- Beranda
- Stories from the Heart
DARK DIMENSION
...
TS
darkdimension77
DARK DIMENSION

CASE 01 : The Caksono family case
Pada tanggal 13 mei 2020 jam 20:30 malam, tepatnya di kediaman keluarga caksono. Di daerah Pondok Indah. Telah terjadi kejadian yang sangat mengerikan, Putri anak pertama dari bapak Wahyu mengalami kerasukan. Dan yang merasuki tubuh anaknya adalah sesosok demon yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Orang tua Putri hingga adiknya, tidak bisa menangani nya. Segala doa yang terucap tidaklah mempan. Semakin putri di doakan semakin menjadi. Segala objek yang ada disekitarnya di lempar ke arah bapak, ibu dan adiknya. Bahkan adiknya terluka di bagian lengan karena serpihan kaca. Melihat adiknya putri terluka, bapak wahyu langsung berlari ke arah anaknya yg kedua, sinta. Dan membuka kemejanya untuk membalut luka yang ada dilengan nya. Bapak Wahyu menyuruh istrinya untuk keluar dari kamar putri. Dan bapak wahyu pun keluar bersama sinta dari kamar putri. Saat mereka keluar dari kamar putri, makhluk astral yang mengendalikan putri, menutup pintu kamar dengan keras dan berkata “Enyahlah kalian ! Dan jangan coba coba masuk k kamar ini ! Putri mu sudah jadi milikku. Hahahaha”.
Bapak wahyu, beserta anak kedua dan istri berlari turun ke ruang tamu. mereka pun bingung harus
bagaimana, namun istri nya teringat akan sesuatu. Bahwa dulu dia pernah di perkenalkan dengan seorang wanita yang ahli dalam hal hal paranormal oleh teman nya. Dan pernah diberikan nomor kontak nya. Langsung saja istri dari bapak wahyu bergegas mengambil ponsel yg ada di kamarnya dan menghubungi ahli paranormal itu. Awalnya istri pak Wahyu berpikir bahwa kemungkinan nomernya sudah tidak aktif, karena dulu waktu diperkenalkan oleh temannya sudah setahun yang lalu. Dan memang jarang komunikasi. Ternyata saat
dihubungi nomernya masih aktif. Tidak lama, telpon nya diangkat dan terdengar suara wanita. “ Hello, ini dengan siapa ya ?” kata wanita yang ada di telpon. “ ini dengan ibu Ratna temen dari ibu Sisyl, yang dulu pernah ketemu. masih inget ? Sebelum nya ini bener dengan mba Jeanice. Mba jeanice si paranormal ?” Dan Jeanice menjawab “ bener ibu ratna. Tapi lebih tepatnya saya seorang demonologist dan mending panggil langsung nama saja. Tidak perlu pakai mba. Anyway ada apa ya bu ? Dan mengapa ibu suaranya seperti orang ketakukan dan panik.” Lalu, ibu ratna menjelaskan kejadian yang sedang terjadi kepada Jeanice dan dia menjawab “ok, sekarang ibu berikan alamatnya kepada saya dan saya segera kesana”.
Suasana di rumah keluarga Caksono menjadi semakin mencekam, ibu ratna memberitahukan kepada suaminya “ pak, nanti akan datang teman mama. Yang bisa membantu mengusir apa yang ada dalam putri.” Dan bapak wahyu berkata “ apakah dia akan lama datangnya ?” ibu ratna berkata “dia bilang tidak lama sih pah”. Malam semakin larut, dan keadaan masih mengerikan. Bapak wahyu berkata kepada istrinya. “mah, mana orang yang kamu bilang mau datang. Koq belum datang juga ?” tiba-tiba dari luar terdengar suara mobil dengan knalpot yg bunyi nya begitu gahar sehingga membuat seluruh isi rumah bapak Wahyu ikut bergetar. Ibu ratna berkata “ itu dia pah. Dia datang”. Di depan rumah kediaman keluarga Caksono, sebuah mobil holden kingswood tahun ‘84 berwarna hitam parkir tepat didepan pagar. Dari dalam mobil juga terdengar lagu rock yang keras. Mobilpun di matikan, dan turunlah sesosok wanita berbadan kurus tinggi. Mengenakan jaket kulit hitam, kaos t-shirt hitam bertulisan Eat Shit Demon celana jeans hitam, rambut panjang berwarna brunette dan kacamata rayban. Saat turun dia pun mematikan rokok di lantai. Wanita ini adalah Jeanice Ravenclaw. Paras wajah nya cantik, namun sedikit tomboy. Jeanice, juga sudah terkenal di kalangan mistis dan supranatural. Jadi, hampir beberapa masyarakat di Indonesia khususnya Jakarta mengenal dia. Bahkan di luar negeri , seperti di USA dan Eropa.
Jeanice, berjalan menuju pintu rumah kediaman keluarga Caksono. Sebelum dia menekan bel, pintu langsung dibukakan oleh Ibu Ratna. Jeanice pun berkata “baru saya mau tekan ini belnya, sudah dibukakan saja. Hehehe. Apakah bener ini rumah ibu Ratna ?” dan Ibu Ratna pun berkata “iya benar, dan saya ibu ratna. Kamu Jeanice ?” dan Jeanice mengangguk dengan tersenyum “koq beda ya dari awal kita bertemu ?” kata Ibu Ratna “Ngga beda koq bu, mungkin penampilan aja yg beda. Dulu kan karena lagi ada acara formal, jadi saya harus terlihat formal ngga seperti sekarang.” balas Jeanice. Lalu, ibu Ratna mengajak Jeanice masuk dan memperkenalkan kepada suami dan anaknya yang kedua. Tidak perlu berlama-lama, Jeanice bertanya kepada Ibu Ratna “ mana anak ibu yang pertama, yang ibu ceritakan itu ? aku mau melihat nya.” Ibu ratna membalas “ dia ada di atas dikamarnya. Kita tidak berani untuk naik lagi. Kamarnya persis di depan tangga.” Jeanice melihat ke arah atas, dan mencoba merasakan energi nya. “ ibu, bapak dan adik sinta. Kalian disini saja. Biar saya naik sendiri. Tidak perlu diantar.” Jeanice langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Putri. Saat dia naik, vibrasi energi nya menjadi sangat kuat. Jeanice pun tersenyum dan sudah tahu siapa yang memiliki energi sebesar ini. Dari atas Jeanice berteriak ke bawah, ke arah keluarga caksono dan berkata “ kalian yang dibawah bantu dengan doa sesuai keyakinan kalian. Dan inget untuk harus yakin dan percaya” Pak Wahyu menjawab “ ok, kita akan berdoa. Bu mari kita ambil wudhu dan berdoa” Ibu ratna menjawab “iya pah ayo. Sinta ayo kita ke kamar dan doa” Sinta melihat ke ibunya dan menjawab “iya mamah”.
Didepan pintu kamar Putri, Jeanice menutup mata dan mengucapkan sebuah doa juga mantera pelindung. Setelah itu dia buka pintu kamar itu dengan perlahan, dari dalam kamar tercium aroma yang tidak sedap. Dan barang-barang didalam nya berterbangan mengelilingi Putri. Jeanice menatap wajah putri dan berbicara dengan makhluk yang ada didalamnya. “ hey, kita bertemu lagi. Meski sudah sekian lama.” demon itu berkata dengan keras dan dengan nada marah “ Siapa kau ! berani-beraninya masuk keruangan ini !” dengan santainya Jeanice menjawab “jadi, kamu sudah lupa sama aku ya ? Aku saja masih inget siapa kamu. Sini, aku coba refresh ingatan kamu. Masih inget akan anak kecil yang pernah kamu rasuki. Saat di Newcastle , Inggris. Masih inget siapa yang mengusir kamu dari tubuh anak itu ? Orang yang mengusir kamu itu adalah aku.” Dan demon itu kaget dan berkata “ oh, aku inget sekarang. Ternyata itu kamu, si pramuria yang berani melawan dan mengeluarkan aku dari tubuh anak itu. Tunggu aku coba ingat, … ya kamu adalah Jeanice kan. Mau apa kamu kemari, mau mencoba mengusirku lagi. Coba saja klo bisa. Aku sekarang ini lebih kuat dari yang sebelumnya !” Jeanice cuma berdiri bersandar di tembok melipatkan kedua tangannya. Dan dengan santai berkata “ kalau ngomong tuh ya yang sopan. Enak aja ngatain saya pramuria. Susah sih ya yang namanya demon ga pernah sekolah dan diajarin ngomong sopan. Main ngatain saya pramuria segala. Dendam banget kayaknya kamu. Kedatangan ku kemari adalah untuk membebaskan anak ini dari kamu. Masih belum jera juga ya kamu.” Demon itu berkata “ coba saja ! sekali lagi kamu tidak akan bisa menyelamatkan dia. Sepenuhnya, jiwa anak ini milikku. Sesuai dengan perjanjian yang telah di lakukan oleh ayahnya. Klo dia ingin kaya raya, dia harus mengorbankan anak pertamanya.Jika sudah kaya dan cukup. Aku akan datang untuk mengambil yang sudah dijanjikan. Dan aku datang malam ini. Jadi ! jangan coba coba kamu untuk mengambil anak ini dariku.” Jeanice cuma tersenyum dan tertawa, dia pun mengambil rokok dari sakunya dan menyalakan rokok itu. Lalu meletakkan di ujung meja. Jeanice berkata “ Mau sekuat apapun kamu, aku masih bisa mengalahkan kamu.” Jeanice mengambil sebuah marker silver dan mulai menggambar sebuah sigil perlindungan disekitar badannya “ Ga guna kamu menggambar lambang itu, aku masih bisa menyerang kamu ! hahaha” dan si demon tersebut melemparkan semua barang ke arah Jeanice. Jeanice pun dengan gaya nya yang selon. Dia bisa menghindari semua serangan seperti di film matrix, dan disaat sigilnya jadi. Jeanice menatap demon itu dan berkata “mari kita mulai !” Jeanice langsung mengucapkan doa dan mantera peperangan dan pengusiran. Dengan waktu yang bersamaan, seluruh isi kamar putri bergetar seperti gempa. Doa yang di ucapkan semakin keras dan keluarlah mantera penghabisan dari mulut Jeanice “ Dengan ini kukerahkan semua kekuatanku ! wahai malaikat perlindungan dari timur, barat, selatan dan utara. Berikanlah semua kekuatanmu untuk memerangi energi jahat ini. Wahai Tuhan yang maha Kuasa, berikanlah aku perlindungan. Hey demon, dengan ini aku mematahkan segala kekuatanmu, perjanjian mu. Ku hancurkan semuanya di dalam nama-Nya yang penuh kuasa. Bune, didalam nama Tuhan. Ku perintahkan kau untuk keluar dari tubuh anak ini. Kau tidak ada lagi hak atas anak ini. Tubuh anak ini milik Dia yang bertahta dan yang berkuasa di Surga. Sekali lagi dalam nama Tuhan. Enyahlah kau dan kembalilah ke dasar perut bumi dan jangan lagi kembali !” selama doa diucapkan demon itu meronta-ronta didalam tubuh Putri. Dan langsung keluar dari tubuh ya karena tidak bisa menahan kekuatan yang datang dari doa yang diucapkan. Setelah demon itu keluar dan kalah, Jeanice bernafas lega dan berkata “telah selesai, in domine padre, in spiritu sancti, amen”. Jeanice langsung menghampiri putri yang terbaring lemas. Dan memegang dahi nya, Jeanice berkata “ nak, bangun kamu sudah selamat.” Putri langsung membuka matanya dengan perlahan dan berkata “mama, papa mana ? santi mana ? kamu siapa ?” Jeanice berkata “Aku Jeanice, aku yang telah menyelamatkan kamu dari si iblis yang nakal.” Putri dengan muka bingungnya berkata “ iblis ? Mama mana aku mau mama.” Dan Putri teriak memanggil mamanya, segera ibu Ratna berlari ke atas menuju kamar putri. “ Putri, kamu sudah sadar. Syukurlah. Anak mama tidak kenapa-napa” Putri bertanya kepada mamanya “mang putri kenapa ? koq tante ini bilang aku diselamatkan dari iblis yang nakal. Tante Jeanice ini siapa mah ?” Ibu Ratna tersenyum dan memeluk anak kesayangan nya dan berkata “ Tante Jeanice ini temen mama, kamu tadi sore sempat ga sadarkan diri, dan ga lama kamu di rasuki sama sosok jahat. Cuma sekarang intinya anak mama udah sadar dan sudah tidak apa apa” dengan erat ibu ratna memeluk anak nya sambil meneteskan air mata. “ bu ratna, sebelum saya kembali. Bisakah saya berbicara sama suami ibu ? “ dan ibu ratna membalas “ baik. Ada apa memangnya Jeanice ?” Jeanice membalas “ada hal yang mau aku tanyakan, karena kejadian ini ada hubungan nya dengan suami ibu. Dan ada baik nya ibu ikut dan dengar sendiri jawaban nya.”
Mereka keluar dari kamar Putri, dan turun ke ruang tamu. Ayah Putri, Bapak Wahyu langsung lari memeluk Putri “ Nak, kamu tidak apa apa ? syukurlah kamu sudah pulih. Terima kasih mba Jeanice sudah menyelamatkan anak saya.” Jeanice menjawab “ sama sama pak. Cuma, panggil saya jangan pakai mba. Cukup nama saja. Sebelum saya kembali Pak. Ada hal yang saya ingin tanyakan kepada bapak.” Bapak Wahyu bertanya “ mau tanya tentang apa Jeanice ?” Dan Jeanice mulai bertanya “Pak Wahyu, apakah dulu bapak pernah melakukan suatu perjanjian dengan demon atau sebagainya ?” Bapak wahyu dengan bingung bertanya kembali “ perjanjian apa ya ? demon apa ya ? koq pertanyaan nya aneh ya ?” jeanice menjelaskan “Tadi saat saya melakukan pelepasan dan pengusiran, sosok yang ada didalam putri mengatakan. Bahwa bapak telah melakukan perjanjian yang ujungnya harus mengorbankan Putri, anak bapak. Agar bapak bisa kaya dan bisa mengambil alih perusahaan atasan bapak. Demon itu cerita banyak sama saya saat di dalam kamar. Katakan saja sjujurnya, agar istri bapak juga tahu. Saya takutnya Ibu Ratna tidak tahu akan hal ini.” Dan Pak wahyu berkata “iya Jeanice. Jadi dulu bapak mengalami masalah dalam ekonomi. Dan bapak tidak puas dengan pendapatan bapak. Banyak hutang disana sini. Satu satu nya jalan bapak bertanya kepada temen bapak dikantor yang main hal-hal mistis. Dia menyarankan ke bapak untuk pergi ke hutan dan berdiam diri disana. Memohon untuk kekayaan dan sebagainya. Bapak mengikuti cara yang diberikan oleh teman bapak. Dan bapak lakukan. Dan bapak disuruh meminta kepada salah satu iblis yang bernama Bune. Yang dipercaya bisa memberikan kekayaan dan kesuksesan. Namun, dia juga meminta korban persembahan. Dan korban persembahan itu..” Jeanice langsung memotong pembicaraan pak Wahyu “ anak bapak, putri. Bapak tahu tidak bermain-main dengan demon dan sebagainya ada konsekwensinya. Dan itu bisa melibatkan nyawa seseorang, ntah nyawa dari keluarga atau teman bapak sendiri. Kejadian yang hari ini terjadi, itu semua ulah dari bapak. Demon itu datang untuk menebus janji bapak. Bapak memang tidak kasihan sama anak Bapak sendiri. Anak bapak yang dengan teganya dijadikan korban persembahan. Pak, kalau bapak waras dan punya otak. Menjadi kaya itu bisa dengan cara yang wajar. Kerja keras , cari sampingan dan lain lain. Ga perlu main-mainan begitu. Pada akhirnya apa, bapak kewalahan sendirikan. Untungnya anak ini bisa diselamatkan. Karena istri bapak , otak nya jalan dan menghubungi saya. Kalau ngga anak bapak sudah mati. Sekarang sampai kedepannya, jangan lagi main -main dengan demon dan sebagainya. Cukup jadi pelajaran. “ pak Wahyu membalas “iya jeanice, bapak ga akan lakukan hal ini lagi.” dia pun menoleh ke arah istri dan anaknya “ mah, nak. Maafin bapak ya. Sudah mengorbankan kalian. Sebenarnya bapak melakukan semua ini agar kalian bahagia.” Ibu ratna berkata “ hidup bahagia itu tidak cuma dengan kekayaan yang berlimpah. Tapi dengan pengertian dan kasih sayang. Juga dukungan sudah cukup. Harta ga dibawa ampe mati pah.” Pak wahyu berkata “ iya mah, tapi mamah ampuni papah kan” ibu ratna menjawab “ untuk sekali ini, iya mamah maafin. Tapi janji jangan ulangi lagi”. Jeanice yang berada di tengah tengah mereka, berdiri sambil garuk garuk kepala dan berkata “ ya sudah yang penting sudah selesai, anak ibu dan bapak selamat. Cuma ya itu, jangan diulangi lagi. Jalani hidup sewajarnya aja. Toh dimana orang mau berusaha dan kerja keras akan mendapatkan apa yang di inginkan koq. Ya sudah, saya mau kembali ke rumah sudah jam 2 pagi mau istirahat.” Ibu ratna berkata kepada Jeanice “ Ok jeanice, ibu berterima kasih banyak sama kamu. Klo saja ibu ga kepikiran kamu. Anak ibu mungkin sudah tidak selamat jiwanya. “ Jeanice tersenyum sambil menyalakan rokok didepan ibu ratna dan berkata “ santai saja bu, ini sudah tugas saya” Jeanice pun langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil holden hitamnya. Dan sebelum masuk kedalam mobil Jeanice berpesan “ Bu, selalu ingat. Jangan lagi suami ibu bermain main dengan demon.” lalu jeanice masuk k dalam mobil. Dan pergi meninggalkan rumah kediaman Caksono.
Next Case : Misteri hilangnya Jordan Di Hutan Aokigahara
Case 01 : The Caksono Family Case
CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.2
Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.3
CASE 03 : S.I.X (Supranatural Investigation Expert )
CASE 04 : POLTERGEIST
CASE 5 : HITOSHI, SANG BATTOUSAI PENGHANCUR IBLIS
CASE 6 : MISTERI RUMAH PEMUJA SETAN
CASE 7 : PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 01
PETARUNGAN AMATERASU DAN SUSANOO - PART 02
CASE 08 : JULIA DAN BUKU NECRONOMICON
CASE 09 : EXPERIMENT C-707
CASE 10 : DARK PHANTOM
Diubah oleh darkdimension77 27-09-2019 17:50
someshitness dan 5 lainnya memberi reputasi
6
5.6K
37
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
darkdimension77
#1

CASE 02 :Misteri hilangnya jordan di hutan aokigahara part.1
Sabtu, 19 Mei 2020. Pukul 13:00. Permata Hijau, tempat kediaman Jeanice Ravenclaw. Jeanice sedang menikmati hari liburnya, di belakang teras rumah nya. Sambil menikmati secangkir caffe latte dan roti croissant, juga sambil bermain dengan kucing persia hitam kesayangannya Clara dan anjing german shepperd nya Jose. Dari dalam rumah nya, terdengar suara lelaki memanggil Jeanice. Lelaki itu tidak lain adalah Jordan, adik dari Jeanice. Di keluarga, Jeanice adalah anak pertama dan adiknya Jordan adalah anak kedua. Dari pasangan Andreas Hermawan dan Lucy Ravenclaw, ayah Jeanice adalah seorang pengusaha minyak terbesar di indonesia dan Lucy Ravenclaw adalah seorang doktor psikolog yang terkenal. Jordan memanggil jeanice dari dalam rumah “ kak Jeanice ! “ dan Jeanice menjawab tanpa menoleh “ apa J ? “ Jordan bertanya “ kakak lihat passport sm visa Jordan ngga ? aku lupa naruh dimana. Siapa tahu kakak lihat. Gawat nih klo ga ada, yang ada batal aku pergi ke Jepang sama temen-temen”. Jordan, adik jeanice masih duduk di bangku SMA di salah satu sekolah internasional ternama yang ada di Jakarta. “ Kamu koq teledor amat ya jadi orang. Makanya kalau taruh barang jangan sembarangan. Sekarang giliran tidak ada bingungkan. Ntar dulu ya, kakak habisin kopi sama rokok dulu. Ntar baru dibantuin nyari.”
Setelah Jeanice menghabiskan kopi dan rokok nya, dia masuk ke dalam dan membantu Jordan mencarikan passport dan visanya. Dan ternyata passport dan Visa nya ada di atas meja TV. Dan sudah ada di situ dari semalam. “ J, ini apa ? masa barang segede ini ga bisa lihat. Nih passport dan visa kamu.” Dan Jordan bertanya “ Ini ada dimana kak tadinya ?“ Jeanice menjawab “di atas meja TV. Lain kali kalau naruh barang itu..” Jordan langsung memotong pembicaraan Jeanice “jangan sembarangan. Iya kak , aku tidak akan kayak gitu lagi. Jadi ribet sendiri yang ada.” Jeanice duduk di ruang tamu menyalakan TV dan bertanya ke Jordan. “Kamu nanti flight jam berapa J ? naik pesawat apa ?” dan Jordan menjawab “ nanti naik pesawat G.I, flight jam 19.00 malam. Kenapa memang kakak mau anterin Jordan ke airport ?” Jeanice menjawab dengan nada bercanda “kamu udah gede kan ? bisa jalan sendiri kan ke airport” dan Jordan langsung bete mendengar jawaban dari kakak nya seperti itu. “gitu aja koq ngambek kamu J. Kakak cuma bercanda kali. Iya nanti kakak anterin. Kalau ngga ketiduran ntar, kakak masih capek juga soalnya semalam abis bergadang semalam suntuk.” Jordan membalas “Ok kak. Klo bisa anter Jordan senang.” Jordan langsung naik ke kamarnya untuk mengecek barang yang akan di bawa liburan bersama temen”nya.
Pukul 17:00, Jeanice yang sudah siap mengantarkan adiknya. Menyalakan mobil hitam kesayangan nya, sambil melihat handphone. Jordan dari dalam rumah teriak dan bertanya ke Jeanice “Kak ! sudah siap belum ? kalau udah ayo jalan, takut keburu macet.” Jeanice memasukkan handphone nya ke sakunya dan menjawab “udah dari tadi J, ayo buruan kalau mau jalan. Jangan lupa bilang sama papa dan mama kalau kamu mau jalan.” Jordan, mengambil handphone nya dan menghubungi orangtuanya melalui video call. “ mah, pah. Jordan jalan dulu ya. Doakan sampai di Jepang dengan selamat” Dari balik telpon , ayah Jordan menjawab “ iya Jordan, kamu jangan lupa berdoa. Biar dilindungi sepanjang perjalanan. Papa sama mama nunggu di jakarta sampai kamu pulang. Tuhan besertamu nak.” Setelah itu Jordan menyudahi telpon nya dan berjalan ke arah Jeanice. Dan berkata “ Kak, mobil ada banyak. Kenapa harus naik mobil ini sih ? Tahu mobil tua gampang mogoknya. Kenapa tidak naik BMW nya papa aja sih ? kan nganggur itu.” Jeanice menjawab “tua tua gini masih ada powernya. Mogok dari hongkong ? orang, kakak sering ngerawat juga. Udahlah jangan banyak cingcau, kita jalan. Biar kamu tidak ketinggalan pesawat.” Lalu bergegaslah mereka ke airport.
Sesampainya di airport, Jeanice dan Jordan berpisah. Namun, Jeanice memberi pesan ke adik nya “ J, kalau sudah sampai jepang kabarin kakak, papa sama mama ya. Awas kalau sampai tidak ngabarin. Kakak samperin ke Jepang. “ Jordan membalas “ Iya kak iya. Segitunya kakak sama Jordan. Takut ya adiknya hilang ngga pulang. Hahaha.. udah ah kak, Jordan jalan dulu. Dadah kakak.” Mereka berdua berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal. Saat Jeanice berjalan menuju ke arah parkiran. Ada hembusan angin yang keras, Jeanice pun langsung terdiam dan merasakan sesuatu. Jeanice berkata dalam hati “ semoga tidak terjadi apa apa dengan kamu J.” Lalu Jeanice meneruskan langkah nya ke arah mobilnya. Jeanice begitu menyayangi adiknya, meski di rumah mereka sering bertengkar. Musuhan, bahkan sering adu mulut. Rasa sayang Jeanice sebagai kakak ke adik tidak berkesudahan.
Dua hari kemudian, handphone Jeanice bunyi. Sebuah pesan whatsapp masuk dan itu dari Jordan. Pesan itu bertuliskan seperti berikut “ Kakak, Jordan sudah di Jepang. Jordan sama temen temen, nginep di hotel ngga jauh dari pusat kota tokyo. Sekarang, Jordan mau nyari makan di dekat hotel. Besoknya rencana mau ke hutan Aokigahara, yang katanya terkenal angker di Jepang. Besok kalau sudah di lokasi Jordan kirimin fotonya. Nanti juga kalau sempat Jordan kirimin foto Jordan hari ini kemana aja. Ya sudah kakak baik baik di Jakarta. Habis ini Jordan mau hubungi mama dan papa. See you when I get home kakak ku yang jelek.” Jeanice tersenyum membaca pesan itu, namun ada hal yang mengganggu dia. Jeanice teringat akan angin yang berhembus , saat dia berjalan menuju ke parkiran airport semalam. Dia bertanya-tanya kepada dirinya. “pertanda apakah itu ?”. Jeanice berharap apa yang dia rasakan semalam tidak ada hubungan nya dengan kepergian adiknya ke Jepang. Jeanice Ravenclaw, dari kecil sudah memiliki suatu karunia. Dimana dia bisa merasakan, dan melihat apa yang orang lain tidak bisa rasakan dan lihat. Hingga sekarang ini, karunia itu masih dimiliki dan diperkuat. Jeanice keluar dari kamarnya dan berjalan menuju teras rumahnya. Dia duduk bersila, memejamkan matanya dan mulai mencari tahu mengapa semalam angin berhembus dengan sangat keras. Sedangkan orang lain disekitar ngga bisa merasakan. Dia mulai menyatukan jiwanya dengan semesta. Membuka sebuah gerbang, dimana dia bisa berjalan menelusuri waktu dan membaca apa yang akan terjadi. Namun, dia tidak melihat apa apa melainkan suara eriakan minta tolong dan kesedihan. Bahkan ketakutan yang luar biasa. Suara yang dia dengar sangat mirip dengan suara Jordan, Jeanice langsung membuka mata. Dan berkata “Suara itu, suara itu mirip sekali dengan Jordan. Apakah akan terjadi sesuatu dengan Jordan ?” dengan rasa keraguannya itu, Jeanice langsung memegang dadanya dan berdoa, berharap agar Jordan dilindungi selama disana.
Malam hari, disaat Jeanice mau tidur. Dia sempat membaca pesan baru lagi dari Jordan, Jordan mengirimkan foto foto dia bersama teman-temannya melakukan hal-hal gila di Jepang. Juga anehnya, Jordan menuliskan pesan “ kakak, meski baru sehari di Jepang. Jordan kangen sama kakak, ya walau disini banyak temen Jordan. Kak, nanti jordan pulang. Kakak jemput ya. Well, Jordan mau istirahat dulu ya kak. Besok udah jalan dari pagi. Teman jordan mau ngejar pemandangan kabut di hutan. Love you kak and will always miss you.” Dari situ Jeanice semakin bertanya-tanya. Mengapa tiba tiba si Jordan jadi mellow, biasanya hyperactive dan selalu senang. Karena sudah lelah, Jeanice meletak kan handphonenya dan tidur. Saat tidur, Jeanice bermimpi. Dia seperti ada di sebuah hutan. Gelap dan udaranya dingin. Dia juga mendengar banyak suara orang yang minta tolong. Tapi Jeanice tidak tahu persis, dimana hutan itu berada. Lalu tidak lama ada suara keras memanggil dia, “kak Jeanice !” Jeanice pun langsung terbangun dan melihat jam di dinding kamar. Jam menunjukkan pukul 3.00 pagi, Jeanice terbangun dengan badan penuh keringet, dan dia seperti kehabisan tenaga. Jeanice melihat handphonenya dan ada pesan baru lagi “Kak, aku udah on the way ke aokigahara ya. Call u later kak”. Jeanice langsung bangun dari tempat tidur nya dan berjalan ke meja kerjanya. Membuka laptopnya, dan mulai browsing-browsing mengenai hutan angker yang ada di Jepang. Dia membaca semua artikel yang berhubungan. Dan Jeanice mulai menghubungkan dengan apa yang dia lihat dan rasakan dan yang dia dengar. Jeanice juga memastikan dirinya kalau adiknya akan baik baik saja. Karena dia tahu Jordan disana tidak mungkin tidak sewa tour guide. Jordan pasti menyewa guide tour agar tidak nyasar selama di jepang. Jeanice menutup laptop nya dan berdoa lagi kepada yang Kuasa. Setelah berdoa, Jeanice berjalan ke tempat tidurnya dan melanjutkan tidurnya.
Pukul 12:00 siang, Jeanice sedang memasak makanan untuk makan siang dia. Namun, dia seperti terlihat khawatir. Karena hingga sekarang, belum ada kabar lagi dari Jordan. Dia coba menghubungi Jordan, namun di luar jangkauan. Jeanice berkata dalam hati “koq hp nya mati sih nih anak. Apa karena udah masuk hutan jadi signalnya hilang ?” Jeanice akhirnya menghubungi kedua orang tua nya, menanyakan kepada mereka apakah Jordan sempat memberi kabar hari ini. Orang tua Jeanice mengatakan, Jordan terakhir menghubungi tadi malam. Tepat setelah menghubungi Jeanice. Usai menghubungi orang tua nya, Jeanice membersihkan bekas makan nya di meja. Dan masuk ke kamarnya, untuk melakukan koneksi bathin ke Jordan. Jeanice duduk sila dilantai kamarnya dengan keadaan lampu mati, dan hanya dengan dua buah lilin merah. Dia mulai mencari “ J, kalau kamu bisa dengar. Ini kakak, aku mau tahu keadaan kamu disana. Karena, kamu tidak ada kabar hari ini. J, tolong beri tanda kalau kamu mendengarkan suara kakak.” Tidak lama, foto Jeanice dan Jordan yang ada di dinding jatuh lalu pecah. Dan terdengar ada suara, “kakak ! tolong Jordan kak ! Jordan tersesat, Jordan ngga tahu ada dimana. Gelap kak. Jordan ngga menemukan jalan keluar, Jordan seperti berputar-putar di tempat yang sama. Kakak, Jordan takut kak. Kakak cepat kemari, tolong Jordan !” Jeanice langsung membuka mata dan berkata “tunggu kakak J, kakak akan menjemput kamu kesana.” Setelah itu Jeanice mengambil handphone nya dan langsung mencari tiket pesawat ke Jepang yang masih tersedia. Jeanice akhirnya dapat tiket, flight jam 21.00 malam dan langsung bersiap-siap. Lalu dia langsung bergegas ke airport.
Bersambung…
Diubah oleh darkdimension77 02-09-2019 23:26
0