Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
467.8K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#94
Semester Baru, Tantangan Baru
Minggu siang ane masih bermalas-malasan dikamar. Ane sedang liburan walau cuma satu minggu, kerumah orangtua. Zona nyaman ane yang cukup lama ane rindukan. Semua fasilitas tersedia disini. Berbeda dengan kondisi di kostan ane bersama tiga teman ane. Entah mengapa, karena mungkin masih ada rasa bersalah dengan Zalina, ane malah mengingat momen-momen pertama kali ane membobol pertahanan terakhir Zalina.

“Telen, biar sehat” Kata Ane.

Si Rocky setengahnya masuk didalam mulut Zalina. Kepalanya sudah tak terlihat karena masuk sepenuhnya dimulut Zalina. Lalu dengan adanya komando ane tadi, Zalina mengangguk pelan, kemudian menelan bibit-bibit unggul calon penerus bangsa yang kaya protein itu kedalam tenggorokannya sambil memejamkan matanya. Lalu, setelah menelan, ane tarik dagunya dan ane minta dia menunjukkan kalau sudah tertelan sepenuhnya dengan membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Bersih, berarti ditelan semua. Lalu ane meminta Zalina untuk menjilati kembali keseluruhan tubuh Rocky dan tidak lupa rumah produksinya yang berjumlah dua. Zalina kelihatan kurang nyaman tapi dia tetap melakukannya.

Setelahnya, ane angkat dia untuk berdiri, kemudian kami kembali berciuman dengan penuh kehangatan. Lalu kemudian ane rebahkan Zalina ke kasur busuk milik ane. Ane membuka kedua kakinya yang putih itu dan kemudian memulai untuk menjilati lagi lubang surganya. Tujuannya ya biar nggak susah pas masuk. Begitu pemikiran pertama ane. Kemudian ane dengan sangat gemetaran dan perlahan, memasukkan si Rocky ke surga dunia itu. Ternyata, tetaplah sangat sulit membobol pertahanannya. Ane sampai beberapa kali mencoba belum bisa. Baru setelah beberapa kali terjangan, bisa masuk dengan sempurna. Ada aliran kehangatan disekujur tubuh Rocky kala itu, dan dibarengi oleh erangan Zalina yang membuat kami semakin bernafsu akan nikmat semu dia ini.

Ane melihat dengan jelas Zalina sangat kesakitan ketika pertama kali akhirnya Rocky berhasil menembus sampai keujung. Dia menahan rasa sakit dan mungkin pedih tersebut sampai menangis mengeluarkan air mata.

“Lin, sakit banget ya? maaf Lin.” Kata ane sambil perlahan akan mencabut si Rocky.

Zalina mengangguk sambil meringis menahan sakit sampai terlihat urat-urat dilehernya yang bermunculan.

“Nggak apa-apa, lanjutin aja. Gue kuat.” Kata Zalina kala itu.

Ane sempat tidak tega melihat Zalina semenderita itu. Tapi setiap mau ane sudahi, dia selalu menolak dan malah tetap mengarahkan si rocky ke lubang surga miliknya. Akhirnya posisi agak berubah ketika ane berinisiatif menggantungkan kedua kakinya di bahu ane. Dia terlihat lebih menikmati posisi ini. Ane melanjutkannya dengan passionate dan hati-hati. Zalina sudah terlihat mulai menikmati permainan sampai akhirnya dia menegakkan badannya dan berpindah menjadi diatas ane. Posisi ini ternyata menjadi posisi favoritnya sampai seterusnya, dan semakin berkembang variasi gerakan-gerakannya dari waktu ke waktu ketika semakin sering kami melakukannya. Woman on top ya namanya. Itulah kenapa ane bilang dia semakin ahli. Gaya kemudian berubah menjadi doggystyle yang akhirnya menjadi posisi favorit ane hingga kini. Wkwkwk. Pertarungan berakhir di posisi ane duduk memangku dia, sambil berciuman. Apa nama posisi ini ya? hahaha. Dan disitulah ane kaget kenapa tiba-tiba banyak darah di tubuh si Rocky yang kemudian dijelaskan oleh Zalina. Soalnya nggak kelihatan sama sekali karena ketika akan keluar, ane hanya mengangkat pantat Zalina dan mengeluarkan si Rocky dari lubang surga dan kemudian menyuruh Rocky memuntahkan diatas sprei. Hahaha.

Lagi asyik-asyik membayangkan hal indah tersebut, tiba-tiba pintu kamar ane diketuk. Mama ane. Le, kamu mau makan siang nggak? Betah banget kamu tidur, kaya orang mati aja.” Kata Mama ane.

“Iya Ma sebentar.” Sahut ane sambil membetulkan posisi celana yang udah sempit karena si rocky berontak.

Ane lalu mengambil kotak kecil yang isinya pocket camera, beserta foto-foto Zalina, tanpa busana. Lalu ane pergi ke kamar mandi dengan membawa foto-foto tersebut, dan you know lah, ane memaksa rocky untuk muntah. Sayang sekali foto-foto seperti itu, baik yang fisik maupun yang digital sudah tidak ada semua di arsip ane, karena ane tidak mau melakukan revenge porn ketika hubungan dengan cewek berakhir. Kasihan mereka juga punya masa depan.

Lalu ane sekalian mandi wajib, menunaikan ibadah, kemudian keluar kamar untuk makan siang. Ane lebih banyak ditanyai masalah perkembangan kuliah ane dikampus. Sampai papa ane kemudian iseng menanyai apakah ane sudah punya pasangan atau belum.

“Kak disana kamu udah dapet cewek incaran belum?” Ujar Papa yang mengagetkan ane.

Ane tersedak, kemudian menjawab.

“Ada sih Pa beberapa orang aku dekatin, tapi nggak ada yang dapat.” Kata ane.

“Ah payah kamu. Dulu aja Papa jaman kuliah pacarnya ganti-ganti.” Kata Papa sambil mengerlingkan alisnya ke Mama dan dibalas senyum simpul.

“Iya Papa udah pernah cerita kan dulu. Tapi kok bisa sih Pah? Apa resepnya?” tanya ane.

Papa ane Cuma menunjuk kening sebelah kanannya dengan jari telunjuk kanan berulang-ulang sambil senyum, tandanya otaknya dipake, menurut ane.

“Ini andalan Papa. Kamu harus jadi orang yang cerdas. Dengan kecerdasanmu, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, termasuk
cewek-cewek. Kayaknya kalau jaman sekarang cowok ganteng nggak terlalu menarik ya. Tapi kalau cowok cerdas, itu akan disukai cewek-
cewek di generasi manapun. Percaya sama Papa, kak.” Kata Papa sambil menunjuk kepalanya.

“Diantara kakak beradik papa, yang paling cerdas, otaknya paling brilian itu ya papamu ini kak.” Kata Mama ane kemudian.

“Dulu Mama nggak banyak pengetahuan tentang dunia luar, ya hanya seputar apa yang Mama pelajari waktu sekolah dan kuliah saja. Tapi ketika pacaran dengan Papamu, Mama jadi tahu banyak hal. Ditanyain apa saja pasti tahu, terutama kalau yang berbau eksakta, dia jagonya. Kan kamu aja bisa diajari sama Papa kan kalau kamu lagi pulang dan ada tugas kuliah yang nggak kamu ngerti? Padahal jurusan kamu dan Papa berbeda walaupun masih di fakultas yang sama” Ujar Mama.

“Tapi banyakan nurun ke Dania kayaknya deh, Ma, bukan ke aku.” Kata ane.

“Kata siapa? Kalau nggak nurun ke kamu, kamu nggak akan bisa tembus masuk ke kampus kamu kak. Kok kamu nggak pede sama
kemampuan kamu gini?” kata Mama.

“Udah, sekarang gini aja. Papa tantang kamu mau nggak?”

“Tantang apa Pa?” tanya ane.

“Sebelum semester dua ini berakhir, paling pol setelah ujian semester dua nanti, kamu udah bawa pacar kamu kerumah ini berani nggak?” kata Papa.

“Waduh jangan gitu dong Pa, waktunya sempit banget.” Kata ane.

“Berani nggak?” tegas Papa.

“Oke aku terima tantangan Papa.” Kata ane, karena ane yakin menang, kan ada Zalina. Hahaha.

“Terus aku dapat apa nanti kalo seandainya bisa menuhin tantangan ini?” tanya ane.

“Papa beliin kamu motor.”

“Aku udah bilang, aku nggak mau motor. Aku nggak mau dipermudah, biar aku sendiri yang coba usahain.”

“Terus kamu maunya apa?”

“Aku mau Papa nyumbang lumayan gede ke Desa XXX, disana ada banyak kepala keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan Pa. untuk data-datanya aku udah pegang, tinggal nanti Papa pelajarin aja kalau tantangan ini udah sukses aku penuhin. Deal?” Kata ane sambil menjulurkan tangan ane ke Papa sebagai tanda jadi.

FYI, dulu ane jaman SMA nggak pernah pacaran, karena terlalu sibuk mengurus organisasi, sebagai ketua OSIS, ikut beberapa ekskul, seperti Paskibra, Teater dan Sepakbola. Waktu ane habis disana. Tetapi pelajaran ane tidak pernah tinggal. Jadi konsisten aja prestasinya. Kalau gebetan? Wah banyak sekali, dan lumayan gila juga kalau dipikir-pikir jaman SMA itu karena statusnya cuma gebetan. Hahaha.

Tapi gini-gini ane bisa mempertahankan keperjakaan sampai kuliah, dimana teman-teman ane udah banyak yang jebol baik cewek maupun cowok waktu SMA, dan ane nggak pernah mempermasalahkan itu. Ketika itu pulalah Papa ane sempat mempertanyakan ke Mama ane, apakah anak lelakinya ini normal atau menyimpang, karena tidak punya-punya pacar ketika SMA, sedangkan adik ane malah sudah beberapa kali mengenalkan cowoknya kerumah, padahal waktu itu dia masih SMP.
Diubah oleh yanagi92055 19-09-2019 10:41
sampeuk
hendra024
itkgid
itkgid dan 27 lainnya memberi reputasi
26
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.