Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
467.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#923
Kebingungan Apa Keenakan

Ara menerjang ane dengan tiba-tiba. Ane nggak kuasa untuk menahannya dan akhirnya telentang dikasur. Kami berpandangan dengan cukup canggung. Karena melihat dia sebagai manajer, dan Ara melihat ane sebagai player.

"Ra, please.” ane memohon.

"Ja, please. Puasin gue." Ara kali ini memohon.

"Ara, lo bener-bener gila."

Ara langsung mencium bibir ane. Anehnya, ciuman ini adalah gaya ciuman pakai hati, bukan ciuman nafsu. Ane masih berpakaian lengkap sementara Ara udah polos. Kala itu gunung kembar Ara udah semakin membentuk sempurna. Ketika ane pegang, semakin berisi aja ini. Kayaknya dia dilatih dan dibina oleh mantan-mantannya. Karena mungil, badannya jadi terlihat sangat berisi. Dia memegang kendali permainan diawal. Dia juga yang mulai melucuti pakaian ane satu persatu. Ara udah gila. Dia bukan lagi gadis periang yang pernah ane kenal. Dia udah kayak orang yang haus belaian laki-laki banget waktu itu.

"Ja, rocky makin gede aja. Hehe." Ujarnya sambil mengelus rocky turun naik dan tersenyum manis.

"Hee, i..iya Ra. Kan digunakan dengan baik. Hehe." Kata ane tergugup.

Ane takut sama Ara. Ara yang ane kenal kayak berbeda sama Ara yang lagi didepan ane sekarang.

"Gue ciumin ya. Pokoknya tenang aja, nanti sekalian keluarin dimulut gue aja Ja." Katanya sambil terus tersenyum. Ane bisa melihat lesung pipitnya yang membuatnya makin manis malam itu.

"Ara, lo kayaknya udah pengalaman banget sih?"

"Kan abis kita ngelakuin dikelas itu, gue jadi kaya ketagihan Ja. Ingat nggak waktu pas pulang sekolah, kita kebelakang kantin yang tutup terus gue blow lo sampe hampir kegep sama temen gue?” katanya sambil terus menjilati si rocky.

"Humm aaah..iya Ra. Aduh kok enak ini Ra..haha..ah..gue inget Ra...gue inget setiap momen bareng sama lo, baik normal atau yang nggak normal kayak dulu itu...aah, pelan-pelan Ra."

Ane ngomong agak susah karena hilang konsentrasi dan sambil menjambak halus rambut Ara yang ternyata diwarnai highlight marun disebagian sisinya.

"Claaak.." si rocky dikeluarkan dari mulut Ara.

"Sekarang gue mau ngulangin momen-momen kayak gitu lagi Ja, cuma sama lo tapi gue maunya ya."

"Iya terserah lo Ra. Gue udah bilang gue sayang sama Keket Ra. Aaah..Ra..."

"Biarin aja, yang penting gue bisa have fun kayak gini sama lo." Katanya, sekarang mulai menciumi dada ane sampai naik ke bibir lagi.

"Gue mau dimasukin." Katanya berbisik.

"Lo yakin? Inget Ra, gue bukan siapa-siapa lo. Kita punya komitmen profesional di Band, dan gue nggak bisa janji apa-apa ke lo Ra."

"He eh. Nggak apa-apa Ija sayang. Gue akan tetap profesional. Gue akan tetap jadi Ara yang ceria kayak biasanya, dan gue nggak akan ganggu lo sama Keket. Asal lo bisa terus puasin gue Ja."

"Gue nggak janji Ra."

Ara hanya senyum dan kemudian dalam posisi diatas ane, si rocky diarahkan ke lubang surga Ara yang berhias rambut tipis dan sepertinya baru dirapikan. Ujung gunung kembarnya kecoklatan, tapi enak banget di pandang. Ane nggak sempat main kebawah waktu itu karena Ara lebih banyak menguasai permainan. Ara luar biasa banget staminanya. Sepertinya ane harus bayar denda nih, karena darah berceceran dimana-mana kayak orang habis bertarung mati-matian. Tapi nggak banyak gaya yang dicoba malam itu. Dia lebih banyak diatas dan akhirnya sebelum klimaks sempat doggystyle dulu. Duh pantatnya Ara enak banget ditepokin, soalnya ternyata empuk. Hehehe. Kemudian ane mengeluarkan bibit masa depan di mukanya.

"Ara maafin gue Ra. Gue nggak bisa menuhin apa yang lo mau. Lo udah kasih bener-bener semuanya buat gue, tapi gue nggak bisa balas itu semua Ra."

"Iya nggak apa-apa Ja. Gue ngerti banget kok. Maafin gue juga Ja, gue maksa lo sampai lo ada disituasi bingung kayak gini. Ja, gue sayang banget sama lo dari dulu. Tapi gue mulai bisa nerima kalau lo itu emang kayaknya nggak bisa gue milikin. Tapi gue mohon jangan jauh-jauh dari gue ya." Katanya sambil memelas ala loli jepang lagi.

"Keket juga pernah ngomong yang sama Ra kayak gitu. Gue bingung dengan situasi ini sekarang Ra. Kenapa sih kalian ini pada ngebet sama gue? Apa kelebihan gue? Apa yang kalian harapkan dari gue? Masih banyak cowok-cowok lain yang lebih sempurna dari gue. Lebih segala-galanya dari gue."

"Mau tau kenapa? Karena lo udah bisa naklukin hati kami Ja. Perilaku lo, kebiasaan lo yang selalu ngebaikin cewek banget, be a gentlemen, ngebelain cewek, dan utamanya, kata-kata lo yang selalu tepat sasaran kalau diajak ngobrol atau curhat, itu yang bikin hati kami ngarah ke lo. Itu juga yang bisa bikin lo jadi susah Ja. Buktinya lo jadi bingung kan sekarang?”

Ane ngangguk dan seketika ane ingat sama Zalina yang juga pernah melontarkan kalimat yang sama dengan yang Ara bilang barusan.

"Tapi ya nggak ujung-ujungnya jadi pada nafsu mau tidur sama gue kan Ra? Masa gue jadi ngundang horny cewek-cewek? Fisik gue kerempeng begini. Ganteng juga nggak."

"Mungkin kalau dipikiran gue pribadi ya Ja, gue mau ngelakuin apa aja asal bisa dapatin apa yang gue mau. Sex itu bonus buat gue. Ketika gue punya peluang, kenapa nggak gue ambil. Contohnya ya kayak yang apa baru kita lakuin ini."

"Tapi lo nggak nyesel Ra ngasih ke gue? Yang udah jelas nggak bisa nerima lo, udah nyakitin lo bertahun-tahun tanpa gue sadarin."

"Nggak Ja. Gue senang gue bisa ngelakuin pertama kali sama orang yang gue sayang dari lama. Walaupun orang itu selalu nyakitin gue. Tapi akhirnya gue tau kok, lo juga punya perasaan ke gue lagi sekarang."

"Gue bingung Ra. Gue nggak sanggup kayaknya ngejalanin sama lo dan Keket barengan."

"Nggak apa-apa, yang penting kasih waktu lo sebagian untuk gue ya sayang."

"Maafin gue Ra, gue bener-bener nggak bisa janji."

Ara tersenyum manis dan lesung pipitnya kelihatan jelas dari dekat. Entah kenapa, ane lalu memegang dagu Ara dan kemudian mengarahkan ke muka ane. Ane menciumnya dengan hati.

Ane berada di persimpangan jalan. Ane bingung. Ane nggak tau harus gimana. Bikin pusing lagi ini semua. Ah ya ampun.

--

Ane terbangun di pagi hari bersama Ara disamping ane. Kami tidur tanpa mengenakan pakaian. Kami ternyata melanjutkan permainan kami sampai beberapa kali, dan baru kali ini ane menyerah duluan. Ara benar-benar kuat fisiknya.

"Bangun, udah siang oy." Ara mengagetkan ane.

"Iyaaa. Lo sih nih bikin gue jadi nginep kan. Untung gue kuliah siang Ra."

"Yaudah yuk sarapan dulu Ja."

"Ayo."

Ane melihat Ara yang biasa ane lihat kembali, berbeda banget sama Ara yang semalam. Pagi ini mukanya sumringah sekali. Kayak baru dapat reward yang banyak banget.

Jelang jam 10.00 kami check-out dari hotel dan ane mengantar Ara ke Terminal bis. Ane berpisah dengan Ara. Setelah bisnya jalan, ane langsung telepon Keket untuk ketemuan. Ane mau menghilangkan kebingungan ini sejenak dengan bertemu dengannya. Lalu dia ternyata bisanya agak sore karena sedang mengurus penelitiannya. Nggak apa-apa deh, kan ane juga ada kuliah siang sampai sore.

"Keeet. Gue kangen." Kata ane tiba-tiba muncul didepan pintu lab.

"Haha. Ija. Sini masuk." Kata Keket.

Teman-temannya yang lain hanya tertawa melihat kami. Tapi fokus ane ke Sofi. Lucu bener ni Siti Nurhaliza dengan kearifan lokal pas ketawa barusan. Haha. Mana kalem banget lagi bocahnya. Bikin penasaran. Tapi kemudian ane ingat mau ketemu Keket demi menghilangkan kebingungan ane.

"Udah pada beres?" Kata ane.

"Iya nih, sebentar lagi." Sahut Sofi.

"Tumben suara lo nyaring Sof. Haha." Kata ane lagi.

"Iya lah, kalau pelan nggak kedengaran nanti." Katanya sambil senyum tipis.

"Bener. Hehe." Kata ane.

"Uhm, habis ini temanin gue ke kota yuk Ja, gue mau cari buku." Kata Keket tiba-tiba menyelak.

"Oke boleh. Ayo." Kata ane.

Tidak lama, semua peralatan dan perlengkapan dibereskan dan sebagian disimpan di lab. Lalu ane malah mengajak Keket ke lantai paling atas gedung yang udah sepi karena menjelang magrib.

"Ket, gue mau." Kata ane.

"Disini banget Ja?”kata Keket.

"He eh." Ane mengangguk.

"Tapi susah Ja."

"Udah berdiri aja."

Lalu ane membalikkan badan Keket, menaruh dulu tasnya. Kemudian ane mulai menciumi leher Keket tapi agak susah karena terhalang kerudung. Aroma parfum Bvlgari Rose Essentielle yang dia beli dari hasil menabungnya itu membuat pikiran ane menjadi sejuk. Harumnya bikin nyaman banget.

Ane menurunkan celana jeans Keket dengan agak susah payah karena pas banget dikakinya. Kami bermain berdiri memghadap tembok. Quickie aja. Posisi ane dibelakang Keket.

"Lo sayang gue Ket? Jawab gue!" Kata ane sedikit membentak, tangan kiri ane mencengkeram mulutnya dari bawah dagunya sambil terus menarik dan mendorong rocky ke lubang surga Keket.

"Iya Ja. Gue sayang banget sama lo. Kenapa sih Ja? Aaahh. Pelan-pelan sayang." Kata Keket.

"Gue juga sayang lo Ket."

"Aaah...eeeeh, iya sayang gue tau."

"Please bareng-bareng gue terus ya sayang."

"Iya Ja. Aaah..pelan-pelan."

Lalu ane membalikkan badan Keket dan menyuruhnya jongkok. Ane mengeluarkan dimulutnya. Belum sempat tertelan ane angkat lagi badannya, ane langsung ciumi dia. Ciuman pakai hati. Itu kejadian sedikit bodoh karena cairan masa depan bangsa masih ada di mulut Keket dan kami malah french kiss. Ane dan Keket tertawa geli setelahnya. Bodoh sekali dan sedikit menjijikan.

Diubah oleh yanagi92055 02-09-2019 11:08
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.