Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
467.9K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#395
Transisi
Perkuliahan semester ganjil itu sangat berat. Mulai banyak tugas, baik dari dosen maupun dari praktikum. Praktikum selalu di asisteni oleh para kakak tingkat, yang tingkat 3 seangkatan Keket, dan juga tingkat 4 seangkatan Rama, orang yang lagi deketin Keket. Ane tetap menjaga hubungan baik dengan Zalina, bahkan semakin mesra dan selalu menghindar dari Keket. Tapi entah kenapa Keket nggak pernah bisa lepas dari ane. Jelang UAS semester ganjil Keket dan ane sedang di Lab sehabis praktikum. Para asisten sudah mulai membereskan peralatan praktikum dan kemudian pulang sementara ane menunggu Keket.

“Ket, lo tuh kayak orang buang-buang waktu tau nggak.” Kata ane.

“Nggak apa-apa Ja, gue menikmati kok kayak gini. Deg-degan nunggu balasan dari lo, walaupun lama, walaupun gue tau lo lagi mesra-mesraan sama Zalina, tapi gue nikmatin Ja. Demi hati gue yang udah kepalang nyaman sama lo.” kata Keket.

“Gue nggak akan pernah bisa janji Ket, ini bakalan kayak gimana endingnya. Tapi gue minta lo mending coba-coba buka hati lo. lo kan lagi dideketin sama Bang Rama tuh. Cobain sama dia aja. Kan oke punya tuh anaknya. Gantengan juga dia daripada gue.” Kata ane.

“Tapi masalah hati kan nggak bisa dibohongin Ja. Mau ganteng kayak apapun kalau hati gue bilangnya nggak, ya nggak bisa dipaksa Ja. Dan hati gue memilih lo, yang sayangnya udah dimilikin orang lain.”

“Ya coba aja biar terbiasa. Kayak pepatah jawa gitu, witing trisno jalaran sok kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa. Coba jalanin aja dulu Ket.”

“Kalau gue nggak mau gimana?”

“Up to you, tapi gue nggak mau lo tu selalu sedih dan bahkan ngerasain sakit kalau lo terus mengharapkan gue Ket.”

“Udah gue bilang gue nggak apa-apa Ja. Ini nih, yang bikin gue selalu kepingin memiliki lo, kata-kata lo selalu membuat gue nyaman banget tau nggak sih?”

Aduh, ada salah ngomong lagi nih kayaknya ane.

“Tapi Ket….”

Keket buru-buru memotong.

“Iya udah, nggak apa-apa, gue akan coba saran lo Ja. Gue akan coba terbuka buat Rama. Tapi gue nggak janji Ja. Di hati gue tetep ada lo. susah Ja untuk ngilangin itu semua.”

“Nah gitu dong, belajar terbuka aja dulu ya Ket. Tenang aja, gue juga nggak kemana-mana, gue juga akan selalu jadi teman lo kok. Kalo lo mau curhat atau apa, ya lo bisa ke gue kalau lo mau. Pokoknya gue siap bantuin lo Ket.”

“Tuh kan Ja, baru aja gue bilang, lo udah kayak gitu lagi ngomongnya. Ini yang bikin gue nggak mau jauh dari lo tau nggak sih?”

“Iya maafin gue Ket.”

Selanjutnya ane berpelukan dengan Keket di lab. Keket sudah berniat untuk mencium ane tapi ane berhasil hindari. Godaan ketika itu hebat banget dari Keket Cuma ane sudah bersikap tegas untuk membatasi hubungan ini. Ane sayang sama Zalina. Keket agak sedikit kecewa, tapi dia bisa menerima. Kemudian kami keluar dari Lab dan kebetulan sekali, Rama dan dua orang temannya lewat Lab kami.

“Loh, kalian baru beres?” tanya Rama.

“Iya nih, abis praktikum Cuma tadi ada beresin preparat yang tumpah jadinya agak lama bang.” Kata ane.

“Kok Cuma lo doang sama Kathy? Lainnya mana?” tanya Rama curiga.

“Sebenarnya aku yang numpahin karena nggak konsen Kak, nah Ija tadi kebetulan keluar paling belakangan jadinya dia bantu aku.” Bela Keket.

“Oh gitu. Kamu mau pulang bareng aku nggak? Sekalian aku mampir ke kostan kamu ya.” kata Rama ke Keket.

“Umm, iya boleh deh.” Kata Keket singkat.

Lalu Keket dan Rama beserta temannya jalan berbarengan meninggalkan ane didepan pintu Lab. Keket sempat menengok ke belakang, lalu ane kode dengan dua jempol sambil tersenyum. Ada perasaan yang sakit, tapi kecil sekali. Tapi tetap sakit. Ane menyadari kalau ini adalah sesuatu langkah maju untuk menghindari bayang-bayang Keket dalam hubungan ane dan Zalina. Ane lalu pulang dengan senyum karena hubungan ane dan Zalina akan benar-benar lancar.

--

Waktu tidak terasa sudah masuk semester 4. Hubungan ane dan Zalina pun awet sekali. Ane bahagia dan Zalina pun bahagia. Zalina sudah hampir tidak pernah minta jatah yang aneh-aneh, dikasari atau main belakang sudah hampir hilang dalam kamusnya. Pun kegiatan ranjang kami pun berkurang drastis. Ane entah kenapa senang dengan keadaan ini. Pacaran normal itu mengasyikkan. Karena jurusan ane dan Zalina tidak ada keterkaitan sama sekali pelajarannya walaupun satu fakultas, jadinya jadwal kami selalu tidak sinkron. Sementara jurusan Zalina kuliahnya santai, ane kuliahnya amit-amit beratnya. Ilmu terapan yang bisa membuat orang stres dan akhirnya mengundurkan diri dari kampus.

Hal ini juga diakui oleh teman-teman dekat ane yang seangkatan dengan Keket. Terutama empat orang bernama Benu, Amal, Yuar, dan Dani. Mereka ini termasuk yang senang sekali dengan fenomena itu. Maklum, mereka berempat adalah jomblo akut. Haha. Mereka ini pada akhirnya menjadi teman-teman dekat ane hingga kini. Ane bisa dekat dengan mereka karena mereka adalah mahasiswa-mahasiswa pengulang mata kuliah, jadi mereka hampir setiap semester genap ada kuliah barengnya dengan angkatan ane, di hampir semua mata kuliah. Mengulang seperti hobi buat mereka. Haha.

Ane lebih banyak menghabiskan waktu dengan kakak kelas ane daripada angkatan ane sendiri. Ini karena mereka yang selalu rajin belajar dan kurang bisa diajak bergaul untuk memperluas relasi. Sedangkan kakak kelas ane, sudah kelasnya banyak cewek cantiknya, beberapa mahasiswanya juga asyik-asyik diajak gaul. Cabut kuliah, nitip absen dan cabut praktikum itu seperti sudah biasa dilakukan. Tapi ane tidak pernah melewatkan praktikum dimana Keket menjadi asistennya. Karena dia pasti tau kalau ane tidak hadir. Dia kan peduli banget sama ane. Hahaha. Keket masuk di semester genap ini melamar lagi jadi asisten mata kuliah, yang tentunya sesuai dengan saran ane, ada praktikum lapangnya. Di semester ganjil kemarin tidak ada mata kuliah yang ada praktikum lapangnya.

“Gue udah jadi asisten nih. Nanti kalau praktikum lapangan bareng-bareng gue ya? gue udah lama banget nggak kontak lo Ja.” Kata keket di suatu praktikum.

“Ket, pelan-pelan, kita lagi asisten dan praktikan nih, malah ngomong urusan pribadi lagi. Mana kenceng lagi lo ngomong.” Kata ane tidak enak
hati.

“Nggak apa-apa dong, gue ini asistennya. Suka-suka gue kali mau ngomong kayak gimana juga.” Kata Keket.

Praktikum dimulai. Kebetulan saat itu adalah bagian Keket sebagai pembuka praktikum. Orang-orang banyak yang kagum dengannya, dengan penjelasan lugas dan terstrukturnya, terlebih lagi penampilannya. Keket memutuskan untuk memakai kerudung. Cantik sekali dia. Ane pun melihatnya kagum. Sudah mukanya indo, pakai kerudung pula, wah ini makin enak dipandang aja. Dia memang sempat mengutarakan niatnya ini di semester 3 kemarin. Kami terlibat diskusi untuk masalah ini. Akhirnya dia benar-benar memakainya. Walaupun dia selalu bilang ke ane, masih belajar. Tapi ya nggak apa-apa, ini kemajuan kan.

Sehabis praktikum yang ternyata membosankan ini, kalau nggak ditolong keberadaan Keket, pasti ini praktikum sangatlah membosankan.

“Gue balik ya Ket. Eh lo cantik tau kayak gitu. Pertahanin ya.” kata ane.

“Buru-buru banget Ja? Santai dulu lah, sini temenin gue dulu. Masa sih? Makasih ya baidewei. Iya, apa sih yang nggak buat lo.” kata Keket.

“Eh, pertahanin tu karena keyakinan lo, dan ini kewajiban loh. Jangan karena gue.” Sergah ane.

“Iya, kan gue masih belajar Ja.”

“Iya, gue cuman ngingetin Ket.”

“Eh tunggu semua pada cabut dulu ya. biasa.”

“Ya ya. oke. Mau cerita apa lo Ket?”

“Rama.”

“Oke, lo mau cerita apa Ket?”

“Gue jadian sama Rama Ja.”

Ane senang mendengar kabar ini. Tapi lagi-lagi ada sakit sedikit di hati.

“Gue tau lo pasti ada jealousnya kan Ja, ngaku. Hehehe.”

“Ah nggak, biasa aja gue. Gue malah senang dengan berita ini Ket. Kak Keket dan Bang Rama, 2 sejoli yang bakal dapet predikat beauty-some. Hahaha.” Ane tertawa garing.

“Gue udah bilang Ja, lo tu pembohong yang payah. Ketahuan kok dari raut muka lo pas gue bilang barusan.”

Lalu tiba-tiba setelah melihat situasi sepi, Keket langsung memeluk ane dan membisiki ane.

“Tapi hati gue tetap buat lo Ja.”

Ane langsung melepaskan pelukan Keket.

“Nggak bener lo Ket. Lo nggak bener kalau gitu caranya. Kasihan bang Rama Ket. Dia kayaknya tulus banget sama lo.”

“Tapi dia nggak punya apa yang lo punya Ja. Dia nggak bisa manjain hati gue. Nggak bisa bikin gue senyaman sama lo. sama kayak Alen dulu Ja modelnya.”

“Masa sih? Kayaknya dia jauh lebih perhatian ke lo deh Ket. Padahal dia lagi skripsi. Dan gue denger dia skripsi itu di Pulau Seram sana kan? Jauh lo.”

“Justru itu Ja, mumpung dia lagi keluar kota sana, gue mau ngehabisin waktu gue sama lo. ya?”

“Nggak bisa Ket gue kata, kan udah berulang kali bilang Ket, gue itu mau hubungan gue dan Zalina itu semakin baik.”

Lalu kami mengobrol ringan dengan tidak membahas perasaan sama sekali. Keket masih sama seperti Keket yang dulu, hanya kepalanya sekarang sudah ditutup dengan apa yang menjadi kewajiban seorang perempuan.

“Lo nanti bakal liat fakta yang nggak bakalan lo duga deh Ja.”

“Maksudnya?”

“Iya, fakta-fakta tenang senior-senior fakultas ini.”

“Oh iya? Kenapa emang?”

“Nanti lo bakal nemuin sendiri Ja, seru deh pasti.”

“Lo mah gitu sih, main rahasia-rahasiaan melulu sama gue.”

Tiba-tiba Keket nyosor ane nggak pakai ancang-ancang. Ane yang kaget ketika itu reflek mau menghindar tapi entah kenapa ane seperti nggak mau melepas kecupannya ini. Ane malah bersembunyi dibalik meja besar lab yang tidak mungkin akan kelihatan dari luar. Keket luar biasa banget ciumannya waktu itu. Lalu ane dibaringkan dan dia ada diatas ane, pakaian kami masih rapi dan tidak berantakan. Kami silih berganti melancarkan serangan. Keket tetap di posisi atas dan ane tetap dibawah. Cukup lama kami berciuman di balik meja lab itu.

“Gue sayangnya sama lo Ja, bukan Rama. Gue udah coba, tapi gue nggak bisa.” Kata Keket yang posisinya tidur diatas dada ane dan berbisik ditelinga ane.

“Maaf Ket, gue nggak bisa kayak gini Ket. Gue nggak mau nyakitin Zalina dan juga bang Rama.” Kata ane.

“Gue udah bilang juga kan, gue nggak apa-apa. Emang sekarang status gue ceweknya Rama, tapi hati gue nggak ada buat dia Ja. Lo ngertiin gue dong.” Kata Keket, matanya mulai berair dan dia mulai duduk, lalu membangunkan ane untuk duduk juga.

Kami duduk di balik meja lab. Keket menangis dengan membenamkan kepalanya diantara kedua tangannya yang bersilangan. Ane hanya bisa mengusap kepalanya yang tertutup. Lalu ane memeluknya. Tangan kiri ane meraih bahu kirinya dan ane dekatkan dia ke badan ane.

“Maaf banget Ket. Kita nggak bisa begini.”

“Maafin gue juga Ja. Gue nggak tahu kenapa hati gue nggak mau kompromi Ja. Gue udah coba bahkan sampai jadian, tapi hati gue yang nggak bisa. Gue nggak bisa jauh dari lo.”

Ane hanya diam saja dan memeluk Keket. Ane kasihan dengan dia, tapi juga ane nggak bisa meninggalkan Zalina. Haaahh. Pilihan sulit sekali bukan?
Diubah oleh yanagi92055 23-08-2019 16:38
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.