anak anak, silahkan masuk kelas, dan hari ini adalah hari terakhir kalian sekolah !!! besok kalian libur sampek UN”
Itu lebih informatif menurut gue dan terkesan waow bagi semua siswa.
Gue dan yang lain masuk ke kelas dengan perasaan hambar seperti hari hari sebelumnya, tiada nikmat yang terasa ketika pagi di sekolah seperti ini. Kecuali jika jam pulang sekolah tinggal 10 menit, hampir semua laki laki dikelas gue menghitung mundur bel pulang berbunyi. Kecuali Ipat yang udah stand by menghitung mundur jam pulang sekolah saat bel masuk sekolah baru berbunyi
Sebenarnya ada hal yang sedikit mengurasi rasa hambar gue di kala pagi semacam ini. Di awal awal gue pernah cerita bahwa SMP gue ini adalah SMP favorit. Dan entah kenapa disekolah sekolah favorit seperti ini cewek cewek cantik selalu berserakan, mirip pup kambing waktu hari penyembelihan tiba, selalu ada dimana dimana. Di kantin, di perpus, di toilet, di genteng kelas, sampai di pojokan sekolah juga ada. Yang terakhir biasanya muncul pas malem atau pas keadaan lagi sunyi. Kalian semua pasti bisa tau apa yang gue maksud barusan.
Bukan bu Siti.. bukan.. suudzon aja kalian ini.
Tak terkecuali di kelas gue ini, beberapa diantara mereka adalah cewek cantik yang terkenal di kalangan kaum adam disini, walaupun tidak seperti pup kambing, merekea ini adalah pup burung.
Maksud gue nggak sebanyak di kelas lain gitu.
Kelas gue yang dihuni oleh laki laki berpenampilan seperti abu gosok ini masih diselamatkan oleh kehadiran cewek cewek disini. Setidaknya penampilan mereka menyelamatkan martabat kelas gue, tapi tidak dengan kewarasan mereka yang hampir habis juga kayak laki laki di kelas gue.
Kebanyakan dari para cewek disini adalah penggila gosip. Setiap hari hal yang mereka lakukan di sela pelajaran, jam kosong, atau libur sekolah adalah ngerumpi satu dengan yang lain. Semuanya dibicarakan, mulai dari gosip artis kelas teri sampai kelas paus, ngomongin artis nasional, internasional, sampai artis luar angkasa. Ngomongin politik, sosial, ekonomi, budaya, flora fauna, kucing tetangga, mangga pak rt mateng sebelah, dandanan bu rt yang mirip patung mc donald. Semuanya abis dikulitin
Dan jangan coba coba untuk mengganggu mereka ketika sedang terjadi adu gosip diantara mulut mulut mereka. Raja hutan yang lapar aja lebih milih beli roti keju di indomaret dari pada gangguin cewek cewek dikelas gue yang lagi berfatwa tentang gosip gosip di tanah air.
Belum lagi ketika mereka tertawa ditengah ngegosip, suara mereka ini bersifat ultrasonik. Bahkan lebih dari itu, ketika tawa mereka digabungkan, bisa menyebabkan impotensi, serangan jantung, gangguan kehamilan, dan janin. Lebih cempreng dari pada lonceng kampret di sebelah majalah dinding sekolah gue.
Tapi walaupun kekurangan mereka terlalu banyak, tetap saja penampilan mereka di setiap pagi, membuat mood gue naik 1 % ketika gue melihat wajah ngantuk ngantuk ngefly mereka. Seenggaknya wajah itu bisa gue nikmati sebelum berubah saat jam istirahat berlangsung. Karena pada saat itu, wajah mereka udah kayak orang minta di ruqyah, serem banget serius.
Bosen dengan para ciwi ciwi dikelas, gue memutuskan untuk beralih mata pencaharian. Gue mulai berkonsentrasi dan memusatkan energi gue untuk memulai pekerjaan baru gue, yaitu tidur pagi dikelas. Masih anget doa sebelum tidur gue baca, aktivitas gue digagalkan dengan masuknya bintang tamu special yang membuat kelas ini segera menjadi objek wisata taman safari. Pak Gatot wali kelas gue, datang ke kelas dengan gaya mirip pembawa acara di kuis famili 100. Wajahnya ceria sekali, mirip seperti anak tarzan yang pulang ke hutan setelah lama kerja di kantoran ibu kota.
Quote:
“Selamat pagi anak anak”
“Iya pak Selamat pagi”
“Hari ini bapak punya kabar gembira, kulit martis kini ada ekstraknya”
Sory nggak lucu pak....
Tapi kejadiannya emang gak gitu, ini yang asli.
“Hari ini bapak punya kabar gembira buat kalian... Selamat !!! kelas kalian menjadi juara 2 lomba kebersihan kelas, selamat !!!”
Hening....
Entah ini efek masih pagi jadi otak kami masih sinkron, atau emang wali kelas gue yang garing banget
“Daaannn.... ini hadiah kalian !!! jeng jeng..”
“Iya pak Selamat pagi”
“Hari ini bapak punya kabar gembira, kulit martis kini ada ekstraknya”
Sory nggak lucu pak....
Tapi kejadiannya emang gak gitu, ini yang asli.
“Hari ini bapak punya kabar gembira buat kalian... Selamat !!! kelas kalian menjadi juara 2 lomba kebersihan kelas, selamat !!!”
Hening....
Entah ini efek masih pagi jadi otak kami masih sinkron, atau emang wali kelas gue yang garing banget
“Daaannn.... ini hadiah kalian !!! jeng jeng..”
Begitu hadiah itu keluar di atas meja, kami semua teriak teriak, jingkrak jingkrak, ada yang pura pura pingsan, pura pura gila, sampai ada yang gila beneran
Kami berharap hadiah dari lomba itu adalah voucher menginap di bali selama sebulan full akomodasi. Walaupun itu akan membuat kepala sekolah gue harus melelang SMP gue. Kami bodoamat, kami hanya butuh liburan.
Setelah kotak box itu diberikan kepada Ahmad ketua kelas kami, Pak Gatot menghilang secara misterius. Bukan hilang sih, tapi karena kami lebih peduli dengan hadiahnya dan tak menghirauan Pak Gatot yang jalan moonwalk keluar kelas.
Gak lama, kami langsung mengerumuni Ahmad dengan ganas. Setelahnya, dengan harap harap cemas kami semua memejamkan mata dan membaca doa sebelum membuka hadiah ini. Berharap apa yang kami idam idamkan, liburan di bali selama satu bulan menjadi kenyataan. Akhirnya setelah 2 detik keheningan, Ahmad langsung buka bungkusan besar itu dengan brutal.
Doa apaan 2 detik ? dasar ketua laknat
Box besar terbuka dan kami menganga seakan tak percaya apa yang kami lihat
Kami tak percaya dengan box besar didepan kami yang nyatanya berisi potongan kertas koran yang ditumpuk tebal
Dan naasnya setelah kami buang semua potongan itu, box ini hanya berisi snack coklat sebanyak siswa dikelas gue.
Pupuslah harapan gue ketemu bule di bali. Padahal gue udah rencana mau ngata ngatain bule pakai bahasa hewan.
Ada yang juga yang udah berencana mau jualan gorengan di bali
Yang paling mainstream si Ipat, dia udah berencana mau berjemur sampai kulitnya mirip artis artis. Gue gak tau cocoklogi macam apa yang dia pakai
Setelahnya, kami semua kembali ke bangku masing masing dengan wajah lesu dan rasa kecewa. Sementara gue ditugaskan oleh Ahmad untuk membantu dia bagiin snack kampret itu ke setiap penghuni kelas. Gue ke blok barat dan Ahmad ke blok timur.
Dari pada gu di cium Ahmad mending gue bantuin aja dia
Ahmad kalo cium biasanya pakai sepatu, males gue jadinya kalo nolak perintah dia
Akhirnya dengan kekuatan bulan yang gue miliki, gue membagikan snack itu dengan kecepatan 90 km/jam. Udah males gue ngeliatin hadiahnya, mending gue bagiin cepet cepet biar gue bisa balik ke bangku dan melanjutkan harapan gue yang ke 102.
Harapan gue masih sama, jadi ganteng.
Gak tak terasa, gue berada di deretan bangku terakhir. Gue hampir saja menyodorkan snack kampret itu sampai akhirnya apa yang gue dapati adalah hal yang menghindahkan pagi gue dikala itu.
Perasaan yang sama ketika gue melihat dia saat konser live gue minggu lalu bersama drum band gue. Reff lagu stinky – mungkinkah tiba tiba terngiang di kepala gue melihat cewek berjilbab disebelah Nisa ini. Gadis berjilbab yang mirip Laudya cyntia belaa KW yang gue kagumi. Gadis berjilbab yang mirip artis favorit ponakan gue. Gadis berjilbab yang langsung mengembalikan mood gue 100 % full, saat dimana yang lain hanya dapat mengisi 1 % nya saja.
Gadis itu kini tepat didepan mata gue
Melihatnya tersenyum setelah mengambil snack itu dari tangan gue, seolah melepaskan semua ke galauan gue akibat box yang berisi kertas koran tadi pagi. Senyumnya membuat gue lupa akan jadwal tidur dan harapan ke 102 gue.
Senyumnya adalah pembuka dari cerita yang gue tulis ini
Kini, senyum dan wajahnya yang tersentuh hangatnya mentari, membuat pagiku sedikit berbeda dari biasanya
0
Kutip
Balas