Kaskus

Story

menyingsing90Avatar border
TS
menyingsing90
Sebenarnya cinta
Hallo penghuni SFTH, ketemu sama ane lagi nih, penulis amatir yang kadang lupa dengan tulisannya sendiri hehehe...emoticon-Peace
berhubung thread sebelumnya udah di delete karena draft cerita yang ane bikin sebelumnya hilang jadi ijinkan ane untuk berbagi cerita (imanjinasi) lagi ya. Mudah-mudahan gak negbosenin. Selamat membaca... emoticon-Smilie






Sebenarnya Cinta





Sebenarnya cinta

Cover by agan riski.jahat

Sebenarnya cinta

Cover by agan neopo



Ku tak tau, Harus bagaimana untuk
Raba mimpi atau Nyata dan bedakan Rasa dan suasana
Dalam rangka Sayang atau cinta
Yang sebenarnya



Letto - Sebenarnya Cinta




Tokoh-tokoh cerita



Fathir Arkana (arkan), Cowok pendiam yang mempunyai dua sisi kepribadian. Di lingkungan teman-teman sekolahnya arkan dikenal culun dan kutu buku, namun hal tersebut berbeda jauh dengan sifatnya jika berada diluar lingkungan sekolah, pecicilan, sedikit keras kepala dan mempunyai ego yang cukup besar. Arkan merupakan anak tertua di keluarganya. Dari segi fisik arkan cukup enak dipandang terutama bagi lawan jenis, mempunyai darah arab dari ayahnya di gabung dengan kecantikan khas melayu dari bundanya cukup membuat arkan mendapatkan julukan “si kutu buku imut” dari teman-teman sekolahnya.

Tinggi badan : 184 cm (agak jangkung)
Saudara kandung : Mayang
Zodiak : Sagitarius
Kulit : Coklat Khas Indonesia
Ciri khas : Alis tebal dan pandangan mata coklatnya yang tajam, kutu buku.
Plus : Rupawan, jago main gitar, body kekar, diam-diam,perhatian, sangat menyanyangi adik dan bundanya, dan selalu menghindar untuk mencampuri urusan orang lain.
Minus: Cuek, pecicilan, egois, pendiam, gampang bosan, pemalu.



Mayang Fathira (mayang), Cewek imut, manja dan sedikit cerewet ini adalah adik kandung dari arkan yang beda dua tahun dengan abangnya. Mayang sendiri sangat dekat dengan abangnya apalagi setelah ayahnya meninggal. Dari segi fisik mayang juga tak kalah menarik dibandingkan abangnya, putih, tinggi, alis tebal, rambut hitam ditambah dengan sifat manja yang kadang lumayan sering membuat abangnya jengkel.

Tinggi badan : 167 cm
Saudara kandung : Arkan
Zodiak : Libra
Kulit : Putih
Ciri khas : Alis tebal (persis kayak abangnya), pendangan teduh, lesung pipit.
Plus : Manis, perhatian terutama dengan saudara kandungnya, jago nyanyi, setia dalam hal apa saja, terbuka, periang, rajin dan cerdas.
Minus : Manja, pecicilan, cerewet.



Muhammad Fadil (fadil), Merupakan sahabat dekat arkan, mereka kenal dari kelas satu SMP. Disekolahnya fadil sedikit lebih populer dibandingkan sahabatnya ini, karena dia merupakan kapten tim basket, aktif di berbagai macam ekstrakulikuler dan sedikit dikenal sebagai playboy karena gampang terpengaruh dengan pandangan pertama. Meskipun begitu fadil sedikit menaruh rasa terhadap mayang yang merupakan adik sahabatnya sendiri, namun rasa tersebut dipendamnya dalam-dalam karena takut bakal merusak persahabatan mereka berdua.

Tinggi badan : 175 cm
Sahabat : Arkan
Wanita favorit : Mayang (karena gampang digombalin) dan Fika (pacarnya)
Musik favorit : Dangdut dan metal
Kulit : Hitam manis
Status : Belum menikah (masih pacaran)
Ciri khas : Suaranya gampang dikenal (cempreng)
Plus : Setia kawan, periang, agak cerewet untuk ukuran cowok, gampang diomogin terutama oleh sahabatnya, arkan.
Minus : terlalu mudah mengalah, nekad, dan punya masalah lambung mulai dari diare sampai asam lambung.



Kanaya Azita (naya), Adalah teman satu angkatannya arkan dan fadil, namun berbeda kelas. Di sekolahnya naya tidak hanya dikenal karena paras cantik dan pembawaannya yang sedikit kalem, namun juga dikenal berkat prestasinya di bidang akedemik dan ekstrakulikuler. Kecantikannya juga ditambah dengan sifatnya yang supel, perhatian dan setia kawan. Rambut kuncir, postur tubuh seksi, senyuman mematikan benar-benar membuatnya menjadi siswi yang paling sering dikejar oleh teman-teman satu angkatannya fadil dan arkan. Bahkan arkan sendiri diam-diam juga sedikit mengagumi sosok naya.

Tinggi badan : 165 cm
Sahabat : Riska
Kulit : Putih mulus (kayak jalan baru)
Ciri khas : Bibir tipi manis, rambut kuncir, senyuman mematikan.
Plus : Anggun, cantik, tutur kata lembut, perhatian, enak diajak ngobrol, easy going, supel
Minus : Kurang teguh pendirian, sifat yang sering berubah-ubah dan tak terduga, terlalu bergantung dnegan perhatian dari orang lain dan sedikit rapuh kalau berdiri sendiri.



Riskika larasati (riska), Merupakan sahabat dekatnya naya. Sedikit cerewet, namun gampang bergaul dengan siapa saja. Disekolahnya riska terkenal dengan sifatnya yang periang, suka bercanda, dan sedikit jahil. Berkulit hitam manis dan berbadan tinggi. Riska bisa dikategorikan sebagai lady rocker karena aktif di ekskul musik dan lumayan sering diajak manggung sebagai gitaris oleh teman-teman seangkatannya bahkan juga sering manggung di klub malam dan café-café.

Tinggi badan : 170 cm
Sahabat : Naya
Kulit : Hitam manis
Ciri khas : Tomboy, sekilas terlihat seperti seorang lady rocker, tahi lalat di bawah bibir, rambut bergelombang berantakan namun seksi.
Hobby : Combaling arkan dan naya.
Plus : Periang, jago main gitar dan piano, gampang bergaul, seksi, berkarakter.
Minus : Kurang terbuka dan sering menyimpan apa yang sebanarnya dirasakan.




Donna feliciana (Donna), Teman sekelasnya arkan dan fadil dari SMP, namun tidak terlalu dekat dengan mereka berdua. Dulunya waktu SMP donna terkenal tomboy bahkan sering dipanggil dengan nama doni oleh teman-temannya. Dari segi fisik sebenarnya donna cukup menonjol karena dilahirkan di keluarga campuran indo-italy. Selama di SMA sosok donna cukup populer karena wajahnya yang sedikit indo namun masih sedikit kalah saing dengan naya dan riska karena donna mempunyai sifat yang hampir sama dengan arkan, pendiam, kutu buku, dan tidak terlalu bergantung dengan perhatian orang lain alias cuek.

Tinggi badan : 168 cm
Kulit : Kuning langsat
Fakta menarik : Transformasi dari tomboy menjadi anggun bagaikan bidadari (lebai)
Ciri khas : Mata biru, rambut yang sering berubah-ubah warna, bibir seksi, hidung mancung, kadang berkacamata.
Plus: Jujur, sabar, penyayang, perhatian, tidak terlalu memikirkan bentuk fisik, modis.
Minus : Terlalu sering menyalahkan diri sendiri, kurang percaya diri, sedikit pemalu.




Aninditha adesya ardani (Ditha/ditong), Teman satu kampusnya arkan yang dikenalnya waktu ospek. Cewek manis, behelan, berlesung pipit ini kenal dengan arkan karena hampir kena hukum waktu ospek namun diselamatkan dengan aksi absurdnya si arkan. Ditha/ditong orangnya easy going, gampang nurut, agak cuek dengan dirinya sendiri namun perhatian dengan orang yang ada disekitarnya. Dari segi fisik, ditha sebenarnya terlihat manis, cantik khas Indonesia banget, dan juga terlihat kalem meskipun kalau udah kenal jauh dari kata kalem. Sedikit menyimpan rasa dengan arkan karena aksi absurd si arkan pas ospek cukup berkesan bagi ditha.

Tinggi badan : 164 cm
Kulit : Sawo matang
Fakta menarik : cewek pertama yang membuat arkan rela sedikit berkorban secara spontan.
Ciri khas : Behelan, lesung pipit, rambut hitam legam, kalem.
Sahabat : Novan dan bayu
Plus : Easy going, perhatian dengan orang disekelilingnya, keibuan, kalem, anggun khas wanita jawa, manis.
Minus : Kalem yang kadang jadi senjata makan tuan, terlalu mudah dipengaruhi meskipun sebenarnya punya pendirian teguh.




Novan arianto (Novan), Teman satu kampusnya arkan yang juga dikenal waktu ospek. Merupakan sahabat dari ditha sejak kecil karena masih ada hubungan keluarga meskipun jauh. Sudah dianggap sebagai abangnya sendiri oleh ditha meskipun sering cekcok. Dari segi fisik novan jauh lebih unggul di bandingkan arkan untuk ukuran badan dan otot karena sejak SMA novan memang rajin fitness, namun untuk urusan tinggi novan kalah jauh bahkan sedikit lebih pendek kalau berdiri disamping ditha. Berpikiran dewasa meskipun berbadan sedikit pendek, pendengar yang baik namun penasehat yang buruk. Disamping itu semua, setia kawan.


Tinggi Badan : 160 cm
Kulit : Sawo matang
Fakta menarik : Sepupunya ditha
Sahabat : Ditha dan bayu
Ciri khas : Rambut ikal, badan kekar, suka pake baju ketat.
Plus : Setia kawan, pendengar yang baik, berpikiran dewasa.
Minus : Penasehat yang buruk, pikiran dewasanya kadang melewati batas



Bayu anggara (Bayu), Teman satu SMA ditha dan novan yang kenal dengan arkan karena sering fitness bareng. Bayu dan arkan sebanarnya sama-sama seimbang dalam segi fisik, sama-sama mempunyai postur tinggi namun dari segi sifat bayu jauh lebih dewasa dan mandiri. Bayu sendiri memilih untuk tidak kuliah karena mempunyai prinsip sendiri. Meskipun gak kuliah bayu sibuk mengurusi bisnis kecil-kecilan mulai dari warung kecil dan penyewaan sound system.

Tinggi badan : 182 cm
Kulit : Putih bersih
Sahabat : Ditha dan novan
Fakta menarik : Pengusaha muda, tidak kuliah.
Ciri khas : Postur jangkung, berkacamata, rapi.
Plus : Mandiri, cerdas, berkarakter, berani mengambil resiko, tampang kayak artis.
Minus : Rada-rada songong, sama kayak arkan kadang tampang menarik justru menjadi halangan untuk mendapatkan cinta.



Kamila Faranisa (Mila), Cewek perfeksionis, sedikit jutek dan independen. Hal tersebut terlihat dari kerjaannya yang di percaya mengurusi bisnis yang cukup besar oleh bos nya meskipun masih kuliah. Pernah menjadi model karena mempunyai postur bagus untuk ukuran cewek Indonesia. Sama seperti arkan kamila tidak terlalu memikirkan masalah yang berhubungan dengan hati, tapi kalau sudah mulai terkena virus cinta, kamila bisa bingung dengan dirinya sendiri.

Tinggi badan : 172
Kulit : Putih, bening enak dipandang.
Fakta menarik : Pernah jadi model, manajer distro.
Sahabat : Jenny dan ade.
Ciri khas : Wajah sedikit mirip artis korea, modis, pandangan teduh, sibuk, nada suara seksi, suka pakai topi.
Plus : Cakep dan manis dicampur jadi satu, mandiri, pinter cari duit sendiri, postur vbak super model, senyuman mematikan, pintar memanfaatkan keadaan.
Minus : Kurang terbuka, gak mau diusik, gila kerja, kurang santai dan sedikit butuh perhatian meskipun diluarnya terlihat kuat.



Alif firmansyah (Alif)salah satu mahasiswa tingkat akhir di sebuah kampus di kota semarang yang akhirnya sedikit beruntung mendapatkan cintanya donna meskipun sempat hubungan mereka sempat digoyahkan oleh sifat liar arkan. Alif merupakan seorang mahasiwa mandiri yang mampu membayai kuliahnya berkat hasil kerja sampingan. Sedikit alim meskipun kadang sering tergoda dengan pesona sosok donna. Berpikiran dewasa, pemaaf dan pengertian.

Tinggi badan : 170 cm
Kulit : Hitam manis
Pacar : Donna
Fakta menarik : Jago komputer, gamer dan teknisi.
Ciri khas : Berkacamata, pakian rapi.
Plus : dewasa, bertanggung jawab, mandiri, tidak menyerah dengan keadaan, pemaaf, rajin ibadah, jago ngaji, bisa menjadi diri sendiri.
Minus : Kurang percaya diri.



Aulia ashifa (shifa), adik angkatannya arkan di kampus, cewek manis yang mempunyai gigi gingsul yang justru membuatnya terlihat menarik, kadang memakai jilbab kadang berpakaian seksi, mungkin masih mencari jati diri. Shifa sangat aktif di organisasi kampus bahkan saking aktifnya dia dekat dengan orang-orang yang berkerja di kantor jurusan yang dimanfaatkannya untuk menggali informasi tentang kakak angkatan favoritnya, arkan. Bertubuh mungil namun imut, agak lucu dan sedikit menggemaskan.

Tinggi badan : 165 cm
Kulit : Kuning langsat
Sahabat : Gadis
Kakak angkatan favorit : Arkan
Fakta menarik : Jago taekwondo, pernah ikut kejuaraan tingkat kabupaten dan sekarang sedang mendalami muay thai.
Ciri khas : Berkacamata frame tebal, rambut hitam lurus yang dikuncir kuda meskipun kadang tidak terlihat kalau sedang memakai jilbab.
Plus : Manis, cakep apalagi kalau sedang memakai jilbab, pintar, mahasiswa unggulan, aktif dikampus, rajin ibadah, pintar dandan.
Minus : Terlalu gampang jatuh cinta, suka terburu-buru dalam menentukan pilihan.



Maaf kalau tokohnya kebanyakan hehehe emoticon-Peace
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 359 suara
Siapakah dari 12 tokoh utama favorit agan/aganwati dalam cerita ini?
Arkan/Fahtir (Fathir Arkana)
23%
Mayang (Mayang Fathira)
12%
Fadil (Muhammad Fadil)
3%
Naya (Kanaya Azita)
17%
Riska (Riskika Larasati)
4%
Donna (Donna feliciana)
8%
Ditha/Ditong (Aninditha Adesya A)
13%
Novan (Novan Arianto)
2%
Bayu (Bayu Anggara)
2%
Mila (Kamila Faranisa)
3%
Shifa (Aulia Ashifa)
11%
Alif ( Alif Firmansyah)
3%
Diubah oleh menyingsing90 15-03-2017 13:57
xue.shanAvatar border
afrizal7209787Avatar border
yusrillllllAvatar border
yusrillllll dan 71 lainnya memberi reputasi
72
1.2M
3.5K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
menyingsing90Avatar border
TS
menyingsing90
#3217
Part 193 Mantra

Menjelang sore akhirnya restoran hotel sudah kembali di buka untuk umum, acara makan siang bersama pun sudah kelar, namun arkan masih tetap duduk santai di salah satu meja kecil yang langsung menghadap jendela kaca dengan hamparan pemandangan kota jogja menjelang sore. Tamu-tamu hotel yang lain mulai memenuhi restoran, pandangan arkan tertuju ke seorang ayah, ibu dan anak laki-laki berusia lima tahun yang duduk tak jauh darinya. Keluarga kecil tersebut terlihat bahagia, arkan tersenyum melihat si anak asik bergelantungan di bahu ayahnya sambil tak henti-hentinya bertanya untuk memenuhi rasa penasaran khas anak kecil, si ayah terlihat sabar menjelaskan dengan bahasa yang lembut, si ibu pun juga tak kalah lembut menyuapkan makanan ke mulut sang suami.


Jatuh cinta dulu, menikah dan punya anak, tapi sama siapa?, arkan tersenyum dengan sendirinya memikirkan hal tersebut.
Belum lagi sempat menghilangkan pikiran untuk menikah, kata-kata novan tentang ditha kembali teringat, bayangan-bayangan tidak jelas pun mulai terbayang, selama ini arkan selalu menertawakan ditha yang sering terlalu berlebihan memikirkan sesuatu sehingga memunculkan pikiran yang tidak-tidak, kali ini arkan kena getahnya sendiri, membayangkan senyuman manis ditha untuk orang lain, membayangkan bibir indahnya mengecup kening orang lain, membayangkan mata indah penuh cahaya itu memandang orang lain dengan tatapan cinta, membayangkan kulit mulus khas perempuan jawanya di sentuh oleh orang lain, membayangkan rambut indahnya di belai orang lain, membayangkan tubuh indahnya di tindih, stop right there !!!, dammit.

Dan nama shifa juga ikut muncul, tetap dengan bayangan yang sama, namun lebih mengerikan, membayangkan cewek lugu yang haus akan rasa penasaran tersebut menemukan apa yang membuatnya penasaran selama ini, sesuatu yang tidak didapatnya selama menjalin hubungan dengan arkan. Dengan rasa penasaran/sensitivitas tinggi yang sedikti tidak sesuai dengan pembawaannya yang lugu.


Bosan dipermainkan pikiran kotornya, arkan meninggalkan restoran hotel jam lima sore berjalan keluar, naik ojek ke rukonya novan, disana ada bayu yang baru saja selesai belanja banyak di toko novan untuk memenuhi kebutuhan warung makannya. Mereka saling pandang dan berdua melihat arkan datang naik ojek.


“Kayaknya galau dengar kata-katamu tadi van… “Bisik bayu.

“Suer… aku gak ada niat bikin dia galau...”


Adiva langsung keluar membawakan segelas kopi panas yang masih mengepul dan meletakkannya di hadapan arkan.


“Nih… buat om fathir… di minum ya om…” Ujar diva yang sudah mengenakan mukena.

“Mau kemana div?”

“Ke mesjid om, kan bentar lagi maghrib…”

“Oh iya hahaha… makasih ya div…”



Arkan ditemani bayu di tempat duduknya, novan dan adiva pamit untuk sholat maghrib di mesjid, mereka berdua berboncengan ke mesjid menggunakan motor honda astrea jadul dengan kondisi mulus yang baru saja di beli novan setelah menjual motor maticnya. Info dari bayu mengatakan kalau novan dan istrinya sedang menabung untuk membeli sebuah mobil keluarga agar nantinya ketika anak mereka lahir menjadi sedikit lebih meringankan jika hendak pergi kemana-mana. Selanjutnya bayu ijin sholat sejenak di dalam ruko. Setengah jam berselang, novan dan adiva pulang sambil membawa gorengan hangat untuk mereka bersama, sudah cukup jarang mereka berkumpul seperti ini, jadi novan benar-benar memanfaatkan momen santai ini untuk kembali merasakan kedekatan seperti di awal-awal kuliah dulu. Adiva sendiri sudah menganggap bayu dan arkan seperti saudaranya sendiri, terlihat antusias mendengarkan cerita pertemanan mereka bertiga.


“Jadi ibunya mas fathir itu dokter ya?” tanya adiva.

“Iya div… “

“Dek mayang juga dokter… kok mas fathir gak kuliah di kedokteran juga dulunya?”

“Mas fathir kuliah di ekonomi buat nerusin usaha keluarganya dik, kalau dek mayang buat nerusin jejak ibunya…” Jelas novan.

“Iya juga sih ya… oh iya, kira-kira nanti kalau si kecil ini lahir om nya sudah dapat tante gak ya?” Goda adiva.

“Doakan div… berapa bulan lagi? Rutin periksa kan?”

“Insya allah dua bulan lagi mas… doakan lancar ya, saling mendoakan kita, doakan dedeknya lahir penuh berkah, kami juga doakan om nya cepat dapat tante…”


Mereka berempat asik cerita ngalor ngidul, sambil ngemil gorengan. Dan sebuah mobil sedan behenti di halaman depan rukonya novan, dua tamu dari semarang turun, donna sempat menghubungi arkan menanyakan posisinya dimana dan dia langsung disuruh menuju ke alamat rukonya novan. Arkan, novan dan bayu sedikit surprise melihat si kimcil Italy yang sudah menutup rambutnya dengan jilbab, meskipun pakaiaannya masih tetap saja ketat, namun setidaknya ada perubahan sedikit. Setelah saling bertukar kabar, akhirnya donna dan alif tak sabar menyampaikan berita gembira dari mereka berdua yang sudah menetukan tanggal pernikahan mereka.


“Alhamdulillah… “ Jawab arkan senang dan langsung memeluk mas alif. “Selamat mas….”

“Makasih tir… datang ya, tiga minggu lagi…”

“Acaranya dimana?”

“Di temanggung tir, kamu sama mayang datang… “ Ujar donna.

“Pasti itu don… papa mama mu gimana kabarnya, sehat?” Tanya arkan.

“Aman mereka, mereka udah pindah ke temanggung, beli rumah disana…” Jawab donna antusias.

“Woalah… jadi orang temanggung beneran nih… “



Akhirnya suasana didepan ruko menjadi hangat dan ramai, novan pun langsung menutup rukonya untuk hari ini agar lebih bisa bersantai ria dengan teman-temannya, bahkan tak lama setelah donna dan alif muncul, ditha juga datang setelah dihubungi oleh bayu. Dan arkan langsung menelpon fadil dan riska, mereka semua video call rame-rame, terlihat fadil dan riska sangat ingin berada disana, mereka berdua saat ini mengontrak sebuah rumah kecil di perbatasan sumatera barat dan jambi karena fadil lulus PNS dan ditempatkan di puskesmas disana, riska pun juga mendapatkan honor menjadi guru musik di SMP daerah sana. Arkan pun tak menyia-nyiakan momen ini dan sibuk mengajak mereka semua foto selfie bersama, termasuk fadil dan riska meskipun hanya lewat video. Pedagang, pengusaha perkebunan, pengusaha kuliner banyak sampingan, guru komputer, tenaga kesehatan, guru musik, guru TK, dokter dan ibu rumah tangga yang bersahaja. Selesai telpon-telponan dengan fadil dan riska mereka semua tersenyum, sebuah momen hangat yang tercipta tampa rencana. Siapa sangka, mereka semua berawal dari mahasiswa polos. Bayangan arkan tertuju kepada seseorang yang sudah tenang beristirahat, membayangkan seandainya dia bisa melihat momen ini.


Donna seakan mengerti apa yang sedang dirasakan arkan, langsung duduk disamping arkan menepuk-nepuk lembut pundaknya. “Kita semua disini juga rindu sama dia tir, aku yakin dia bisa ikut merasakan semua senyuman kita malam ini….” Bisik donna lembut.

Arkan mencoba tersenyum mendengark kata-kata donna, namun justru senyuman itu semakin membuat air matanya sulit dibendung, sosok angkuh, kokoh dan kuat selama ini yang ditunjukkan arkan, hampir runtuh oleh air matanya. “Aku cuma berharap dia bisa lihat kita semua seperti sekarang don…”

“Aku yakin dia juga merasakan apa yang kita rasakan, dia masih tetap ada tir, karena selama ini kita tidak pernah lupa sama dia… orang yang selalu kita ingat tidak akan pernah benar-benar mati tir…”

Arkan mengadah ke atas, berusaha menyembunyikan air matanya sekuat tenaga. “Buuaahhh… bijak juga sekarang kimcil Italy ini ya hahaha…” Ujar arkan langsung menggoda donna.


Mereka semua tersenyum, mereka sadar arkan sedang berusaha menyembunyikan sisi lembutnya, namun meskipun berusaha disembunyikan, mereka semua bisa melihat cowok yang mereka kenal kuat, masa bodoh dan keras kepala ini juga mempunyai hati yang lembut, hanya saja butuh sentuhan tertentu untuk bisa membuatnya terungkap. Arkan sendiri tak ingin momen seperti ini dirusak hanya karena sisi lembutnya terusik langsung mengalihkan perhatiannya ke yang lain, namun gagal total. Justru arkan lebih terlihat bagaikan seorang anak kecil karena salah tingkahnya, ditha, donna dan adiva tersenyum geli melihat keluguan yang salah tingkah karena tak sengaja menunjukkan sisi lembutnya.


Setelah suasana kembali normal, donna dan alif pamit ke arkan dkk untuk mengunjungi rumah teman-teman mereka yang lain mengantarkan undangan. Adiva pun juga pamit untuk segera berisitirahat karena sudah cukup malam. Ditha sendiri juga sudah mulai terlihat ngantuk, matanya sudah terlihat memerah.


“Kamu gak pulang dit?” Tanya novan.

“Aku tidur disini aja…”

“Ohh siap… Kamu tir? Wes ngantuk po?”

“Dikit…”

“Yowes aku masuk dulu, tak siapin tempat tidur buat kalian…”

“Aku juga balik dulu lah… “ Ujar bayu.

“Cepet banget??” Tanya ditha.

“Tuh liat…. Kerjaanku masih banyak…” Tunjuk bayu ke bak mobil pickup nya yang terisi penuh.


Bayu pun menyalakan mobil balapnya, langsung ngacir, meninggalkan ditha dan arkan duduk berdua. Arkan masih melamun dan ditha perlahan meletakkan tangannya di bahu arkan.


“Jangan cengeng…” Ditha mengusap-usap lembut rambut cepak arkan.

Arkan menoleh sambil tersenyum. “Siapa cowok yang mau lamar kamu dit?”

“Mau tau aja…”

“Mas fariz ya?”

“Bukan… “ Ditha melepas tangannya.

“Kamu sudah kehabisan sesuatu yang ingin kamu lakukan sendiri?”

Ditha menggeleng tersenyum. “Kamu keberatan aku di lamar orang lain?” Tanya ditha mencubit manja pipi arkan.

“Jelas lah… kamu tau betul kalau aku cemburu…”

“Hehehe makasih beb… aku senang lho di cemburuin sama kamu…” Ujar ditha dengan panggilan sayang.

“Dan kamu senang melihat aku tersiksa kayak gini…”

Ditha tersenyum menikmati raut wajah gusar arkan. “Ikhlasin aku ya…”



Arkan kemudian bangkit dari tempat duduknya, berjalan pelan sampai akhirnya benar-benar jalan meninggalkan ruko novan, menyusuri jalanan malam. Ditha kemudian membereskan tempat duduknya, melempar kunci motor dan tas nya ke dalam ruko novan lalu berlari menyusul arkan. Terlihat arkan berjalan pelan di trotoar jalan menghisap dalam rokoknya, ditha berlari menyusulnya dan tampa aba-aba langsung melompat ke punggung arkan, arkan sempat hampir terjatuh namun dengan sigap menangkap paha dan pinggang ditha, dan tetap melanjutkan langkahnya. Dari kejauhan novan dan adiva hanya bisa melihat mereka dengan senyuman senang dan bingung.


“Romantis ya mas mereka berdua….”

“Mereka berdua sama-sama mengejar mimpi dan ambisi… lihat aja, mereka melangkah kosong dalam kegelapan malam… tujuannya gak jelas itu…”

“Tapi romantis… jadiin aja lah mereka, mas kan sepupunya mba ditha, sahabatnya mas fathir… “

“Aku takut di gurui mereka berdua nduk… aku yakin meskipun tak tau harus kemana, mereka berdua punya jalan sendiri untuk bisa selalu berdua… satu hal yang pasti, untuk saat ini mereka sama-sama gak tau apa yang mereka cari…”


Ditha merasa nyaman berada di punggung arkan meskipun tak ada yang keluar dari mulut mereka, arkan sendiri masih kokoh dengan langkahnya, dan ketika menyebrang jalan di sebuah lampu merah, mereka berdua sempat jadi perhatian orang-orang yang berhenti, namun mereka gak ambil pusing, ditha mengeluarkan handphone, menancapkan headset di telinga kiri arkan dan satu lagi ditelinganya sendiri. Ketika sampai di sebuah minimarket 24 jam, arkan menurukan ditha dari punggungnya dan menggenggam lembut tangan ditha menariknya masuk ke dalam untuk membeli air minum dan sebungkus rokok. Di kasir arkan sempat ingin melepaskan tangannya untuk menarik uang di atm, namun ditha dengan sigap mengeluarkan uang dari kantong celananya lalu membayar rokok dan minuman yang dibeli arkan, itung-itung sebagai ongkos gendong. Mereka melanjutkan langkah, ditha kembali di posisi nyamannya di punggung arkan, arkan membuka botol minuman, ditha membuka bungkus rokok, arkan menegak minuman, ditha mengambil korek di kantong kemeja arkan lalu menyalakan rokok di bibirnya, selanjutnya arkan memberikan botol minuman ke ditha dan ditha memberikan batang rokoknya ke arkan. Mereka kembali tenggelam dalam lagu yang di putar ditha. Adventure dari angels and airwaves.


My dearest friends, even if your hope has burned with time…

Anything that’s dead shall be re-grown, and your vicious pain, your warning sign,

You will be fine…

Hey ohh, here I am

And here we go lifes waiting to begin.

I cannot live, I cant breathe

Unless you do this with me…




Jam satu malam arkan sampai dikosnya, ditha dengan tenang mengikuti ketika arkan menarik tangannya untuk naik ke kamar, lampu remang-remang untuk tidur langsung menyala, dengan sekali sentuhan komputer langsung menyala memainkan musik dengan volume sedikit keras. Ditha berdiri mematung bersandar di dinding disamping tempat tidur, dengan tenang arkan membuka kemejanya, pandangannya sayu namun penuh dengan hawa mengerikan, ditha memberanikan diri menatap mata arkan di dalam suasana remang kamar. Arkan memegang pinggangnya dan diam tak bergerak, mata ditha tak beranjak dari bola mata arkan, perlahan tapi pasti ditha berjinjit lalu meraih pipi arkan, lalu menyerahkan sepenuhnya ke arkan, bibir mereka bertemu, perlahan dimulai dengan sekedar melepas rindu berubah menjadi nafsu, ditha tidak mempedulikan tangan arkan yang sudah berpiknik ria menjelajahi tubuhnya, seakan terhipnotis oleh gerakan arkan, ditha mulai berani menarik lembut kancing celana arkan.


Ditha mendorong tubuh arkan hingga terhempas ke tempat tidur, dengan posisi duduk arkan membiarkan ditha naik ke pangkuannya. Mantra dari bring me the horizon mengalun keras memenuhi sesisi kamar, arkan dengan seringai menakutkan menikmati gerakan liar ditha yang hampir tak tertutup apa-apa begeliat indah diatas pangkuannya.


Too late to tell you now, one ear and right out the other one… because all you ever do is chant the same old…” Ujar arkan menyeringai.

Mantra…” Bisik ditha gemas menggigit daun telinga arkan.


Beat drop, mereka berdua membiarkan iringan lagu mengikuti setiap gerakan. Seperti orang yang terkena mantra, mereka berdua menggila tak sadar kalau mereka berdualah yang memantrai diri mereka masing-masing, dan untuk saat ini yang mereka pikirkan hanya satu cara untuk melampiaskan mantra mereka.


Tak peduli akan esok hari apakah akan ada ada air mata penyesalan sisa dari cerita malam ini.


Akhirnya menejelang pagi suasana mulai hening, nafas mereka berdua terhembus sesak, ditha menyadarkan dagunya dengan tangan tersenyum lepas memandangi arkan mengatur nafasnya dengan asap rokok. Ditha benar-benar menunggu pangeran kegelapannya tersebut selesai dengan asap rokonya, lalu dengan lembut kembali menutup tubuh mereka berdua dengan selimut, ditha meringkuk didalam pelukan arkan.


So you can drag me to hell, if it meant i could hold your hand, i will follow you... Cause i'm under your spell and you can throw me to the flames...
piaupiaupiau
sormin180
initialtakumi86
initialtakumi86 dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.