Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
suryosAvatar border
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
DayatMadridista dan 113 lainnya memberi reputasi
106
465.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#115
Penjelasan, Lagi
Zalina kaget dan malunya setengah mati. Untung saja dia masih berpakaian lengkap. Hanya ane saja yang celananya udah melorot. Zalina buru-buru nutup si Rocky seolah sudah jadi hak miliknya seorang. Hahaha. Anin Cuma senyum melihat kepanikan kami berdua.

“Lo nggak sopan banget sih jadi orang? Ketuk dulu kek.” Ujar Zalina kesal.

“Sejak kapan gue masuk kamar lo ngetuk dulu?” balas Anin santai.

Zalina hanya diam saja. Ane pun diam saja. Karena ane belum terlalu ngeh gaya persahabatan mereka seperti apa. Walaupun ane cukup dekat dengan keduanya, bahkan bisa bedain bemper depannya. Gedean punya Anin, tapi lebih berisi dan sekel punya Zalina. Gobl*k. hahaha.

“Ternyata ilmu dari gue banyak manfaatnya ya Lin.” Anin menggoda. Zalina masih diam saja.

“Nin, bisa nggak sih kalau masuk itu misi-misi dulu, salam dulu kek gitu. Gue kan malu Nin. Mana ada dua cewek sekarang didepan gue, guenya nggak pake celana. Elaah.” Kata ane.

“Gue sih santai aja, Zalina dong yang lo tanyain. Dia kayaknya kesal tuh.” Kata Anin datar.

“Nin, mending lo balik deh. Gue sebel banget sama lo. beneran Nin. Mesti gue yang suruh lo keluar, atau lo cabut sendiri?” kata Zalina, terlihat pipinya agak kemerahan.

“Oke-oke gue cabut, tapi ada syaratnya.” Kata Anin.

“Apaan?” kata ane dan Zalina berbarengan.

“Gue ikutan yah. Belum pernah kan punya sensasi main bertiga?” katanya sangat menggoda.

“hah? Gue nggak mau.” Ane langsung buru-buru menolak sambil memeluk Zalina.

“Lo tuh udah gila ya Nin? Eh lo tu cantik Nin, gue aja ngiri sama kecantikan lo. lo tuh bisa dapatin orang yang lo mau. Yang bisa lo ajak ngew* tiap hari kalo lo mau Nin.” Kata Zalina.

“Loh, terus kenapa lo tawarin si Ija ke gue dulu Lin, kenapa? Sekarang gue juga mau ngejar Ija, kenapa jadi nggak boleh? Toh kalian nggak pacaran kan? Kapan kalian jadian? Gue nggak pernah lo kasih tau Lin.” Kata Anin lagi.
Kami berdua hanya diam. Ya, memang tidak pernah ada deklarasi jadian kami selama ini. Kami menjalaninya dengan hati tanpa harus ada kata-kata peresmian seperti itu. Yang kami tahu, kami saling menyayangi satu sama lain.

“Hey prince charming, look at me. Lo yang membuat gue berharap, lo ingat itu.” Kata Anin. Serem ini anak.

“maksud lo apaan Nin?” sergah Zalina.

“Ketika lo bantuin gue tempo hari dari terpuruknya batin gue, sehabis cerita lo nawarkan untuk gue peluk. Itu bikin harapan gue ke lo besar banget Ja.” Kata Anin mantap.

“Bener itu Ja?” tanya Zalina.

“Iya, memang aku tawarin kayak gitu, tapi karena dia habis mengalami hari berat. Dia dikerjain sama teman-teman satu jurusannya Lin. Emang kamu nggak tahu ceritanya?” kata ane.

Zalina menggeleng. Lalu ane ceritakan semuanya ke Zalina, sambil sesekali meminta persetujuan Anin agar dibenarkan ceritanya. Ane lalu menegaskan kembali kalau ide Anin ini gila.

“Gue nggak bisa Nin. Zalina juga nggak akan mau.” Kata ane.

“Bisa!” kata Anin dan tiba-tiba dia langsung menyergap dan mendorong Zalina kepinggir.

Si rocky langsung diraih dari perlindungan Zalina, dan mengulumnya secara brutal. Ane hanya bisa kesakitan. Perasaan ketika itu adalah ane merasa agak seru juga karena dua cewek cantik ini berebutan ane, tapi disisi lain ane nggak mau menyakiti perasaan Zalina.

“Apaan sih lo Nin. Minggir” Ane mendorong Anin sampai jatuh kebelakang.

“Udah gila lo Nin!” kata Zalina berteriak, lalu membangunkan Anin, kemudian menamparnya dengan keras.

“Lo yang ngerusak mindset gue, lo yang bikin gue jadi kayak gini, sekarang gue malah nggak bisa lepas dari urusan seks kayak gini. Terus lo masih mau juga ngerusak urusan gue lagi? Lo tu cantik. Lo tu tajir melintir, lo tu pintar, lo punya segala-galanya dibanding gue. Tapi kenapa lo begini?” kata Zalina.

“Gue..gue nggak pernah merasakan rasa cinta sejati. Cinta yang tulus, nggak pakai embel-embel, jujur, nggak ada saling memanfaatkan, apalagi Cuma dijadiin pajangan biar enak kalau diajak jalan. Gue nggak pernah miliki itu semua. Dan gue menemukan itu di diri Ija. Makanya gue berusaha sekuat tenaga.” Bela Anin.

“Udah, sekarang lo keluar dari kamar gue dan nggak usah ketemu gue lagi Nin, gue kecewa sama lo. brengsek lo jadi teman.” Kata Zalina sambil menunjuk pintu kamar, tanda menyuruh Anin cabut.

“Fine. Tapi lihat nanti ya Lin.” Kata Anin singkat.

Anin meninggalkan kotak kado yang terbungkus rapi. kotak kecil ini yang selanjutnya menjadi perhatian ane dan Zalina.
Diubah oleh yanagi92055 17-08-2019 10:32
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.