Kaskus

Story

vallerydcAvatar border
TS
vallerydc
Ketika Matahari Bertemu Bulan
        Hallo agan-sista sekalian. Ini adalah thread pertama gw. Disini gw hanya ingin ngeshare sedikit rangkaian kata bisa berupa opini atau ide yang tiba-tiba keluar JRengg terlintas dikepala gw. Awalnya ini hanya sebatas cerita pribadi gw sendiri, yang gw bikin dari hari kehari di buku harian untuk mengisi waktu luang. Yang akhir nya gw ngerasa tertantang untuk membuat suatu thread juga. Kalau orang bisa kenapa gw ngga.
Gw masih newbie disini jadi harap-harap maklum kalau tulisan gw masih sedikit alay, garing atau absurd. Kalian juga bisa nampolin kritik dan saran yang membangun.


Ketika Matahari Bertemu Bulan

Part 1
1. Opening

        Aku mematikan musik yang sedari tadi aku hidupkan. Dengan setengah berlari ku turuni tangga sembari melihat jam di dinding. Pukul 06:15 ku hampiri bunda di dapur. Segelas air putih dan sesendok nasi goreng yang sekarang sudah masuk kedalam perutku. Memberi kecupan kecil sambil memeluk nya adalah rutinitasku sebelum pergi sekolah. Kulambaikan tangan pada bunda yang sedang berdiri di samping mobil dan pergi sekolah.

--oOo--

Aku..

Apa kamu tau namaku ? jika tidak

Akan ku beri tau, aku wilona...

Wilona sang artis itu ?

Tentu saja bukan.

        Aku tidak seterkenal itu, aku hanya wanita biasa. Wanita biasa juga sederhana yang memiliki segala yang aku mau. Yang memiliki kehidupan sederhana namun bahagia. Tak peduli walau seberapa banyak orang membenciku, ini hidupku bukan hidup mereka. Karena nilailah aku, dan bencilah aku, tapi mereka belum tentu lebih baik dari semua keburukan yang aku miliki. Mungkin bahkan terlihat lebih rendah dari itu. Aku Stevia Wilona atau biasa di panggil via atau ana. Ana adalah nama kesayangan yang diberikan kedua pahlawanku lebih tepat nya.

Aku baru selesai makan.

        Bukan nya aku sombong, aku memiliki keluarga yang sempurna. Aku memiliki dua pahlawan yang selalu bersedia membantu dimanapun aku berada. pahlawan yang tak pernah mengeluh untuk menasehati dan memarahiku (Tapi terkadang aku sendiri yang mengeluh karena dimarahi oleh nya). Kamu tau siapa pahlawan aku itu? spiderman, batman, ironman, atau hulk ? No! ngga sehebat itu.

Mereka hanya pahlawan yang selalu ada untukku saja bukan untuk mu, sorry. Kedua pahlawan itu aku panggil ayah dan bunda.

--oOo--

        Selain mempunyai pahlawan aku juga mempunyai 2 rival. Hidupku kacau ya? keep calm. 2 rival itu siapa lagi kalau bukan kedua adik perempuanku. Dirumah selain ada ayah dan bunda aku juga memiliki dua adik perempuan yang sama nakal dan cerewet nya. Setiap hari ada saja tingkah nya yang minta dibelikan boneka, makanan, coklat, permen, jus, mie, sashimi, bakwan, tahu, tempe, siomay, batagor, gado-gado, mari-mari... semua komplit disini... Jadi mamang goreng cerita nya.

        Sekilas info tentang adikku Ledina Fifa yang sekarang masih kelas 4 sd dan Karina Citra yang lebih muda beberapa tahun dari adikku Fifa. Sekarang citra masih duduk ditaman kanak-kanak (TK). Setiap hari ada saja masalah yang di perdebatkan. Tapi Citra tidak terlalu cerewet dibandingkan Fifa, dia lebih pendiam dan santai.
--oOo--

        Sejak kecil aku tinggal di Taluk, negara nya INDONESIA provinsi nya RIAU. Sekarang aku bersekolah di SMK NEGERI 2 Taluk, dan aku duduk di kelas 3 SMK pada masa itu. Aku adalah anak yang baik juga pintar, memiliki banyak penggemar. Aku sudah tamat SD, SMP dan yang paling utama juga yang paling aku banggakan, aku sudah tamat TK.

        Selain pintar aku juga termasuk anak yang rajin, setiap hari selalu belajar. kamu tau kenapa ? Karena aku luar biasa. Sekolah tujuh hari dalam seminggu, kecuali minggu, dan sekolah dua belas bulan dalam setahun. Dirumah aku tinggal bersama ayah, bunda, fifa, citra, dan satu asisten rumah tangga yang sekarang lagi nyapu. Rumahku tidak terlalu besar, hanya ada kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Persis seperti rumah orang normal lain nya.
--oOo--

        Sekarang aku sedang duduk di depan laptop kesayangan dengan segudang ide dan cerita yang sudah tersusun rapi tiap kata. Ku Seruput secangkir teh hangat dan buah-buahan yang tadi di ambilkan oleh Abigel.

Tunggu. Abigel ini siapa? She Anonymous.
next..
Aku juga udah sholat maghrib.

        Tadi siang aku pergi ke sekolah untuk mengantarkan abigel. Ini adalah hari pertama nya di sekolah. Lupakan cerita tentang kehidupanku sekarang, kembali ke "LAPTOP".

Semua orang pasti memiliki cerita dan kehidupan masing-masing. Tidak ada seorangpun yang menginginkan terlahir dengan kesedihan.  Bahagia? Tentu saja.
Jika bisa memilih, semua orang akan memilih yang terbaik. Yang terbaik dari semua yang terbaik. Hanya sedikit dari jutaan orang yang akan mengalami hal yang indah, seperti yang dulu aku rasakan.

       Cerita cinta. Kisah sedih bahagia marah romantis semua menjadi satu. Semua tentu tidaklah bisa aku jelaskan secara rinci, hanya beberapa saja yang bisa aku jelaskan. Pertama-tama tidak ada yang terlalu spesial di dalam hidupku. Hidup normal layak nya seorang wanita pada umum nya. Namun kenormalan itu berubah ketika sesosok makhluk ciptaan tuhan mulai di pertemukan.

       Cerita itu bermula ketika mulai mengukir mimpi, mimpi indah yang selalu menjadi impian, bahkan mungkin mimpi jutaan orang diluar sana. Tapi bagaimana jika terlahir berbeda dengan kemampuan spesial, yang bahkan masih tidak jelas itu apa. Bingung ? Pasti.
ready...
Dan sebelum masuk ke sekolah, aku sempat mengatakan pada mamang untuk nanti menjemputku di warung depan sekolah. Kasihan bukan kalau mamang harus menunggu aku yang ngga jelas ini. Mamang adalah orang yang mengantar jemputku kesekolah.
--oOo--

2. Siapa ?

      
Aku berjalan masuk.
Sambil menyelusuri jalanan yang masih basah karena guyuran hujan tadi malam. Tidak seperti biasa nya, hari ini keadaan terlihat berbeda. Di dalam sekolah aku lihat begitu banyak orang sedang berkumpul seperti sedang mengelilingi sesuatu. Orang-orang itu adalah orang yang aku kenal, dengan menggunakan seragam sekolah dengan lambang yang sama dengan lambang bajuku. Tentu mereka adalah siswa yang juga satu sekolah denganku.
" Loh kenapa pada ngumpul, ada apa. Tawuran? "
Tanyaku pada seorang laki-laki yang sedang berada di kerumunan itu. Entah siapa nama nya aku juga ngga tau, ngga sempat kenalan.
" Ada yang lagi kelahi disana " Jawab nya
" Siapa? "
Laki-laki itu diam. Dia tidak menjawab pertanyaanku. Karena tidak dengar atau karena saking serius nya dia memperhatikan.

       Keadaan terlihat sangat kacau, riuh bahkan seperti sedang melakukan tontonan masal. Terlihat ada dua orang yang sedang saling pukul yang berada cukup jauh dari tempat aku berdiri. Walaupun bisa melihat, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah nya.

      Aku mengenali wajah seseorang yang sedang berkelahi itu, dia adalah farhan. Dia memang terkenal sebagai anak berandalan yang selalu merasa sok jagoan, sok hebat, dan suka cari masalah. Yang padahal masalah aja ngga mau cari dia. Suara riuh terdengar, begitu banyak orang yang menyaksikan. Seperti nya satu sekolah menyaksikan tontonan gratis pagi itu. Dari semua kerumunan, aneh nya satu orang gurupun tidak ada yang terlihat, mungkin karena masih pagi sebagai alasan.

       Tidak cukup jelas, aku melihat salah seorang yang sedang berkelahi itu terluka. Darah keluar dari sudut bibir nya, perkelahian yang sangat sengit. Kedua laki-laki itu seperti tidak mau mengalah, saling pukul tak terelakkan. Melihat laki-laki itu terluka spontan suara kebenaranku mulai bergejolak emoticon-Cool, aku berteriak.
" Eh kalian ayo bantuin "
Tapi tidak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan ku. Mereka tetap serius menyaksikan perkelahian itu.
" Kok pada diam aja sih "

        Aku paling tidak suka melihat tontonan seperti ini. Selain takut juga karena kasihan jika ada yang terluka, apa lagi kalau sampai mengeluarkan darah. Rasa nya berlebihan ngga sih mempermasalahkan sesuatu sampai babakbelur seperti itu. Jika memang ada masalah setidak nya bicarakan secara baik, bukan dengan adu kekuatan yang ngga jelas seperti ini. Emang ngga sayang tuh sama badan.
" Eh kamu ayo bantuin " pintaku
" Buat apa? "
" Bua wawancara, make nanya. Kamu ngga liat itu udah berlebihan "
Karena ada seorang laki-laki didekat ku, aku pikir bisa meminta bantuan pada nya.
" Udah biarin aja, lagi seru gini "
" Apa? " Sedikit tidak percaya mendengar perkataan nya
" Udah santai-santai "
Aku diam...
" Biar mampus itu orang "
Mendengar perkataan nya membuatku semakin kesal
" Bocah! "

        Dengan cepat aku langsung berlari kearah dua laki-laki yang sedang berkelahi, entah apa yang mendorongku untuk melakukan tindakan senekat ini. Rasa takut seakan menghilang dengan sendiri nya. Bagaimana cara menghentikan mereka satu-satu nya pertanyaan yang sekarang aku pikirkan. Aku terus berlari menghampiri mereka, dan sekarang hanya tinggal beberapa meter saja dariku. Saling pukul tak terelakkan, farhan mendaratkan pukulan nya tepat di kepala laki-laki yang kulihat berdarah tadi. Sekarang darah keluar dari pelipis mata nya.
" Udah sih pada ngapain coba, jangan bikin masalah disini "

       Aku dekati kedua laki-laki itu untuk melerai mereka. Tapi seperti nya mereka tidak peduli dengan apa yang aku katakan. Laki-laki yang bernama farhan itu seolah semakin bersemangat untuk memukuli lawan nya. Kembali dia berikan beberapa pukulan pada laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Sekarang pukulan farhan mendarat tepat di perut nya. Perkelahian terus berlanjut, bahkan susah sekali  untuk melerai mereka. Darah mengalir membasahi sebahagian wajah laki-laki yang kulihat tadi.

       Tapi ada satu hal aneh disini, dengan wajah yang sudah babakbelur dia terlihat biasa saja, melawanpun tidak. Seolah menikmati rasa sakit yang farhan berikan. Ini orang punya rasa sakit ngga sih?. Bahkan masih sempat nya dia tersenyum santai. Gejolak amarah farhan tidak bisa dibendung, reaksi laki-laki itu membuat farhan semakin ingin untuk terus menghajar nya. Tapi aku tidak sanggup melihat ini terus berlanjut. Masih saja farhan memukuli laki-laki yang sudah babakbelur. Aku benar-benar marah, yang aku sendiri tidak tau kenapa seperti itu. Aku yang peduli , aku yang perhatian, atau aku yang luar biasa? terlalu berlebihan. Aku yang gegabah dan aku yang ceroboh itu lebih tepat.

      Susah ya cerita kalau masih ngga tau nama nya, dari tadi selalu bilang laki-laki itu, laki-laki itu, udah kita kasih aja dia nama nya Boy! Biar keren. Keren kan ? " ...... "  krik krik..
Seperti nya boy tidak mau tinggal diam, dia juga membalas pukulan farhan. Hanya dengan beberapa pukulan sudah ampuh membuat farhan kewalahan, bahkan farhan terlihat sempoyongan. Padahal hanya karena sedikit pukulan dari boy. Sedikit tendangan diperut, sedikit tendangan dikaki, sedikit tonjokan ditubuh, sedikit tonjokan dikepala, sedikit tonjokan di hidung dan sediki-sedikit lain nya.

Tentu farhan juga ngga tinggal diam, kembali dia membalas pukulan boy. Sekarang gilirang boy yang kewalahan. Dengan cepat farhan mendaratkan pukulan nya tepat di wajah boy, yang membuat boy terjatuh. Seperti nya farhan sedikit kelelahan, darah juga keluar dari sudut kelopak matanya. Sekarang kulihat farhan sudah sedikit menjauh, tidak aku sia-siakan kesempatan bagus ini. Melihat farhan mulai menghindar, tiba-tiba ada cahaya lampu keluar dari atas kepalaku. Wah ada momen bagus, aku harus berbuat apa, mau gimana ya? aku bingung. Ayo tanyakakan pada peta, dimana dora. Lah malah ngelantur. Tanpa pikir panjang langsung aku hampiri farhan.

" Udah cukup, kamu mau bunuh dia ? " Teriak ku.

" Jangan ikut campur kamu! " Jawab farhan sengit.

" Masalah?! "

" Masalah lah, kenapa. Mau ngelindungin? "
Dengan mata melotot farhan menunjuk wajahku.

" Ya, ya.. ngga gitu juga " huhuhuu serem banget sumpah mana berani aku ngelawan diaemoticon-Frown.

" Maka nya sana! "

" Tapi kamu ngga liat dia udah kaya gitu "

" Trus kamu mau apa, berani sama aku!"

" Ya, ya maksud aku.. " melihat dia marah dan ngebentak bikin nyaliku ciut, duh gini banget ya.

" Ngomong yang jelas, berani?! "

" Ya ngga beranilah, mana mungkin berani " Jawabku ngga kalah sengit.
Farhan tersenyum sinis melihatku.

" Sana jauh "

" Meskipun ngga berani, bukan berarti kamu boleh seenak nya "

" Hahaa, pahlawan dari mana ini " Jawab farhan meledek.

" Kenapa?, sebenar nya dari awal aku tau kamu juga ngga bakal sanggup sama dia ! "

Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku katakan. Aku tidak peduli apapun nanti yang akan dia lakukan,akan aku terima itu. Dan satu lagi! huhuhuu lindungi aku tuhan.

Next..
--oOo--

All Part KMBB Series👇Cek emoticon-Betty
- KMBB. Part 2
- KMBB. Part 3
- KMBB. Part 4
- KMBB. Part 5
- KMBB. Part 6
- KMBB. Part 7
Next Part.. Process.






Diubah oleh vallerydc 08-12-2020 11:08
anasabilaAvatar border
someshitnessAvatar border
nona212Avatar border
nona212 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
2.9K
18
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
vallerydcAvatar border
TS
vallerydc
#1
Ketika Matahari Bertemu Bulan
Part 2.

Mendengar apa yang aku katakan farhan terdiam, mata nya menatap tajam kearahku. Dia pasti marah mendengar apa yang aku ucapakan. Apapun nanti yang akan dia lakukan, akan aku terima  itu. Dan satu lagi! Huhuhuu lindungi aku tuhan.

" Ayo buktiin, ngapapain kamu diam. Kamu ngerasa paling jagoankan disini ! "

       Farhan tetap menatapku. Aku tau dia pasti tidak suka mendengar aku berkata seperti itu. Suara yang tadi nya riuh sekarang tak satupun terdengar. Aku tidak peduli apa yang akan mereka katakan, inilah pilihan yang aku ambil. Aku sok jagoan atau aku yang sok jadi pahlawan?, silahkan. Jika mereka berkata seperti itu, hanya ada satu yang ingin aku bilang "Sampah". Membiarkan orang lain terluka, sedangkan kita hanya menyaksikan tanpa ada rasa kemanusiaan.
--oOo--

        Aku lihat farhan sudah mulai tenang dan tidak ingin melanjutkan perkelahian. Aku alihkan perhatian pada laki-laki yang berada di belakangku. Wajah nya sudah penuh dengan luka dan darah, aku tinggalkan farhan dan pergi menghampiri nya. Aku tidak tau harus berkata apa.

Di cerita ini nama Boy kita hilangkan, biar ngga ngelantur.

" Ayo pergi " Kataku membuka bicara, hanya kata itu yang bisa aku ucapkan.

        Dia hanya diam seolah-olah bingung dengan apa yang aku lakukan. Tanpa fikir panjang aku tarik tangan nya untuk menjauh dan berjalan meninggalkan kerumunan itu.Aku lihat orang-orang yang menyaksikan sedang menatap tajam kearahku, menatap dengan beragam ekspresi. Suka, tidak suka, benci dan masih banyak lagi. Terlalu naif!. Persetan dengan mereka, toh ini pilihanku, pilihan yang benar dan aku tidak akan menyesal oleh nya. Bahkan melihat mereka diam seperti itu, ingin rasa nya aku teriak di depan wajah nya.

" Hey kalian, sini maki aku dong! "

--oOo--

       Sudah cukup jauh aku dan dia berjalan menjauh dari kerumunan, tapi aku masih menarik tangan nya. Dia hanya diam tanpa berkata sepatah katapun, tak heran jika dia bingung dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku mengerti dengan apa yang dia rasakan. Jangankan dia aku sendiri juga bingung.

       Sudah cukup aman kemudian aku berhenti di sebuah tempat duduk, itu adalah tempat duduk yang berada dekat dengan kelasku. Aku sengaja membawa dia kesana, karena kelasku berada paling ujung dan berada jauh dari ruang guru. Agar tidak memperbesar masalah pikirku saat itu. Dia menatapku, ku balas juga tatapan nya. Aku ambil tisu yang ada di dalam saku baju. Aku memang selalu membawa tisu kemanapun aku pergi, ngga tau kenapa tapi memang seperti itu.

Aku dekati wajah nya. Asli luka parah, hampir susah bedain mana mata mana pipi bengkak semua.

" Nih " Aku berikan tisu agar dia bisa membersihkan luka nya sendiri.

" ...... " Sedikit meringis karena sakit. Tentu saja sakit, wajah nya memar dan banyak sekali darah yang keluar. Kasihan sih melihat nya.

" Sakit dikit kok tahan aja "

Dia tetap diam, yang membuatku jadi sedikit tidak nyaman.

" Kenapa? " Tanyaku

      Dia hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak apa-apa.

" Kalau kamu peduli obatin tuh luka " Kataku mencoba mengajak nya bicara.

" Iya "

" Kejadian tadi membuat kamu senang? "

" Ada alasan kenapa aku seperti itu "

" Alasan sudah pasti ada, tapi apa tidak bisa alasan itu dilupakan dan memikirkan apa dampak nya "

" Wanita tidak akan mengerti "

" Kalau begitu hanya laki-laki yang bisa mengerti "

     Setelah dia selesai membersihkan bekas darah yang ada di wajah nya, ku ambil plaster yang biasa aku bawa buat jaga-jaga kalau aku terluka.

" ...... "

Krik.. Krik..

Kubuka plaster untuk diberikan pada nya. Baru saja aku mau membuka plaster tiba-tiba dia bicara.

" Maksud kamu sok hebat gini apa?! "

Kata-kata yang sangat singkat, tapi mampu membuat aku seperti tersengat listrik dengan tegangan tinggi.

" Apa? "  Kataku tidak percaya. Aku sengaja bertanya barangkali tadi aku salah dengar.

" Sok hebat, sok jagoan kamu " Kata nya lagi.

" Ha? aku ngga salah dengar? "

" Ngga usah sok hebat, sok jagoan jadi cewe, apa untung nya buat kamu! " Dia mengulangi untuk yang ketiga kali nya.

      Ingin rasa nya ku pukul wajah nya itu. Ngga ada rasa terimakasih banget. Udah bagus di bantuin malah ngga terima. Cowo apa sih dia?. Yang tadi nya mau buka plaster malah ngga jadi. Aku hanya diam melihat nya. Ada rasa tidak percaya juga kesal mendengar dia bicara seperti itu.

" Ngga ada rasa terimakasih banget ya kamu "

" Oh harus?, makasih " Seenak jidat nya.

" Ya tuhan. Eh emang kamu mau dipukulin gitu "

" Aku berantem secara terhormat, emang kamu tau kenapa aku diam dan ngga mau ngelawan serius? nggakan. Dan gara-gara kamu semua nya berantakan! " Jawab nya.

" Eh sejak kapan berantem terhomat, udah gila kamu?. Di bantuin malah nyolot! "

" Aku ngga butuh bantuan siapapun, termasuk kamu! "

" Ngga butuh yaudah, ngga usah sewot! "

" Ya makanya ngga usah sok ikut campur jadi cewe, ngga ada untung nya jugakan buat kamu! "

" Kesel sumpah! "

      Seandai nya aku tidak peduli dengan keadaan nya, sudah aku pukul tepat wajah nya itu. Ah sabar ana. Kaya nya dia udah ngga waras, pukulan tadi sudah mutusin salah satu urat saraf nya.

" ..... "

Aku lempar plaster yang tadi aku pegang, sambil berjalan pergi untuk menjauh dari nya.

" Eh kemana?! "

" ..... "

Aku diam.

Aku tinggalkan dia disana. Dasar cowo aneh ngga tau rasa terimakasih. Entah apa yang kemudian dia lakukan, aku ngga tau dan ngga mau tau. Aku sudah terlanjur kesal di buat nya. Padahal tadi aku sudah bergaya layak nya seorang wanita baik hati, tapi di patahkan begitu saja oleh  nya. Bahkan ikut disalahkan. Gila !.

--oOo--

       Proses pembelajaran hari itu tetap berlanjut seperti biasa nya, seperti nya tidak seorang gurupun yang mengetahui kejadian tadi pagi. Coba aja ada guru yang tau biar mampus itu cowo.

Waktu nya istirahat, tadi nya aku mau mengajak temanku rina pergi kekantin, lapar sekali rasa nya. Maklum tadi pagi aku hanya makan sedikit nasi goreng yang disiapin bunda. Tapi alfin melarangku pergi, orang lagi banyak yang bicarain kamu jawab alfin.

" Buat apa ngebicarain aku, udah kaya selebritis aja " kata ku.

      Alasan nya karena apa yang aku lakukan tadi pagi, mereka tidak suka melihat aku seperti itu.

" Persetan dengan mereka, kucintai semua kurangku dan semua pilihan yang menurutku benar"

Ya meskipun yang ditolongin juga gila.

      Alfin tetap melarang aku untuk pergi, takut ntar aku di apa-apain kata nya. Soal makanan itu gampang biar aku aja yang beli. Aku tetap tidak mau, aku bukan pengecut yang hanya bisa bersembunyi dari kicauan mereka. Aku tidak akan diam, toh aku ngga salah apa-apa.

Alfin tentu saja bukanlah alasan yang mampu membuatku berhenti, akan ku lakukan apapun yang aku mau, tak peduli orang akan membenci atau menjauhiku. Itu keputusan yang aku ambil dan aku juga harus bisa menerima apapun resiko nya.

      Sesuai dengan niatku tadi, aku tetap pergi kekantin. Bahkan ingin rasa nya aku pergi mengelilingi satu sekolah ini, agar mereka tau bahwa inilah aku. Aku yang tidak akan terhenti hanya karena perkataan mereka.

Ternyata apa yang dikatakan alfin benar, sejauh aku berjalan sejauh itu pula aku mendengar apa yang mereka katakan.Mereka bilang aku sok hebat, sok baik, munafik. Please deh kalian! memang membela seseorang itu ngga butuh keberanian?, ngga butuh perjuangan?, bahkan yang dibelapun gila setengah mati. Setidak nya kalian mengerti maksud baik aku ini. Bahkan ada terlontar katakata yang cukup membuat telingku panas mendengar nya. Kamu tau apa yang dia bilang?.

" Cewe gadungan "

Cukup sudah ini sudah menguras habis kesabaranku.

       Ku hampiri orang yang mengatakan aku seperti itu. Dia adalah laki-laki yang tadi pagi, apa kamu masih ingat laki-laki yang mengatakan ini padaku " Biar mampus itu orang " dan itulah dia. Aku hampiri dia dan sekarang aku berada tepat di depan nya.

" Kamu ada masalah ?! "

" Apa? " Dia berlagak tidak mengerti dengan apa yang aku tanya.

" Apa maksud kamu bicara seperti itu "

" Biacara apa, aku ngga ngerti "

" Ngga usah pura-pura bego deh! " Kesal sekali aku melihat nya

" Kamu ngigo ?! "

Mendengar dia berkata seperti itu langsung aku tarik kera baju nya, erat sekali. Seperti tidak terima dia lepaskan tanganku.

" Gila kamu! " Teriak nya marah.

" WOY! " Tiba-tiba terdengar suara.
 Suara itu terdengar tidak jauh dari tempat aku berdiri.

Terlihat seorang laki-laki dengan baju blak-blakan sedang berjalan kearahku.'

" Mau apa lu Njing! " Teriak nya.

       Seperti takut laki-laki yang berada di depanku langsung terlihat panik. Mencari masalah dengan dia tentu bukan pilihan yang bagus, mungkin itulah pikir nya saat itu. Melihat laki-laki dengan penampilan blak-blakan itu sudah semakin dekat, dengan wajah nya yang panik dia tinggalkan aku disana.

Sekarang dia berada tepat disampingku.
" Mau sok jagoan lagi? " Dia bicara.

       Tanpa perlu aku beritahu kamu tentu sudah tau siapa laki-laki yang sekarang berada di dekatku. Ah malas sekali rasa nya, seperti nya sekolah ini sempit. Kenapa aku harus bertemu dia lagi, batinku. Aku hanya diam, aku ngga mau bicara jangankan bicara melihat muka nya saja sudah mebuatku kesal, enek.

" Ana kamu ngga apa-apa? " Alfin tiba-tiba sudah berada di belakangku.

Mungkin alfin sempat melihat apa yang terjadi.

" Iya "

" Jangan pergi sendiri lagi "

Alfin menatap laki-laki itu, dari tatapan nya aku tau kalau alfin ngga suka. Begitu juga dia.

" Kamu ngga aman disini, kita pergi aja " Lanjut alfin seperti menyindir.

Dia hanya diam dengan ekspresi menahan marah.

      Tanpa pikir panjang aku dan alfin pergi meninggalkan dia disana, aku ngga mau berurusan dengan dia lagi. Kata-kata nya tadi pagi sudah terlanjur menyakiti hatiku. Yang tadi niat nya mau pergi kekantin aku batalkan, lebih baik tidak makan sama sekali dari pada harus bertemu dengan laki-laki itu.

--oOo--
Diubah oleh vallerydc 22-09-2019 09:33
Toxic.vln
ipt.fd
ipt.fd dan Toxic.vln memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.