Kaskus

News

vika991Avatar border
TS
vika991
Pindah Ibu Kota Butuh Rp 485 Triliun, Buat Apa Saja?
Pindah Ibu Kota Butuh Rp 485 Triliun, Buat Apa Saja?


Pemerintah membutuhkan dana hingga Rp 485,2 triliun atau setara dengan US$ 34,05 miliar untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan. Dana sebesar itu diperlukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau menciptakan ibu kota baru yang berbasis teknologi canggih serta ramah lingkungan.

Untuk memperoleh dana tersebut, pemerintah memiliki tiga skema pembiayaan yakni dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan juga pembiayaan sektor swasta.

Lalu, apa saja yang akan dibangun dengan dana tersebut?

Berdasarkan dokumen gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota baru dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rabu (21/8/2019), APBN merupakan skema pembiayaan paling kecil yang digunakan. Sedangkan, KPBU merupakan skema pembiayaan yang paling besar digunakan untuk pembangunan ibu kota baru ini.

Pembiayaan menggunakan APBN hanya mencakup 19,2% dari total dana yang dibutuhkan. Artinya, dari APBN hanya akan dikeluarkan dana sebesar Rp 93,5 triliun. Dana APBN ini akan digunakan untuk pengadaan lahan.

Lalu, melalui APBN juga akan dibangun infrastruktur pelayanan dasar, pembangunan istana negara dan bangunan strategis TNI/Polri, rumah dinas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri, ruang terbuka hijau (RTH), dan pangkalan militer.

Dana terbesar untuk pembangunan ibu kota baru ini yakni melalui skema KPBU yang mencakup 54,6% dari total biaya Rp 485,2 triliun, yaitu sekitar Rp 265,2 triliun.

Dana KPBU tersebut akan digunakan untuk membangun gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif, juga pembangunan infrastruktur utama selain yang sudah dibiayai APBN, sarana pendidikan dan kesehatan, museum dan lembaga permasyarakatan (lapas), serta sarana dan pra sarana penunjang ibu kota baru.

Kemudian, pendanaan dari sektor swasta akan mencakup 26,2% dari total kebutuhan biaya ibu kota baru, atau sekitar Rp 127,3 triliun. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan perumahan umum, pembangunan perguruan tinggi, science technopark, peningkatan bandara, pelabuhan, dan jalan tol, pembangunan sarana kesehatan, pusat perbelanjaan, dan MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition).



Quote:



0
1.4K
31
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.6KThread58.6KAnggota
Tampilkan semua post
windmilzAvatar border
windmilz
#18
Quote:


Mantap gpp ga masuk akal yg penting keberpihakan, gpp bambu 350jt anggaran 500jt yg penting keberpihakan, gpp anggaran ga jelas buat gantiin bambu ke batu yg kemungkinan bakal diganti lagi tahun depan dengan anggaran 500jtan, gpp jalan2 keluar negri ga jelas tujuannya, ya gpplah hambur2in duit yg penting yg make warga negara ye ga. .
d3m0litionlov3r
d3m0litionlov3r memberi reputasi
1
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.