Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
suryosAvatar border
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
DayatMadridista dan 113 lainnya memberi reputasi
106
465.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#428
Kunjungan Lapang_Part 2
"LO APA-APAAN SIH KET? APA SALAH GUE?" kata ane emosi.

"NGGAK ADA! GUE CUMAN NGGAK SUKA LO KAYAK GITU KE WINDY!" kata Keket nggak kalah emosi.

"kaya gitu gimana? Gue dicubit keras banget diperut, terus gue mau bales jailin dia, gue ngejar dia, apa salah? Toh gue juga biasa jail-jailan sama tu anak, kenapa lo yang sewot?"

"Gue nggak suka pokoknya!"

"Yaudah deh Ket, suka-suka lo aja. Dan awas ya, kalau lo ngancem-ngancem pakai bawa-bawa nilai. Gue akan mau deket sam lo lagi Ket. Dan percuma juga, lo juga tau kan gue nggak pernah ngejar nilai dikampus ini."

"Kok lo jadi ngancam gue Ja? Emang yang mau ngerusak nilai lo siapa?"

"Udah deh Ket, cewek itu kalau marah suka nggak logis, dan lo sekarang ada di posisi bisa jadi penentu gue dan teman-teman gue di regu ini, baik itu tugas ataupun hasil akhir. Gue nggak mau ketidaklogisan lo malah ngorbanin urusan kampus. Inget, nggak usah bawa-bawa urusan kampus diantara kita."

Ane lalu keluar lagi dan pertengkaran ane dan Keket malah jadi bahan tontonan dan tentu aja, gosip diantara teman-teman ane dan juga para asisten. Sial. Berasa digerebek gara-gara ketahuan mesum ini.

Empat hari sejak kejadian hari itu praktikum ini terasa sangat berat dan tidak logis, mungkin cuma ane yang merasakan kayak gini. Yang lain nggak. Keket menjadi sosok yang emosional, ada salah sedikit langsung marah, beda sedikit langsung cemberut, tidak ada raut muka ramah yang terpancar.

"Ja, lo tu ada hubungan apa sih sama Kak Kathy? Kok bisa ada kejadian kayak gitu?" Tanya Alex.

"Tau Ja, kasih tau kita dong, lo kenapa sama dia? Tanya Reta.

"Apa gara-gara kemarin ya Ja kita kejar-kejaran itu? Maafin gue ya." Kata Windy.

"Aduh udah deh, gue nggak mau ngebahas Keket sekarang." Kata ane singkat.

"Keket? Lo manggil kak Kathy kok gitu? Hummh..jangan-jangan beneran ni anak ada apa-apa sama Kathy." Sambar Ali menduga-duga.

"Iya, ya, kok panggilannya beda? Haha. Wah Ja, Ja, lo tuh udah ada Zalina, cewek inceran sefakultas, bahkan udah terkenal sampe ke fakultas-fakultas sebelah, sekarang lo mau ngembat cewek populer periode sebelumnya? Belajar jadi baj*ngan lo ya. Hahaha." Kata Alex.

"Kasian si Zalina tau Ja." Reta menyambar.

"Haduuuh, kalian ini pada kenapa sih? Kan gue bilang gue nggak mau bahas, dan lo semua tau dia itu pacarnya bang Rama, ngerti lo semua?!" Ucap ane emosi.

Ane memutuskan untuk memisah dari rombongan regu ane untuk bersantai di sebuah warung kopi. Sambil ngopi ane coba hubungi Zalina, tapi apa daya sinyalnya sangat busuk. SMS, BBM dan chat lainnya sangat lama terkirim, bahkan tidak ada jawaban balik dari Zalina. Ane terakhir menghubunginya sehari setelah pertengkaran dengan Keket.

"Ja, lo disini? Nggak ngajak-ngajak." Windy tiba-tiba mengagetkan.

"Eh Win, sori ya gue emosi tadi. Lagian lo pada sih bikin gue kesel aja."

"Iya Ja, abisnya kita ngerasa kok Kak Kathy itu jadi nggak ramah banget ya, bawaannya emosian, terus ketus banget ngomongnya. Gue jadi nggak nyaman, anak-anak juga ngerasa kok."

"Iya sama gue juga ngerasa kayak gitu. Nggak profesional banget tau." Kata ane.

"Mending lo ngomong sama dia deh Ja, ngomong baik-baik, kali aja dia berubah nanti." Saran Windy.

"Gue males Win ketemu dia." Ujar ane.

"Demi kita semua Ja, lo kan ketua regu kita. Nggak ada salahnya kan lo coba ngomong dulu."

"Eh, kenapa tiba-tiba lo jadi ngomong bener gini sih sama gue Win? Biasanya ngata-ngatain gue mulu lo. Haha. Kesambet hantu sini ya?"

"Enak aja lo, gue kan juga bisa bijak kali."

"Ah bijak apa bijak lo. Hahaha."

"Rese lo Ja. Kali-kali kita ngobrol beneran kenapa sih, perasaan dari dulu ledek-ledekan mulu."

"Lah lo kan yang mulai duluan, dari sejak gue deket sama Zalina lo mulai cari penyakit ngata-ngatain gue melulu. Apalagi pas Zalina dikelilingin senior-senior dulu, lo kayaknya puas banget ngeledekin gue dikelas dua hari berturut-turut. Haha."

"iya Ja, soalnya gue ngerasa lucu aja ngeliat lo kayak orang bloon gitu ngeliatin Zalina. Bukannya do something gitu. Hahaha."

Ane dan Windy menghabiskan kopi kami dan beberapa saat sebelum keluar warung kopi, ane berpapasan dengan Keket yang akan masuk ke warung bersama dua orang asisten lainnya.

"Kenapa lo liatin gue begitu? Nggak suka lo?" Tantang ane.

"Minggir, gue mau lewat." Kata Keket ketus.

"Lah, itu jalan lebar kali, ngapain lewat jalur gue lo." Kata ane sambil muncul ide untuk ngerangkul Windy yang pendek.

"Norak lo ah." Katanya lalu melengos begitu saja.

"Haha, rasain lo." Kata ane kemudian melepas pelukan ane dari Windy.

"Sori ya Win, gue cuma mancing dia aja tadi, sekalian gue panas-panasin."

"Gue bersedia bantu lo kok Ja kalau untuk urusan kayak gini." Kata Windy.

"Haha santai Win. Kayaknya udah cukup deh segitu." Sahut ane.

"Eh beneran Ja nggak apa-apa gue seneng kok bisa bantuin lo."

"Udah, santai lah.. thanks ya Win. nanti gue jajanin Ciki ye. Hahaha."

Ane dan Windy kembali bergabung dengan regu. Kami akan mempersiapkan praktikum esok hari yang akan dilaksanakan ditengah hutan. Wah kayaknya bakal seru nih. Tapi ngapain ya di tengah hutan praktikumnya? Kayak nggak ada perkebunan aja gitu.

--

"Ja, udah siap?" Kata Reta.

"Beres. Yaudah ayo jalan bareng, gue komando ya." Kata ane.

"Siap komandan." Kata anggota regu kompak.

Regu berangkat menuju ke titik kumpul awal dan disana sudah ada beberapa anggota regu lain yang tiba, tapi tidak berbarengan dengan anggota regunya masing-masing, padahal tinggal dirumah yang sama. Egois sekali anak-anak ini ya.

Setelah selesai absen dan cek perlengkapan, regu demi regu diberangkatkan, ada semacam peta kecil yang dibekali oleh para asisten dan ada pos bayangannya, jadi berasa lagi LDK OSIS jaman SMA ini sih. Hahaha.

Kegiatan dihutan ternyata menyenangkan, lebih banyak seperti outbond, tapi tidak memakai alat yang disediakan, melainkan kreasi mahasiswa sendiri. Jadi ya pintar-pintarnya kita untuk survive lah. Ane sempat bingung ngapain ada acara kayak gini padahal nggak nyambung sama praktikumnya. Tapi yaudahlah ikutin aja.

Kegiatan selesai jelang sore hari, sekitar jam 15.00. semua akan pulang sampai pada satu momen.

"Ja, maafin gue." Kata Keket tiba-tiba didepan semua anggota regu ane.

"Apaan sih? Nggak usah caper lo. Sana sama asisten-asisten, Kak Kathy." Kata ane meledek.

"Mau maafi gue, atau nggak?”

"Maafin sih Ja, nggak baik musuhan, apalagi dia kakak kelas kan, cantik lagi." Kata Ali genit.

"Maafin Ja." Tambah Windy.

"Oke lah, gue maafin. Tapi gue nggak mau lo suka-sukanya gitu ya, apalagi sama regu gue. Nggak profesional lo jadi asdos tau nggak."

Keket tersenyum simpul, mengangguk dan langsung memeluk ane didepan semua anggota regu. Ane hanya diam mematung, tidak membalas pelukannya. Cukup lama dia memeluk ane.

"Woooi, kita nggak kebagian ini. Kita kan juga mau Kak." Kata Alex.

"Eh iya maaf, gue kelepasan, emosional banget sih. Hehehe." Kata Keket sambil tersenyum ke anggota regu.

Lalu Keket bergabung dengan asisten lainnya, sebelum bergabung, dia sempat berbisik, "jangan jahat lagi sama gue ya." Lah dia yang jahat udah nampar ane dan bikin malu ane didepan teman-teman, ane yang dikata jahat. Susah deh cewek emang.

"Ja, gue liat tadi Kak Kathy ngeliatin Windy tajam banget pas meluk lo terus dia senyum licik banget ke dia tau." Kata Ali.

"Iya gue juga liat." Sambar Reta.

"Wah kayanya, Zalina nggak ada, Keket merajalela, Windy merana. Hahahaha." Kata Alex gembira.

Duh, Keket bikin pusing banget si lo.
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 30 lainnya memberi reputasi
31
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.