Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
suryosAvatar border
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
DayatMadridista dan 113 lainnya memberi reputasi
106
465.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#194
Usaha Optimal
Semester dua sudah mendekati penghujung dan banyak mahasiswa yang mulai menyicil belajar, beda dengan ane yang lebih banyak menyicil bermain. Persiapan untuk babak final kompetisi ilmiah juga semakin banyak. Ane mulai pusing dan solusinya ya datang ke tempat Zalina. Numpang menginap disana semalaman sambil belajar apa-apa yang mungkin akan menjadi pertanyaan di babak final. UAS? Ntar aja dulu deh. Konsentrasi saja dulu ke satu hal.

Zalina juga sempat bete melihat ane ketika lagi konsentrasi belajar. Nggak bisa diganggu sama sekali. Bahkan sempat dia iseng tanpa busana didepan ane, ane cuekin karena fokus. Karena ane memiliki pemikiran sebagai konseptor, jadi ide-ide gila dan pengembangan konsep teknologi yang kami rancang menjadi tanggung jawab ane secara nggak langsung. Kemana yang lain? Mereka yang lebih pintar-pintar secara teknik lebih menunggu komando konsep ane, baru menjalankannya dengan baik dan presisi.

Alen dan Keket geleng-geleng kepala melihat contoh konsep yang ane tawarkan ketika itu. Tapi akhirnya mereka dan anggota tim yang lain mau mencoba menjalankannya. Sempat beberapa kali gagal, tapi akhirnya berhasil. Setidaknya menurut kami. Intinya kami sudah mulai siap untuk menghadapi kompetisi dengan segala kemungkinan, siap menang dan juga harus siap kalah.

--

Kami berangkat ke ibukota dengan bis kampus yang menurut pihak kampus ketika itu sangat membanggakan, karena ada label kampus kami di bis tersebut. Padahal menurut kami bis ini tidak lebih bagus dari bis ugal-ugalan penebar polusi dijalanan ibukota. Sesampainya di ibukota, kami disambut ramah oleh panitia dan diberikan name tag per masing-masing orang.

Alen langsung ambil langkah memimpin tim kami. Hebat anak ini. Sekali dia maju kedepan, tatapan cewek-cewek saintis cupu yang datang langsung tertuju ke dia. Ane malah asyik ngobrol dengan Keket dan tidak terlalu mempedulikan hal tersebut karena merupakan pemandangan yang biasa.

Perlombaan seingat ane berlangsung seru dan sangat sengit. Adu konsep dan lempar tanya jawab sampai kedebat keilmuan dilakoni dengan baik. Tapi sayang beribu sayang, tim kami harus mengakui tim universitas dari jogja yang memang harus diakui lebih unggul dari segi pengujian materi serta keterkaitan pengembangan dengan logika yang ada. Ane dan tim sangat kecewa tapi akhirnya harus legowo menerima hasil ini.

"Guys, belum hoki kita nih." Ujar Alen.

"Iya, masih perlu banyak belajar. Padahal ini ilmu terapan jurusan kita loh, dan di masa lalu mereka belajar dari kampus kita." Kata Amran kurang bisa menerima.

"Itu kan dulu, udah lah. Terima aja daripada nanti lo stres, Man." Kata Keket.

Ane hanya diam dan sebelumnya mencatat poin-poin penting yang diberikan oleh para juri. Menang kalah tidak penting bagi ane, yang terpenting adalah apakah pengembangan teknologi ini dapat memberi manfaat langsung yang nyata bagi orang-orang kecil yang membutuhkan, tentunya dengan biaya yang terjangkau. Ane sudah punya segudang pertanyaan untuk dosen pembimbing, juri serta ane mau coba ngobrol dengan salah satu anggota tim pemenang.

"Citra." Dia memperkenalkan diri.

"Ija. Salam kenal ya." Kata ane

Citra adalah salah satu anggota tim pemenang. Citra ini yang menjadi juru bicara utama tim pemenang, sementara juru bicara kelompok ane diwakili oleh Keket. Citra terlihat seperti gadis sederhana dari kota kecil, dengan dandanan sederhana pula, tapi terlihat sangat cantik karena kemampuan otaknya yang cemerlang serta kemampuan berkomunikasinya yang mumpuni, bukan dari fisiknya.

Ane banyak bertukar pikiran dengan Citra mengenai kompetisi ini, teknologi yang mereka kembangkan dan rencana target yang mereka sasar di pengembangan teknologi tersebut. Penjelasannya sangat simpel namun lugas. Hal ini sangat mungkin membuat kaum adam tertarik padanya, apalagi tampilannya sangat santun dengan kerudung yang dibuat simpel. Diakhir kami bertukar kontak dan alamat surel.

"Lo mau ngegebet dia Ja?" Kata Keket ketika mau pulang.

"Nggak kok, gue cuma mau tukar pikiran aja, anaknya pinter banget Ket. Gila dah." Kata ane sambil geleng-geleng kepala tanda kagum.

"Lo ngobrolin apa aja emang tadi?" Kata Keket.

"Ya apa yang tadi di kompetisi. Sama kedepannya mau diterapin kayak gimana si teknologi yang mereka bikin." Kata ane.

"Lo nggak lagi gunain kegilaan cara berpikir lo untuk ngemodusin dia kan?" Kata Keket khawatir.

"Deuh, segitunya banget mikirnya Ket. Ya nggak lah. Pure tukeran pengetahuan gue sama dia." Kata ane lagi.

"Okey, sip." Kata Keket sambil mengacungkan dua jempol kemudian tersenyum.

--

Hari berikutnya kami bersembilan diundang ke kantor Rektor. Ternyata perjuangan kami di apresiasi. Kami diberikan tiket gratis liburan ke Lombok. Hahaha. Nggak dapat ke Perancis nggak apa lah, yang penting ke Lombok gratis juga. Selama satu minggu full. Kami semua senang, tetapi ternyata yang bisa ikut hanya Ane, Alen, Keket, dan dua cewek cupu tim ane. Empat orang berencana mudik ke daerahnya masing-masing.

Karena reward ini harus dihabiskan, ane berinisiatif membawa Zalina setelah persetujuan semua pihak, dari mulai pihak kampus, kemudian tim, akhirnya Zalina ane ajakin. Tapi sayang, dia pun mau berlibur dirumah orang tuanya. Keket mengajak teman kostannya dan Alen mengajak kakak kelas ane lainnya untuk masuk menggantikan yang berhalangan.

Dan...UAS pun sudah didepan mata.
Diubah oleh yanagi92055 20-08-2019 00:33
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.