Kaskus

News

inal74Avatar border
TS
inal74
Jejak Pertemuan Muslim Dengan Bangsa Viking
Jejak Pertemuan Muslim Dengan Bangsa Viking

Secara geografis, semenanjung Skandinavia terletak di sisi paling utara benua Eropa. Adapun negara-negara yang terletak di wilayah Skandinavia atau disebut juga nordic countryadalah Norwegia, Swedia, Denmark, Islandia, dan Finlandia. Sebagaimana diketahui bahwa negara-negara skandinavia ini adalah bukan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Maka tidak ada seorang pun yang akan berpikir bahwa wilayah skandinavia yang dulunya dikuasai oleh sebuah bangsa yang besar dan pemberani yaitu Viking ini pernah bertemu dengan oleh kaum Muslim. Viking adalah sebuah suku bangsa dari daerah skandinavia yang hidup antara tahun 800-1066 Masehi (disebut abad Viking) dan memiliki jalur dagang mulai dari Eropa utara hingga Rusia dan Konstantinopel. Bangsa Viking yang selalu digambarkan sebagai kaum berwajah sangar dengan helm bertanduk, bertubuh tinggi besar, dan berjanggut lebat, sering pula disebut Norsemen (orang-orang dari utara). Sementara itu, kaum muslim yang hidupnya sejaman dengan bangsa Viking adalah pada masa Khilafah Bani Abbasiyah (750-1517 Masehi).

Cendekiawan muslim lainnya seperti Muhammad Al-Idrisi (1100-1165), Al-Mas’udi (896-956), Al-Muqaddasi (940-991), Miskawayh (932-1030), Ahmad Al-Ya’qubi (897-898), Yaqut Al-Rumi (1179-1229), Yahya Ibn Hakam Al-Bakri (772 - 866), Al-Maqqari (1578-1632) dan Ibn Al-Athir (1160-1233) juga pernah menuliskan dalam catatan mereka tentang bangsa Viking ini sebagai orang-orang yang “berambut wajar, berwajah garang campuran dari Eropa Tengah, Eropa Timur, dan Eropa Timur Laut”.

Seperti diketahui bahwa pada masa khilafah Bani Abbasiyah inilah Islam berhasil masuk ke Eropa. Namun dalam buku sejarah yang selama ini dipelajari mulai dari SMP hingga bangku kuliah, bangsa Viking, Eropa utara, dan Skandinavia selalu digambarkan sebagai tiga entitas yang tidak pernah bersentuhan dengan Islam. Namun benarkah demikian? Simaklah serpihan sejarah yang telah terungkap di bawah ini:

  • Antara tahun 822-852 Masehi, seorang muslim bernama Al-Gazal diutus oleh Abdurrahman II (amir ke-4 pemerintah Cordoba, Spanyol) untuk berlayar menemui seorang penguasa yang oleh Abdurrahman II disebut raja majusi (penyembah api). Penguasa tersebut berada di sebuah pulau atau semenanjung yang merupakan wilayah kekuasaan seorang raja berkebangsaan viking bernama Horik I.

  • Tahun 844 Masehi, Viking menyerang Sevilla yang ketika itu masih merupakan bagian dari Keamiran Kordoba Khilafah Dinasti Umayah. Lalu pedagang muslim bernama Ibnu Khurradadhbih alias Ibnu Khoradadbeh dalam catatan perjalanannya di tahun 844 Masehi, menceritakan tentang suatu bangsa berprofesi sebagai pedagang budak belian, bulu-bulu binatang, dan pedang yang dia sebut dengan istilah Rus. Menurut penulis buku: Atlas Dunia Abad Pertengahan(2007) Simon Adams, Rus adalah istilah atau sebutan untuk Viking Swedia.

  • Tahun 921 Masehi, pejabat dari Khilafah Dinasti Abbasiyah bernama Ahmad Ibnu Fadlan mencatat bahwa pedagang dari Baghdad membeli perak dan barang bawaan pengembaraan Viking di Laut Kaspia atau di pinggir Sungai Vola (wilayah Rusia sekarang).

  • Tahun 973 Masehi, Ibrahim Ibnu Yakub Al Turtushi menceritakan dalam catatan perjalanannya tentang sebuah perkampungan pada jaman bangsa viking bernama Schleswig.

  • Sebuah kitab berjudul: Ḥudud Al-Alam Min Al-Mashriq Ila Al-Maghrib (Perbatasan Dunia dari Timur ke Barat) yang ditulis pada tahun 982 menginformasikan bahwa Rus (bangsa Viking) hidup di sebelah timur Saqalibah (wilayah Slavia) dan di sebelah selatan tanah tak bertuan dari dunia belahan orang-orang utara.


Selanjutnya, Egil Mikkelsen, ahli arkeologi dari Universitas Oslo, Norwegia memaparkan dalam makalahnya berjudul: Islam and Scandinavia During The Viking Ageyang dipresentasikan pada sebuah acara simposium di Uppsala University, Swedia tahun 1996, bahwa di wilayah Skandinavia (terutama di Swedia) telah ditemukan berbagai artifak bernuansa Arab berupa bejana perunggu, uang logam bertuliskan bahasa Arab Cufic, bejana kaca, manik-manik, dan timbangan beserta anak timbangannya. Di samping itu, terdapat tiga temuan artifak menarik yang bisa menjadi bukti tentang kebenaran adanya interaksi antara kaum muslim dengan bangsa viking, yaitu:

1. Sebuah cincin yang ditemukan dari dalam makam seorang wanita berpakaian bangsa Viking di dekat daerah Birka (Stockholm, Swedia). Batang cincin tersebut terbuat dari campuran logam perak, dan mata cincinnya berupa batu kaca berwarna bertuliskan lafadz “Allah” dalam bahasa Arab Cufic.
Jejak Pertemuan Muslim Dengan Bangsa Viking

2. Ditemukannya uang logam Arab Cufic (dirham dan dinar) di 3 negara Skandinavia, yaitu: 79.500 keping di pulau Gotland dan Aland (Swedia), 500 keping di Norwegia, dan 5000 keping di Denmark. Dari total 85.000 keping uang logam tersebut, terdapat 12 keping uang logam bertuliskan bahasa Arab Cufic disertai dengan goresan simbol palu Thor (salah satu dewa bangsa Viking). Pencetakan uang-uang logam ini diperkirakan berada pada rentang tahun 814-934 Masehi.
Jejak Pertemuan Muslim Dengan Bangsa Viking


3. Bejana perunggu berhiaskan ornamen Arab di dekat leher botolnya yang diperkirakan dibuat pada abad ke-10 ditemukan di Swedia dan Aland (sebuah kepulauan di Laut Baltik)
Jejak Pertemuan Muslim Dengan Bangsa Viking


Serpihan-serpihan sejarah di atas menunjukkan bahwa benda-benda dari dunia Arab telah sangat jauh berkelana bahkan hingga masuk ke wilayah Skandinavia. Di samping itu, fakta-fakta ini pun memberitahukan bahwa ternyata kaum Muslim pernah berkonflik dengan bangsa Viking. Rangkaian fakta ini memang cukup mengejutkan, namun secara akademis telah diakui keabsahannya.

Sumber:
E. Mikkelsen, "Islam and Scandinavia during the Viking Age", Byzantium and Islam in Scandinavia, Acts of a Symposium at Uppsala University, June 15-16 1996, pp.39-51, Edited by Elisabeth Piltz, Studies in Mediterranean Archaeology Vol. CXXV., Gothenburg, Sweden, 1998.

Thorir Jonsson Hraundal, The Rus in Arabic Sources: Cultural Contacts and Identity, Centre for Medieval Studies, University of Bergen, Norwegia, February 2013 (Sebuah Disertasi).

https://muslimheritage.com/islamic-v...ial-garments/
Diubah oleh inal74 20-08-2019 19:11
gafurismeAvatar border
gafurisme memberi reputasi
-1
3K
25
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
hannepinAvatar border
hannepin
#1
lagi-lagi TS punya narasi yang nyeleneh emoticon-Ngakak

hubungan antara Viking dengan Muslim itu sangat lumrah sekali, karena Viking itu dipekerjakan oleh Byzantine / Romawi Timur sebagai pasukan elit.

The Varangians (/vəˈrændʒiənz/; Old Norse: Væringjar; Greek: Βάραγγοι, Várangoi, Βαριάγοι, Variágoi) was the name given by Greeks, Rus' people, and others to Vikings,[1][2][3][4] who between the 9th and 11th centuries, ruled the medieval state of Kievan Rus', settled among many territories of modern Belarus, Russia, and Ukraine, and formed the Byzantine Varangian Guard.[5][6] According to the 12th century Kievan Primary Chronicle, a group of Varangians known as the Rus'[7] settled in Novgorod in 862 under the leadership of Rurik. Before Rurik, the Rus' might have ruled an earlier hypothetical polity. Rurik's relative Oleg conquered Kiev in 882 and established the state of Kievan Rus', which was later ruled by Rurik's descendants.[8][9]

Engaging in trade, piracy, and mercenary activities, Varangians roamed the river systems and portages of Gardariki, as the areas north of the Black Sea were known in the Norse sagas. They controlled the Volga trade route (between the Varangians and the Arabs), connecting the Baltic to the Caspian Sea, and the Dnieper and Dniester trade route (between Varangians and the Greeks) leading to the Black Sea and Constantinople.[10] Those were the critically important trade links at that time, connecting Medieval Europe with Arab Caliphatesand the Byzantine Empire;[11] Most of the silver coinage in the West came from the East via those routes.

Attracted by the riches of Constantinople, the Varangian Rus' initiated a number of Rus'-Byzantine Wars, some of which resulted in advantageous trade treaties. At least from the early 10th century many Varangians served as mercenaries in the Byzantine Army, constituting the elite Varangian Guard (the personal bodyguards of Byzantine Emperors). Eventually most of them, both in Byzantium and in Eastern Europe, were converted from paganism to Orthodox Christianity, culminating in the Christianization of Kievan Rus' in 988. Coinciding with the general decline of the Viking Age, the influx of Scandinavians to Rus' stopped, and Varangians were gradually assimilated by East Slavs by the late 11th century.


kaskus-image

bahkan sebelum jadi bagian dari pasukan elit romawi mereka juga sudah lama menjadi bajak laut atau raiding di sekitaran jalur perdagangan yang menghubungkan arab dengan byzantine.

temuan arkeologi berupa batu permata, uang, bejana, artkel lain, dsb-nya milik Viking yang ditemukan dalam artikel anda simply sekedar harta jarahan mereka, atau pampasan perang/ loot yang diterima dalam ekspedisi ataupun bayaran/ bonus kerja mereka kepada Byzantine Romawi. bukan karena mereka sudah dimuslimkan oleh orang arab seperti yang anda klaim.

lebih baik TS banyak belajar dan bertanya sebelum membuat thread, daripada tiap buat artikel harus dikoreksi besar-besaran lalu ditinggal begitu saja.
Diubah oleh hannepin 21-08-2019 13:02
eye.glass
eye.glass memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.